DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 36 DINNER BERSAMA NALENDRA


__ADS_3

Nalendra meraih tangan mulus itu dan mengecup untuk pertama kalinya. Sentuhan yang membuat dada Laras seketika berdebar. Lelaki muda itu menuntunnya menuju mobil.


Hati perempuan itu semakin tak karuan saat Nalendra membukakan pintu untuknya, mempersilahkannya masuk ke dalam mobil kemudian menutup pintunya.


Mobil meluncur dengan tenang, menembus jalanan Ibukota. Laras menikmati kelap-kelip lampu yang menghias tepi jalan, bagaikan bintang yang berpendar di permukaan bumi.


Sesekali dia mencuri pandang pada sosok tampan di sampingnya. Dalam keadaan begini, ketampanan Nalendra bahkan meningkat berkali-kali lipat, terlepas dari sikap dingin yang seringkali ditunjukkannya saat berada di rumah atau kantor. Lelaki muda itu tampak fokus mengemudikan mobilnya.


Baru kali ini Laras bisa keluar malam sejak ia bekerja di rumah besar itu. Selama ini dia hanya berkutat dengan lingkungan rumah. Ketika ia menjabat sebagai asisten pribadi Nalendra pun, aktivitasnya hanya seputar rumah, kantor atau tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan Nalendra.


Entah kenapa sekarang Laras merasa lebih rileks. Padahal beberapa saat hatinya serasa terbakar saat melihat suaminya dengan istri mudanya pergi dinner dan ia tahu itu adalah dinner romantis.


"Kenapa kamu selalu mencuri pandang padaku?" tegur laki-laki itu.


"Aku tampan ya?" Mendadak sebuah senyum nakal terbit di bibirnya.


Laras terkesiap. "Ti-tidak, Tuan. Maaf."


Perempuan itu refleks memperbaiki tempat duduknya, lantas meremas tangannya sendiri.


"Saya hanya sedang menikmati pemandangan indah malam ini, karena saya baru kali ini keluar malam menikmati pemandangan malam di Ibukota," sahut Laras terbata-bata.


"Oh, kirain kamu tengah mengagumi ketampananku!" Senyumnya terlihat semakin menggoda.

__ADS_1


"Ti-tidak, Tuan. Tolong Tuan jangan salah paham." Laras merasakan kegugupan yang luar biasa.


'Sial! Kenapa aku tiba-tiba gugup di depannya?'


"Jangan panggil aku Tuan! Sekarang aku bukan atasanmu, tetapi temanmu!" tegas Nalendra.


"Aku adalah atasanmu saat kita sedang bekerja." Laki-laki itu menginjak rem dan mobil berhenti di tepi jalan.


"Santai saja, Laras." Laki-laki Itu tampak serius menatapnya.


"Aku lihat dari tadi kamu terlihat sedih saat Galang dan Nadine pergi. Kamu kenapa? Bicaralah padaku."


"Apa kamu teringat dengan suamimu?" Pertanyaan itu bernada menyelidik.


"Aku tidak bersedih, Tuan, hanya merasa lelah. Ya, mungkin benar aku butuh hiburan, apalagi selama bekerja denganmu, aku tidak memiliki waktu luang untuk menghibur diri. Aku merasa jenuh!" Laras berusaha tersenyum untuk menyenangkan lelaki di sampingnya ini.


Benar saja, lelaki itu kembali menghidupkan mesin mobil, menginjak pedal gas. Mobil pun meluncur kembali membelah jalanan ibukota.


Tak berapa lama kemudian mobil mewah milik Nalendra memasuki halaman sebuah restoran.


Laras membiarkan tangannya digenggam oleh lelaki muda itu masuk ke dalam restoran.


Sepanjang kakinya melangkah, perempuan itu demikian mengagumi pemandangan di sekelilingnya. Seumur hidup dia tidak pernah masuk ke restoran semewah ini.

__ADS_1


Ya! Mana mungkin dia bisa masuk, sedangkan harga satu kali makan di sini saja bisa menghabiskan setengah gajinya sebagai pembantu di rumah besar keluarga Chandra, mana mungkin dia berani menghamburkan uangnya hanya demi gengsi?


Ini adalah dinner dadakan. Meskipun tanpa memesan tempat teelebih dahulu, Nalendra berhasil mendapatkan VIP room untuk dinner mereka. Tentu uang adalah segalanya, Laras paham itu.


Masih dengan memegang tangan Laras, laki-laki itu membawa wanita itu ke salah satu VIP room yang tersedia di lantai atas.


"Kamu suka tempat ini?" bisik Nalendra saat mereka menjejakkan kaki di lantai atas.


Total ada sepuluh VIP room di restoran ini. Laras melihat beberapa pintu yang tertutup rapat, tapi ada pula yang terbuka menandakan ada penghuni di dalamnya.


"Suka sekali," sahut Laras tak kalah lirih. "Tapi ...."


Laras menunjuk sepasang manusia yang tengah bergandengan akan masuk ke salah satu VIP room. Bola mata Nalendra dengan cepat mengikuti arah yang ditunjuk oleh Laras.


Dia tersentak kaget. "Lho, kok mereka ada disini?"


.


.


By: Jannah Zein


Jangan lupa dukung Authornya dengan cara like, komen, hadiah, dan votenya ya 🙏

__ADS_1


Sambil menunggu up, mampir dulu yuk ke sini!



__ADS_2