DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 75 RUBY DI CULIK


__ADS_3

Rusdi menggeram keras. Dia benar-benar marah saat ini. Tak disangka, ternyata Laras sangat pintar. Perempuan itu malah bermaksud menjebloskannya ke sumur yang telah dia gali sendiri. Menyebalkan!


Sejujurnya dia takjub dengan perubahan yang terjadi pada Laras. Namun, segera pikiran itu ia tepiskan. Dia harus berhasil dengan misinya kali ini. Bagaimanapun caranya, Laras dan Galang tidak boleh bercerai.


Entah kenapa, Laras yang dulu terlihat lemah, sekarang begitu kuat dan balas menyerang dirinya, apalagi saat ini ia berada di samping anak laki-laki keluarga Chandra itu.


"Tak akan kubiarkan, Laras! Takkan kubiarkan kamu bercerai dari Galang dan menikah dengan pria di sampingmu itu!" batin Rusdi.


Sementara itu, Annisa dan Ruby tengah berjalan di sekitar rumah mereka. Annisa berinisiatif membawa Ruby ke sebuah warung, mengajak gadis kecil itu berbelanja untuk mengalihkan pertanyaan yang sedari tadi membuat kepala Annisa pusing.


Kini mereka sudah sampai di pinggir jalan depan sebuah warung kecil. Baru saja ia akan berbelok, tiba-tiba sebuah tangan kekar meraih Ruby dan menyumpalkan sebuah sapu tangan di mulutnya, membuat gadis kecil itu langsung terkulai pingsan.


"Ruby!" teriak Annisa histeris. Gadis remaja itu segera berlari mengejar laki-laki yang bermaksud membawa Ruby. Namun, langkahnya terhenti saat lelaki itu menaiki motor dan segera tancap gas meninggalkan tempat itu.


"Ruby!" teriak Annisa semakin panik.


"Ruby ...!"


"Aku tidak mungkin mengejarnya sendirian," gumam Annisa. Apalagi ia tidak melihat seorang pun laki-laki tetangganya yang bisa ia mintai tolong. Namun, gadis remaja itu tidak kehilangan akal. Dia segera menghafal plat nomor kendaraan yang membawa Ruby dan laki-laki itu.


Sementara pemilik warung yang juga ikut melihat kejadian itu ikut berteriak dengan menyebut kalau Ruby diculik.

__ADS_1


Sedangkan Annisa berlari kencang kembali menuju rumah.


"Mbak, Mbak Laras, Ruby, Mbak!" Gadis itu masuk begitu saja ke dalam rumah. Wajahnya pucat pasi dengan napas ngos-ngosan.


"Annisa! Ada apa, Nak?" seru ibunya.


"Mama, Ruby diculik!" ujar Annisa sembari mengatur napasnya.


"Apa? Ruby diculik?" teriak Laras.


"Iya, Ruby diculik, Mbak. Annisa tidak bisa mengejarnya, karena mereka memakai kendaraan bermotor. Tapi Annisa hafal kok, plat nomor kendaraan mereka," sahut Annisa.


"Tenanglah Annisa. Semua akan baik-baik saja," ujar Nalendra angkat bicara.


"Bagaimana sekarang, Laras? Kamu masih belum mau juga menyerahkan berkas pernikahanmu?" Rusdi tersenyum sinis.


"Aku jamin, kalau kamu bersedia menyerahkan berkas pernikahanmu dengan Galang, kamu akan bisa bertemu dengan Ruby lagi."


Laras melotot. Dia mulai sadar akan keadaan.


Annisa yang curiga dengan tamu tak diundang yang datang ke rumahnya saat ini segera mengambil ponsel. Diam-diam gadis itu merekam pembicaraan mereka melalui ponsel miliknya.

__ADS_1


"Oh, jadi kamu yang menjadi dalang penculikan putriku? Dan orang yang menculik Ruby adalah orang-orangmu?" Laras menggeram marah, giginya gemeretak.


"Tidak disangka, ternyata hati kamu bener-bener iblis! Kamu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanmu. Memangnya apa keuntungan yang akan kamu dapatkan dengan menghalangiku bercerai dari Galang?" Habis sudah kesabaran Laras. Sepertinya dia sudah tidak perlu lagi bersopan santun pada pria setengah tua itu.


"Kalau keuntungan yang kamu peroleh karena ingin mendapatkan uang bulanan dari Mas Galang, itu tidak akan pernah terjadi, karena Mas Galang sudah menghentikan aliran dana untukku melalui rekening palsu itu!"


"Jadi, percuma saja. Karena kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun, walaupun nanti aku dan Mas Galang tidak bercerai!" Sekali lagi Laras berusaha membuka pikiran laki-laki setengah tua di hadapannya itu.


Rusdi terdiam dan itu membuat Laras menoleh kepada Nalendra. Lelaki gagah itu sejak tadi hanya membiarkan Laras berdebat sendiri, karena ia ingin tahu bagaimana kekuatan Laras yang sebenarnya. Dia akan membantu pada saat yang tepat.


Sementara Laras sedang sibuk berdebat dengan Rusdi, Nalendra mengambil ponsel kemudian membuka aplikasi pesan instan. Dia mulai mengetik beberapa kalimat kemudian kembali menutup ponselnya. Pria tampan itu tersenyum smirk melihat Rusdi yang terlihat begitu sombong dan percaya diri.


.


.


By: Jannah Zein


Ikuti terus kelanjutannya yuk!


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏

__ADS_1


Sambil nunggu up, mampir di karya temen aku yang keren ini yuk!



__ADS_2