DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Perjodohan


__ADS_3

Rafka membereskan semua berkas di meja kerjanya. Dia bersiap untuk pulang. Berapakah sudah janji pada Freya untuk pulang lebih awal.


Dia mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan kerjanya. Tiba-tiba handphonenya berdering.


Kriiiing..... kriiiing..... kriiiing.......


Rafka mengangkat panggilan di teleponnya. Dia melihat panggilan itu berasal dari Freya ibunya.


Langsung saja Rafka mengangkat telepon itu.


"Assalamu'alaikum"ucap Rafka.


"Wa'alaikumsallam"ucap Freya.


"Hallo Mi"ucap Rafka.


"Hallo nak"ucap Freya.


"Ada apa Mi?"tanya Rafka.


"Kamu udah pulang kan nak?"tanya Freya.


"Alhamdulillah udah Mi"ucap Rafka.


"Cepetan pulang nak, nanti keburu temen Mami datang"ucap Freya.


"Insya Allah Mi"ucap Rafka.


"Ya udah Mami tunggu ya di rumah"ucap Freya.


"Oke Mi"ucap Rafka.


Akan menutup teleponnya Setelah selesai bicara dengan Freya. Lalu dia berjalan keluar dari perusahaannya. Rafka masuk ke mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari perusahaan.


**************


Freya menata semua makanan di atas meja makan. Dia bahagia hari ini Rafka akan bertemu dengan anak temannya. Berharap Rafka akan tertarik dengan anak temannya itu. Bukannya Freya memaksa menjodohkan Rafka tapi dia tidak ingin anaknya terjerumus dalam lembah dosa. Menduda terlalu lama khawatirnya Rafka akan melakukan hal yang tidak-tidak di luar sepengetahuan Freya dan Arian. Sebagai orangtua tentu lah Arian dan Freya ingin anaknya bahagia.


Kematian Diana sudah membuat Rafka bersedih.


Hingga Rafka sudah menduda selama 2 tahun.


Memang sih belum lama menduda tapi kalau dibiarkan seperti itu khawatirnya Rafka akan melakukan hal yang salah.


Selesai menata makanan diatas meja makan, Freya naik ke lantai atas lalu dia masuk ke kamarnya dia masuk ke dalam toilet untuk mandi kemudian Freya berganti pakaian dan sholat. Ternyata Arian sudah menunggunya dengan menggelarkan sejadah milik Freya.


"Mi sholat jamaah ya"ucap Arian.


"Iya Pi"ucap Freya.


Mereka berdua sholat ashar secara berjamaah selesai sholat Arian dan Freya berdzikir lalu berdoa. Mereka meminta pada Allah SWT agar dimudahkan dan diberi kelancaran supaya anaknya Rafka segera mendapatkan jodoh yang terbaik pilihan Allah. Karena mereka tahu hanya Allah-lah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk manusianya.


Setelah itu Arian dan Freya menunggu kedatangan tamu nya di ruang keluarga. Tak lama Mbak TK B datang menghampiri Arian dan Freya.


"Nya ada tamu mencari Nyonya"ucap Mba TK B.


"Ya udah Mbak suruh masuk"ucap Freya.


"Oke Nya"ucap Mba TK B.


Mbak TK B keluar dari ruang keluarga itu untuk memanggil tamunya masuk ke ruang keluarga.


Mereka akhirnya masuk ke ruang keluarga dan bertemu dengan Arian dan Freya.


"Assalamu'alaikum"ucap Emak Eni dan Manda.


"Wa'alaikumsalam"ucap Arian dan Freya.


"Silakan duduk Jeng"ucap Freya.


"Oya makasih"ucap Emak Eni.


Manda hanya tersenyum melihat kedua orang yang baru ditemuinya itu. Dia belum tahu kenapa emaknya meminta dia ikut ke rumah besar itu. Dia hanya berpikir emaknya mengajaknya untuk bersilaturahmi ke rumah temannya. Emak Eni dan Manda duduk di sofa bersama Arian dan Freya.


Mereka mulai mengobrol santai di ruangan itu.


"Jeng ini anakmu yang dulu masih kecil itu?" tanya Freya.


