DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Devan Ulang Tahun Berdarah


__ADS_3

"Aduh gimana ya? jadi khawatir sama Gista. Sebenarnya suaminya Gista kerap menyiksa Gista"ucap Rara.


"Apa? tega sekali suaminya"tanya Pia.


Pia terkejut, dia tak menyangka suami Gista begitu tega menyiksa istrinya padahal Pia tahu Gista wanita yang baik dan pekerja keras


"Gista melarangku memberintahu siapapun"ucap Rara.


"Iya sih, tapi kalau dibiarin bisa-bisa Gista dibunuh suaminya juga, kaya berita di tv yang ku tonton kemarin"ucap Pia.


"Ih.....merinding aku jadinya. Gimana kalau Gista dibun......"ucap Rara.


"Aku jadi ikut parno nih"ucap Pia.


Mereka berdua sampai berpikir yang aneh-aneh.


"Jangan-jangan Gista dimutilasi lalu dikarungin lalu dibuang ke kali hik...hik..."ucap Rara.


"Atau dibakar hidup-hidup kemudian di pendem di belakang rumah hik....hik...."ucap Pia.


Mereka berdua terus memikirkan hal buruk yang terjadi pada Gista. Dalam pikiran mereka suaminya Gista mungkin saja melakukan apapun pada Gista hingga membuatnya meninggal.


"Gimana kalau Gista meninggal lalu menghantui kita karena kita tidak bisa membantu dia"ucap Pia.


"Kemudian kita digentayangin setiap malam sampai gak bisa tidur"ucap Rara.


Pia dan Rara membayangkan apa yang akan terjadi apabila Gista meninggal.


"Haaa.....haaaa......haaa....hi....hi...hi........


Raraaaa......Piaaaa........Raraaa......Piaaaaa.......


hi....hi...hi......"ucap Hantu Gista mendatangi Pia dan Rara saat lembur sampai malam.


"Ampun.....ampun.....Gista, kitakan sahabat kasih diskon dihantuinnya biar gak serem"ucap Rara.


"Baruuuuu gajiiiiiaaaan gaaak adaaa diskooon" ucap Hantu Gista.


"Kalau gitu harga sahabat aja"ucap Pia.


"Sahaaabaat koook akuuuu disiksaaa gaaak aaadaaa yaaang nooolooonginnn"ucap Hantu Gista.


"Kamu gak chatting aku dulu sebelum mati, padahal aku mau bayar hutang bakwan sama tahu isi"ucap Pia.


"Aku juga belum balikin pencabut bulu ketek yang aku pinjem darimu"ucap Rara.


"Kaliian haaaruuus maaatiii jugaa temeeniiiin aaakuuuu hi...hi...hi...."ucap Hantu Gista.


"Aaaaaa............"ucap Rara dan Pia dikejar-kejar hantu Gista bawa sapu dan gayung boleh minjem dari tukang perabot.

__ADS_1


Rara dan Gista terbangun dari lamunan mereka.


"Gimana kalau kaya gitu?"ucap Rara.


"Biasanya difilm hantu kaya gitu"ucap Pia.


"Apa kita bilang saja ma Presdir"ucap Rara.


"Tapi gimana kalau kita dibilang julid, netizen dan ember"ucap Pia.


"Kalau gitu, besok kalau Gista belum masuk kerja juga kita jenguk ya"ucap Rara.


"Setuju"ucap Pia.


*************


Malam itu Azura menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Devan ditaman bunga. Dia ingin berusaha mengejar cinta Devan. Azura yakin Devan akan luluh dengan kejutannya itu. Kue, bunga dan makan malam romantis disiapkannya.


"Semua sudah siap tinggal menunggu Mas Devan datang kesini"ucap Azura.


Azura mengambil handphonenya di tasnya lalu menelpon Devan.


"Assalamu'alaikum"ucap Azura.


"Wa'akaikumsallam"ucap Devan.


"Mas udah pulang?"tanya Azura.


"Tapi Mas akan kesinikan?"tanya Azura memastikan.


"Insya Allah"ucap Devan.


"Aku tunggu ya Mas"ucap Azura.


"Iya"ucap Devan singkat.


Azura menutup telponnya selesai bicara dengan Devan. Kemudian dia duduk di kursi menunggu Devan. Azura terus tersenyum menunggu Devan.


Waktu semakin malam, sudah jam 9 malam tapi Devan belum kunjung datang. Azura sampai bolak balik dan mencoba menelpon Devan tapi handphonenya tidak aktif.


