
"Aku tidak tinggal di rumah mama. Aku sekarang tinggal di apartemen." Galang menatap wajah istrinya yang terlihat pucat.
"Sayang ... aku mohon. Maafkan aku. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan kamu. Aku mencintaimu, Nadine."
"Kamu mencintai aku, tapi kamu juga mengatakan kalau kamu sangat mencintai Laras. Kamu pikir, aku bisa menerima semua itu?"
"Sayang ...."
"Kenapa kamu harus berbohong tentang Laras padaku, Galang? Kenapa kamu dan seluruh keluargamu menipu kami semua?" Nadine menatap lelaki yang masih menjadi suaminya itu dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Apa kamu tahu, aku melarang kedua orang tuaku untuk menyelidikimu sebelumnya karena aku sangat percaya padamu. Aku percaya kalau kamu adalah orang yang baik dan tidak akan pernah menipuku. Aku pikir kamu benar-benar mencintai aku dengan tulus, Galang, tapi ternyata aku salah."
"Kamu mencintai perempuan lain, bahkan sudah menjadi suami perempuan itu, tetapi kamu malah menikahiku dan mengatakan kalau kamu sangat mencintai aku?" Air mata Nadine mengalir, seiring rasa sakit di hatinya.
"Galang, apa kamu tidak pernah berpikir, kalau semua itu sangat menyakitkan bagiku? Aku mencintai kamu dengan setulus hatiku, aku bahkan menolak semua pria yang selama ini mendekatiku karena aku memilihmu. Memilihmu sebagai orang terakhir dalam hidupku! Tapi apa balasanmu padaku, Galang?"
"Kamu menghianatiku, membohongi semua keluargaku. Kamu dan keluargamu benar-benar keterlaluan! Kalian sangat jahat karena kalian tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku juga Laras!"
__ADS_1
"Sayang ...." Galang ikut meneteskan air mata, melihat perempuan itu menangis. Sudut hatinya terasa nyeri. Sama, seperti saat dirinya melihat Laras begitu terluka karena perbuatannya.
Dia mengakui, kedua perempuan itu memang korban dari keegoisan dia juga keluarganya.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau Laras adalah istri pertamamu. Perempuan yang kamu bilang menghianatimu, hingga waktu itu membuatmu sangat terpuruk."
"Aku masih sangat ingat pertemuan pertamaku denganmu. Saat itu, kamu begitu terpuruk karena perempuan yang kamu cintai menghianatimu." Ingatan Nadine kembali ke masa lalu.
"Apa perempuan yang membuatmu menangis dan sakit hati itu adalah Laras? Kekasihmu yang kamu bilang menghianatimu?" Galang terdiam dengan kedua mata berkaca-kaca. Ia membiarkan Nadine meluapkan semua amarahnya.
"Dari awal pertemuan kita, kamu bahkan tidak pernah jujur kalau kamu sudah menikah. Kamu mengatakan kalau perempuan yang menyakitimu itu adalah kekasihmu, bukan istrimu!"
Nadine menghentikan ucapannya saat dia mengingat kalau Laras sudah mempunyai anak. Anak perempuan yang kini berusia lima tahun.
Perempuan itu menangis, merasakan sesak di dadanya. Hatinya sakit, bagai ditusuk-tusuk ribuan jarum, bahkan mungkin lebih sakit dari itu.
Nadine merasa hancur dan patah Hati. Galang adalah laki-laki yang membuatnya jatuh cinta selain cinta pertamanya pada jaman remaja. Laki-laki adalah lelaki pertama yang hadir dalam hidupnya sebagai seorang kekasih.
__ADS_1
Nadine adalah perempuan yang sangat menjaga dirinya juga hatinya. Dia tidak pernah berpacaran dengan pria mana pun selain Galang. Meskipun dia orang kaya, tetapi Nadine tidak pernah terbawa pergaulan bebas.
Seperti anak-anak orang kaya lainnya yang hanya bisa menghamburkan uang dan berfoya-foya, juga menghabiskan waktu mereka dengan dunia malam.
Nadine adalah perempuan baik-baik yang sangat menjaga dirinya sendiri. Apalagi dengan yang namanya laki-laki.
Memang benar kata Nalendra, adiknya itu adalah gadis polos yang begitu mempercayai cinta. Saat semua orang seusianya berlomba mencari cinta sejatinya, Nadine justru menghabiskan waktunya untuk belajar dan membangun usaha butiknya dari nol.
Perempuan itu sangat menyukai fashion. Dari kecil, Nadine adalah orang yang sangat menjaga penampilannya. Makanya tidak heran, kalau Nadine memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tidak kalah dengan model-model terkenal.
Terkadang, perempuan itu malah menjadi model dari baju rancangannya sendiri karena bentuk tubuh dan juga kecantikannya tidak kalah dengan model-model yang ia sewa untuk mempromosikan baju rancangannya.
"Kenapa kamu begitu jahat sama aku, Galang? Memangnya apa salahku padamu? Selama ini aku mengikuti semua keinginanmu karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak pernah protes atau melakukan apapun yang membuatmu marah, tapi kenapa kau tega membohongi aku?" Nadine menatap sang suami yang terlihat ikut menangis.
.
.
__ADS_1
By: Nazwatalita
Jangan lupa like, komen, hadiah, juga votenya 🙏