"Iya Jeng, kamu masih ingatkah waktu kita ketemu terakhir kali, waktu itu masih TK kalau nggak salah deh. Rafka juga waktu itu masih SD kan?"tanya Emak Eni balik.


"Ya aku masih ingat waktu itu, kan kita ketemu di tukang bakso solo itu lho Jeng"ucap Freya.


"Iya, yang anakmu nangis karena kepedesan itu loh, aku masih ingat itu"ucap Emak Eni.


"Ha....ha....ha.... kalau ingat itu aku masih ketawa terus lho Jeng"ucap Freya.


"Aku sampai kasihan ngeliat bibirnya Rafka sampai merah banget tuh"ucap Emak Eni.


"Iya sampai rumah aja dia masih nangis semaleman lho Jeng"ucap Freya.


"Terus kamu kasih apa biar bibirnya sembuh itu?"tanya Emak Eni.


"Aku kompres es batu semalaman lho Jeng jadinya bergadang sama Papinya"ucap Freya.


"Oh iya mana Rafka Jeng?"tanya Emak Eni.


"Rafka baru menuju ke sini, dia baru pulang kerja" ucap Arian.


"Oh...., pasti pangling deh nanti kalau ketemu sama Rafka sekarang kan udah dewasa"ucap Emak Eni.

__ADS_1


"Iya, aku aja pangling sama anakmu udah gede, cantik lagi mirip kamu saat masih muda dulu"ucap Freya.


"Mi, Papi ke belakang dulu ya, mau ngurus mobil, kata Pak Mumun mobil yang merah bannya kempes" ucap Arian.


"Oke Pi"ucap Freya.


Arian meninggalkan ruang keluarga, dia pergi ke parkiran rumahnya untuk mengecek mobil merahnya yang katanya bannya kempes. Sementara itu Freya dan Emak Eni masih mengobrol.


"Manda sekarang kerja di mana?"tanya Freya.


"Aku kerja jasa online Tante"ucap Manda.


"Wah keren dong"ucap Freya.


"Hanya pekerjaan kecil kok Tante"ucap Manda.


"Apapun pekerjaannya yang penting itu halal, mau dapat banyak, sedikit kita syukurin aja, Insya Allah berkah jadinya"ucap Freya.


"Amin"ucap Manda.


"Kalau Raka kerja di mana sekarang Jeng?"tanya Emak Eni.


"Jadi kuli perusahaan ayahnya"ucap Freya.


"Alhamdulillah, pintar dong Jeng kerja di perusahaan mah"ucap Emak Eni.


"Terima kasih atas pujiannya Jeng"ucap Freya.


"Oh iya, Radithya sama Luna kemana?"tanya Emak Eni.


"Ada, Radit kalau di rumah kerjaannya ya tidur tapi kalau Luna ngerjain PR kalau jam segini"ucap Freya.


"Aku ngeliat lo Radit di TV ganteng banget, pinter lagi aktingnya"ucap Emak Eni.


"Ya gitu deh Jeng"ucap Freya.


Manda minta izin ke Freya untuk ke toilet.


"Tante aku boleh numpang ke toilet?"tanya Manda.


"Boleh, di dekat ruang makan belok kanan ya" ucap Freya.


"Iya Tante"ucap Manda.


Manda keluar dari ruang keluarga dia menuju ke ruang makan untuk mencari di mana keberadaan toilet tersebut. Tiba-tiba terdengar suara manis dari belakang tubuhnya.


"Cantik mau kemana sih?"tanya Radhitya.


"Suara siapa ini, genit banget"batin Manda.


Manda membalikkan tubuhnya dan melihat sesosok laki-laki tinggi, kekar, keren, tampan dan berkulit putih. Senyuman laki-laki itu terlihat manis dan menggoda, tatapan matanya terlihat ramah seakan dia mengenal Manda. Dalam seketika Manda bisa membaca apa yang dipikirkan laki-laki itu padanya.


"Kalau mau menggodaku nggak mempan ya"ucap Manda.


"Aku bukan peramal ya"ucap Manda.


"Tapi kau sudah bisa meramal isi hatiku yang terdalam cantik"ucap Radhitya.


"Memang ya, kalau orang Playboy itu nggak nggak ada matinya kalau menggoda"ucap Manda.


