DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 47 LEPASKAN MEREKA BERDUA!


__ADS_3

"Tidak! Itu tidak mungkin! Aku tidak bisa melepaskan Laras, demikian juga Nadine!" teriak Galang.


"Apa?"


"Kau tidak mau melepaskan mereka berdua? Kau pikir siapa dirimu sampai kau tidak mau melepaskan mereka berdua?" Nalendra semakin meradang saat mendengar jawaban Galang.


'Heh! Dia pikir siapa? Aku tidak akan membiarkan Nadine terus disakiti olehnya. Sementara Laras, ah! perempuan itu ....'


"Kau serakah! Apa kau tidak ingat, kau sedang berurusan dengan siapa?"


"Lepaskan salah satu diantara mereka, Galang!"


Pria itu masih menggelengkan kepalanya.


"Baiklah! Kalau begitu, bersiap-siaplah!" Nalendra melepaskan cengkeraman tangannya pada baju Galang.


"Bersiaplah untuk kehilangan semuanya, Galang! Aku bukan hanya akan memberitahukan pada Nadine tentang hubungan kamu dengan Laras, tetapi aku juga akan mengusirmu dari sini!"


"Aku akan pastikan, semua usaha yang kau banggakan itu hancur, karena kau telah berani menyakiti adikku!" Kedua mata Nalendra menyorot tajam, sementara Galang sangat terkejut mendengar ancaman pria itu.


"Kau pasti sangat tahu bukan, siapa Naufal Chandra dan Aline Chandra? Mereka berdua pasti tidak akan tinggal diam melihat putri kesayangannya disakiti oleh orang lain, begitupun aku!"


"Nadine terlalu baik, untuk laki-laki brengsek seperti kamu, Galang!"


Galang menatap saudara kembar sang istri yang terus mengintimidasinya. Ucapannya memang benar. Namun, bisakah dia melepaskan keduanya?

__ADS_1


Tidak! Dia mencintai Nadine, tetapi juga tidak ingin kehilangan Laras. Apalagi, setelah mengetahui kalau selama ini dia sudah salah paham terhadap perempuan itu. Galang ingin menebus kesalahannya pada Laras dan memperbaiki hubungannya dengan perempuan itu. Rasa cintanya pada Laras, kembali bersemi setelah dia mengetahui kalau selama ini Laras selalu setia menunggunya.


"Lepaskan Laras, ceraikan dia, dengan begitu hubunganmu dengan Nadine akan tetap aman! Atau ... lepaskan Nadine, bawa pergi Laras dari rumah ini sejauh mungkin!"


Nalendra masih menyorot tajam ke arah Galang. Pria itu benar-benar telah membuat kesabarannya habis.


"Kalau kamu tidak mau menceraikan Laras, aku akan melaporkan kelakuan bejatmu ini kepada adik kembarku!"


"Oh, ya?" Galang mengangkat wajahnya. Ekspresi wajah itu berubah dingin. Dia memang takut Nadine mengetahui soal Laras. Namun, dia tidak boleh menampakkan ketakutannya itu kepada Nalendra.


"Kita lihat saja nanti, apa dia akan mempercayai ucapanmu, atau percaya padaku!" tantang Galang.


"Kita lihat saja nanti, Galang!" dengus Nalendra tak mau kalah.


"Sekarang pilih, lepaskan Nadine atau Laras, atau lepaskan keduanya!"


"Sudah berkali-kali aku katakan, aku tidak akan melepaskan keduanya!"


"Kalau begitu, bersiaplah menerima kehancuranmu, Galang!" Nalendra mengepalkan tangannya.


"Kalau aku melepaskan Nadine, Nadine pasti akan hancur. Kamu tidak mau kan, melihat kehidupan adik kembarmu yang tercinta itu hancur?" Lelaki muda itu tersenyum sinis.


"Kau ...!" Mata Nalendra melotot.


"Nadine sangat mencintaiku, dia juga sangat mempercayaiku. Aku adalah satu-satunya pria yang bisa membahagiakan dia saat ini. Apa kau benar-benar ingin melihat hidup Nadine hancur karena ingin memisahkan dia dariku?"

__ADS_1


"Brengsek, kau Galang! Kau memanfaatkan adikku?" Tatapan tajam Nalendra sedikit membuat nyali Galang menciut. Nalendra menarik kerah baju Galang.


"Lepaskan salah satu di antara mereka, Galang, atau aku akan benar-benar membuat hidupmu dan keluargamu hancur!"


Nalendra menatap tajam ke arah adik iparnya itu, kemudian melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar, hingga tubuh Galang terdorong ke belakang. Kemudian, laki-laki itu bergegas pergi meninggalkan ruangan Galang dengan wajah penuh amarah.


'Brengsek!'


***


Sepeninggal Nalendra, Galang memijat dahinya. Barulah terasa perih di sekujur tubuhnya akibat bogem mentah yang dilancarkan oleh Nalendra berkali-kali mengenai tubuhnya.


Sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan sakit hatinya saat ini. Sungguh! Dia benar-benar dilema. Dia tidak mungkin melepaskan Laras, tetapi juga tidak mungkin menceraikan Nadine.


Adakah yang berpikir, kalau dia sebenarnya di sini juga korban? Korban dari keegoisan keluarganya sendiri yang terlalu serakah dengan harta, sehingga dia dan Laras harus mengalami salah paham, kemudian berujung patah hati dirinya. Keadaan kacau yang memaksa dia akhirnya dekat dengan Nadine, menjalin hubungan spesial dan merasa nyaman. Nadine lah yang menyembuhkan luka hatinya saat itu.


Jadi, apakah dia benar-benar serakah? Dia hanya ingin merengkuh cinta pertamanya dan di saat bersamaan juga tak mau kehilangan cinta keduanya.


'Apa aku salah?'


.


By: Jannah Zein


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman ....

__ADS_1


Dukung author biar semangat updatenya.


__ADS_2