DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Menjenguk Arian


__ADS_3

Freya membereskan semua barang miliknya ke dalam tas. Dia bersiap untuk pulang. Freya menutup laptop dimeja kerjanya. Tak lama handphonenya berdering, sebuah panggilan telpon dari Arian. Freya langsung mengangkat telpon itu.


"Assalamu'alaikum"ucap Freya.


"Wa'alaikumsallam"ucap Arian.


"Hallo, pria arogan menyebalkan ada apa?"tanya Freya.


"Freya belikan aku bubur ayam ya sekalian kau pulang kerja"ucap Arian.


"Hei siapa kamu ya, main nyuruh aja"ucap Freya.


"Freya kitakan tetangga kontrakan sekaligus teman satu kantor dan musuh bebuyutan jadi tolong belikan aku bubur ayam ya"ucap Arian.


"Beli aja sendiri"ucap Freya.


"Freya, aku sakit beneran bahkan tak sanggup berdiri"ucap Arian.


"Minta tolong sana sama Nindi"ucap Freya.


"Kau cemburu Freya"ucap Arian.


"Ngapain aku harus cemburu padamu, kita ini musuh ya"ucap Freya.


"Oke-oke, Freya yang baik hati belikan aku bubur ayam"ucap Arian.


"Gak mau"ucap Freya.


Freya langsung menutup telponnya. Kemudian dia keluar dari ruangan akunting. Freya berdiri dihalte bus menunggu bus, tiba-tiba Rey berhenti didepan Freya, menurunkan kaca mobilnya.


"Freya ayo naik"ucap Rey.


"Aku naik bus saja"ucap Freya.


"Keburu hujan, naik mobilku aja"ucap Rey.


"Tidak apa-apa"ucap Freya.


"Yasudah, sampai jumpa dikantor besok ya"ucap Rey.


"Iya"ucap Freya.


Mobil Rey meninggalkan halte bus itu. Tak lama bus itu datang. Freya naik ke dalam bus. Didalam bus ada dua anak kecil yang berjualan kerupuk kulit. Freya langsung membelinya dan berbicara pada anak kecil itu.


"Dik masih kecil kok jualan kerupuk kulit, memang orangtuamu kemana?"tanya Freya.


"Orangtua kami sudah meninggal Tante, kalau kami tidak jualan kerupuk kulit lalu kami dapat uang dari mana untuk makan"ucap Zian.

__ADS_1


Freya langsung meneteskan air matanya. Ternyata masalah yang dihadapinya karena ulah Andika belum seberapa dengan masalah kelaparan kedua anak kecil ini jika mereka tidak bekerja.


"Ya Allah, aku sering mengeluh menderita. Ternyata mereka jauh lebih menderita dari pada aku. Aku malu Ya Allah"batin Freya.


"Kalian tinggal dimana?"tanya Freya.


"Alhamdulillah masih ada gubuk peninggalan orangtua kami"ucap Ucup.


"Yasudah, Tante beli semua kerupuk kulitnya"ucap Freya.


"Benarkah?"tanya Zian.


"Iya"tegas Freya.


"Alhamdulillah"ucap Ucup dan Zian.


Freya membeli semua kerupuk kulit itu. Kemudian dia turun dari bus itu.


"Kerupuk kulit ini bisa jadi sampel teman-teman dikantor. Siapa tahu nanti mereka suka dan mau membeli pada dua anak kecil itu"batin Freya.


Freya berjalan sambil membawa satu plastik besar kerupuk kulit. Lalu dia membeli bubur ayam untuk Arian.


                         . ************


Freya berjalan menuju ke kontrakkannya. Dia membawa bubur ayam yang dibelinya untuk Arian. Saat dia sampai dikontrakkan Arian, dia melihat Arian sedang ditemani Nindi dan Susi, kebetulan pintu kontrakkan itu terbuka. Freya langsung menghampiri mereka.


"Nih bubur ayamnya, kalau sudah ada yang mengurus untuk apa nyusahin orang"ucap Freya.


"Aku hanya ikut menjenguk Kak Arian, kasihan dia sakit parah sampai gak bisa bangun"ucap Susi.


"Yasudah, aku sudah menjenguk sekarang sebagai tetangga sampingnya, jadi tidak usah berlama-lama disini"ucap Freya.


"Freya jangan pergi, kitakan sahabat sejati"ucap Arian.


"Arian kita tak seakrab itu"ucap Freya.


Arian bangun menghampirinya.


"Freya makasih ya bubur ayamnya, aku pasti akan memakannya"ucap Arian.


"Oke, aku mau balik ke kontrakkan"ucap Freya.


Freya meninggalkan Arian menuju ke kontrakkannya. Dia sedikit jeles melihat Arian bersama Nindi.


"Dasar playboy"ucap Freya berdiri didepan ruang depan kontrakkannya.


"Ngapain sih aku kesel, biarin aja playboy kaya dia diintilin ulet bulu kaya Nindi"ucap Freya.

__ADS_1


Freya masuk ke toilet mandi dan berganti pakaian.


Pukul 1 malam


Arian mengetuk-ngetuk pintu kontrakkan Freya.


Tuk....tuk.....tuk......tuk.......


Freya membuka pintu kontrakkanya.


"Arian ngapain malam-malam mengetuk pintu kontrakkanku?"tanya Freya.


"Freya tubuhku semakin tidak enak"ucap Arian tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya dilantai.


"Arian....Arian......."ucap Freya.


Freya langsung meminta tolong tetangga kontrakkan lainnya. Arian akhirnya dibawa kerumah sakit. Freya, Nindi, Susi dan teman kontrakkan lainnya menungguinya diruangan rawat inap itu.


"Kak Freya kalau kau mau pulang silahkan, biar Nindi yang menjaga Kak Arian"ucap Nindi.


"Huh........"ucap Teman-teman lainnya.


"Kalian sirik ya, cinta Nindi tulus dan murni untuk Kak Arian"ucap Nindi.


"Nin jangan ganjen dulu, kasihan Kak Arian sakit"ucap Susi.


"Berhenti dulu apa tebar pesonanya, tebar duit sih enak. Mumpung tanggal tua nih"ucap Dadang.


"Atau bagi-bagi sembako gratis kek, biar aku gak usah nebeng makan sama Dadang mulu"ucap Nurdin.


"Maunya? hanya Kak Arian yang boleh mendapatkan semua fasilitas baik material maupun non material dari Nindi"ucap Nindi.


"Huh........."ucap Teman-teman lainnya.


Tak lama datang keluarga Arian. Ibu Ruri datang ke ruangan itu.


"Arian....."ucap Ibu Ruri menghampiri Arian diranjang.


"Bu, Ariannya sedang istirahat. Dia belum sadar dari tadi"ucap Freya.


"Siapa ya kamu?"tanya Ibu Ruri.


"Saya Nindi teman dekat Kak Arian"ucap Nindi menyerobot Freya duluan untuk berkenalan.


"Teman dekat? Arian sudah punya calon kok jadi jaga jarak ya"ucap Ibu Ruri.


"Yah....padahal Nindi kriteria paling higenis dan terjamin mutu dan gizinya"ucap Nindi.

__ADS_1


"Huh......"ucap Teman-teman lainnya.


Akhirnya Freya dan tetangga kontrakkan itu keluar dari ruang rawat inap itu. Mereka pulang kekontrakkannya.


__ADS_2