
"Mau apa kamu kemari?" Tiba-tiba sosok wanita setengah baya itu menghadang langkah Galang. Nyonya Aline berdiri kokoh dengan tangan bersedekap menatap lelaki muda di hadapannya dengan pandangan angkuh.
Jika dalam keadaan seperti ini, muncullah sifat asli perempuan setengah baya itu. Sebenarnya perempuan itu bersifat lemah lembut, tetapi saat merasa disakiti, keangkuhan ini menjadi tameng untuk mempertahankan diri. Dia hanya ingin melindungi putrinya dengan caranya.
"Maaf, Mom. Aku ingin bertemu dengan Nadine," ujar Galang tenang.
"Buat apa? Buat menyakiti hati putriku lagi?" sarkas Nyonya Aline. "Sudah berkali-kali aku bilang, kalau aku tidak mau kamu kembali dengan Nadine!"
"Mom, Nadine itu masih istriku dan aku mencintai Nadine, Mom!"
"Bullshits! Aku sudah tidak mempercayai apapun tentangmu. Aku tidak mau kamu berhubungan dengan Nadine. Lelaki seperti kamu tidak pantas untuk putriku!" teriak perempuan setengah baya itu.
"Ini bukan soal pantas tidak pantas, Mom, tetapi kenyataannya Nadine adalah istriku!" Galang tidak mau kalah.
"Dan aku tidak mau kamu terus-menerus menjadi suami putriku. Paham kamu!"
"Oke, oke." Galang akhirnya menyerah. "Tetapi setidaknya izinkan aku menemui Ibu dari calon anakku. Bagaimanapun ada darah dagingku di dalam rahim Putri Mom. Itu tidak bisa dipungkiri, Mom!" sergah Galang.
Nyonya Aline menghentakkan kakinya. "Dasar laki-laki tukang tipu! Menyesal aku menerimamu sebagai menantu!"
"Kamu memang laki-laki tidak tahu diuntung, tidak tahu diri. Kamu memperalat putriku demi kepentinganmu sendiri!" Nyonya Aline sudah mengetahui sepenuhnya rahasia Galang dan keluarganya melalui orang-orang yang ia sebar.
__ADS_1
Dia sudah benar-benar muak dengan laki-laki di hadapannya, apalagi terhadap ibunya yang penjilat itu. "Kenapa juga aku harus berbesan dengan wanita penjilat seperti Ningsih?" Perempuan itu tak henti-hentinya mengumpat dalam hati.
"Oke, sekarang kamu boleh menemui putriku. Tapi asal kamu tahu, Nadine sudah tidak sudi lagi menjadi istrimu!" Perempuan itu akhirnya mengalah dan memberi jalan.
Galang tersenyum penuh kemenangan. Meskipun di awal harus di maki-maki oleh mertua perempuannya, setidaknya ia masih bisa menemui Nadine.
*****
Galang mendapati Nadine tengah duduk di taman belakang. Perutnya yang mulai membuncit mulai terlihat dari balik dress yang tengah dikenakannya. Perempuan itu masih cantik dan anggun seperti biasanya, hanya raut wajahnya terlihat agak pucat.
"Sayang ...." Galang meraih tangan itu dan mengecup ujung jemarinya dengan lembut.
"Boleh aku duduk?"
"Mau apa lagi kamu ke sini?"
"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu dan anak kita." Lelaki itu bermaksud untuk mengusap perut istrinya. Namun tangan Nadine bergerak lebih cepat.
"Jangan sok perhatian, kamu! Kamu bela-belain datang kemari hanya untuk mengusap perutku. Sementara apa yang telah kamu lakukan selama lima tahun? Jangankan mengusap perut Laras saat hamil, aku yakin sampai hari ini pun kamu belum pernah bertemu dengan anakmu sendiri!"
"Sayang, itu di luar kendaliku. Laras yang tidak ingin aku bertemu dengan Ruby untuk saat ini. Aku sudah berusaha untuk menemui putriku, tapi Laras melarangnya. Kini aku sengaja menjauh demi kebaikan putriku." Lelaki itu berusaha membela diri.
__ADS_1
"Kebaikan?" Nadine tertawa sinis. "Kamu pikir itu hal yang baik? Dengan tidak menemui putri sendiri, kamu anggap itu hal yang baik? Memangnya kamu akan membiarkan putrimu sendiri tidak mengenali Ayah kandungnya?"
"Maksud kamu?" Galang tidak mengerti.
"Kamu mikir nggak sih, kenapa Laras tidak memperbolehkan kamu menemui Ruby sekarang?" ujar Nadine.
"Itu karena Laras tidak mau Ruby terganggu psikologis-nya seandainya kamu tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan mengaku sebagai ayahnya!"
"Anak itu masih kecil. Dia tidak akan mengerti dengan masalah yang menimpa kalian selama lima tahun terakhir ini."
"Terus apa yang harus aku lakukan?"
"Kamu bisa bertemu dengan Ruby dengan berbagai cara, Pakai otak kamu! Jangan otaknya hanya dipakai untuk menipu seorang wanita polos sepertiku!"
"Sayang, jangan seperti itu ...."
By: Jannah Zein
Jangan lupa like, komen, hadiah sama votenya ya 🙏
Mampir yuk!
__ADS_1