"Hebat, belum apa-apa kamu sudah tahu juga" ucap Radhitya.


"Aku mau ke toilet, jangan ganggu ya, apa lagi ngintip, awas!! nih lihat nih tanganku"ucap Manda sambil mengepalkan tangannya.


"Damai, untuk apa mengintip? lebih baik menciummu sayang"ucap Radhitya.


"Iiih...... Kenapa ya makhluk sepertimu harus ada di dunia ini"ucap Manda.


Manda begitu kesal dengan laki-laki yang ada di dekatnya itu, dia tak habis mengucapkan kata manis padanya. Untung saja Manda bukan tipe wanita yang mudah terbuai dengan kata-kata manis itu. Seandainya tidak di rumah itu Manda sudah pasti mengepalkan tangannya ke muka laki-laki itu.


"Sabar Manda, percuma ngomong sama dia juga"batin Manda.


"Kamu masih kangen sama aku ya sayang, makanya betah lama-lama di sini"ucap Radhitya.


"Stres aku kalau deket-deket sama kamu, udah ah"ucap Manda.


Manda langsung meninggalkan lelaki itu semakin lama di dekatnya dia semakin gila, mulut manisnya itu bisa saja terus meracuni hatinya, membuatnya semakin panas dan muak mendengarkan semua kata-kata yang menyebalkan menurutnya.


"Cantik jangan pergi dulu dong, mau ditemenin enggak ke toiletnya"ucap Radhitya.


"Astagfirullah, kenapa setan berwujud manusia" ucap Manda sambil berjalan menuju toilet itu.


Raditya tersenyum melihat Manda yang meninggalkannya, dia merasa mendapatkan mainan baru yang lebih menarik untuk digoda olehnya, biasanya orang-orang yang digoda olehnya tidak sangar seperti ini, ini kali pertama untuk nya mendapatkan mangsa yang lebih ganas dan lebih sulit ditaklukan olehnya apalagi dia bagaikan banteng yang siap menyeruduk nya.


"Sepertinya hidupku tidak akan membosankan besok, lihat saja aku akan bermain-main dengan wanita itu"ucap Radhitya.


Raditya berpikir dia punya mainan baru yang menarik untuk dimainkan kedepannya. Hidupnya tidak akan bosan besok-besok lagi karena mainan barunya ini lebih menyenangkan untuk dimainkan. Dia bahkan tertantang untuk membuat mainan itu kesal padanya.


"Tunggu, mainan baru ku ini siapanya Mami? masa bodoh, yang penting seru maininnya"ucap Radhitya.


Raditya menunggu Manda keluar dari toilet, dia masih ingin bertarung dengan wanita itu. Tak lama Manda keluar dari toilet lalu berjalan melewati ruang makan, dia melihat Raditya masih ada di tempat itu Manda langsung memberikan muka masam pada Raditya.


"Kok rasanya ada yang jualan rujak ya di sini"ucap Radhitya.


"Pengen tuh sambal rujak nya dimakan sama cowok playboy di depanku ini, kalau perlu sambelnya pakai cabe 10 kilo"ucap Manda.


"Wah ternyata selain peramal bisa menyembur juga kayak Mbah dukun"ucap Radhitya.


"Ih sebel deh, kenapa juga harus ketemu cowok kaya kamu"ucap Manda.

__ADS_1


"Cantik, nanti kamu akan kangen sama aku kalau udah pulang ke rumah"ucap Radhitya.


"Kenapa perutku tiba-tiba mual ya, rasanya pengen muntah nih di sini"ucap Manda.


"Cantik jangan dong, masa iya yayang dimuntahin" ucap Radhitya.


"Ya Allah kuatkan aku dari godaan setan yang terkutuk"ucap Manda berdoa dengan menengadahkan tangannya didepan Radhitya.


"Tenang cantik selama ada aku nggak akan ada setan yang berani mengganggumu"ucap Radhitya.


"Sepertinya percuma ngomong sama cowok ini, apa aja yang ku katakan gak mempan"batin Manda.


"Ya Allah semoga besok besok-besok aku bertemu dengan cantik lagi, amin"ucap Radhitya berdoa dengan menengadahkan tangannya didepan Manda.


