
Aceng mencuci baju secara manual.
"Banyak banget cucian bajunya ya"ucap Aceng.
Senua baju dicuci Aceng sampai bersih kemudian dijemur.
"Udah beres semua"ucap Aceng.
Setelah selesai Aceng kembali ke dapur. Aceng membereskan semua bahan makanan yang dimasukkan ke keranjang.
"Telur satu kilo cukup gak ya, berasnya 10 liter buat sebulan bisa gak ya, eh....ada jengkol juga nih lumayan"ucap Aceng.
"Jengkolkan awet, bisa sampai setahun"ucap Aceng.
Aceng mengisi keranjang miliknya dengan jengkol.
"Beres, tinggal nonton bola"ucap Aceng.
Aceng keluar dari dapur menghampiri Acong yang sedang asyik nonton bola.
"Bang udah selesai nih"ucap Aceng.
"Ya udah kamu boleh nonton bola bareng aku nih mumpung lagi rame"ucap Acong.
Mereka menonton bola ditelevisi hingga ketiduran sampai pagi. Tahu-tahu mereka sudah diikat lalu disiram air jusan jengkol seember.
Byuuuuur.................
"Aaaaa............."ucap Aceng dan Acong terbangun dengan kaget.
"Bangun ya sekarang, beraninya mengambil jengkol punyaku sampai sekarung"ucap Mba TK B.
"Kalian ini perampokkan?"tanya Arian.
"Pasti Tuan, saya aja sampai diikat dan gak sengaja hampir makan kodok dimulut saya"ucap Pak Mumun.
"Ampun Bos, kita hanya merampok karena kelaparan, tiga hari tiga malam tak makan"ucap Aceng.
"Kadang kalau lapar kita terpaksa makan dari tempat sampah hik...hik...."ucap Acong.
"Kita ini hanya sepasang orang miskin yang merampok cuma untuk memperpanjang hidup hik....hik...."ucap Aceng.
"Aduh ngenes amet, kaya sinetron yang ku tonton banyak mengandung bawang merah"ucap Mba TK B.
"Sayang kasihan juga mereka"ucap Freya.
"Udah Tuan sumpelin mulut mereka pakai tai kuda aja, numpuk dikandang"ucap Pak Mumun.
"Sadis ........ampun Tuan, Nyonya, kita bukan kumbang tai yang suka makan tai, kita masih waras makan nasi"ucap Acong.
"Mentok-mentok makan nasi basi ditong sampah, kecuali tai Tuan, Nyonya"ucap Aceng.
"Pernah nyobain tai, rasanya gak enak Tuan, Nyonya"ucap Acong.
"Ih.........."ucap Arian, Freya, Mba TK B dan Pak Mumun.
"Kamu nyuri jengkolku untuk apa?"tanya Mba TK B.
"Untuk dimakan, jengkol makanan paling awet dan makanan favorit kita"ucap Aceng.
"Yasudah kalian masuk penjara aja. Gratis tempat tinggal, makan dan toilet disana"ucap Arian.
"Kira-kira kalau dipenjara berapa lama?"tanya Acong.
"Mungkin 1-2 tahun"ucap Arian.
"Gak bisa ya seumur hidup aja, lumayan kalau gratis tempat tinggal, makan dan toilet"ucap Acong.
"Iya, kayanya penjara itu tempat yang nyaman untuk kita tinggal dari pada tinggal dikardus bekas"ucap Aceng.
"Iya, kehujanan kardus rusak, kena angin kardus terbang, kena panas menyengat"ucap Acong.
"Kasihan......"ucap Freya.
"Yasudah begini saja, kebetulan saya belum punya satpam, kalian berdua bisa jadi satpam disini, gimana?"tanya Arian.
"Oke"ucap Aceng dan Acong.
"Makan, tempat tinggal, toilet gratis, dan kalian dapat gaji setiap bulan"ucap Arian.
