DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 139 AKU INGIN MENIKAH BESOK


__ADS_3

Setelah acara makan malam yang berakhir dengan lamaran keluarga Chandra, keluarga besar Chandra dan ibunya Laras langsung mempersiapkan acara pernikahan Nalendra dan Laras. Mereka sengaja tidak ingin membuang waktu.


Sebenarnya ibunya Laras merasa tidak enak. Apalagi dia sadar, keluarga Chandra dan keluarganya tidak sebanding.


Namun, Tuan Candra dan Nyonya Aline tidak mempermasalahkan status sosial. Bagi mereka, yang terpenting adalah Nalendra bahagia.


Meskipun mereka akhirnya harus mengorbankan kebahagiaan Nadine karena perempuan itu akhirnya harus melepaskan Galang.


Sebenarnya, Nadine memang sudah tidak ingin kembali pada Galang. Perempuan itu tidak bisa memaafkan Galang dan tidak ingin kembali pada laki-laki itu.


Kebahagiaan memancar di wajah Nalendra dan Laras ketika keluarga mereka akhirnya sepakat menggelar pernikahan mereka sebulan mendatang.


Awalnya Nalendra protes. Menurut Nalendra, sebulan adalah waktu yang cukup lama.


Namun, setelah keluarganya menjelaskan kalau mereka butuh waktu untuk menyiapkan pesta pernikahan itu, akhirnya Nalendra setuju. Meskipun terpaksa.


Nalendra membawa Laras pulang ke apartemennya.


"Sayang, kenapa kita tidak menikah besok saja?" Nalendra mendekati Laras yang saat ini sedang menyiapkan makanan untuknya.


Pria itu melingkarkan tangannya pada pinggang Laras.


"Sebulan itu hanya sebentar."


Ckk!


Nalendra berdecak sebal mendengar jawaban kekasihnya itu.


"Kau sama saja dengan mereka. Tidak mendukungku!"


Laras tertawa kecil mendengar ucapan Nalendra.


"Kita harus mempersiapkan pernikahan kita dulu. Kamu lupa, keluarga kamu itu siapa?"


"Mommy bilang, dia ingin mengadakan pesta yang sangat meriah buat kita."


"Iya, aku tahu."


"Tapi seharusnya Mommy tidak perlu melakukan itu karena yang aku inginkan sekarang adalah segera menikah denganmu." Nalendra mengecup pipi Laras.


Pria itu mendekap tubuh Laras dari belakang.


"Aku ingin cepat menikah denganmu karena aku sudah tidak tahan ingin segera-"


"Aduh!" Nalendra meringis saat tangan Laras mencubit pinggangnya.


"Tahan sedikit lagi."


"Memangnya kau ingin menikahi aku hanya karena itu?" Laras melepaskan tangan Nalendra dari pinggangnya.


"Tentu saja tidak. Aku mencintaimu karena itu aku ingin menikah denganmu dan ingin membahagiakan kamu."


"Lalu?"


Nalendra memeluk perempuan di depannya itu.


"Aku ingin memakanmu!"


"Coba saja kalau kau berani."


"Kau menantangku?"

__ADS_1


"Tidak!"


"Lalu? Kenapa kau bertanya?"


"Aku hanya ingin mengingatkanmu."


"Mengingatkan apa?"


"Mengingatkanmu. Aku tidak akan melakukannya sebelum kita resmi menikah."


"Tentu saja aku tahu itu. Karena itulah, makanya aku ingin cepat-cepat menikah denganmu. Aku sudah tidak tahan-"


Nalendra kembali meringis.


"Sakit, Sayang ...." Nalendra mengusap pinggangnya yang terasa perih.


"Jangan mesum terus pikirannya."


"Aku pria normal. Wajar kalau aku mesum."


"Ish!"


"Apalagi aku tampan."


"Dih! Pede banget!"


"Pede dong ... emang kenyataannya aku tampan!"


Laras tertawa kecil melihat tingkah Nalendra.


"Ayo kita makan." Nalendra menggeleng.


"Katanya laper." Laras menatap pria di depannya itu.


Sejenak mereka terbuai. Nalendra begitu lembut memainkan bibir perempuan itu.


Lidah mereka saling bertaut menari dan saling berbelit.


Laras melepaskan tautan bibirnya. Napasnya terengah. Perempuan itu menyembunyikan wajahnya yang merona di dada bidang Nalendra.


Sementara Nalendra tersenyum, mendekap erat perempuan itu. Mereka berdua menetralkan napas mereka yang memburu.


Mereka berdua adalah dua orang dewasa yang pernah merasakan nikmatnya surga dunia. Jadi, tidak munafik kalau mereka berdua pun ingin melakukan hal yang lebih hanya sekedar ciuman.


"Ayo kita menikah secepatnya." bisik Nalendra.


"Aku akan memaksa Mommy untuk mengadakan pernikahan kita seminggu lagi."


"Hah?"


Nalendra kembali menyerang bibir Laras.


"Aku pria normal, Laras. Aku sangat menginginkannya. Aku juga tahu kalau kamu juga menginginkan aku bukan?"


"Ale-"


Nalendra kembali membungkam mulut Laras. Kali ini mereka berdua benar-benar terbuai. Laras mendorong tubuh Nalendra saat melihat pria itu sudah diliputi oleh gairah.


Napas mereka berdua terengah.


"Maafkan aku." Laras merapikan pakaian bagian atasnya yang sedikit terbuka.

__ADS_1


'Hampir saja.'


Laras mengatur napasnya yang memburu. Sementara Nalendra bergegas ke kamar mandi untuk meredam gairahnya.


***


"Mom, aku mau menikah besok pagi."


Sendok di tangan Nyonya Aline terjatuh mendengar ucapan putranya.


"Apa-apaan kamu Nalendra?"


Suara Nyonya Aline meninggi. Sementara Tuan Chandra tertawa kecil.


Sedangkan Nadine tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku kembarannya yang sedari kemarin merengek meminta segera menikah.


Nalendra terlihat seperti anak kecil yang sedang meminta permen pada ibunya.


"Dari kemarin Mommy bilang suruh sabar, tapi sepertinya kamu nggak ngerti-ngerti!"


"Mommy itu sedang mempersiapkan pernikahan kamu, Ale. Tinggal tiga minggu lagi!" Suara Nyonya Aline terdengar kesal.


Bagaimana tidak kesal. Setiap hari putra kesayangannya itu terus merengek meminta segera menikah.


"Mommy ingin pernikahan kamu itu digelar secara besar-besaran."


"Saat pernikahan Nadine kemarin, Mommy kurang puas karena Nadine tidak mau pernikahannya diadakan di hotel."


Nyonya Aline menatap putrinya.


"Maafkan Mommy, Sayang ...."


"Tidak apa-apa, Mom." Nadine tersenyum menatap sang mama. Sementara Tuan Chandra mengusap kepala putrinya.


Saat pernikahan Nadine, perempuan itu memang tidak ingin pernikahannya diadakan secara mewah di hotel berbintang.


Pernikahan mewah Nadine hanya diadakan di rumah besarnya.


"Pokoknya aku ingin menikah dengan Laras besok!"


"Ale!"


.


By: Nazwatalita


Ketawa pagi-pagi liat tingkah si Nalendra 😂😂


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman ...


Lope-lope buat kalian ❤️


Jangan lupa juga baca karya keren punya temen aku yang satu ini.


Judul: Zafrina Mendadak Nikah


Author : Emma Risma


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.

__ADS_1



__ADS_2