DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 56 MENANGISLAH!


__ADS_3

Laras keluar dari kamar Nadine setelah berpamitan pada perempuan itu juga pada yang lainnya. Setelah kepergian Laras, Dokter Citra juga berpamitan pulang.


Sesampainya di kamar, Laras langsung membaringkan tubuh lelahnya di ranjang. Ingatannya kembali ke masa lalu, pada saat dia mengandung Ruby.


Perempuan itu mengalami banyak hal pada saat kehamilannya. Suka dan duka. Namun, sepertinya lebih banyak dukanya dibandingkan bahagia. Hari-hari dilalui Laras dari masa mengidam sampai akhirnya melahirkan.


Awalnya dia sangat berharap Galang akan menghubunginya, tetapi ternyata harapan itu hanya mimpi baginya. Karena sampai Ruby lahir, pria itu tidak pernah menghubunginya sekalipun. Sampai akhirnya takdir mempertemukannya dengan Galang di rumah ini dengan status yang berbeda.


Laras tersenyum getir, saat kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Galang di rumah ini.


Laras menghembuskan napas panjang ketika rasa sakit kembali hadir di relung hatinya yang paling dalam. Sudah bertahun-tahun, tetapi kenapa rasa sakit ini masih terasa?


Laras menepuk dadanya yang terasa sesak.


'Kamu mencintai perempuan itu dan sudah bahagia bersamanya, tetapi kenapa kamu masih tidak mau melepaskan aku?' Laras memejamkan matanya saat buliran kristal bening menetes di kedua pipinya.


Lamunan Laras buyar, saat mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Perempuan itu menghapus air matanya, kemudian segera beranjak membuka pintu. Laras sedikit terkejut saat melihat siapa yang saat ini berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ada apa? Apa ada yang masih Tuan butuhkan? Laras menatap Nalendra yang kini berdiri di depan pintu dengan tatapan yang tidak biasanya.

__ADS_1


Nalendra menatap perempuan cantik di depannya itu dengan perasaan yang dia sendiri tidak tahu perasaan apa, yang jelas, hatinya terasa sakit saat melihat perempuan itu menangis.


"Tuan-"


Belum selesai Laras mengucapkan kata-katanya, pria itu menerobos masuk ke dalam kamarnya, kemudian memeluk perempuan itu dengan erat.


"Tuan ...."


Laras sangat terkejut saat tiba-tiba pria itu memeluknya. Namun, kesedihan di hatinya membuat perempuan itu tidak menolak saat lengan besar itu mendekapnya erat.


Nalendra menutup pintu kamar Laras tanpa melepaskan pelukannya. Pria itu mendekap tubuh Laras yang mulai berguncang karena menangis. Laras menangis meluapkan semua kesedihannya dalam pelukan pria itu.


Nalendra mengangkat tubuh mungil Laras. Mungkin karena terlalu lama berdiri, tubuh Laras akhirnya limbung. Pria itu kemudian membaringkan tubuh perempuan cantik itu di atas ranjang.


Nalendra menatap perempuan yang entah sejak kapan mulai mengusik hatinya itu. Telapak tangannya membelai wajah Laras yang penuh dengan air mata. Pria itu juga merapikan rambut Laras yang terlihat berantakan.


Sementara Laras memejamkan matanya. Rasa lelah dan kantuk menyerang, hingga tanpa sadar perempuan itu terlelap. nalendra tersenyum tipis saat melihat perempuan itu tertidur.


"Kasihan banget kamu, Laras. Kenapa perempuan baik sepertimu harus mengalami hal seperti ini? Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah membuatmu bahagia."

__ADS_1


'Maafkan aku. Seandainya saja aku lebih dulu bertemu denganmu, aku pasti tidak akan membiarkan perempuan baik sepertimu terluka sampai begitu dalam. Kamu bahkan rela menanggung luka sendirian.'


'Kalian berdua adalah korban. Korban keegoisan Galang dan keluarganya. Seandainya Galang tidak bodoh, dia pasti tidak akan meninggalkanmu dan memilih Nadine sebagai pengganti dirimu.'


Mengingat Nadine, Nalendra kembali menghembuskan napas panjang. Adik kembarnya itu belum tahu sama sekali tentang Galang. Seandainya dia tahu, entah apa yang akan terjadi padanya. Apalagi Nadine sangat mencintai pria itu.


Nalendra mengepalkan tangannya, pria itu menahan emosinya agar tidak meledak saat itu juga. Telapak tangannya kemudian membelai wajah cantik Laras.


'Aku janji, aku akan membantumu agar kamu bisa terlepas secepatnya dari Galang. Kamu tidak pantas buat lelaki itu. Kamu masih muda, Laras, kamu pantas untuk bahagia bersama orang yang juga mencintaimu dengan benar.'


'Seandainya saja aku bisa secepatnya melepaskanmu dari Galang, aku siap menjadi pengganti Galang di hatimu.'


Nalendra memperhatikan raut wajah Laras yang tiba-tiba terlihat ingin menangis. Bibir perempuan itu bergerak pelan, mengucapkan sesuatu.


"Mas Galang, aku mohon ceraikan aku, Mas, ceraikan aku secepatnya. Karena aku benar-benar membencimu, sangat membencimu ...."


.


By: Nazwatalita

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya?


__ADS_2