
Perempuan setengah tua itu terdiam. Dari lubuk hatinya, dia mengakui kebenaran kata-kata suaminya, tetapi entah kenapa hatinya tersayat saat menyaksikan air mata yang menetes di pipi Nadine.
Dia benar-benar tak menyangka lelaki yang selama ini dia percaya bisa menjaga putri kesayangannya ternyata hanya penipu. Dia bukan sekedar baji***n tetapi juga penipu!
Mereka semua telah tertipu dengan sikap manis Galang selama ini, apalagi ibunya. Mengingat itu, membuat Aline terbakar amarah.
Ningsih, besan yang dulu sangat dihormatinya, walaupun kini dia sudah menerima balasan atas dosa-dosanya.
"Seharusnya kita semua bersyukur, karena Nadine telah terlepas dari laki-laki itu."
"Perkara sekarang kita memiliki cucu dari lelaki itu, anggap saja itu bonus. Lagipula putri kita masih sangat muda, cantik, berprestasi dan saya yakin, suatu saat dia akan menemukan lelaki yang jauh lebih baik dari pada Galang.
"Aku tahu itu, Dad." Suara Aline mulai melunak. Dia menarik suaminya duduk di tepi ranjang.
"Kita tidak punya alasan untuk membenci Laras. Kita pun tak punya alasan untuk tidak merestui anak-anak kita." Tuan Chandra menatap istrinya.
"Lagi pula kalau Nalendra sampai resign dari perusahaan, Daddy harus cari CEO lagi dan belum tentu juga nanti lebih baik dari Nalendra."
"Nalendra adalah anak kita. Kita tidak mungkin menyuruh Nadine, karena perempuan itu juga tidak bisa diharapkan."
"Nadine sekarang sudah punya bayi. Boro-boro CNI, butiknya saja diurus sama Kinan."
__ADS_1
"Aku tahu itu." Mata perempuan itu nanar menata foto Nadine dan Nalendra yang tengah berpelukan .
"Sejak kecil anak-anak kita tumbuh bersama. Mereka sejak dalam kandungan berbagi rahim." Perempuan setengah baya itu mengusap perutnya. "Jika ada yang sakit, pasti yang satunya ikut sakit."
Nyonya Aline menatap suaminya dengan berkaca-kaca.
"Apa susahnya sih menerima Laras? Kamu sendiri tahu, kan sifat Nalendra itu seperti apa?"
"Lagi pula, kalau misalnya Mama terus menentang hubungan Nalendra dengan Laras, yang ada Nadine pun ikut sedih."
"Nadine pasti akan merasa bersalah karena sudah membuat saudaranya menderita, karena kamu menentang hubungan Nalendra dengan Laras. Pikirkanlah itu, Aline!" Tuan Chandra merebahkan tubuhnya di pembaringan. Dia berusaha memejamkan mata.
Menghadapi Aline, istrinya memang gampang-gampang susah. Namun, sebenarnya wanita tua itu sangat mudah luluh asal caranya tepat.
"Seandainya kamu berkenan, bukalah dirimu untuk Laras. Kamu tahu, kan, Laras itu sebenarnya wanita yang menyenangkan?" Tuan Chandra masih menatap istrinya.
"Ayo lah, Mom, Berteman dulu dengan Laras, kenal dulu dengan keluarganya. Mau kan?" Tuan Chandra membelai rambut istrinya saat mendengar isakan Nyonya Aline.
"Aku hanya frustasi, tidak tahan melihat penderitaan Nadine, Dad."
"Aku pun sama. Tetapi, apa mau di kata, semua terlanjur."
__ADS_1
***
Beberapa hari kemudian
Nyonya Aline berdiri termangu di sebuah rumah sederhana, tapi terlihat sangat indah. Ada keraguan yang membersit di hati.
Namun, dia berusaha menguatkan diri. Suaminya benar. Tidak seharusnya dia terburu-buru menentang hubungan Laras dengan Nalendra, tetapi alangkah baiknya kalau dia mencoba mengenal lebih dulu keluarganya.
Pengalaman pahit saat bermenantukan Galang seharusnya menjadi pelajaran sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak seseorang.
Hari ini dia bermaksud untuk menemui Laras ataupun anggota keluarganya. Dia ingin melihat lebih jauh situasi dan kondisi keluarga itu.
Perempuan setengah baya itu melangkah perlahan, masuk melalui pintu pagar pendek yang tentu saja tidak terkunci. Suasana di luar sangat sepi. Setelah sampai di teras, dia pun memencet bel.
"Selamat siang, Ibu. Apakah benar ini rumah Laras?" sapa Nyonya Aline sopan pada sosok perempuan tua yang muncul di hadapannya sesaat setelah pintu depan terbuka.
"Betul, Nyonya. Ini adalah rumah Laras. Apakah ada perlu dengan Laras?" tanyanya
Ibunya Laras memang tidak pernah bertemu dengan nyonya Aline, sehingga dia tidak tahu bagaimana wujud rupa ibu dari kekasih putrinya itu. Dia mempersilakan perempuan cantik itu masuk ke dalam.
By: Jannah Zein
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya 🙏