
Laras membuka pintu ruangan saat terdengar seseorang mengetuk pintu. Perempuan itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih saat seorang OB memberikan makan siang yang sudah dia pesan lewat aplikasi online.
"Tuan, makanannya sudah datang, berhentilah dulu."
"Sebentar lagi, Sayang. nanggung, dikit lagi," jawab Nalendra tanpa menoleh ke arah Laras.
Perempuan itu tersenyum tipis saat mendengar panggilan Nalendra yang begitu mesra di telinganya. Pria itu bersikeras memanggilnya dengan sebutan Sayang saat mereka hanya berdua.
Tidak ingin berdebat dengan Nalendra, perempuan itu akhirnya mengiyakan saja keinginan pria itu, termasuk mengiyakan juga saat pria itu menginginkan Laras menjadi kekasihnya.
Nalendra mengatakan, dia akan berjuang dan rela meninggalkan semuanya seandainya keluarga besar Chandra tidak menyetujui hubungan mereka.
"Aku mencintaimu, Laras." Nalendra duduk di sebelah perempuan itu setelah mengecup pipi Laras sekilas.
Wajah tampannya tersenyum menatap wajah cantik Laras yang bersemu merah.
"Makanlah." Nalendra menggeleng.
"Kenapa?"
"Kemarilah!" Nalendra menepuk sofa di sampingnya. Laras menurut, apalagi saat melihat wajah Nalendra yang terlihat lelah.
Nalendra merebahkan kepalanya di bahu Laras. Pria itu memejamkan mata. Laras menghela napas panjang kemudian menyuruh Nalendra agar membaringkan kepala di atas pangkuannya.
Pria itu menurut. Nalendra meraih tangan Laras, menggenggamnya erat kemudian meletakkan di atas dadanya. Nalendra memejamkan matanya, sementara Laras mengusap rambut Nalendra.
Laras tersenyum saat melihat pria itu langsung tertidur. Kelihatannya, bos tampannya itu semalaman tidak tidur. Melihat Nalendra tertidur, membuat Laras pun ikut memejamkan mata sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Nyonya Aline bergegas masuk ke dalam ruangan Nalendra dengan senyum mengembang di bibirnya. Perempuan paruh baya terlihat sangat bahagia.
Namun, senyumnya menghilang saat dia membuka pintu dan melihat pemandangan di dalam sana.
Nalendra tertidur pulas di pangkuan Laras sementara perempuan itu pun terlihat memejamkan mata sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Saat perempuan itu ingin meluapkan amarahnya, pandangannya tertuju pada Nalendra yang terlihat sangat pulas. Satu tangannya menggenggam tangan Laras.
__ADS_1
Nyonya Aline menghembuskan napas panjang, mencoba meredakan amarahnya. Akhir-akhir ini, Nalendra memang tidak pernah tidur dengan benar. Bahkan tadi pagi, dia masih melihat putranya itu berkutat dengan pekerjaan sampai akhirnya berangkat ke kantor.
Semenjak dia melarang Nalendra untuk tidak berhubungan dengan Laras selain hubungan antara bos dan asisten, putranya itu lebih banyak diam dan seringkali mengabaikannya.
Nyonya Aline tahu, kalau Nalendra merasa kesal dengan keputusannya, tetapi pria itu memilih diam daripada harus marah dan bertengkar dengannya.
Kehadiran Laras merubah segalanya. Perempuan itu bukan hanya telah membuat Nadine hancur, tetapi juga membuat hati putranya tergila-gila, hingga mengabaikan semua perkataannya yang melarang hubungan Nalendra dengan perempuan itu.
"Jadi begini, kerjaan kalian saat di kantor?" Suara Nyonya Aline menggelegar ke seluruh ruangan. Perempuan itu tidak bisa menahan diri saat melihat putranya justru semakin terlelap sambil memeluk Laras.
Laras dan Nalendra sangat terkejut mendengar teriakan Nyonya Aline. Nalendra bahkan hampir saja terjatuh saat tiba-tiba Laras langsung bangkit dari duduknya, padahal kepala pria itu masih berada dalam pangkuannya.
"Mommy."
"Ale! Apa yang kau lakukan bersama perempuan itu?"
"Memangnya aku melakukan apa? Aku hanya lelah dan tidak sengaja tertidur sebentar," jawab Nalendra santai. Dia menatap Laras yang terlihat gugup.
"Tenanglah!" Nalendra mengusap kepala Laras lembut. Sementara Nyonya Aline menatap mereka berdua dengan marah.
"Nalendra!"
"Bagaimana Mommy bisa tenang, kamu membantah semua perintah Mommy!"
"Mom!"
"Mommy tidak mau tahu, pokoknya kamu harus menjauhi perempuan itu secepatnya. Kamu tahu kan, gara-gara dia adikmu menderita!"
"Mommy!" Nalendra menghela napas panjang, saat menyadari suaranya terlalu tinggi, hingga membuat perempuan yang melahirkannya itu terkejut karena Nalendra membentaknya.
"Sorry, Mom." Pria itu mendekati Nyonya Aline kemudian memeluknya.
"Beri aku kesempatan untuk membuktikan pada Mommy, kalau Laras adalah perempuan baik-baik, tidak seperti yang Mommy pikirkan selama ini," bisik Nalendra tanpa melepaskan pelukannya pada sang ibu.
"Saat ini, hanya dia yang membuatku bahagia, Mom. Aku mencintainya."
__ADS_1
"Tapi dia yang sudah menyebabkan adikmu menderita, Ale. Apa kau belum paham juga?"
"Bukan dia yang membuat Nadine menderita, Mom, tapi Galang. Pria itulah yang telah menyakiti mereka berdua. Seandainya bajingan itu jujur dari awal pada Nadine, semua ini pasti tidak akan terjadi."
"Mommy ingat bukan? Laras lah yang terlebih dahulu menikah dengan Galang, bukan Nadine."
"Jadi kau menyalahkan adikmu karena telah menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka?" Nyonya Aline mendongak menatap putra tercintanya dengan tidak suka.
"Nadine tidak bersalah, Mom. Dia juga korban. Korban keegoisan bajingan itu!"
"Tapi Mommy tidak mungkin menerima Laras, Ale." Nyonya Aline menatap putranya.
"Tapi kenapa, Mom?"
"Karena Nadine pasti akan terluka setiap kali melihat Laras. Mommy tidak mau melihat dia menderita. Mommy ingin melihat Nadine bahagia tanpa ada orang yang mengingatkan dia pada masa lalunya."
"Sayang, Mommy mohon, demi kebahagiaan adikmu, kamu-"
"Mommy benar. Kebahagiaan Nadine lebih penting, sampai Mommy lupa, kalau aku juga ingin bahagia, Mom." Nalendra menatap Nyonya Aline dengan perasaan kecewa.
"Ale, Sayang ... bukan begitu. Mommy hanya ingin-"
"Laras, ayo kita pergi!"
.
.
By: Nazwatalita
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya 🙏🙏
Baca juga karya Author yang lain yuk!
Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa, Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.
__ADS_1
Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu.
Cari di Noveltoon dengan judul DENDAM ya, karya nazwa talita 🤗