"Asyik....."ucap Aceng dan Acong.
"Makasih Tuan, Nyonya kita akan bekerja sebaik mungkin"ucap Aceng.
"Iya Tuan, Nyonya"ucap Acong.
Akhirnya Aceng dan Acong diterima kerja dirumah besar Arian. Arian dan Freya tidak tega melihat nasib Acong dan Aceng.
*************
Menipu sama seperti perbuatan menikung, membohongi, mengelabuhi dan merugikan orang lain tanpa disadari.
Andika masuk ke dalam ruangan kerja Maya. Dia membawa dua bodyguard-nya kedalam ruangan itu. Tidak tahu apa maksud Andika dengan membawa kedua bodyguard-nya. Andika juga terlihat sangat angkuh saat melihat Maya. Dia dan bodyguard-nya menghampiri Maya yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Andika untuk apa kau masuk ke ruanganku?" tanya Maya.
"Tempat ini akan menjadi ruangan ku sekarang" ucap Andika.
"Jangan bermimpi kamu"ucap Maya.
"Siapa yang mimpi? kok bisa tanyakan Sekretarismu kalau perusahaan ini sudah jadi milikku sekarang"ucap Andika.
"Andika jangan melampaui batas mu"ucap Maya.
"Aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku" ucap Andika.
"Milikmu? dari dulu perusahaan ini milikku"ucap Maya.
"Dan sekarang menjadi milikku"ucap Andika.
"Aku rasa kau mulai gila"ucap Maya.
"Besok kau lah yang akan gila"ucap Andika.
"Andika kau membuatku marah, cepat minta maaf selagi aku bisa memaafkanmu"ucap Maya.
"Hahaha.....minta maaf"ucap Andika.
"Kaulah yang akan berlutut padaku memohon" ucap Andika.
"Andika, aku akan memanggil security untuk mengusirmu"ucap Maya.
"Silahkan kita lihat kau atau aku yang akan diusir" ucap Andika.
Maya memanggil Sekretaris Yuni untuk masuk ke ruangannya. Gerak sekretaris Yuni masuk ke ruangan Maya.
__ADS_1
"Bos memanggil saya?"tanya Yuni.
"Yuni tolong panggil security untuk mengusir Andika"ucap Maya.
"Maaf Bos, Bos Andika adalah pemilik perusahaan ini sekarang"ucap Yuni.
"Kau ikut-ikutan gila kaya Andika?"tanya Maya.
"Maaf bos tapi itu benar"ucap Yuni.
"Kau sudah mencuci otak bawahanku"ucap Maya pada Andika.
"Aku tidak mencuci otak bawahanmu"ucap Andika.
"Ku akan menjebloskan mu ke penjara karena mengaku-ngaku kalau ini perusahaanmu"ucap Maya.
"Silakan aku punya bukti hukum kalau perusahaan ini adalah milikku"ucap Andika.
"Mana buktinya?"tanya Maya.
Andika mengeluarkan sebuah berkas lalu menunjukkan pada Maya. Melihat berkas itu Maya sampai kaget. Dia tidak merasa menandatangani surat alih kepemilikan perusahaan. Maya langsung marah besar pada Andika.
"Kau pasti memalsukan surat alih kepemilikan perusahaan"ucap Maya.
"Silahkan dibuktikan kalau tidak percaya atau kau mau bertanya pada penasehat hukummu?"tanya Andika.
"Aku tidak perlu melakukan itu aku yakin surat alih kepemilikan perusahaan itu palsu"ucap Maya.
"Yuni keluarlah"ucap Andika.
"Baik bos"ucap Yuni pada Andika.
Kemudian Yuni keluar dari ruangan itu. Andika jika berjalan mendekati Maya. Dia berdiri tepat di depan Maya.
"Coba kau ingat ini...."ucap Andika.
