DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 83 PERGILAH!


__ADS_3

"Kamu masih ingat bukan, kalau aku pernah bilang kalau kamu adalah cinta pertama dan terakhirku? Tapi kenapa kamu membohongiku? Kamu dengan tega menyembunyikan kebenaran tentang Laras dan anakmu?"


"Apa kamu dan keluargamu tidak pernah berpikir kalau kamu juga sudah menyakiti hati Laras?


Meninggalkan perempuan itu selama bertahun-tahun, bahkan membiarkan putrimu lahir tanpa kehadiran seorang ayah? Apa kamu tidak pernah memikirkan mereka? Aku yakin, sampai sekarang kau juga belum pernah menemui putrimu! Ayah macam apa kamu itu, Galang?"


Galang sangat terkejut mendengar ucapan Nadine. Apa yang dikatakan oleh perempuan itu memang benar. Dia memang sama sekali belum pernah bertemu dengan putrinya. Buah cintanya bersama Laras.


Tiba-tiba bayangan Ruby terlintas. Sosok anak kecil yang hanya dia lihat dari layar ponselnya. Anak itu sangat mirip dengannya, tetapi sangat cantik seperti Laras. Seketika ada rasa nyeri di relung hatinya yang paling dalam.


"Aku tahu, aku memang bukan seorang suami dan ayah yang baik." Galang menutup wajah dengan kedua tangannya. Bahunya terguncang karena menangis. Menyesali kebodohannya, yang terlalu mempercayai keluarganya.


Nadine menatap Galang dengan sakit di hatinya. Selama ini, dia benar-benar tertipu oleh sikap pria ini dan juga keluarganya.


"Pergilah, Mas!" ucap Nadine dengan suara bergetar.


"Sayang ...." Galang menatap Nadine dengan kedua mata memerah karena menangis.


"Pergilah!"


"Nadine, Sayang, aku tidak akan pergi. Maafkan aku. Aku aku tahu salah. Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semua kesalahanku. Aku mohon ...."


Nadine menggeleng pelan, "Aku tidak bisa memaafkan kamu Galang. Rasanya sangat sakit ... sakit sekali sampai aku tidak bisa bernapas."


"Sayang ...."


"Pergilah!"

__ADS_1


"Tapi, Nadine-"


"Biarkan aku sendiri. Aku butuh waktu untuk bisa memaafkan kamu."


"Sayang ...."


"Pergilah! Aku mohon ...." Nadine menangkupkan kedua tangannya. Wajah cantiknya terlihat pucat. Air mata mengalir deras di kedua pipinya.


Perempuan itu terlihat begitu menyedihkan. Sangat berbeda dengan Nadine yang biasanya. Sekali lagi, Galang telah menghancurkan hati perempuan yang benar-benar tulus mencintainya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Itulah yang Galang rasakan saat ini.


"Aku tahu, kesalahanku tidak mungkin bisa kamu maafkan karena aku sudah melukaimu begitu dalam. Namun, asal kamu tahu, Nadine. Kamu adalah perempuan yang sangat aku cintai setelah Laras."


"Aku tahu, ini tak adil bagimu. Selama ini aku menyembunyikan kebenaran tentang Laras, tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku benar-benar mencintai kamu, Nadine. Aku tidak ingin kehilangan kamu, apalagi sekarang ada dia di dalam sini, calon anak kita. Aku tidak mau anak kita lahir tanpa seorang ayah. Aku-"


"Harusnya kamu juga mengatakan itu pada Laras.


"Hatiku rasanya sangat sakit, membayangkan bagaimana perasaan Laras selama lima tahun ditinggal oleh kamu. Bukan hanya itu, aku tidak bisa membayangkan betapa sakit hatinya Laras, melihat orang yang sangat dicintainya dan dinantikannya selama bertahun-tahun, ternyata menikah dengan perempuan lain."


Nadine menepuk dadanya yang terasa sesak. Perempuan itu masih terus menangis. Galang mendekati istrinya, bermaksud ingin memeluk perempuan itu, tetapi Nadine menepis tangannya.


"Pergilah! Aku benar-benar tidak ingin melihatmu saat ini.


"Sayang-"


"Pergi!"


Galang menatap perempuan yang dicintainya itu dengan rasa sakit di hatinya. Dia sungguh menyesal karena telah menyakiti hati Nadine, perempuan yang selama ini menemani hingga dia bisa sukses seperti sekarang.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berusaha dan berjuang, agar kamu bisa memaafkan aku. Aku sangat mencintaimu, Nadine, juga calon anak kita."


Nadine memejamkan matanya, sementara Galang langsung beranjak pergi, meninggalkan kamar itu.


"Maafkan aku."


***


Laras dan Nalendra saat ini sudah berada di pengadilan agama. Beberapa hari setelah kejadian itu, Laras ditemani Nalendra langsung mengurus gugatan cerainya.


Laras merasa beruntung karena Nalendra ikut pulang bersamanya. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi padanya sekarang.


Seandainya Nalendra tidak ikut membantunya, saat ini Laras pasti tidak bisa mengajukan gugatan cerainya karena sudah pasti Laras tidak akan bisa melawan Rusdi.


Seandainya tidak ada Nalendra, entah bagaimana nasib Ruby. Mungkin, sampai saat ini putrinya itu belum bisa ditemukan.


Berkas gugatan cerai sudah sampai di pengadilan. Laras tinggal menunggu sidang yang akan ditentukan oleh pengadilan agama. Semoga saja Galang tidak datang, biar proses perceraiannya berjalan dengan cepat.


Nalendra menggenggam erat tangan Laras. Mencoba menenangkan perempuan itu.


"Tenanglah! Aku akan selalu ada di sini bersamamu."


.


By: Nazwatalita


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2