
"Ayo kita main ayunan!" ajak Nalendra. Lelaki itu kembali menurunkan tubuh Ruby. Dia membimbing gadis kecil itu menuju ayunan. Sementara sudut matanya menangkap sosok Laras yang tengah duduk santai sembari memainkan ponselnya.
Nalendra duduk di ayunan dengan Ruby di pangkuannya.
"Ruby, nanti mau nggak ikut mama ke Jakarta?" tanya Nalendra menelisik. Dia ingin tahu reaksi gadis kecil ini.
"Memangnya mama ingin membawa Ruby ke Jakarta? Bagaimana dengan nenek dan Tante Annisa?" Gadis mungil itu balik bertanya.
"Semuanya akan ikut ke Jakarta, Sayang, bukan cuma Ruby saja," jawab Nalendra.
"Beneran, Om?" matanya mengerjap lucu, menatap lelaki dewasa yang tengah memangkunya itu
"Beneran. Ngapain Om bohong sama kamu?" Senyum penuh kemenangan terbit dari bibir laki-laki itu.
"Asyik ... Ruby mau ikut ke Jakarta!" seru gadis mungil itu sembari mengangkat tangan, memegang lengan besar itu.
"Ke Jakarta nanti naik pesawat ya, Om?"
Nalendra tertawa mendengar pertanyaan polos itu.
"Tentu saja, Sayang. Nanti kalian semua akan naik pesawat. Naik pesawat pribadi punya keluarga Om."
"Beneran, Om?" telisik Ruby. "Om punya pesawat pribadi?"
"Iya, Sayang." Ciumannya mendarat di kening gadis itu.
"Wah hebat sekali, Om. Kerjanya apa sih, kok bisa punya pesawat sendiri?" Gadis kecil itu tidak bisa membayangkan sehebat apa pekerjaan laki-laki di hadapannya itu, sehingga bisa memiliki pesawat sendiri.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah di Jakarta, kamu akan tahu apa pekerjaan Om dan juga pekerjaan mama kamu," jawab Nalendra. Dia berusaha mengalihkan pembicaraan. tidak mungkin dia menjelaskan apa pekerjaannya kepada anak sekecil Ruby.
"Nanti juga kita bisa jalan-jalan. Ruby belum pernah, kan jalan-jalan ke Taman mini, Monas-"
"Belum, Om!" potong gadis kecil itu polos, "memangnya Om mau ngajak Ruby jalan-jalan ke sana?"
"Iya, dong! Nanti kita atur waktunya kalau kamu sudah sampai di Jakarta," sahut Nalendra.
Lelaki itu benar-benar gemas dengan tingkah laku putri Laras itu. Gadis mungil yang polos. Dia menatap wajahnya lekat-lekat. Anak perempuan berumur lima tahun itu sungguh cantik. Kulitnya putih bersih seperti ibunya, meskipun raut wajahnya sangat mirip dengan ayahnya, Galang. Mengingat nama itu, seketika Nalendra mengepalkan tangan.
Namun, tak berlangsung lama. Lagi-lagi ia sadar dengan siapa ia berhadapan. Apalagi mengingat seumur hidupnya, Ruby tidak pernah bertemu dengan ayahnya sama sekali.
"Benar-benar laki-laki kurang ajar!" gerutu Nalendra dalam hati. Tanpa sadar ia memeluk gadis mungil itu.
"Aku berjanji akan membahagiakanmu dan mamamu, Ruby. Tak ada seorangpun yang akan bisa menyakiti kalian lagi setelah ini. Aku akan menjagamu dengan nyawaku," tekad Nalendra dalam hati.
Seketika Nalendra tersadar. Dia melepaskan pelukannya. "Ah! Maafkan, Om, Ruby. Om hanya kangen."
"Kangen? Memangnya, Om udah punya anak?" tanya Ruby. Bibir mungilnya bergerak-gerak.
"Tidak, Ruby. Om belum punya anak. 'Kan, Om belum menikah," jelas Nalendra.
Ruby mengangguk-angguk. Entah mengerti atau tidak, tapi gerakan kepalanya sungguh menggemaskan.
"Terus, Om kangen sama siapa dong?"
"Kangen, ingin punya anak yang menggemaskan seperti kamu." Laki-laki itu mengusap kepala gadis mungil itu penuh sayang. Kemudian mendaratkan bibirnya di kedua pipi Ruby. Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalanya.
__ADS_1
"Ruby mau nggak, jadi anak Om Nalendra?"
Ruby menatap wajah laki-laki dewasa itu dengan penuh tanda tanya.
"Om ...." Ruby mendongakkan kepalanya. "Aku nggak ngerti maksud, Om."
Laki-laki itu tersenyum lembut. Dia lantas menyadari kalau Ruby masih kecil dan belum memahami apa-apa.
"Begini saja. Ruby akan Om anggap sebagai anak Om. Jadi Ruby menganggap Om Nalendra sebagai ayah Ruby. Ruby mau nggak?" jelas Nalendra, dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Dia merasa gemas melihat gadis kecil itu.
"Ohh ... maksudnya Ruby jadi anak Om Nalendra, gitu?" Gadis kecil itu mengangguk, kedua matanya berbinar, senyum mengembang di bibirnya.
"Iya. Kamu mau, kan?" Sorot mata dewasa itu penuh harap.
.
By: Jannah Zein
Calon Papa muda lagi mulai beraksi. Kira-kira Ruby mau nggak yah, jadi anaknya Nalendra?
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya🙏
Mampir juga di karya temen aku ini yuk!
__ADS_1