DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Bab 66 SALAH PAHAM


__ADS_3

Tuan Chandra menatap Galang penuh amarah. Satu bogeman mentah kembali mendarat di pipi Galang. Darah kembali mengalir di sudut pipi Galang.


Laras kembali menutup mulutnya agar teriakannya tak terdengar. Ada rasa nyeri yang terasa saat perempuan itu melihat Galang babak belur.


Dalam hati, Laras menyesali, kenapa tadi ia mengikuti keinginan Galang untuk bertemu di taman belakang? Namun, sisi lain hatinya berkata lain.


'Mungkin memang sudah waktunya semua terungkap. Agar kamu tidak terlalu lama membohongi Nona Nadine dan keluarganya.'


Nalendra merangkul bahu Laras, kemudian memeluknya. Perempuan itu terlihat panik dan ketakutan melihat sang daddy marah besar.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja."


Laras menumpahkan tangisnya di pelukan Nalendra.


"Ale! Apa-apaan kamu?"


"Mom, tenanglah! Mommy salah paham!"


"Mommy sudah mendengar semuanya, Ale. Perempuan itu dan Galang adalah suami istri!"


"Mommy benar, Laras dan Galang memang suami istri, tapi Mommy salah paham!" Nalendra menatap Nyonya Aline yang masih dikuasai amarah.


"Perempuan itu sudah mengkhianati Nadine, Ale!" Nyonya Aline menunjuk ke arah Laras.


"Laras tidak mengkhianati Nadine, Mom! Justru Galang yang mengkhianati Laras karena menikah dengan Nadine!"


"Apa maksudmu, Ale?"


"Galang suaminya Laras sebelum dia menikah dengan Nadine!"


"Apa?" Nyonya Aline menatap Nalendra dengan tatapan tak percaya. Perempuan itu menatap sang suami yang masih memukuli Galang.


Galang tergeletak di lantai. Laki-laki itu sudah tidak punya tenaga lagi akibat pukulan yang bertubi-tubi dari Tuan Chandra.


Sementara, Tuan Chandra mengatur napasnya yang memburu akibat kemarahannya.

__ADS_1


"Ale! Apa kau sudah mengetahui semuanya sebelum hari ini?" Nalendra mengangguk.


"Aku baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu."


"Kamu sudah tahu, tapi tidak memberitahu Mommy dan Daddy?"


"Maaf, Mom, aku hanya ingin mencari waktu yang tepat." Nalendra menatap Nyonya Aline dengan wajah menyesal.


"Laras ingin Galang menceraikannya, tapi pria brengsek itu tidak mau menceraikan Laras!"


"Brengsek!"


Nyonya Aline menatap Galang yang masih terbaring di lantai. Pria itu meringis kesakitan akibat pukulan dari Laras.


"Laras! Apa Galang itu suami yang dulu temanmu ceritakan? Suami yang meninggalkanmu tanpa kabar selama lima tahun?" Nyonya Aline menatap tajam ke arah Laras.


"Be-benar, Nyonya. Mas Galang suami saya yang sudah meninggalkan saya selama lima tahun tanpa kabar." Laras menjawab tanpa berani menatap Nyonya Aline.


"Saya tidak menyangka kalau takdir justru mempertemukan saya dengan Mas Galang di rumah ini," lanjut Laras dengan gugup.


"Kenapa kamu tidak menceritakan semuanya pada kami?"


"Ini sudah setahun lebih Galang menikah dengan Nadine. Selama setahun pula kamu di rumah ini bersama Galang. Kenapa kamu tidak pernah menceritakan semuanya pada saya?"


"Ma-maafkan saya, Nyonya." Laras menundukkan kepalanya


Tanpa sadar, air matanya mengalir.


"Apa selama ini kamu masih berhubungan dengan Galang di belakang Nadine?"


"Mommy!" Nalendra berteriak tak terima. Entah kenapa, dari kemarin ia tidak sampai berpikir ke arah sana.


Apa benar selama ini Laras masih berhubungan dengan Galang layaknya suami istri?


Nalendra menatap Laras yang kini sedang menatap Nyonya Aline dengan gugup.

__ADS_1


"Mommy bertanya pada Laras, kenapa kamu yang teriak? Pertanyaan Mommy benar bukan? Bukankah kau bilang mereka suami istri?" Nyonya Aline menatap putranya dengan tajam.


"Mom!"


"Laras! Apa kau masih berhubungan layaknya suami istri dengan Galang di belakang Nadine?"


"Sa-saya-"


"Jawab yang jujur, Laras!"


Nyonya Aline menatap perempuan itu dengan tajam. Sementara Laras meremas kedua tangannya yang basah karena keringat. Perempuan itu begitu gugup. Apalagi saat melihat kemarahan Nyonya Aline.


"Jawab, Laras!"


"Mommy!"


"Diam kamu, Ale!"


Nalendra langsung menutup mulutnya. Kali ini sang ibu tercintanya itu benar-benar marah.


"Sa-saya tidak pernah berhubungan dengan Mas Galang di belakang Nona Na-Nadine, Nyo-nya."


"Jawab yang jujur, Laras! Aku tidak akan mengampunimu jika kamu berbohong!"


"Mommy!"


"Nyo-nya ...."


.


.


By: Nazwatalita


Ikutin terus ceritanya ya teman-teman. Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏

__ADS_1


Baca juga karya temen aku yang keren banget!



__ADS_2