DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 133 CURAHAN HATI IBU MARNI


__ADS_3

"Selama beberapa tahun, kami menunggu kepulangan Galang. Sudah payah kami mencari uang agar kami bisa makan dan mencukupi kebutuhan kami sehari-hari."


"Semua harta yang saya punya sudah saya jual untuk membiayai kuliah Galang dan biaya hidupnya di ibu kota," lanjut Ibu Marni, kembali mengenang masa lalu.


Dia sangat ingat, saat itu Galang adalah pria yang sangat bertanggung jawab dan mempunyai semangat yang sangat tinggi.


Sementara, Nyonya Aline sedikit terkejut mendengar pengakuan Ibu Marni. Selama ini, dia hanya tahu kalau Galang adalah seorang pemuda yang merintis usahanya dari nol.


Apalagi, saat itu Ningsih juga mengaku kalau dialah yang membiayai semua kehidupan Galang.


"Saya dan Laras berharap, setelah Galang lulus kuliah, dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, agar dia bisa membahagiakan Laras." Ibu Marni tersenyum getir.


Kedua matanya terlihat berkaca-kaca.


"Saya tidak tahu, kalau saat itu adalah terakhir kalinya saya bertemu Galang. Sampai saat ini, pria itu tidak pernah datang lagi, bahkan sampai detik ini, saya belum pernah bertemu dengan dia lagi."


"Sebelumnya, Galang adalah pria yang baik. Dia sangat menghormati saya dan sangat mencintai Laras."


"Namun, Ningsih dan keluarganya, mempengaruhi Galang, hingga pria itu berubah. Rasa cintanya pada Laras, membuat pria itu kehilangan arah."


"Apalagi, saat Ningsih dan keluarganya terus menghasut Galang dengan memfitnah Laras."


"Dia sangat mencintai Laras, tetapi dia terlalu bodoh karena tidak mempercayai Laras. Seharusnya, jika dia mencintai seseorang, dia harus mempercayainya juga, bukan?"


Ibu Marni menghentikan ucapannya, saat dia melihat Nyonya Aline masih terus menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


Perempuan paruh baya itu menghela napas panjang.

__ADS_1


"Saya sungguh tidak menyangka, setelah beberapa tahun tanpa kabar, Laras justru bertemu lagi dengan Galang yang saat itu berstatus sebagai suami putri Nyonya."


Ibu Marni menutup wajah dengan kedua tangannya. Perempuan tua itu terisak saat mengingat betapa menderitanya Laras saat itu.


"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Laras saat itu, ketika dia melihat laki-laki yang selama lima tahun dinantikannya ternyata menikah lagi dengan perempuan lain."


"Apalagi, perempuan itu adalah anak dari majikan tempatnya bekerja."


Ibu Marni menatap Nyonya Aline dengan air mata yang mengalir di wajah tuanya.


"Nyonya, seandainya Nyonya jadi saya, apa yang Nyonya lakukan ketika melihat putri kita disakiti dan menderita selama bertahun-tahun setelah menikah?"


Nyonya Aline menundukkan wajahnya. Kedua matanya berkaca-kaca. Apalagi, saat perempuan itu mengingat Nadine, putrinya.


"Saya tidak menyalahkan putri Nyonya karena telah menikah dengan Galang. Saya juga sangat tahu, Nyonya pasti marah dan sakit hati karena melihat putri Nyonya tersakiti, sama seperti saya."


"Putri Nyonya tidak bersalah karena dia tidak pernah tahu kalau Galang sudah menikah sebelumnya."


"Laras pun tidak bersalah karena dia adalah perempuan yang pertama menikah dengan Galang."


"Rasanya tidak adil jika Nyonya menyalahkan Laras dan membencinya hanya karena Laras pernah menikah dengan Galang."


Nyonya Aline menatap ibunya Laras dengan rasa sakit yang mengalir di hatinya.


Sebagai seorang ibu, dia juga ikut merasakan bagaimana rasanya saat dia melihat Nadine begitu terluka akibat perbuatan Galang.


Ternyata, semua ucapan Nalendra dan suaminya benar. Dia terlalu egois karena menyalahkan Laras.

__ADS_1


"Saya akan menyuruh Laras menjauhi Nalendra, jika Tuan dan Nyonya Chandra memang tidak merestui hubungan Laras dan Nalendra." Ibu Marni kembali menatap Nyonya Aline.


"Bagaimanapun, saya tidak ingin melihat anak saya menderita untuk kedua kalinya."


"Saya tidak akan mengizinkan Laras berhubungan dengan putra Nyonya, seandainya kalian memang tidak menginginkan putri saya."


"Kali ini, saya tidak mau kembali gagal melindungi putri saya. Cukup sudah putri saya menderita selama ini."


"Saya tidak akan sanggup seandainya saya melihat putri saya kembali menderita di pernikahan keduanya." Ibu Marni meraih tisu yang tersedia di atas meja.


Perempuan tua itu menghapus air matanya. Sementara itu, Nyonya Aline seolah kehilangan kata-kata. Istri dari pemilik perusahaan terbesar CNI grup itu terdiam.


Semua kata-kata yang ingin dia ucapkan saat di rumah tadi, seolah menghilang, tertelan kembali di tenggorokan.


"Saya akan menyuruh Laras menjauh Nalendra. Bila perlu, saya akan menyuruh Laras berhenti bekerja dan pergi menjauh dari putra Nyonya."


.


By: Nazwatalita


Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya 🙏 Biar Author makin semangat.


Baca juga karya keren punya temen aku yuk! Dijamin bikin penasaran ....


_Surga adalah simbolis dari seorang istri. Semua suami pasti berharap jika surga miliknya tetaplah suci sampai waktunya tiba. Begitu pun denganku, aku sangat berharap jika surga yang aku miliki nanti, tetap suci walaupun bagian luarnya banyak ukiran yang menghiasi. Ajisaka_


_Jika memang kesucian yang menjadi perioritas utamamu. Saya memilih mundur saja, karena saya hanya surga hitam yang tak pantas untuk di perjuangkan. Intan_

__ADS_1



__ADS_2