DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 76 MENEMUKAN RUBY


__ADS_3

Seolah tak memperdulikan pertengkaran antara Laras dengan Rusdi, Nalendra justru menarik tangan Annisa bergerak menjauhi tempat itu menuju teras rumah.


"Kenapa Mas Nalendra mengajakku keluar?" protes Annisa. Dia melongok ke dalam. Ibu, kakak, dan Rusdi masih terlibat adu mulut.


"Tidak apa-apa, kita tunggu saja kedatangan keponakanmu itu dengan duduk di sini," ujar Nalendra santai.


"Mas, Ruby itu diculik, bukannya pergi biasa!" Annisa tak habis pikir melihat lelaki itu yang tidak terlihat panik sama sekali atas kehilangan keponakannya.


"Aku tahu. Tapi dia akan segera kembali. Percayalah padaku." Nalendra menepuk bangku di sampingnya, menyuruh Annisa duduk di sampingnya.


Mereka terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya sebuah mobil berwarna silver memasuki halaman rumah. Senyum Nalendra mengembang tipis.


Begitu pintu mobil terbuka, Annisa terpekik saat melihat Ruby tengah digendong oleh laki-laki yang tadi menculiknya.


Dengan berlari kecil Annisa mendekat.


"Ruby!"


Buru-buru gadis remaja itu merebut keponakannya dari tangan laki-laki itu. Kondisi Ruby yang masih pingsan membuat Annisa khawatir. Dia bergegas membawa keponakannya masuk ke dalam rumah, tak perduli dengan Nalendra dan orang-orang yang menatap peristiwa itu dengan penuh arti.

__ADS_1


Sepeninggal Annisa seorang laki-laki maju mendekati Nalendra.


"Bagaimana Bos? Apa sudah saatnya?"


"Ya, segera tangkap laki-laki itu! Bawa ke kantor polisi bersama dengan laki-laki ini!" Nalendra menunjuk laki-laki berbadan kekar yang menculik putrinya Laras itu.


Beberapa orang laki-laki bertubuh kekar itu segera menggiring pria yang sudah menculik Ruby. Pria yang ternyata anak buah Rusdi itu dibawa masuk ke dalam rumah. Sekarang ruang tamu kecil itu sudah disesaki oleh para tamu tak diundang.


Rusdi yang masih saja adu mulut dengan Laras dan ibunya dikejutkan oleh kemunculan sosok laki-laki yang tadi ditugaskan untuk menculik Ruby.


"Kamu?!" tunjuk Rusdi. Mukanya merah padam.


"Dasar tidak bisa diandalkan! Kenapa kamu sampai gagal?" maki laki-laki itu.


"Karena orang-orangku yang menggagalkannya, Rusdi," sahut Nalendra tenang.


"Aku sengaja mengajak Laras dan orang-orang kepercayaanku kemari dengan menggunakan jet pribadi agar bisa sampai terlebih dulu. Aku sudah memprediksi kedatanganmu, Rusdi!" Nalendra tersenyum menyeringai. Dia menyilangkan tangan di dadanya.


"Kamu pikir aku datang ke sini dengan tangan kosong, begitu? Kamu pikir aku tidak bisa membaca akal bulusmu? Ini trik murahan, Rusdi. Kamu itu bukan tandinganku!" ejek Nalendra.

__ADS_1


"Kamu bener-bener licik!" teriak Rusdi. Habis sudah akalnya kini. Alih-alih mendapatkan berkas yang diinginkan, dia malah terjebak dengan masalah baru yang mengancam dirinya sendiri.


"Kamu yang licik! Kelicikanmu berbalik kepada dirimu sendiri. Makanya jadi orang itu jangan serakah!" sela Laras.


"Sekarang Paman bersiap-siaplah untuk masuk penjara dan jatuh miskin! Karena aku akan segera mengambil alih semua aset yang dulu kalian beli dari uangku yang paman curi!" geram Laras. Bisa-bisanya laki-laki itu berencana menculik putri kesayangannya.


Perempuan itu segera masuk ke dalam kamar setelah memberikan kode kepada laki-laki muda di sampingnya untuk menyelesaikan persoalan ini.


Laras mengakui kecerdikan Nalendra sehingga dia memutuskan untuk tidak lagi turut campur. Biarkan laki-laki itu yang bekerja. Dia memilih mengecek kondisi Ruby, putrinya usai di culik.


Perempuan itu tidak peduli meskipun lamat-lamat dia mendengar teriakan Rusdi yang menghamburkan sumpah serapah kepadanya.


"Makanlah hasil usahamu, Paman. Setiap perbuatan jahat itu akan kembali kepada diri sendiri, karena setiap kita berbuat jahat kepada orang lain, sesungguhnya kita telah berbuat jahat kepada diri kita sendiri," gumam Laras dalam hati.


Dia terduduk menyaksikan putrinya yang belum sadar.


.


Jannah Zein

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏


__ADS_2