DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Berkencan


__ADS_3

Tiva akhirnya menghampiri pria tampan berdasi dan berjas yang jelas gak tahu tuh boleh ngredit atau bayar kontan. Kelihatan smart atau kebingungan lagi ngisi teka teki silang.


"Hallo Masnya boleh duduk situ"ucap Tiva.


"Silahkan yang"ucap Kinyun.


"Kok aneh ya suaranya"batin Tiva.


"Kenalkan saya Tiva"ucap Tiva.


"Saya Kinyun singkatan Kinara Yuni"ucap Kinyun.


"Apa?"ucap Tiva kaget.


"Jaga rahasia ya, saya ini mau jadi cowok cuma belum total. Maklum operasinya nyicil sedikit-sedikit"ucap Kinyun.


"Oalah kamu sejenis denganku toh"ucap Tiva.


"Iya, ini suaraku masih cewek, belum punya duit buat operasi suara. Cicilan operasi yang kemarin aja belum lunas"ucap Kinyun.


"Kirain cowok ganteng mapan ternyata operasi aja masih nyicil"ucap Tiva.


"Memang kamu sama kaya aku, jangan-jangan kamu cowok yang jadi cewek ya, tuh dada isi plastik airkan?"ucap Kinyun.


"Kok tahu dadaku plastik isi air?"tanya Tiva.


"Nebak aja, paling kamu juga gak mampu oplas, jadi KW-KW kan"ucap Kinyun.


"Bener sih, tadinya niatan deketin kamu buat nambahin modal eh ternyata nasib kita tidak jauh berbeda"ucap Tiva.


"Kalau nyari cokay ya"ucap Kinyun.


"Iya, kamu nyari cekay ya?"tanya Tiva balik.


"Iya, tapi aku dah dapet, cewekku orkay. Dia lagi ke toilet"ucap Kinyun.


"Dia pasti ketipu wajah tampanmu itukan"ucap Tiva.


"Iya, tapi agak repot soal suaraku yang belum oplas, untung cewekku udah kesihir ketampananku jadi telinganya budek"ucap Kinyun.


"Amit-amit, ternyata aku belum separah kamu"ucap Tiva.


"Kamu baru level ikan terikan"ucap Kinyun.


"Kamu sendiri level hiukan"ucap Tiva.


"Iya, soal tipu menipu, rayu merayu, dan bohong membohongi aku jagonya"ucap Kinyum.


"Kalau aku boleh tahu kamu belajar dimana?"tanya Tiva.


"Nih, ini alamat Komunitas Halu Terakreditasi dan Bersertifikat Eksisnya"ucap Kinyun membeli alamat untuk Tiva.


"Oh, terimakasih aku akan khursus disana biar kehaluanku semakin maju"ucap Tiva.


"Oke"ucap Kinyun.


Begitu ya kalau menghalu mau lebih maju datang ke Komunitas Halu Terakreditasi dan Bersertifikat Eksisnya. Menerima berbagai spesies makhluk hidup dari yang satu alam, dua alam sampai yang tak kasat mata.


Setelah bertemu Tiva, Freya pulang naik taksi. Tapi karena taksinya mogok Freya turun dan jalan kaki mencari taksi lainnya. Freya berjalan ditepi jalan yang agak sepi, tiba-tiba seseorang berjaket hitam, menutup kepalanya dengan kupluk dan memakai masker mendekap tubuh Freya dari belakang.


"Siapa kau?"tanya Freya.


"Aku MR. BLACK"ucap Orang itu.


"Apa maumu, kenapa kau terus menerorku?"tanya Freya.


"Aku ingin kau jauhi Arian, pergilah sejauh mungkin dari hidupnya kalau kau masih ingin hidup"ucap Orang itu.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan Arian, dia suamiku"ucap Freya.


"Kalau begitu matilah"ucap Orang itu.


Orang itu mengeluarkan pisau lalu mau menusuk Freya, tapi Freya langsung berteriak.


"Aaaaaaaaa............"teriak Freya sambil menutup mata.


Orang itu menghilang entah kemana, Freya menutup matanya sambil ketakutan terpaku ditempat itu. Sebuah tangan memeluknya dari belakang.


"Apa maumu? kau mau membunuhkukan"ucap Freya.


"Sayang kau kenapa?"tanya Arian.


"Sayang....."ucap Freya berbalik badan langsung memeluk Arian dengan erat.


