DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 127 BERJUANGLAH!


__ADS_3

Tak ingin terlalu lama berdebat dengan mommynya, Nalendra memilih mengantar Laras pulang.


Dia tidak mau Laras menjadi amukan perempuan setengah baya yang tengah memendam kebencian kepada Galang itu.


Nalendra sendiri tak habis pikir, kenapa perempuan yang melahirkannya itu malah membenci Laras, padahal seharusnya hanya Galang lah yang harus dibencinya.


Akan tetapi, mungkin inilah yang dinamakan perasaan seorang wanita. Ketika dia benci terhadap seseorang, maka orang lain yang memiliki sangkut pautnya dengan orang yang dibencinya pun turut dibencinya.


Lelaki itu meremas stir kuat-kuat. Hampir saja ia tak bisa mengendalikan diri seandainya perempuan setengah tua itu bukan ibunya.


"Aku nggak apa-apa, Ale," cicit Laras seolah tahu apa yang ada di dalam pikiran lelaki di sampingnya.


"Tapi ini tak adil untukmu, Laras."


Laras menghembuskan napas. "Aku sudah terbiasa dengan ketidakadilan di dalam hidupku, Ale."


"Bagiku, kemarahan seorang Nyonya Aline hanya sebagian kecil dari ketidakadilan yang harus kuterima. Bukankah dulu mantan ibu mertuaku sendiri mengambil semua hakku dan Ruby?"


"Keluarga mantan suamimu sudah mendapat balasannya, Laras," ucap Nalendra.


"Iya, aku tahu itu. Justru karena itu aku tidak terlalu ambil pusing, karena aku percaya karma itu ada."


"Walaupun balasan yang kita terima di dunia ini atas perbuatan jahat yang sudah kita lakukan hanyalah sekedar DP. Aslinya nanti di akhirat." Kata-kata Laras mirip seperti ustadzah.


"Tumben, pintar!"


Laras tertawa. "Pengalaman hidup yang mengajarkan itu. Ya sudahlah, tidak perlu kita pikirkan soal mommy."

__ADS_1


"Sekarang kita fokus, bagaimana caranya agar bisa segera mendapatkan restu dari mommy dan daddymu. Itu pun kalau memang kamu serius menginginkan aku."


"Serius dong, Laras. Sejak kapan aku tidak serius?" dengus Nalendra. Kata-kata Laras barusan membuatnya seperti tertantang.


"Kali aja cuman main-main!" Bibir Laras mengerucut. Bibir yang di mata Nalendra terlihat sangat menggemaskan.


Laras terlonjak dari tempat duduknya saat lelaki itu menginjak rem dan menepikan mobilnya di jalan.


"Ada apa, Ale?" tegur Laras.


Lelaki muda itu tak menjawab. Dia meraih tangan mulus itu, mencium ujung jemarinya dengan lembut.


Laras mengangkat wajahnya, menatap lelaki muda itu dengan jarak yang begitu dekat tak ada seorang wanita pun yang bisa menyangsikan pesona Nalendra. Buat Laras, lelaki ini terlalu tampan.


"Percayalah, ini tidak akan lama. Semuanya pasti akan berakhir dan kita akan segera menikah. Aku sudah tak sabar ingin memilikimu seutuhnya, Laras," bisiknya. Hembusan napasnya terasa begitu menggelitik telinga Laras.


"Aku pun-" Laras tak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya keburu disambar oleh kekasihnya yang sudah tidak tahan lagi mencicipi bibir semanis ceri itu.


Malam belum terlalu larut, meski masih sedikit kesal dengan orang tuanya, tetapi tak menyurutkan niat Nalendra untuk menemui daddynya. Dia mendapati sang daddy tengah duduk sendirian di depan taman.


Suasana rumah terlihat sepi. Hanya ada dua orang penjaga yang duduk di pos penjagaan, fokus menatap keadaan di sekeliling rumah yang dijaganya.


"Dad, aku ingin bicara." Lelaki itu duduk di samping daddynya.


Tuan Chandra sudah bisa menebak isi pembicaraan. "Mengenai Laras lagi, kan?"


"Tebakan Daddy benar. Aku hanya ingin agar Daddy bermurah hati untuk merestui hubunganku dengan Laras."

__ADS_1


Lelaki tua itu menepuk pundak putranya. "Kamu ini sudah dewasa dan Daddy pikir, apa pun yang kamu putuskan pasti sudah melewati pertimbangan yang matang. Kalau buat Daddy sih, asalkan perempuan itu bisa membuat kamu nyaman, its oke. Good, Daddy akan merestui kalian."


"Terima kasih, Daddy. Tetapi bagaimana dengan mommy?" Suara Nalendra terdengar gusar.


"Berjuanglah, Ale. Kamu itu anak laki-laki kan?"


.


By: Jannah Zein


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya, teman-teman ....


Baca juga karya keren punya temen aku yuk!


Judul : Heavanna


Napen : SRN 27


Blurb


Karena penghianatan pacar dan sahabatnya, Zia memutuskan untuk pindah sekolah. Namun siapa sangka kepindahannya ke SMA Galaxy malah mempertemukan dirinya dengan cowok bernama Heaven. Hingga suatu ketika, keadaan tiba-tiba tidak berpihak padanya. Cowok dingin itu menyatakan perasaan padanya dengan cara yang sangat memaksa.


"Apa nggak ada pilihan lain, selain jadi pacar lo?" tanya Zia mencoba bernegosiasi.


"Ada, gue kasih tiga pilihan. Dan lo harus pilih salah satunya!"


"Apa aja?" tanya Zia.

__ADS_1


"Pertama, lo harus jadi pacar gue. Kedua, lo harus jadi istri gue. Dan ketiga, lo harus pilih keduanya!" ucap Heaven dengan penuh penekanan.



__ADS_2