Flash Back
Satu bulan yang lalu Andika dan Maya mengobrol santai di bar kecil rumahnya. Andika sengaja mengajak Maya minum minuman berakohol. Maya masuk dalam jeratan Andika. Dia terlena dan meminum minuman beralkohol itu.
"Sayang bagaimana kalau kita jalan-jalan ke luar negeri"ucap Andika.
"Untuk apa? bukannya baru minggu lalu kita keluar negeri"ucap Maya.
"Kau pasti lelah setiap hari bekerja, jalan-jalan ke luar negeri untuk menghilangkan stres mu"ucap Andika.
"Tapi aku tak punya waktu, banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor"ucap Maya.
"Pekerjaan tidak ada habisnya"ucap Andika.
"Lalu Remon gimana?"tanya Maya.
"Kita titip aja sama pengasuhnya"ucap Andika.
"Kau benar, mungkin aku butuh lebih banyak refreshing"ucap Maya.
"Ayo minum sayang"ucap Andika.
"Aku jarang mabuk"ucap Maya.
"Malam ini kok bisa mabuk, aku akan menemanimu"ucap Andika.
"Tumben malam ini kau manis sekali Andika" ucap Maya.
"Bukannya setiap hari aku manis padamu"ucap Andika.
Andika berkali-kali menuangkan anggur itu ke gelas Maya, sampai dia mabuk lalu Andika mengeluarkan surat alih kepemilikan perusahaan. Dia memanfaatkan situasi saat Maya mabuk.
Maya yang sedang mabuk tidak begitu sadar saat dimintai tanda tangan.
"Sayang tanda tangani ini"ucap Andika sambil menyodorkan surat alih kepemilikan perusahaan di meja bar itu.
"Itu kertas apaan?"tanya Maya.
"Ini hanya surat persetujuanmu untuk kerjasama dengan klien baru"ucap Andika.
"Oh...."ucap Maya sudah sangat mabuk.
Karena Maya sudah mabuk berat, dia malas mengecek berkas itu. Maya hanya menandatangani berkas itu saja. Andika tersenyum licik melihat Maya menandatangani berkas itu.
"Kau memang bodoh Maya, selama ini aku hanya memanfaatkan mu. Dulu kau membuatku menjadi babumu, Tapi kini aku akan membuatmu jadi gembel di jalanan"batin Andika.
"Sayang aku sudah tidak kuat lagi, mengantuk berat"ucap Maya yang sudah mabuk berat.
"Tidurlah sayang nanti aku pindahkan"ucap Andika.
Ia menyandarkan kepalanya di meja b
bar kecil itu. Dia langsung tertidur tanpa mengucapkan apapun. Andika mengambil berkas yang berisi surat alih kepemilikan perusahaan. Sebelumnya dia juga sudah mengelabuhi Maya dengan menandatangani surat alih kepemilikan rumah tanpa disadarinya.
"Sebentar lagi aku akan menjemput Freya, dia akan kembali jadi milikku, selamat tinggal Maya" ucap Andika.
Andika membawa berkas itu meninggalkan Maya.
Flash Back Off
"Kau licik Andika"ucap Maya.
"Kau yang mengajari aku licik"ucap Andika.
"Aku tidak akan membiarkan perusahaan ini jatuh ke tanganmu"ucap Maya.
"Apa yang bisa kau lakukan?"ucap Andika.
"Aku akan melaporkanmu ke polisi, kau sudah menipuku"ucap Maya.
"Silakan, kau tidak punya bukti"ucap Andika.
"Sialan, pasti kau sudah merencanakan semuanya ini"ucap Maya.
"Aku tidak bodoh Maya, aku tidak sudi jadi babumu seumur hidupku"ucap Andika.
"Andika kau lupa daratan"ucap Maya.
"Aku tidak peduli"ucap Andika.
"Sekarang keluarlah dari sini"ucap Andika.
"Tidak akan, aku tidak mau keluar dari perusahaanku sendiri"ucap Maya.