"Ya Allah cepat usir setan ini, Ya Allah aku udah nggak tahan"ucap Manda dengan menengadahkan tangannya didepan Radhitya.


"Ya Allah semoga cantik bisa bertahan dengan laki-laki semanis diriku"ucap Radhitya.


Sudah tiba-tiba Freya datang menghampiri mereka berdua. Freya melihat kelakuan mereka berdua yang terlihat aneh. Dia langsung bertanya pada mereka berdua.


"Kalian lagi ngapain?"tanya Freya


"Aa..........."Radhtya dan Manda terkejut saat Freya tiba-tiba datang.


Mereka berdua bingung harus menjawab apa ketika melihat Freya. Nggak mungkin kan mereka bilang bertemu peramal ataupun bertemu dengan lelaki Playboy. Mati kutu mereka berdua di depan Freya. Entah apa yang harus dikatakan mereka pada Freya.


"Aa..........."Radhtya dan Manda terkejut saat Freya tiba-tiba datang.


Mereka berdua bingung harus menjawab apa ketika melihat Freya. Nggak mungkin kan mereka bilang bertemu peramal ataupun bertemu dengan lelaki Playboy. Mati kutu mereka berdua di depan Freya. Entah apa yang harus dikatakan mereka pada Freya.


"Eh....Mami, selamat sore Mi"ucap Radhitya.


"Udah sholat kamu Radit?"tanya Freya.


"OTW Mi"ucap Radhitya.


"Radit sholat dulu sana"ucap Freya.


"Iya Mi langsung sholat nih"ucap Radhitya.


Freya tak pernah lupa mengingatkan anaknya untuk beribadah. Dia tahu selain meraih kesuksesan dunia, kesuksesan akhirat juga harus diraih anak-anaknya. Iya tak segan-segan memarahi anak-anaknya apabila mereka belum sholat ataupun menunda-nunda sholat. Dia tidak peduli anak-anaknya mengira dia galak tapi itu demi kebaikan mereka.


"Ya udah cepetan sana"ucap Freya.


"Iya Mi, dah cantik....."ucap Radhitya.


Dia terpaksa meninggalkan anda karena dia belum sholat. Kalau dia tetap disitu Maminya bisa marah besar. Mengikuti perkataan Maminya cara yang aman daripada kena omel semalaman.


Freya melihat ke arah Manda yang berdiri di dekatnya.


"Maaf ya Manda, Radit emang orangnya kayak gitu"ucap Freya.


"Gak papa kok Tante"ucap Manda.


Freya tahu kalau Radithya anaknya itu playboy, Radit selalu menggoda semua wanita yang dianggapnya cantik dan menarik. Itu sebabnya dia memberitahu pada Manda untuk berhati-hati pada anak lelakinya itu. Pria khawatir Manda akan makan ucapan gombal anak laki-lakinya itu.


Sudah banyak anak temannya Freya ataupun temannya Luna yang menjadi korbannya Radithya.


"Sebentar lagi Rafka pulang, bantuin Tante bikin es jeruk"ucap Freya.


"Boleh Tante"ucap Freya.


Freya meminta Manda membantunya membuat es jeruk agar kedekatan di antara mereka terjalin.


Biar bagaimanapun Freya dan Manda harus saling dekat supaya bisa menjodohkan Rafka dan Manda. Dengan kedekatan itu Freya akan tahu seperti apa hal yang disukai dan tidak disukai Rafka ataupun Manda.


Freya dan Manda berada diruang makan memeras jeruk untuk dibuat es jeruk.


"Segini cukup gak Tante?"tanya Manda.


Manda memperlihatkan hasil jeruk perasannya.


"Cukup tinggal dikasih gula dan es batu"ucap Freya.


"Iya Tante"ucap Freya.


Manda sibuk memberikan gula dan es batu pada jeruk peras di teko air itu.


"Manda apa kamu sudah punya seseorang yang istimewa?"tanya Freya.


"Belum Tante"ucap Manda.


Freya berusaha mencari tahu siapa yang sekarang dekat dengan Manda. Dia tidak ingin terkesan memaksakan diri kalau seandainya ternyata Manda punya seseorang yang dekat dengannya.


Rafka



Radhitya



Azura



Gista


__ADS_1


Manda



__ADS_2