DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Mati Bersama Elang


__ADS_3

Freya berbaring diranjang kamar itu. Ruangan kamar itu begitu mewah dan rapi. Saat dia terbangun dia sudah tidak bersama tukang cimol lagi, bukan Elang maksudnya. Dia melihat ke sekeliling ruangan kamar itu.


"Ya Allah aku ada dimana?"ucap Freya yang baru sadar.


Freya coba mengingat kejadian sebelumnya.


"Ini pasti perbuatan Elang, dia membawaku kesini"ucap Freya.


Tak lama Elang masuk ke kamar itu. Dia menghampiri Freya dan duduk disampingnya.


"Freya kau sudah bangun sayang?"tanya Elang.


"Elang lepaskan aku"ucap Freya.


"Aku tak akan melepaskanmu dari gengamanku" ucap Arian.


"Kenapa harus begini?"tanya Freya.


"Karena akuĀ  ingin bersamamu seperti dulu lagi"ucap Elang.


"Kita tidak mungkin bersamanya lagi"ucap ucapan Freya.


"Aku tidak peduli, yang pasti kau harus jadi milikku lagi"ucap Elang.


Elang hanya ingin Freya kembali jadi miliknya. Dia tidak peduli mau Freya sudah punya suami atau tidak. Dia akan tetap berusaha membuat Freya jadi miliknya.


"Freya kau masih suka es krim?"tanya Elang.


"Masih, terus kenapa?"tanya Freya.


"Jadi kangen saat kita jalan-jalan ditaman"ucap Elang.


"Elang aku ingat itu tapi sekarang semua sudah berubah"ucap Freya.


"Dulu kita sering naik sepeda saat berangkat dan pulang sekolah"ucap Elang.


Nostalgiaan cara Elang supaya Freya luluh lantah. Tapi Freya sudah punya Arian dan Rafka, percuma Elang merayu dengan segala cara. Hati Freya tak akan goyah.


"Dulu saat SMA kita udah pacaran, dan pede banget buat nikah"ucap Elang


"Tapi ayahmu tidak merestui hubungan kita dan mengancamku"ucap Freya.


"Kau tahu Freya, dari dulu aku tak pernah mundur untuk memperjuangkanmu, baik saat SMA maupun sekarang"ucap Elang.


"Elang aku tidak ingin kau kecewa ku mohon biarkan aku bersama keluargaku"ucap Freya.


"Tidak, tidak bisa Freya, kita akan mati bersama jika kau tidak jadi milikku"ucap Elang.


"Elang jangan mengulangi kesalahanmu lagi"ucap Freya.


"Aku tidak peduli Freya"ucap Elang sambil berdiri dan meninggalkan Freya dari ruangan itu.


Aku rasa Elang sudah melanggar UUD karena memaksakan kehendak pada Freya, untung gak maksa jualan onde-onde dipasar gembrong. Pasti gak laku lha wong dilockdown yang beli paling lalet ama kecoak yang minta gratisan gak bayar tapi nyolek sering bikin rugi.


"Elang kau tidak pernah berubah"ucap Freya.


Flash Back


Elang dan Freya pulang sekolah naik sepeda, sebentar lagi kelulusan SMA. Saat itu hari membahagiakan untuk mereka karena mereka ingin memberitahu pada orangtua Elang agar mereka bisa nikah muda. Elang mengayuh sepedanya sampai dirumah besarnya. Mereka turun dari sepeda, Freya terdiam memandangi rumah itu.


"Ayo Freya kita masuk"ucap Elang.


"Tapi Elang apa Daddymu gak akan marah nanti?"tanya Freya.


"Gak usah dipikirkan yang penting kita dapat restu"ucap Elang.

__ADS_1


"Oke deh"ucap Freya.


Elang dan Freya masuk ke dalam ruangan tamu. Kebetulan Daddynya Elang ada diruangan tamu itu.


"Siang Dad"ucap Elang.


"Siang"ucap Daddy Antony.


"Dad kenalkan ini Freya pacar Elang"ucap Elang sedikit takut saat memperkenalkan Freya pada Daddynya.


"Pacar? Daddy menyekolahkanmu untuk sekolah bukan pacaran"ucap Daddy Antony.


"Tapi Daddy aku sudah mau lulus SMA"ucap Elang.


"Nyari duit belum bisa, sok punya pacar"ucap Daddy Antony.


"Dad aku ingin menikah dengan Freya, setelah lulus SMA"ucap Elang.


"Gak bisa, kau harus kuliah keluar negeri. Lagi pula Freya gak selevel dengan keluarga kita"ucap Daddy Antonny.


"Dad, aku sangat mencintai Freya, aku janji akan tetap kuliah keluar negeri setelah menikah"ucap Elang.


"Elang keluarga kita ini keluarga terpandang, Freya tidak cocok untukmu. Dia hanya anak yatim piatu yang hanya akan membuatmu miskin"ucap Daddy Antony.


"Dari mana Daddy tahu soal Freya?"tanya Elang.


