
Galang menutup panggilan teleponnya dengan rasa kecewa. Nadine bahkan tidak berbicara sepatah kata pun di dalam telepon meskipun dia sudah berusaha untuk merayunya.
Pria itu menghela napas panjang. Kali ini dia merasa sedang berada dalam titik terendah hidupnya. Semua orang yang sangat disayanginya meninggalkan dirinya.
Bukan hanya kehilangan orang-orang yang disayanginya, tetapi sekarang dia juga kehilangan semua yang dimilikinya. Termasuk usaha yang dirintis dari nol bersama Alex dan juga Nadine yang saat itu membantunya.
Perempuan itu meminjamkan modal sampai usahanya berhasil maju dengan pesat. Galang teringat kembali saat awal-awal kebersamaannya dengan Nadine, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah.
Merasa dibohongi dan dikhianati oleh Laras, orang yang sangat dicintainya membuat Galang frustasi. Namun, kehadiran Nadine membuat pria itu merasa nyaman. Nadine adalah perempuan yang sangat baik, pengertian dan juga sangat mencintainya.
Saat itu, Galang belum sepenuhnya jatuh cinta pada perempuan itu karena separuh hatinya masih menjadi milik Laras, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan Nadine.
Pertemuannya dengan Laras membuat hatinya kembali dilema. Bagaimanapun, Laras adalah perempuan yang dia cintai sebelum bersama Nadine.
Kenangan indah bersama sang istri pertama kembali memenuhi kepalanya, membuat Galang tidak bisa menghentikan hasratnya untuk kembali memiliki Laras seutuhnya.
Walau bagaimanapun, Laras adalah istrinya. Wanita pertama yang menguasai seluruh hatinya.
Seharusnya, dari awal Galang jujur terhadap Nadine dan keluarganya tentang Laras. Namun, rasa takut kehilangan Nadine membuat Galang begitu egois ingin memiliki kedua perempuan itu dalam hidupnya.
Dia mencintai Laras, tetapi juga mencintai Nadine. Kisah cintanya bersama Laras yang hancur karena ulah keluarganya, membuat Galang dipenuhi rasa bersalah terhadap perempuan itu.
Apalagi, saat dirinya mengetahui kalau Laras tidak pernah bersalah. Perempuan itu tidak pernah melakukan semua perbuatan yang dikatakan oleh Ningsih dan juga Rusdi.
Laras adalah korban keegoisan Ningsih dan Rusdi hingga perempuan itu kehilangan semuanya, termasuk kehilangan sosok dirinya sebagai seorang suami.
Rasa takut kehilangan Laras membuat Galang melakukan berbagai cara agar perempuan itu tetap berada di sampingnya.
Namun, dia tidak menyadari kalau apa yang dia lakukan sangat melukai hati Nadine, perempuan yang tidak pernah tahu kalau selama ini dia hanya menjadi istri kedua.
Saat itu Galang tidak pernah berpikir kalau perbuatannya sangat melukai Nadine, karena yang dipikirkan Galang saat itu adalah bagaimana caranya agar dia bisa memiliki kedua perempuan itu secara bersamaan.
Egois. Ya! Galang memang egois. Keegoisannya melukai kedua hati perempuan yang sebenarnya sangat dicintainya.
__ADS_1
Dia ingin memiliki Laras tanpa sepengetahuan Nadine tanpa memikirkan bagaimana terlukanya perempuan itu seandainya dia tahu perbuatannya.
Kini, setelah semuanya terjadi, Galang merasakan penyesalan yang teramat dalam. Apalagi, cepat atau lambat dia sangat yakin, kalau dia juga pasti akan kehilangan Nadine karena keluarga perempuan itu sudah mulai campur tangan.
Sayang k**alau ini *adalah hukuman yang kau berikan karena semua kesalahan dan dosaku padamu, aku ikhlas menerimanya.
Walaupun kamu tidak ingin bertemu denganku. Seandainya jauh dariku bisa membuatmu bahagia, aku akan menuruti permintaan kamu untuk menjauh dariku.
Aku juga akan menuruti semua perintah keluargamu untuk menjauhimu jika itu memang demi kebaikanmu dan juga anak kita.
Aku sadar, aku memang bukan suami yang baik. Keluargamu benar, kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku.
Maafkan aku karena selama ini aku selalu membuatmu bersedih. Namun, kamu harus tahu Nadine, kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku sangat mencintaimu* ....
Galang meletakkan ponselnya. Dia menyimpan deretan kalimat yang baru saja diketiknya ke dalam catatan. Semua kalimat itu dia persiapkan seandainya perempuan itu kembali menolaknya.
Galang menatap sekeliling apartemennya.
Sepertinya, apartemen ini pun harus aku jual untuk menambah modal usaha baruku.
"Galang, tolong Mama, Nak, orang-orang ini mau mengusir Mama dari rumah kamu!" Suara teriakan Ningsih membuat Galang bangkit dari tempat tidurnya.
"Ada apa, Ma? Siapa yang akan mengusir Mama dari sana?"
"Galang! Galang! Tolong Mama ...."
"Halo!"
"Mama!" Terdengar suara tangisan Ningsih di seberang sana.
"Halo, Ma!"
"Halo. Saya Mike, saya adalah pemilik baru rumah yang sedang ditempati oleh ibu Anda.
__ADS_1
"Apa?"
"Bagaimana bisa?" Galang sungguh terkejut mendengar ucapan pria di seberang sana.
"Ibu Anda telah menggadaikan rumah beserta isinya pada seseorang. Namun, dia tidak bisa membayar hutangnya sampai sekarang."
"Apa?"
"Hutang? Hutang apa?"
"Itu bukan urusan saya, yang jelas, rumah ini sekarang adalah rumah saya."
"Ya Tuhan, Mama ...." Galang meremas rambutnya kasar. Suara teriakan ibunya masih terdengar di ujung sana.
"Galang!"
"Galang ...!"
.
By: Nazwatalita
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya ya 🙏
Sambil nunggu update berikutnya, kepoin juga karya punya temen aku yuk!
“Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih nggak jelas! Aku rasa itu adalah alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama
"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini aku hanya mengikuti lomba baca puisi! Bukan lomba kecantikan! Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Bellatrix
"Kamu itu tidak aneh, tapi unik! Nggak usah dengerin apa kata orang. Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga hatimu sendiri. Setiap orang dilahirkan spesial, dan kamu adalah salah satunya!" ~ Galaksi Milkyway
(Kisah ini berdasarkan pengalaman pribadi author yang didramatisir)
__ADS_1
Penasaran pastinya kan? Cari saja judulnya, ya.
Tentang Bintang dan Galaksi, karya Chika Ssi.