DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 60 PENASARAN


__ADS_3

"Laras!"


Laras yang hendak bangun dari duduknya langsung berhenti, saat suara Nadine terdengar menyapa pendengarannya.


Sementara Galang terlihat kaget. Pria itu melepaskan pelukannya pada Nadine. Tatapannya langsung mengarah pada Laras yang terlihat gugup.


"Laras, kamu di sini juga?" Laras tersenyum canggung mendengar ucapan Nadine.


"Saya setiap malam pasti ke sini, Nona."


"Benarkah?"


"Benar, Nona. Saya suka bersantai sebentar di sini, sambil menghilangkan lelah setelah bekerja seharian," jelas Laras sambil tersenyum.


Galang memperhatikan Laras dengan tatapan tak terbaca.


'Apa dia berada di sini sejak tadi?'


"Apa kamu juga suka bunga?" Nadine menatap Laras dengan berbinar.


"Iya, Nona. Saya suka bunga. Waktu saya masih di kampung, saya dan suami saya sangat suka merawat bunga dan tanaman hias lainnya," jelas Laras tanpa memperhatikan Galang sama sekali.


"Suami? Jadi kau sudah menikah?"


Laras tersenyum, ekor matanya melirik ke arah Galang yang terlihat gugup.


"Yaah, kirain kamu belum menikah. Padahal aku punya rencana pengen jodohin kamu sama Ale." Nadine menatap Laras dengan kecewa, sementara Laras tampak terkejut.


"Menjodohkan saya dengan Tuan Nalendra? Nona, apa saya tidak salah dengar?" Laras tersenyum canggung.

__ADS_1


"Tidak, kau tidak salah dengar. Kalian berdua adalah pasangan yang serasi. Ale juga sangat menyukaimu. Iya kan, Sayang?" Nadine menatap ke arah Galang yang tampak terkejut mendengar ucapan istrinya.


'Apa-apaan dia? Apa Nadine bermaksud menjodohkan Laras dengan Nalendra?' Galang mengepalkan sebelah tangannya. Ekor matanya melirik ke arah Laras yang tampak tersenyum.


"Sayang, benar, kan yang aku bilang? Mereka itu pasangan yang sangat cocok. Tapi sayang, ternyata Laras sudah menikah." Nadine mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, sudah malam, sebaiknya kita masuk ke dalam," ucap Galang mengalihkan pembicaraan. Pria itu membelai rambut Nadine.


"Sebentar lagi. Aku masih ingin di sini, pengen ngobrol sama Laras." Nadine menatap suaminya dengan manja.


"Sayang-"


"Aku penasaran, pengen tahu siapa suaminya Laras. Aku yakin, suaminya itu pasti tampan, karena Laras, kan sangat cantik?" potong Nadine sebelum Galang melanjutkan ucapannya. Sementara kedua tangannya meraih tangan Laras.


Sementara dua orang di depannya itu saling pandang tanpa Nadine sadari.


"Ayo, Laras! Ceritakan tentang suamimu!" Nadine menarik tangan Laras agar kembali duduk.


"Aku hanya ingin mendengar Laras menceritakan tentang suaminya. Aku penasaran."


"Simpan rasa penasaranmu itu untuk besok. Kau bisa bertanya pada Laras tentang suaminya besok pagi. Benar, kan, Laras?" Galang menatap Laras dengan tajam.


"Benar, Tuan." Laras juga tak kalah tajam menatap Galang.


"Kamu dengar sendiri kan, Sayang? Besok pagi kamu bisa tanya Laras sepuasnya. Sekarang kamu istirahat dulu, yuk! Hari sudah malam. Kamu lupa, kalau saat ini kamu sedang hamil?" Galang mengusap perut Nadine yang masih terlihat rata.


"Aku sampai lupa, kalau sekarang aku sedang hamil." Nadine ikut mengusap perutnya sambil tersenyum ke arah Galang.


"Maafkan aku." Nadine terlihat menyesal.

__ADS_1


Galang menganggukkan kepalanya, sambil mengusap kepala Nadine. Perempuan itu kemudian memeluknya.


"Maafkan aku."


"Iya, Sayang. Sekarang kita masuk ke dalam yuk!" Nadine mengangguk, menurut mendengar ucapan Galang.


Sebelum pergi, Nadine terlebih dulu berpamitan dengan Laras yang masih berdiri sambil tersenyum.


Laras kembali duduk, sambil menghembuskan napas panjang. Perempuan itu menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Merutuk dalam hati karena setelah sekian lama, ternyata rasa sakit itu masih terasa.


'Dasar egois! Kau begitu mencintainya, tetapi kau tidak mau melepaskan aku!'


Laras mengusap wajahnya kasar.


'Seandainya Nona Nadine tahu kalau Mas Galang adalah suamiku, akankah Nona akan tetap bersikap baik padaku?'


Bagi Laras, Nadine adalah perempuan yang sangat baik. Meskipun dia dari keluarga kaya, tetapi Nadine tidak pernah bersikap sombong. Nadine adalah perempuan yang sangat polos dan baik hati. Karena itu dia tidak tahu rahasia yang disimpan oleh Galang dan keluarganya.


Mungkin, karena rasa cintanya yang besar terhadap Mas Galang, hingga membuatnya lupa untuk menyelidiki siapa Galang sebenarnya. Padahal Nadine dan keluarganya punya kekuasaan yang besar untuk menyelidiki Galang sebelum mereka menikah. Seperti halnya Nalendra yang begitu mudah mengetahui kehidupan masa lalunya bersama Galang.


'Apa Tuan Chandra dan Nyonya Aline tidak pernah mencari tahu semua tentang Mas Galang? Apa mereka sangat percaya dengan pria itu sampai-sampai tidak punya niat untuk menyelidikinya terlebih dahulu?'


Lamunan Laras buyar seketika saat tiba-tiba sebuah tangan besar menariknya dengan kasar, kemudian membawanya ke tempat gelap di belakang rumah besar itu.


Belum sempat Laras berteriak, sosok itu langsung menyerangnya dengan membungkam mulut Laras dengan bibirnya.


.


By: Nazwatalita

__ADS_1


Ikutin terus ceritanya yuk! Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya 🙏


__ADS_2