"Itu urusan Daddy, yang jelas tinggalkan Freya kalau kau masih ingin jadi bagian keluarga ini"ucap Daddy Antony.


"Gak akan, aku akan tetap bersama Freya"ucap Elang.


"Kalau begitu tanggung akibatnya"ucap Daddy Antony.


"Pengawal pisahkan mereka"ucap Daddy Anton memanggil pengawalnya.


Elang langsung berlari mengajak Freya kabur dari rumahnya. Mereka berlari sejauh mungkin dari kejaran pengawal Daddy Antony. Inget lari terus pasti capek tempel koyok dulu biar semangat larinya. Setelah berhari-hari kabur, sampai gak mandi dan berganti pakaian udah kaya gembel di jalan nunggu nasi sisaan ditempat sampah buat makan ayam, jangan salahfaham. Maklum harga pakan ayam mahal.


"Elang ayo kita pulang"ucap Freya.


"Freya kita sudah lari sejauh ini, kita harus menikah"ucap Elang.


"Tapi Elang ini terlalu dipaksakan, aku juga masih punya Fina menungguku dirumah"ucap Freya.


"Gak bisa kau harus tetap bersamaku sampai mati"ucap Elang.


"Elang kita tidak mungkin seperti ini terus, kita harus kembali"ucap Freya.


"Tidak bisa, kita harus menikah"ucap Elang.


"Elang kita menikah setelah mendapat restu"ucap Freya.


"Jangan-jangan kau tidak serius denganku"ucap Elang.


"Enggak, aku serius hanya cara seperti tidak benar"ucap Freya.


"Kamu sudah mulai berubah Freya, kita harus menikah"ucap Elang.


"Aku gak berubah cuma ini salah"ucap Freya.


Plaaaaak..........


Elang menampar Freya lalu mendorong Freya hingga terjatuh.


"Elang kenapa kau kasar?"tanya Freya.


"Karena aku tak ingin berpisah denganmu"ucap Elang.

__ADS_1


Aduh main tampar, aku rasa tangannya Elang mulai mengandung cabai jadi panas, bisa langka juga nih cabai. Kasihan ibu-ibu kalau tahu cabai langka juga.


"Elang biarkan aku pulang, aku rindu Fina"ucap Freya.


"Gak boleh, kau harus bersamaku kita akan hidup bersama selamanya"ucap Elang.


"Gak seperti ini Elang, aku ingin pulang"ucap Freya.


"Kau tidak boleh pulang, kita harus mati bersama"ucap Elang.


"Tidak, aku tidak mau mati, Fina menungguku" ucap Freya.


Elang menyiram tubuhnya dan Freya dengan bensin lalu hendak menyalakan korek api.


Lah ini kok kaya bom bunuh diri bedanya ini pakai api dan bensin. Cinta monyet berujung kematian, kasihan monyet kesepian kalau gak ada yang cinta sama monyet.


"Elang hentikan, kita bisa mati bersama"ucap Freya.


"Aku gak peduli yang penting kita mati bersama membawa cinta kita"ucap Elang.


"Aku gak mau mati sia-sia"ucap Freya.


"Apa kau bilang? kau mengkhianatiku"ucap Elang.


Dug...........


Elang menendang Freya dengan kakinya.


"Aw.........sakit Elang"ucap Freya.


"Makanya kau harus menurut apa kataku"ucap Elang yang berdiri didepan Freya.


"Tidak, aku tidak ingin mati. Kasihan Fina, aku ingin pulang"ucap Freya.


Elang kembali menendang tubuh Freya dengan kakinya.


Dug..........


"Aw ........sakit Elang"ucap Freya.


"Itu karena kau berpikir untuk meninggalkanku"ucap Freya.


.


"Aku tidak peduli, aku ingin pergi darimu"ucap Freya.


"Gak bisa kita akan mati bersama, biar tidak ada yang memisahkan kita lagi"ucap Elang.


"Kau gila"ucap Freya.


"Kau bilang apa?"ucap Elang.


"Kau gila"ucap Freya.


Elang langsung menarik rambut Freya hingga kesakitan.


"Sakit Elang"ucap Freya.


"Kau mulai berani membuatku marah"ucap Elang.


"Aku ingin pulang"ucap Freya.


"Tidak akan, kau akan menjadi pengantinku sampai mati"ucap Elang.


Tak lama Elang benar-benar menyalakan korek api lalu Freya mendorongnya hingga Elang terjatuh dan apinya menyambar ketubuhnya. Freya langsung berlari kabur dari tempat itu. Semenjak itu, dia pergi meninggalkan Elang. Dia dan Fina pergi keluar kota dan menetap disana agar Elang tak bisa menemukannya.

__ADS_1


Bahaya juga kalau ketemu Elang tar ngajak mati lagi. Kawin belum mati iya, sorry bang gak mau jadi pocong perawan tar gentayangan penasaran ngajak orang kawin lari kasihankan pocong gak bila lari bisanya loncat.


.


__ADS_2