"Bodyguard seret dia dari ruangan ini"ucap Andika.
"Baik Bos"ucap Kedua bodguard itu.
Kedua bodyguard itu mendekati Maya dan menyeretnya keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Andika.....kau gila....."ucap Maya berteriak saat diseret kedua bodyguard itu.
Andika hanya tersenyum saat melihat Maya keluar dari ruangannya.
"Akhirnya semua ini jadi milikku ha....ha...."ucap Andika.
"Freya tunggu aku sayang"ucap Andika.
Andika berjalan ke kursi kerja itu. dia duduk dengan arogannya di kursi itu. Singgasana itu jadi miliknya sekarang.
***************
Sombong adalah sifat yang cenderung memuji, mengagungkan, membesarkan dan menganggap diri sendiri sebagai makhluk yang paling diatas segala-galanya dari makhluk lainnya. Terkadang sombong membuat kita lupa daratan dan lupa kulit. Untung gak lupa kalau tagihan hutang untuk kesombongan sudah menumpuk. Maklum sombong butuh modal, gak bisa asal. Bagi yang modal pas-pasan jangan berpikir untuk sombong, repot, jangan sampai beras jatah dan bantuan tunai dari pemerintah jadi alat untuk kesombongan. Apalagi siap mengantri panjang kali lebar hanya untuk sembako gratis biar bisa pamer.
Arian menciumi pipi Freya yang sedang tidur dengan gemas. Dia sengaja menciumi pipi Freya agar dia bangun. Arian juga meraba rambut panjang Freya yang tergerai.
"Sayangku bangun....bangun....."ucap Arian.
"Sayang kau sudah bangun?"tanya Freya.
"Iya sayang, aku sudah bangun sebelum kau bangun"ucap Arian.
"Jam berapa?"tanya Freya.
"Jam 5 pagi"ucap Arian.
"Rafka pasti aus"ucap Freya.
"Tadi udah ku susulin menyusu padamu"ucap Arian.
"Kok aku gak berasa disusu sama Rafka?"tanya Freya.
"Itu karena kamu capek sayang"ucap Arian.
"Sayang aku mau mandi dulu"ucap Freya.
"Sayang nanem singkong dulu ya urgen nih"ucap Arian.
Arian memeluk Freya dalam dekapannya.
"Iya sayang"ucap Freya.
Arian mencium Freya dengan penuh cinta pagi itu. Dia menanam singkong serajin mungkin. Freya begitu bahagia suaminya itu selalu mesra dan hot. Tidak seperti Andika yang dulu selalu mengacuhkan Freya. Hingga Freya kesepian sendirian. Tapi Arian adalah lelaki bertanggungjawab baik lahir dan batin. Itu yang meluluhkan hati Freya yang awalnya keras dan benci Arian kini malah jatuh cinta berat padanya.
"Sayang nanti aku meeting dengan Perusahaan Antropo Group"ucap Arian sambil memeluk Freya seusai menanam singkong dikebun Pak Amat.
"Oya, bukannya itu perusahaan milik istrinya Andika ya"ucap Freya.
"Iya, mau gimana lagi. Papa dulu bekerjasama dengan perusahaan itu"ucap Arian.
"Sayang karena itu kerjasama yang dulu sudah dijalin Papamu, berarti kau harus benar-benar mengurusnya"ucap Freya.
"Oke sayang, lagi pula ini hanya bisnis tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi"ucap Arian.
"Iya sayang"ucap Freya.
"Sayang lagi ya"ucap Arian.
Freya hanya mengangguk, mereka kembali menanam singkong di kebun Pak Amat. Arian terus menggarap lahan sampai semua terisi penuh singkong. Untung Freya sudah biasa dengan Arian yang rajin sebagai petani singkong teladan.
"Sayang mandi yuk"ucap Freya.
