DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 64 AKU TIDAK AKAN MENCERAIKANMU!


__ADS_3

Laras memundurkan tubuhnya saat laki-laki itu tiba-tiba bersimpuh di kakinya.


"Aku mencintaimu, Laras. Izinkan aku menebus semua kesalahan yang aku perbuat selama waktu lima tahun yang aku sia-siakan."


"Kalau aku tahu semua yang dikatakan oleh mama dan saudara-saudaraku itu hanyalah kebohongan, aku pasti tidak akan pernah mengkhianatimu. Kalau aku tahu semua adalah kebohongan keluargaku untuk memfitnah kamu aku pasti tidak tidak akan meninggalkanmu apalagi meninggalkan anak kita, Ruby."


"Aku mencintaimu, Laras. Dari dulu kau sangat tahu bukan, kalau aku sangat mencintaimu?" Galang mendongakkan wajahnya. Sementara Laras bergeming. Perempuan itu menatap datar ke arah Galang.


Bibirnya membentuk cibiran. Mengejek laki-laki yang sedang bersimpuh di depannya ini.


"Cinta kau bilang? Kalau kau mencintaiku, dari dulu kau pasti akan mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya, daripada langsung mempercayai semua ucapan keluargamu!"


"Seandainya kamu tahu, betapa menderitanya aku dan keluargaku di kampung, aku yakin, kamu pasti tidak akan berani memohon seperti ini."


"Bertahun-tahun aku menunggumu, berharap kamu akan kembali datang memenuhi janjimu. Tapi, harapan itu hanya tinggal harapan."


"Semua orang di kampung menatap kami dengan penuh hina karena fitnah keji dari keluargamu. Mereka menganggap kalau aku sudah berselingkuh dan mempunyai anak dari laki-laki lain!" Laras mengepalkan tangan, ketika rasa sakit menyerang hatinya.


"Apa kau tahu, ibumu bahkan mengatakan kalau Ruby adalah anak haram. Anak yang lahir tanpa ayah! Padahal dia sangat tahu, kalau anak itu adalah cucunya, darah dagingmu!"


"Laras ...." Galang menatap sang istri yang kini sudah mulai menangis.


"Ibu kamu dan keluargamu adalah orang-orang paling jahat yang pernah aku kenal! Saat aku dan keluargaku kelaparan karena kami kehabisan uang, aku pernah datang pada ibumu untuk meminjam uang. Tapi apa kau tahu apa yang dia katakan?" Laras menggelengkan kepalanya. Membayangkan masa lalu yang melukai dirinya sangat dalam.


Ningsih, sang ibu mertua, adalah perempuan yang sangat kejam. Dia pernah mengusir Laras dari rumahnya saat perempuan itu meminta bantuan untuk membeli makanan untuk keluarganya, termasuk putri kecilnya yang saat itu terus menangis karena kelaparan.


"Ibumu, orang yang sangat kejam! Seandainya aku tahu saat itu kamu mengirimiku uang, aku pasti akan meminta hakku pada ibumu dan aku pasti tidak akan membiarkan Ruby, darah dagingmu terus menangis karena kelaparan!" Tubuh Laras bergetar, air matanya mengalir saat dia mengingat rasa sakit dan penderitaan yang dia rasakan saat di kampung.

__ADS_1


Galang terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Laras. Galang ikut menangis. Laki-laki itu bangkit, berniat ingin memeluk Laras, tetapi Laras dengan cepat langsung mendorong tubuhnya


"Selama aku di kampung, aku memang bodoh karena masih percaya pada janjimu saat sebelum kau berangkat ke ibukota. Aku terlalu percaya kalau suatu saat kau benar-benar pulang dan memenuhi semua janji yang kau katakan padaku, tapi ...." Laras menatap pria di depannya ini dengan penuh rasa benci.


"Aku yakin, kau pasti masih ingat saat pertemuan pertama kita di sini!"


"Laras ...." Galang menatap perempuan yang masih sah menjadi istrinya itu dengan rasa bersalah saat mengingat pertemuan pertama mereka. Laki-laki itu, dengan tanpa perasaan justru memarahi Laras dan mengancamnya.


"Aku membencimu, Mas, sangat membencimu!"


Galang menggelengkan kepalanya, merasa tidak terima dengan ucapan Laras.


"Meskipun kau akan menghalangiku, aku akan tetap bercerai denganmu!"


"Tapi aku tidak ingin bercerai denganmu, Laras. Aku mencintaimu!"


"Nadine adalah perempuan yang menemaniku saat aku terpuruk karena mengira kau benar-benar telah mengkhianatiku, Laras!"


"Tapi kau juga mencintainya bukan?"


"Semalam, kau dengan lantang mengatakan kalau kau sangat mencintai istri keduamu!"


"Kamu benar, aku mencintai Nadine. Apalagi saat ini perempuan itu sedang mengandung anakku!"


"Kalau begitu, cepat ceraikan aku, Mas!"


"Tidak! Aku tidak akan menceraikanmu! Aku ingin kau tetap menjadi istriku karena aku juga mencintaimu, Laras! Aku tidak mau kehilangan dirimu!"

__ADS_1


"Serakah sekali kamu, Mas. Kamu mencintai Nona Nadine, tapi kamu juga tidak ingin melepaskan aku? Kau egois!"


"Kau benar, aku memang egois! Aku hanya ingin memiliki kalian berdua, apa itu salah?"


Laras tertawa mendengar ucapan Galang.


"Kamu ingin memiliki kami berdua? Apa kau berani mengucapkan kata-kata itu pada Nona Nadine dan keluarganya?"


Galang menelan salivanya mendengar ucapan Laras. Mengatakan pada Nadine dan keluarganya kalau dia dan Laras adalah suami istri? Itu tidak mungkin terjadi jika ia ingin keluarga juga semua bisnisnya selamat.


"Kenapa? Kamu tidak akan berani bukan?" Laras mencibir.


"Laras, aku tidak mungkin-"


"Ceraikan aku secepatnya!" potong Laras sebelum pria itu melanjutkan ucapannya.


"Aku tidak akan melepaskanmu!"


Galang dan Laras terus bertengkar. Mereka berdua tetap pada pendirian mereka masing-masing.


Sementara, tanpa mereka sadari, Nadine berdiri di sana. Menyaksikan dan mendengar semua yang dikatakan Laras dan suaminya. Bukan hanya Nadine. Di belakang perempuan itu juga berdiri Nalendra dan Nyonya Aline yang menatap Galang dengan penuh kemarahan.


.


By: Nazwatalita


Ikutin terus kelanjutannya ya, jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya, teman-teman. ..

__ADS_1


__ADS_2