DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 19 AKU MEMBENCIMU


__ADS_3

Galang merasa sedikit terkejut saat dirinya begitu susah menembus pertahanan Laras. Berbagai pertanyaan terlintas di hatinya. Namun, rasa nikmat yang dia rasakan menepis semua keterkejutannya.


Pria itu masih bermain di atas tubuh sang istri. Dia bahkan tidak mempedulikan tangisan Laras yang terus memberontak. Dalam hatinya, dia hanya ingin merasakan kenikmatan ini untuk dirinya.


Galang bangkit dari tubuh Laras. Senyum kepuasan mengembang di bibirnya. Peluh membasahi seluruh tubuh kekarnya. Galang menatap perempuan di dekatnya yang masih terisak. Pria itu kemudian memeluknya. Membuat Laras semakin menangis.


"Begini, caramu melayani suamimu, Laras?" bisik Galang di telinga Laras.


"Apa saat kamu melayani pria lain kau juga akan bersikap begini? Menangis minta dikasihani?" Galang mendekap erat perempuan itu.


Amarahnya bergejolak saat mengingat semua ucapan keluarganya tentang perempuan ini. Namun, alih-alih jijik, Galang justru semakin mempererat pelukannya. Dadanya berdebar, seiring detak jantungnya yang menggila.


'Perasaan ini, bahkan masih sama dengan ketika pertama kali aku menyentuhmu, Laras.'


Galang bangkit, melepaskan pelukannya. Dia kemudian meraih bajunya yang berserakan di lantai. Pria itu harus segera keluar dari kamar Laras. Kalau tidak, semua orang pasti akan mengetahui kalau dirinya menyelinap masuk ke dalam kamar Laras.


Galang mengeluarkan sesuatu dalam saku celananya. Ia mendekati Laras, kemudian memberikan bungkusan yang dia keluarkan dari sakunya.


"Minum ini secepatnya! Aku tidak mau gara-gara malam ini, ada yang tumbuh di sini." Galang mengusap perut rata Laras yang belum tertutup apa pun akibat perbuatannya. Galang bahkan kembali menelan saliva saat melihat tubuh polos istrinya yang masih meringkuk sambil terisak.


"Aku tidak akan membiarkan benihku tumbuh di sana, karena perempuan sepertimu tidak pantas-"


"Ceraikan aku secepatnya, Mas, bukankah kau bilang akan menceraikan aku setelah kamu menikah?"


Galang mengeraskan rahangnya saat mendengar ucapan Laras. Dia sungguh tidak menyangka, kalau Laras akan mengucapkan kata-kata itu. Amarahnya meluap, pria itu mendekati Laras, mencengkeram dagunya.

__ADS_1


"Aku memang akan menceraikanmu secepatnya, tapi bukan sekarang! Karena saat ini, aku masih membutuhkan tubuhmu untuk memuaskanku! Bukankah kamu terbiasa memuaskan pria lain? Lalu, kenapa kamu tidak mau melayani suamimu?" Galang melepaskan cengkraman tangannya. Kedua matanya menyorot tajam menatap perempuan itu.


Ada rasa sakit yang berdenyut di relung hatinya yang paling dalam.


"Aku tidak pernah memuaskan pria lain, Mas. Selama menikah denganmu, hanya kamu satu-satunya pria yang menyentuhku!" teriak Laras sebelum Galang membekap mulutnya dengan ciumannya.


"Aku tidak mempercayaimu, Laras. Apa yang kamu katakan semuanya bohong!" Galang mencoba menyangkal.


Meski dalam hati dia mengakui, saat menyentuh Laras tadi, rasanya masih sama seperti dulu. Galang bahkan merasa seolah-olah dia sedang bermain dengan Nadine saat malam pertama mereka, karena Galang merasa kesulitan saat menembus pertahanan Laras.


"Cepat minum obat itu, sebelum terlambat!"


Pandangan Galang menyapu kamar. Netranya berhenti pada segelas air minum yang terletak di atas nakas.


Galang mengambil minum itu, memaksa tubuh polos Laras bangun, kemudian membuka bungkus obat itu.


"Buka mulutmu!" Galang memeriksa mulut Laras, memastikan kalau obat itu sudah tertelan.


Laras menatap pria itu dengan penuh kebencian di hatinya.


"Simpan obat ini baik-baik, jangan sampai terlihat orang lain." Galang mengusap rambut perempuan itu. Bibirnya kembali menyambar bibir istrinya.


Galang mengumpat dalam hati, kemudian melepaskan tautan bibirnya. Mencium perempuan itu membuat gairahnya kembali naik, tetapi dia tidak mungkin kembali menyentuh Laras.


Pria itu bergegas meninggalkan kamar Laras. Mengendap-endap seperti maling. Galang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian dia mendekati Nadine yang tertidur pulas di atas ranjang.

__ADS_1


Bayangan tubuh Laras menari-nari di otaknya. Galang dengan cepat menyambar bibir Nadine yang terbuka.


"Aku menginginkanmu," bisik Galang di telinga Nadine, saat perempuan itu terbangun karena ciumannya. Lidahnya menyapu telinga Nadine.


****


Laras terbangun dengan tubuh remuk redam. Perempuan itu meringis merasakan sakit di bagian tubuh bawahnya. Semalam, Galang memperkosanya.


Ya! Meskipun pria itu adalah suaminya, tetapi perlakuan Galang yang cukup kasar dan memaksanya, membuat Laras menganggap kalau apa yang dilakukan Galang adalah tindakan pemerkosaan. Memperkosa istrinya sendiri.


Laras memeriksa semua bagian anggota tubuhnya. Beruntung, pria itu tidak meninggalkan jejak percintaannya di sekitar lehernya. Pria itu hanya meninggalkan jejak di sekitar dadanya dan tubuh bagian bawahnya.


"Brengsek!"


Tangan Laras mengepal, seiring kebencian yang menjalar ke seluruh ruang hatinya. Rasa cintanya pada pria itu, musnah sudah. Kini, hanya kebencian yang tertinggal.


"Aku membencimu, Mas, sangat membencimu!"


.


By: Nazwatalita


Kira-kira Galang ini mesti kita apain ya? Geregetan pengen mabok kepalanya.


Ikutin kelanjutannya yuk! Jangan lupa like, komen, dan Votenya ...

__ADS_1


Sambil nunggu up, intip karya temen aku yuk!



__ADS_2