"Kamu kenapa ditepi jalan seperti ini sayang?" tanya Arian.


"Tadi taksinya mogok, aku turun dari taksi untuk mencari taksi lain tapi tadi ada seseorang medekapku dari belakang, dia membawa pisau dan hampir menusukku sayang"ucap Freya.


"Masa sih sayang, tadi aku hanya melihatmu sendirian"ucap Arian.


"Beneran sayang, aku takut"ucap Freya.


"Oke, yang penting sekarang ada aku. Tidak akan ada yang berani menyakitimu sayang"ucap Arian.


"Sayang....."ucap Freya.


Arian langsung membopong Freya masuk ke mobilnya. Didalam mobil mereka berciuman berlanjut menanam singkong dikebun Pak Amat. Malam yang dingin dan sepi menjadi suasana yang membuat mereka semakin betah dan membagi indahnya malam itu. Hingga diujung lelah Arian memeluk Freya.


"Sayang pulang ya"ucap Arian.


"Iya sayang, aku kangen Rafka"ucap Freya.


Arian dan Freya pulang ke rumah mereka. Sampai dirumah Arian dan Freya langsung naik ke lantai atas. Mereka masuk ke kamar, Rafka masih mengoceh tersenyum-senyum melihat mainan yang tergantung diatas tempat tidurnya.


"Ca.....ca.......ca......."ucap Rafka.


"Rafka sayang, Mama dah pulang"ucap Freya.


"Papa juga dah pulang nih"ucap Arian.


Arian dan Freya memandangi Rafka buah cinta mereka. Bagi keduanya Rafka adalah hadiah pernikahan mereka yang begitu berharga. Dengan hadirnya Rafka menjadi bukti cinta antara Arian dan Freya.


Arian merangkul Freya dari samping.


"Sayang, Rafka akhir-akhir ini sering menyusu tangannya sendiri"ucap Arian.

__ADS_1


"Iya ya, tapi justru karena menyusu tangannya dia anteng banget"ucap Freya.


"Kemarin Rafka udah miring-miring sayang"ucap Arian.


"Kayanya bakalan cepet tengkurep"ucap Freya.


"Padahal Rafka montok ya, tapi kuat juga miring"ucap Arian.


"Ya walaupun montok, Rafka gesit sayang"ucap Freya.


Arian mencium kepala Freya, dia beruntung memiliki Freya dan Rafka.


"Hidupku bahagia banget sekarang, ada kamu dan Rafka sayang"ucap Arian.


"Aku juga sayang, aku ingin selalu bersamamu dan Rafka"ucap Freya.


Arian langsung membopong Freya ke ranjang merajut cinta. Malam-malam indah yang syahdu itu membuat keduanya menikmati malam panjang meski diselingi iklan Rafka yang ingin menyusu tapi mereka tetap melewati indahnya malam itu bersama hingga tertidur lelap bersama.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mumpung libur Arian dan Freya pergi ke taman bunga untuk jalan santai sekalian rebahan syantik gelar tiker ditaman bunga. Tak lupa Mba TK B juga diajar mana tahu dapat jodoh dadakan. Bekal semur jengkol, perkedel jengkol, sambel jengkol, bakwan jengkol, kerupuk jengkol dan sup jengkol dibawa sebagai bekal yang no absen disetiap Mba TK B berada. Mba TK B membuntuti Arian dan Freya dari belakang sebagai prajurit setia dan mengamankan semua makanan perjengkolan yang dibawa.


"Sayang Rafka seneng banget kita ajak jalan-jalan, senyum terus tuh"ucap Arian.


"Iya sayang, tiap diajak jalan-jalan Rafka pasti seneng begini"ucap Freya.


"Kamu capek gak sayang?"tanya Arian.


"Enggak sayang, justru semangat nih bisa jalan-jalan sama kalian"ucap Freya.


"Kalau capek kita istirahat dibawah pohon gelar tiker juga enak sayang"ucap Arian.


"Iya sayang nanti kita gelar tiker dibawah pohon"ucap Freya.


Tak sengaja Arian dan Freya bertemu dengan Andika.


"Freya"ucap Andika.


"Andika"ucap Freya.


"Anak siapa yang kamu bawa Freya?"tanya Andika.


"Ya anakku sama sayangku Freyalah"ucap Arian.


"Oh jadi kamu beneran hamil Freya?"tanya Andika.


"Iya dong, bahkan kami mau nambah momongan lagi, Freya itu gak mandul justru subur"ucap Arian.