"Mas Devan susah dihubungi, gak aktif lagi"ucap Azura.


"Apa Mas Devan akan datang?"ucap Azura tidak yakin Devan akan datang semalam itu.


Azura duduk sendirian dikursi itu. Dia mencemaskan kedatangan Devan.


************


Devan tidur di kursi kerjanya. Sudah malam dia belum pulang. Dia ketiduran karena lelah mengerjakan pekerjaannya dikantor. Devan bermimpi bertemu Azura, dia begitu senang bisa bertemu dengannya.

__ADS_1


Devan melihat Azura sedang memetik bunga di taman, Devan menghampirinya lalu memeluk Azura dari belakang.


"Azura aku rindu padamu, rinduuuu sekali"ucap Devan.


"Aku juga rindu padamu Mas Devan"ucap Azura.


"Aku ingin sekali menciummu"ucap Devan.


"Ciumlah aku Mas Devan"ucap Azura.


Devan tak ragu mencium Azura, dia meluapkan semua kerinduaannya.


"Rasanya manis"ucap Devan seusai mencium Azura.


"Cium aku lagi Mas"ucap Azura.


Devan mencium Azura lalu melakukan hal romantis dengan Azura di taman bunga itu.


Dia melakukan semua yang dia inginkan pada Azura.


Tiba-tiba Devan terbangun dari mimpinya.


"Ternyata hanya mimpi, tapi indah sekali. Seandainya aku bisa melakukannya dengan Azura"ucap Devan.


"Azura aku ingin sekali menyentuhmu dan melakukannya setiap hari tapi.....hik...hik...hik..." ucap Devan sambil menangis.


"Rasanya sakit saat aku hanya bisa melihatmu saja tanpa bisa menyentuhnya, sakit sekali hik....hik....."ucap Devan.


Devan merasa sangat terluka memiliki istri tapi dia tidak bisa menyentuhnya. Devan melakukan semua ini demi kebaikan Azura.


Devan baru ingat janjinya pada Azura karena tadi ketiduran. Dia mengambil handphonenya tapi lobet. Akhirnya Devan melihat jam dinding diruangan kerjanya.


"Sudah jam 11 malam, Azura pasti menungguku di taman bunga"ucap Devan.


Devan langsung berdiri lalu berjalan keluar dari ruangannya. Dia berlari keluar dari perusahaannya. Devan langsung naik ke mobilnya kemudian mengendarainya keluar dari area perusahaannya. Dia mengendarai mobilnya menuju taman bunga. Devan mengendarai mobilnya sekencang mungkin. Dia terus melihat ke arah jam dimobilnya. Hingga sampai ke taman bunga itu sudah sangat malam. Jam 12 malam Devan baru sampai taman bunga itu. Devan memasuki taman bunga itu mencari Azura. Dia melihat semua hal yang sudah disiapkan untuknya.


"Terimakasih Azura, aku bahagia sekali mendapatkan semua ini"ucap Devan.


Devan menghampiri meja yang sudah disiapkan Azura. Dimeja itu sudah ada kue dan bunga.


"Azura sampai melakukan hal seperti ini untukku"ucap Devan.


Devan mencari keberadaan Azura tapi tidak ada. Dia mencari di taman bunga tapi juga tidak ada. Akhirnya Devan keluar dari taman bunga, dia melihat Azura sedang menyeberang jalan. Devan langsung menghampirinya tapi ternyata karena Azura sedang melamun dia lupa sedang menyebrang. Dari arah kanan sebuah mobil hendak menabrak Azura tapi justru Devan yang tertabrak hingga terpental karena dia mendorong Azura.


"Mas Devaaaan.....an.......an........."teriak Azura.


Tubuh Devan terpental hingga jatuh ditengah jalan lalu tak sengaja tertabrak lagi mobil lain.


Dug...............

__ADS_1


Tubuh Devan dipenuhi luka dan darah. Azura hanya terdiam mematung. Dia tak percaya menyaksikan peristiwa menakutkan itu. Seperti mimpi melihat Devan terbaring di tengah jalan dipenuhi luka dan darah. Azura tak berkutik seperti orang yang sedang kosong dan hampa. Seakan dia tak bisa bergerak dan tubuhnya tak bertenaga melihat semua itu. Azura langsung pingsan ditepi jalan itu. Dia tidak ingat apapun serasa sedang tidur dan apa yang terjadi hanya sebuah mimpi.


"Mas Devaaaaan................"ucap Azura terbangun dari pingsannya.


__ADS_2