DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU
Part 137 MERESTUI


__ADS_3

"Ruby!" Mendadak suara Laras serak. Dia benar-benar tak percaya dengan pemandangan di depannya.


Gadis kecil itu menoleh. Mama!" teriaknya.


Gadis kecil itu turun dari pembaringan Nadine dan berlari kecil menghambur ke dalam pelukan ibunya.


"Kenapa Ruby ada disini?" Nalendra merendahkan badan, menarik gadis kecil itu dari pelukan ibunya.


"Oma yang bawa Ruby kesini, Daddy. Katanya di rumah Oma ada adik bayi." Pengakuan polos itu meluncur begitu saja dari mulut Ruby.


"Oh, ya?" Diam-diam Nalendra sedikit terkejut. "Apakah Oma baik pada Ruby?"


"Iya Dad. Opa juga baik sama Ruby, tapi tadi Opa buru-buru pergi setelah bersalaman dengan Ruby."


"Opa memang lagi sibuk, Ruby. Nantilah kalau Opa sudah tidak sibuk lagi, dia pasti akan menemani Ruby main," jelas Nalendra.


Setelah dia mengundurkan diri dari CNI, sekarang daddynya sangat sibuk. Tuan Chandra harus melakukan semua hal yang sudah menjadi pekerjaannya sebelum akhirnya nanti CNI kembali memiliki CEO baru.


"Tidak apa-apa, Daddy. Ruby senang karena hari ini bisa main dengan adik bayi."


"Ruby sayang nggak dengan adik bayi?" pancing Nalendra.


"Sayang dong, Daddy."


"Kenapa Ruby sayang sama adik bayi?" tanya Laras penasaran.

__ADS_1


"Karena adik bayi itu lucu, menggemaskan kayak boneka."


Jawaban kalau bisa ketika membuat Laras, Annisa dan Nalendra tertawa. Gadis kecil itu sungguh polos.


Nalendra menggelengkan kepala, menatap Nadine yang hanya tersenyum. Wajah adik kembarnya itu sama sekali tidak menampakkan raut kesedihan.


Dia tampak tenang menghadapi Ruby yang notabone adalah anak tirinya. Entah apa yang ada dipikiran mommynya sehingga mempertemukan Ruby, Nadine dengan putrinya.


*****


"Jelaskan kepadaku, Mom. Kenapa membawa Ruby dan Annisa ke rumah ini?" cecar Nalendra saat dia dan Laras sudah kembali ke ruang tamu.


Sementara Annisa dan Ruby masih berada di kamar Nadine. Nadine yang memahami situasi mengajak Ruby kembali bermain dengan putri kecilnya.


Demikian juga Annisa yang setia menunggui keponakannya. Dia memilih untuk tidak campur dengan urusan pribadi kakaknya dengan Nalendra.


"Tapi bukan begitu caranya, Mom. Kalau Mommy masih saja menentang hubunganku dengan Laras, percuma saja aku pulang ke rumah ini. Tolong, jangan libatkan Ruby, Mom."


"Justru alasan Mommy membawa Ruby kesini karena ingin mengenalkan dengan adiknya. Bagaimanapun, dia harus tahu kalau memiliki adik," tukas nyonya Aline.


"Tumben Mommy berpikir seperti itu," ujar Nalendra tak habis pikir.


Perempuan setengah baya itu menatap sepasang kekasih yang duduk di hadapannya secara bergantian. Matanya tak lepas dari Laras yang sedari tadi hanya diam.


"Sebenarnya berat bagi Mommy untuk merestui kalian, tetapi saat melihat anak kecil itu, rasanya hati mommy menjadi lebih lembut."

__ADS_1


"Namun kedepannya, tentu ini tak mudah bagi kalian. Bagaimanapun Laras adalah mantan istri pertama Galang dan adik kembar Nalendra adalah istri kedua Galang, walaupun sekarang juga sudah jadi mantan." Perempuan itu menghela napas.


"Omongan Mommy terlalu berbelit-belit," keluh Nalendra. Dia sudah berkali-kali memijat dahinya.


"Mommy hanya ingin mengatakan apa adanya, Nalendra. Ya sudah, begini saja. Kalian boleh menikah, tetapi resiko tanggung jawab sendiri ya. Mommy tidak mau lagi turut campur."


"Maksud Mommy?" tanya Nalendra.


"Akan banyak hal yang terjadi seandainya kalian menikah. Mantan suami Nadine dan Laras itu pastinya tidak akan tinggal diam. Masih untung jika dia cuma mengejar Nadine. Bagaimana kalau dia mengejar Laras juga?"


"Takkan kubiarkan, Mom. Mommy tenang saja. Kekhawatiran mommy tidak akan terbukti. Aku akan melindungi Nadine dan Laras sekuat tenagaku." Nalendra menggeram.


"Mommy tahu itu, Nalendra. Mommy hanya mengingatkan, karena idealnya antara Galang dengan Laras hanya boleh satu yang masuk ke dalam keluarga kita. Tidak boleh dua-duanya."


"Jika Laras masuk ke dalam keluarga kita, maka Galang tidak boleh lagi menjadi bagian keluarga kita, artinya selamanya Nadine tidak boleh kembali kepada Galang. Itu syarat dari Mommy."


"Bukannya Mommy jahat, tetapi Mommy hanya ingin menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, yang akan merusak rumah tanggamu sendiri nantinya," tutur Nyonya Aline panjang lebar.


"Aku jamin lelaki itu tidak akan kembali lagi, Mom. Urusan dua orang putrinya, biarlah aku yang mengurusnya. No problem!"


"Nah, kalau begitu tunggu apa lagi? Jemputlah calon mertuamu. Nanti malam kita akan makan bersama di rumah ini dan Mommy yang akan melamar Laras langsung kepada ibunya untukmu," ujar nyonya Aline.


"Benarkah itu, Mom?"


.

__ADS_1


By: Jannah Zein


__ADS_2