"Aku bicara dengan Freya bukan denganmu"ucap Andika.


"Yang dikatakan Arian itulah yang akan ku katakan padamu"ucap Freya.


"Freya lihat dirimu sekarang, kau seperti pembantu harus mengurus anakmu sendiri, paling tar badanmu rusak nantinya, beda dong sama Maya istriku. Udah cantik, seksi tetap menjaga penampilan"ucap Andika.


"Heran ya, cowok kok mulutnya lemes kaya cewek"ucap Arian.


"Kau bilang apa tadi?"tanya Andika.


"Lemes puas"ucap Freya.


"Miskin? kenalkan aku Arian CEO dari Perusahaan


Mars Group"ucap Arian.


"Apa? gak mungkin"ucap Andika.


"Aku mengundangmu bertamu ke perusahaanku jika kau tak percaya"ucap Arian.


"Aku mana mungkin percaya pada kalian"ucap Andika.


"Sayang ayo gak usah diladeni, mending kita lanjutin jalan-jalan sama Rafka"ucap Freya.


"Iya sayang, suntuk disini pemandangannya membosankan"ucap Arian.


"Ayo Tuan, Nya jangan sampai nih jengkol saya diambil sama dia, baunya harum soalnya"ucap Mba TK B.


"Jengkol? amit-amit kalau aku harus memakannya, itu makanan yang cocok untuk kalian"ucap Andika.


"Udah yuk sayang Rafka udah boring tuh"ucap Arian.


"Yuk"ucap Freya.


Arian, Freya dan Mba TK B meninggalkan Andika begitu saja.


"Hei kalian lihat saja, paling sebentar lagi menggembel dijalan"ucap Andika.


Arian dan Freya tidak menggubris ucapan Andika.


Mereka tetap melanjutkan jalan-jalan melihat berbagai bunga ditaman itu.


"Sayang, kau tidak apa-apa dengan mulut lemes mantan suamimu?"tanya Arian.


"Gak dong sayang, kan ada kamu yang selalu membelaku dan menjagaku"ucap Freya.


"Pasti sayang, aku tidak akan membiarkan siapapun mengejekmu"ucap Arian.


"Sayang kita istirahat dibawah pohon itu"ucap Freya.


"Oke sayang"ucap Arian.


Arian menggelar tikar dibawah pohon itu. Sementara Mba TK B asyik menata makanan serba jengkolnya itu. Awas Mba TK B ditaman banyak orang tar jengkolmu dicomot orang.


Arian langsung berbaring dipangkuan Freya sementara Rafka berbaring disamping Arian.


"Rafka lihat Papa bobo dipangkuan Mama"ucap Arian.


"Ca.....ca.....ca........."ucap Rafka.


"Sayang lihat Rafka seneng banget sampai ngoceh terus"ucap Arian.


"Dia ngelihat daun-daun diatas yang bergerak-gerak kena angin"ucap Freya.


"Senengnya bisa jalan-jalan keluarga"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.

__ADS_1


"Nya Mba boleh jalan-jalan ya"ucap Mba TK B.


"Boleh Mba, tapi hati-hati ya"ucap Freya.


Mba TK B jalan-jalan disekitar taman nyari cogan siapa tahu jodoh. Di dekat taman bunga mawar ada lelaki tampan yang eksis sekali. Mba TK B mendekatinya berharap bisa tukeran handphone sekalian pedekate.


"Mas boleh minta foto?"tanya Mba TK B.


"Boleh, saya spesialis foto Mba"ucap Irwan.


"Kalau gitu ayo kita berfoto"ucap Mba TK B.


"Mba tolong mulutnya ditutup banyak nyamuk tar masuk mulut semua"ucap Irwan.


"Masnya malah kemasukan ulet tuh mulutnya" ucap Mba TK B.


"Oh....saya memang hobi nyemilin ulet ijo mba" ucap Irwan.


"Kalau gitu ayo foto Mas"ucap Mba TK B.


"Siap"ucap Irwan.


"Siap"ucap Mba TK B.


Cekrek........cekrek.........


"Mas makasih ya, namaku Mba TK B"ucap Mba TK B.


"Aku Irwan"ucap Irwan.


"Boleh minta no handphone?"tanya Mba TK B.


"Boleh, siapa tahu Mba butuh jasa saya lagi"ucap Irwan.


"Jasa?"ucap Mba TK B bingung.