Arian langsung membopong Freya ke toilet. Mereka mandi lalu berganti pakaian. Setelah itu Arian menggendong Rafka turun ke lantai bawah untuk sarapan.
"Masak apa Mba?"tanya Arian.
"Tenang Tuan jengkol sedang mahal dan langka, jadi masak opor ayam, orek tempe kacang, sama
udang ditepungin"ucap Mba TK B.
"Aceng dan Acong udah dikirimin makanan ke pos mereka?"tanya Arian.
"Udah, barusan sama Pak Mumun"ucap Mba TK B.
"Pak Mumun udah sarapan?"tanya Arian.
"Gak mau Tuan"ucap Mba TK B.
"Kenapa gak mau sarapan?"tanya Arian.
"Pak Mumun sedih Tuan, ayamnya Si Nini dipotong buat opor ayam, padahal itu ayam sempat koma lalu sembuh kembali"ucap Mba TK B.
"Kena flu burung?"tanya Arian.
"Bukan Tuan"ucap Mba TK B.
"Lalu kena apa kok sampe koma?"tanya Arian.
"Ditinggal pacarnya kawin lagin Tuan, Si Nini broken heart gak mau makan dan minum, isitilah kita mogok Tuan. Maklum Si Nini agak menua dan gendut jadi kurang seksi, ditinggal deh ma pacarnya"ucap Mba TK B.
"Kenapa gak dinikahin aja biar gak ditinggalin" ucap Arian bercanda.
"Udah mau dinikahin, bahkan Pak Mumun bikin foto preweding buat Si Nini dan pacarnya, eh pacarnya selingkuh sampai bikin ayam betina lain bertelor banyak"ucap Mba TK B.
"Kalau gitu dia selingkuh berkali-kali"ucap Arian.
"Nah itu dia yang bikin batal nikah, untung belum didaftarin di Komunitas Urusan Perkawinan Binatang( KUPB)"ucap Mba TK B.
"Ada juga KUPB segala ha...ha..."ucap Arian sambil tertawa.
"Ada dong Tuan, itu komunitas khusus yang mengurus perkawinan dan perceraian binatang peliharaan. Mau dikawinin sama ayam tetangga juga boleh, bahkan ada pembagian gono gininya segala"Mbak TK B.
"Seru juga ya komunitas itu"ucap Arian.
"Asuransi perceraian binatang peliharaan segala. Jadi kesedihan yang dialami binatang peliharaan kita akibat perceraian akan mendapat tunjangan. Siapa tahu bisa buat biaya kematian pasca perceraian ataupun biaya sakit pasca perceraian"ucap Mba TK B.
"Manusia aja cerai belum tentu dapat tunjangan ini hewan lebih beruntung dapat tunjangan perceraian, ini berasa dunia terbalik"ucap Arian.
"Itu belum seberapa Tuan, ada yang dinamakan sidang pedekate ulang"ucap Mba TK B.
"Untung apa sidang pedekate ulang?"tanya Arian.
"Kalau misal kucing kita nikah sama kucing tetangga, terus mau cerai. Sebelum cerai KUPB memberi waktu satu sampai tiga hari agar kedua kucing berdamai dan kawin kembali mana tahu cinta mereka masih bisa dipertahankan"ucap Mba TK B.
"Salut, sampai segitunya KUPB mengurus hewan peliharaan"ucap Arian.
"Itulah sebabnya Pak Mumun sedih Si Nini terpaksa dipotong biar gak sedih terus dan bisa bahagia disana"ucap Mba TK B.
"Terus Pak Mumun makan apa jadinya?"tanya Arian.
"Makan tumis rumput dulu sementara Tuan demi rasa berdukanya pada Si Nini"ucap Mba TK B.
"Emang enak tumis rumput?"tanya Arian.
"Agak getir tapi lupakan rasanya, yang penting rasa duka pada Si Nini tersampaikan dengan baik"ucap Mba TK B.
__ADS_1
"Ada-ada aja"ucap Arian.