DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 49 LEPASKAN AKU


__ADS_3

Mengingat kejadian di lift itu, membuat wajah Laras memerah menahan malu dan emosi. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke meja kerjanya, duduk dan kembali berkutat dengan laptopnya.


'Tidak apa-apa lah dia begitu, yang penting dia tidak mengganggu dan gajiku dibayar tepat waktu.' Ekor matanya melirik sang atasan yang serius dengan pekerjaannya.


Laras tidak muluk-muluk. Baginya yang penting gaji dibayar dan dia tidak diganggu oleh Nalendra, karena hidup semua keluarganya tergantung dari uang bulanan yang dikirimkan olehnya.


Dia bukan perempuan murahan, meskipun dia bukan orang berada. Dia tidak sudi memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya sebagai asisten pribadi untuk menggoda lelaki itu, sebagaimana yang dituduhkan oleh Eneng tempo hari.


"Ya, Tuhan, kenapa cobaan datang bertubi-tubi?"


Laras berusaha mengerjakan pekerjaannya secepat mungkin, apalagi waktunya makan siang segera tiba. Dia ingin terlepas dari suasana yang tak mengenakkan itu.


Setelah pekerjaannya selesai, Laras mengambil ponsel dan memesankan makanan kesukaan Nalendra sebagai menu makan siang.


"Permisi, Tuan. Saya sudah memesankan makan siang untuk Tuan. Sekarang izinkan saya beristirahat dan makan siang di kantin."


Ucapan Laras sontak membuat Nalendra mendongakkan wajahnya.


"Kamu mau makan siang di kantin? Terus yang menemani saya makan siang di sini siapa?" Mata lelaki itu berkilat.


"Maaf, Tuan, Tuan kan bisa makan sendiri di ruangan ini? Saya ingin makan di kantin." Laras berusaha untuk mengelak.


"Temani saya makan siang seperti biasanya di ruangan ini!" tegas Nalendra.


"Ini perintah!"

__ADS_1


Kedua matanya menatap tajam ke arah Laras yang langsung menundukkan kepalanya.


'Ada apa dengan dia? Biasanya dia juga tidak pernah protes makan di sini.'


Tanpa menjawab Nalendra, Laras kemudian


mengambil ponselnya, memesan makan siang untuknya. Niatnya dia ingin menghindari pria itu, tetapi malah gagal.


Laras menyandarkan tubuhnya, kedua matanya terpejam. Gara-gara memikirkan ciuman itu, semalaman perempuan itu tidak bisa tidur. Dia baru saja tertidur saat hari sudah menjelang subuh.


Nalendra menatap perempuan cantik di depannya itu. Sejenak dia terpaku, melihat Laras yang memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya di kursi.


Kemarin, saat mendengar kalau Laras adalah istri dari Galang, dia langsung emosi sampai akhirnya Nalendra melakukan sesuatu di luar kendalinya. Dia mencium perempuan itu saat mereka berdua berada di dalam lift.


Namun, setelah beberapa menit yang lalu Bagas kembali memberikan informasi tentang kehidupan Laras, Nalendra langsung berubah pikiran.


Saat itu, Laras baru saja beberapa hari bekerja di rumahnya. Perempuan itu tidak menyangka kalau akhirnya suami yang selama ini dinantikannya ternyata menikah lagi dengan perempuan lain yang tak lain adalah saudara kembarnya.


Saat mendengar penjelasan Bagas, Nalendra merasa menyesal, karena dia telah salah paham terhadap Laras. Nalendra sempat mengira, kalau Laras juga ikut bersandiwara untuk menipu mereka. Namun, ternyata dugaan Nalendra salah. Perempuan itu hanya korban dari Galang dan juga keluarganya.


Selama lima tahun, Laras tidak pernah mendapatkan kabar sedikitpun dari Galang. Dia juga tidak pernah menerima nafkah dari Galang, hingga akhirnya perempuan itu memutuskan untuk bekerja di Ibukota.


Takdir ternyata membawa Laras bekerja di rumah besar keluarga Chandra. Takdir pula yang akhirnya mempertemukan Laras dengan suaminya di rumah itu. Suami dengan status yang berbeda.


Sang suami yang telah lama dia rindukan, kini berubah status menjadi majikannya, karena pria itu telah menikah dengan anak dari sang majikan tempatnya bekerja.

__ADS_1


Nalendra menghela napas panjang. Dia kemudian bangun dari kursi kebesarannya. Mendekati Laras yang tertidur di kursi kerjanya. Pria itu bermaksud memindahkan Laras ke sofa, tetapi Laras tiba-tiba terbangun.


"A-apa yang Tuan lakukan?" Laras sangat terkejut saat tangan besar itu tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


"Lepaskan!"


"Kau tertidur tadi. Aku hanya ingin membawamu ke tempat yang lebih nyaman."


Nalendra membawa Laras ke dalam ruangan pribadinya. Ruangan yang biasa dia pakai untuk beristirahat.


"Lepaskan aku, Tuan! Aku tidak mengantuk. Aku tidak ingin tidur!"


Bayangan saat Nalendra menciumnya di lift, membuat Laras berpikiran buruk pada bos dinginnya itu.


"Lepaskan aku, Tuan! Lepaskan!" Laras meronta dengan kuat hingga membuat tubuh Nalendra yang tidak siap oleng, dan akhirnya mereka pun terjatuh bersamaan dengan posisi Laras berada di bawah Nalendra. Tubuh besar itu menindih tubuh Laras.


"Tu-Tuan ...."


.


By: Nazwatalita


Ikutin terus ceritanya ya, teman-teman, jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏


Sambil nunggu update, kalian bisa mampir dulu di karya temen aku yang satu ini

__ADS_1



__ADS_2