"Iya, jangan lupa ya satu foto 20 ribu, tadi dua puluh foto jadi 400 ribu"ucap Irwan.


"400 ribu"ucap Mba TK B.


"Saya ini jasa foto ditaman bunga ini"ucap Irwan.


"Yah kemakan gantengnya, gak tahunya tukang foto keliling"ucap Mba TK B.


"Mau bayar cas atau via atm juga bisa"ucap Irwan


sambil menunjukkan mesin EDC ke Mba TK B.


"Ampun....tukang foto ada mesin begituan juga, kalah gaul dong Mba"ucap Mba TK B.


"Ayo bayar"ucap Irwan.


"Abis deh duitku"ucap Mba TK B.


Makanya Mba TK B lihat-lihat dulu mau nyari pacar, tukang foto disangkanya cogan nganggur. Abis deh duit didompet, padahal dompetnya aja masih kredit sepuluh kali bayar jika ingat. Kasihan.....bunga mawar sih dah tahu Mba TK B bakal kena tipu, tapi mata Mba TK B udah terhipnotis kegantengan Irwan.


"Nyari yang ganteng bikin apes, dompet sampai laper gini, nyari yang ke bapa-bapaan aja"ucap Mba TK B.


Mba TK B mendekati cowok yang ke bapa-bapaan.


"Om sendirian?"tanya Mba TK B.


"Iya sendirian"ucap Pak Dudi.


"Boleh duduk"ucap Mba TK B.


"Boleh"ucap Pak Dudi.


"Saya Mba TK B, masih single"ucap Mba TK B.


"Saya Om Dudi, udah jadi duda"ucap Pak Dudi.


"Duda gak masalah, Nyonya aja dapat Tuan Arian yang duda"batin Mba TK B.


"Hik...hik...hik....saya sedih, anak saya sakit minta dibeliin boneka tapi saya gak punya uang, saya udah mulung kemana-mana sampai jadi tukang sapu ditaman ini juga belum punya duit buat beli boneka"ucap Pak Dudi.


"Boneka bukannya murah ya, beli aja boneka yang 20 ribuan"ucap Mba TK B.


"Bukan itu masalahnya"ucap Pak Dudi.


"Apa masalahnya?"tanya Mba TK B.


"Anak saya ada sebelas"ucap Pak Dudi.


"Apa? anaknya ada sebelas?"ucap Mba TK B kaget.


"Istri saya meninggal saat melahirkan anak kami yang ke dua belas. Istri dan anak kedua belas saya mati barengan. Padahal saya masih ingin punya anak sampai dua puluh"ucap Pak Dudi.


"Apa? dua puluh? itu anak orang atau anak kucing"ucap Mba TK B.


"Habis kalau anak banyakkan ramai, bisa bikin tim sepak bola lagi"ucap Pak Dudi.


"Ogah, pupus sudah harapanku bersama bapak ini"batin Mba TK B.


"Mba TK B boleh pinjam duit, kalau saya gak bisa beli boneka, mereka akan demo dan mogok makan"ucap Pak Dudi.


"Aduh gimana ya"ucap Mba TK B.


"Tadi udah ketipu ini malah jadi iba gini, keluar dari mulut harimau masuk mulut singa"batin Mba TK B.


"Lebih baik saya mati saja, saya tak sanggup melihat mereka menangis dan merengek hik....hik....."icap Pak Dudi.


"Yaudah, butuhnya berapa?"tanya Mba TK B.


"300 ribu"ucap Pak Dudi.


"Yaudah nih"ucap Mba TK B memberikan uang 300 ribu pada orang itu.


"Makasih ya Mba TK B,, mau gak jadi istri saya biar anak saya nambah sebelas lagi"ucap Pak Dudi.


"Ampun.....gak sanggup, cukup sekian wassallam"ucap Mba TK B langsung kabur dari pada jadi emak sebelas anak plus sebelas anak kedepannya.


Mba TK B....Mba TK B semakin kesini makin merugi bukan dapet jodoh malah diporotin terus. Udah pacaran sama bang toyib aja gak pulang-pulang jadi gak bakalan diporotin. Masa mau punya anak dua lusin tar kalau mau makan pada ngantri kaya pembagian sembako gratis.


"Apes banget, dua kali dompetku dikuras, yang tampan dan muda penipu, yang ke bapa-bapaan melankolis tur kere, nyari yang kakek-kakek aja deh kali aja bener"ucap Mba TK B.

__ADS_1


__ADS_2