DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 132 MERASA GAGAL


__ADS_3

Laras dan Nalendra masih berada di apartemen. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama.


Nalendra membiarkan kekasihnya berbaring di atas sofa sambil menonton televisi.


Sementara dirinya duduk di atas karpet sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


Bibirnya menyunggingkan senyuman saat dia melihat sang kekasih tertidur dengan pulas.


Tangannya bergerak membelai wajah cantik Laras.


Aku sangat mencintaimu, Laras. Aku tidak bisa membayangkan seandainya aku sampai kehilangan kamu.


Kedua netra Nalendra menatap Laras dengan lembut. Tangannya terus bergerak membelai wajah dan rambut Laras.


"Aku mencintaimu." Bibir Nalendra mendekat, mengecup lembut pipi Laras.


Aku janji, aku akan berjuang agar kita bisa bersatu. Terlalu banyak penderitaan yang sudah kau rasakan saat bersama bajingan itu.


Aku tidak akan membiarkanmu kembali menderita kali ini, Laras. Aku janji!


***


Ibu Marni menatap perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik di depannya dengan canggung.


"Jadi, Nyonya adalah ibunya Nalendra?"


Nyonya Aline mengangguk pelan. Kedua netranya menatap Ibu Marni dengan seksama.


Dalam hati, dia sedang membandingkan perempuan di depannya ini dengan Ningsih.


Ibunya Laras terlihat lembut juga pendiam, sangat berbeda dengan Ningsih yang dari awal memang terlalu banyak bicara dan cari perhatian.


"Maafkan saya, saya tidak tahu kalau Ibu mau datang ke sini."

__ADS_1


Ibu Marni terlihat gugup. Dalam hati dia berpikir, kenapa Laras tidak memberitahukan padanya kalau Nyonya Aline akan datang ke rumah hari ini?


*Apa terjadi sesuatu pada hubungan Laras dan Nalendra?


Atau jangan-jangan perkiraan Laras selama ini benar kalau kedua orang tua Nalendra tidak merestui hubungan mereka*?


"Jam berapa Laras pergi ke kantor pagi ini, Bu?" Suara Nyonya Aline membuyarkan lamunan Ibu Marni.


Perempuan itu tergagap sesaat sebelum akhirnya menyunggingkan senyum lembutnya.


"Seperti biasanya, pukul 06.00 pagi tadi, Laras sudah bersiap berangkat sebelum Nalendra menjemputnya."


"Saya minta maaf atas nama anak Laras seandainya ibu tidak berkenan kalau Nalendra setiap hari harus menjemput Laras," ucap Ibu Marni sambil tersenyum.


"Bagaimanapun, Laras adalah bawahan Nalendra. Seharusnya dia tidak memperlakukan Laras dengan istimewa." Ibu Marni meremas tangannya. Saat dia melihat Nyonya Aline tidak melepaskan pandangannya.


Perempuan kaya raya itu seolah ingin menelanjangi ibu Marni dengan tatapan matanya.


"Apa ibu tahu kalau Laras dan Nalendra ada hubungan spesial?" Nyonya Aline menatap tajam ke arah ibunya Laras.


Tidak ada amarah, ambisi, yang ada hanya raut wajah gugup dan tak percaya berdiri.


"Maafkan saya, Nyonya. Awalnya Laras memang tidak mau menerima Nalendra, tetapi, saat melihat Nalendra begitu gigih mengejarnya, akhirnya Laras pun pasrah."


"Jadi, maksud ibu, Nalendra yang mengejar-ngejar Laras, begitu?"


"Maafkan saya, Bu, jika saya lancang. Tapi memang itulah kenyatannya."


Nalendra juga mengatakan pada saya, kalau dia akan melamar Laras dan menikahinya," jelas Ibu Marni sambil menatap Nyonya Aline.


"Awalnya, Laras tidak mau karena dia sangat sadar kalau Tuan dan Nyonya pasti tidak akan menyetujui hubungan mereka berdua dengan mudah."


"Apalagi, setelah rahasia pernikahannya dengan Galang terbongkar." Ibu Marni kembali menatap Nyonya Aline yang raut wajahnya seketika berubah saat mendengar dia menyebut nama Galang.

__ADS_1


"Maafkan saya, saat itu saya juga tidak tahu kalau Laras ternyata bertemu dengan suaminya saat bekerja di rumah Nyonya."


"Laras menyembunyikan masalahnya pada kami karena dia tidak ingin kami khawatir," lanjut Ibu Marni.


Dalam hati, dia ingin sekali membersihkan nama putrinya di depan Nyonya Aline.


Dia tidak peduli meski seandainya setelah ini mereka tetap tidak mau menerima Laras.


Lebih baik, dari sekarang putrinya menderita dari pada setelah pernikahan nanti, Laras kembali menderita.


Cukup sudah putri tercintanya itu menderita selama ini. Dia tidak mau kalau Laras akan kembali merasakan penderitaan dan jatuh ke lubang yang sama.


Laras benar, tidak akan mudah masuk ke dalam keluarga Nalendra. Apalagi, perbedaan mereka sangat jauh.


Bagaikan langit dan bumi.


"Setiap hari, Galang mengancam Laras, kalau dia akan mengambil Ruby, putri Laras yang selama ini kami rawat."


"Laki-laki itu juga mengancam akan menculik Ruby agar penyakit jantung saya kambuh saat mengetahui kalau Ruby diculik."


"Apa?" Nyonya Aline terlihat kaget mendengar ucapan Ibu Marni.


"Sebagai seorang ibu, saya merasa gagal karena tidak berhasil menjaga dan melindungi putri saya dari kejahatan Galang dan Ningsih, juga seluruh keluarganya."


By: Nazwatalita


Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya, teman-teman ....


Jangan lupa baca juga novel keren punya temenku ini yuk!


Judul: Bukan sebatas impian Author: Nadziroh


blurb

__ADS_1


Renata Nicholas, gadis yang berumur dua puluh dua tahun dan berprofesi sebagai cleaning service tertangkap basah menyembunyikan foto Bagas Ankara, CEO di tempatnya bekerja. Berawal dari sebuah iseng menyimpan foto yang ditemukan di gudang, kini malah membuatnya menjadi bahan ejekan bagi mereka yang membencinya.



__ADS_2