
"Nalendra sudah pulang, Nak?"
"Sudah, Bu." Laras duduk di sebelah ibunya, kemudian memeluk perempuan yang sudah melahirkannya itu.
Bu Marni mengusap rambut Laras penuh kasih sayang. Perempuan tua itu sangat tahu bagaimana perasaan Laras sekarang.
Menjadi janda di usia muda adalah pilihan yang berat. Namun, masih jauh lebih baik daripada harus bertahan dalam pernikahan yang menyakitkan.
"Ibu yakin, kamu bisa melewatinya dengan baik. Bukankah, selama ini kamu juga bisa bertahan meskipun tanpa Galang?" Laras mengangguk dalam pelukan sang ibu. Air matanya mengalir.
"Maafkan aku, Bu, karena sudah mengecewakan Bapak yang sudah menjodohkan kami."
"Bapak akan lebih kecewa jika kamu terus bertahan dengan Galang. Ibu yakin, dia orang yang pertama kali menghukum Galang seandainya dia tahu kalau Galang selama ini hanya menyakitimu."
"Kamu harus bangkit dan mencari pengganti Galang secepatnya."
"Ibu ...."
"Ruby butuh seorang ayah, Nak. Kamu tidak boleh egois."
"Tapi Ibu, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan pengganti Mas Galang sece-"
__ADS_1
"Nalendra orang baik. Selama ini dia begitu perhatian dan sangat menyayangi Ruby. Ibu yakin, dia akan jadi suami yang baik buat kamu."
"Ibu-"
"Laras, Ibu merasakan bagaimana pria itu begitu menyayangimu dan Ruby dengan tulus," sambung Bu Marni. Kedua mata perempuan itu berbinar, membayangkan seandainya Nalendra benar-benar bisa bersama Laras.
"Bu, kehidupan Tuan Nalendra dan kita, sungguh jauh berbeda. Bagaikan langit dan bumi. Keluarga Chandra bukanlah keluarga sembarangan. Mereka pasti punya pilihan sendiri untuk Tuan Nalendra. Jadi sebaiknya Ibu buang jauh-jauh pikiran Ibu tentang pria itu," jelas Laras hati-hati. Dia sebenarnya tidak ingin mengecewakan sang ibu, tetapi inilah kenyataannya.
Meskipun benar, Nalendra punya perasaan terpendam terhadapnya, Laras yakin, semuanya tidak akan mudah. Apalagi, setelah mereka tahu hubungan Galang dengannya.
Saat ini, keluarga itu sedang berusaha membalut luka putri kesayangan mereka karena perbuatan Galang.
Perbuatan Galang dan keluarganya, pasti akan menjadi pelajaran buat keluarga besar itu agar ke depannya mereka tidak sembarangan memilih pasangan untuk anak-anaknya.
"Kenapa Ibu tidak berpikir sampai ke sana ya? Ibu terlalu terbuai dengan kebaikan Nalendra sampai Ibu lupa siapa dia dan siapa kita ...." Kedua bola mata Marni yang awalnya berbinar perlahan meredup.
Laras menggenggam tangan ibunya.
"Tuan Nalendra memang baik, Bu. Semua keluarganya juga baik. Buktinya mereka mengijinkan Tuan Nalendra menemani aku di sini sampai proses perceraian ini berjalan lancar." Laras menatap sang ibu. Dia sangat tahu, perempuan yang melahirkannya itu sangat berharap kalau dirinya suatu saat bisa bersama dengan Nalendra.
Sesuatu yang sangat mustahil baginya. Bagaimana mungkin seorang pembantu seperti dia bisa bersama seorang CEO dari perusahaan besar seperti Nalendra?
__ADS_1
"Tuan Chandra bahkan rela menggantikan posisi Tuan Nalendra di kantor. Dia yang menghandle semua pekerjaan Tuan Nalendra selama ini," lanjut Laras.
"Kita boleh menerima semua kebaikan mereka, Bu. Tapi kita tetap harus ingat dan tahu diri, siapa mereka dan siapa kita. Agar suatu saat kita tidak menyesal."
Marni menganggukkan kepala. Perempuan itu menghela napas panjang. Selama ini dia terlalu terbuai dengan kebaikan Nalendra, hingga jiwanya sebagai seorang ibu menginginkan lebih.
"Saat ini, keluarga mereka sedang kecewa karena perbuatan Galang. Nyonya Aline bahkan sempat salah paham karena aku menyembunyikan pernikahanku dengan Galang."
"Tuan Nalendra memang baik, Bu. Tapi Ibu harus ingat, aku ini cuma pembantu di rumahnya. Aku cuma asisten yang membantu pekerjaannya di kantor." Laras memeluk sang ibu. Sebenarnya, kata-kata itu bukan hanya ditunjukkan pada ibunya, tetapi juga pada dirinya sendiri.
Nalendra, pria itu adalah pria kedua yang saat ini mulai merasuk ke dalam hatinya.
Namun, dia sadar, dia dan Nalendra adalah dua manusia yang berbeda. Kehidupan keluarga mereka yang bagaikan langit dan bumi, membuat Laras harus sadar diri dengan posisinya.
.
By: Nazwatalita
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya yuk! Biar makin semangat Authornya.
Mampir juga di karya temen aku ini yuk!
__ADS_1