
Bluuuug.......
Nathan terjatuh ke bawah, tepat di area parkir mobil. Beberapa orang melihat peristiwa itu langsung berteriak histeris. Gista menengok ke bawah, melihat kepala Nathan berdarah dan dia kejang-kejang. Seketika Gista berlari turun ke bawah. Dia memuruni tangga demi tangga, pikiirannya yang kalut tidak sempat berpikir untuk naik lift agar lebih mudah sampai bawa. Dia berlari hingga keluar rumah sakit. Terlihat petugas medis menghampirinya dan membawa masuk ke dalam rumah sakit. Nathan dibawa ke UGD, tak lama tim medis membawanya ke ruang opesrasi. Gista menunggu diluar ruang operasi dengan cemas. Dia terus menangis.
Dua jam berlalu, Dokter keluar dari ruang operasi.
Dia berbicara pada Gista. Nathan mengalami beberapa kerusakan pada syaraf diotaknya hingga menyebabkan kelumpuhan pada beberapa syaraf geraknya. Nathan akan mengalami kebutaan, lumpuh pada kaki dan tangannya. Gista menangis mendengar apa yang terjadi Nathan. Bayangan kebahagiaan akan pernikahan menjadi mimpi buruk yang akan dilaluinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Rafka dan Azura sampai disebuah villa yang disewa Rafka. Villa itu berada didaerah perbukitan dengan pemandangan yang indah. Sampai ditempat itu. Rafka mengajak Azura melihat indahnya alam dari atas bukit. Mereka duduk dikursi sambil melihat awas-awan yang menutupi perbukitan itu. Sinar matahari mulai terbenam dan langit mulai berwarna kemerahan dan orange.
"Sayang, indah ya sore ini" ucap Rafka.
"Iya Mas, indah sekali" ucap Azura.
Pelayan mengantarkan minuman hangat khas pegunungan seperti teh jahe madu, kopi susu jahe, bandrex, bajigur, dan susu jahe. Rafka dan Azura memilih teh jahe madu dan kopi susu jahe.
Tak lupa beberapa camilan seperti gorengan pisang, bakwan, tempe goreng, ubi goreng tepung, singkong keju, dan camilan lainnya.
Rafka dan Azura menikmati keindahan langit sore hari ditemani minuman hangat dan camilan.
"Pisang gorengnya enak sayang, manis" ucap Rafka memberi komentar pada pisang goreng yang dimakannya.
"Aku lebih suka ubi goreng tepungnya, manis dan pulen" ucap Azura.
"Tapi semuanya enak, mungkin karena makannya sambil ditemani orang tercinta dan melihat pemandangan yang indah" ucap Rafka.
"Mas makin pinter merayu" ucap Azura menyentuh pipi Rafka.
"Selama honeymoon aku akan merayu kamu terus sayang" ucap Rafka.
Azura tersenyum dengan perkataan Rafka. Dia senang suaminya mulai pinter merayu untuknya.
Rafka berdiri mengajak Azura berdiri ditepi pagar pembatas. Dia memeluk Azura dari belakang tubuhnya.
"I Love You sayang" ucap Rafka berbisik ditelinga Azura.
"I Love You Too Mas" ucap Azura.
Setelah puas lihat pemandangan sore hari. Rafka mengajak Azura kembali ke villa. Rafka terus menempel pada Azura yang sedang duduk dikarpet sambil menonton televisi.
"Mas kita kaya kembar siam nih" ucap Azura.
__ADS_1
"Pokoknya kita akan berduaan terus sampai pagi sayang" ucap Rafka yang memeluk Azura.
"Kalau gitu aku mau ngasih kamu hadiah" ucap Azura.
"Hadiah apa sayang?" tanya Rafka.
"Tunggu disini dan tutup mata ya Mas" ucap Azura.
Azura membuka lemari dan berganti pakaian, dia juga berdandar menor. Azura kembali menghampiri Rafka.
"Sekarang Mas boleh buka mata" ucap Azura.
Rafka terkesima melihat Azura begitu cantik dan menggoda. Azura mengenakan pakaian seksi. Keinginan Rafka muncul seiring matanya yang terpesona. Rafka mendekati Azura.
"Aku tidak akan melepasmu sedikitpun sayang" ucap Rafka berbisik ditelinga Azura.
"Aku siap membuatmu tersenyum semalaman Mas" ucap Azura.
Rafka memanfaatkan kesempatan berduaan ini. Dia langsung melalukan hal romantis itu dengan Azura. Mumpung sikembar gak ada, tak ada yang akan mengganggu jalannya cinta malam itu. Suara musik yang diputar syahdu dan ranjang yang empuk membuat mereka betah dan terus mengulangnya. Hingga harus berhenti sejenak untuk mandi dan sholat. Mereka mengaji bersama. Usai sholat Isya kembali disambung lagi. Rafka dan Azura benar-benar merasakan indahnya honeymoon ini. Penyatuan cinta yang begitu mesra itu berlangsung hingga pukul tiga. Barulah mereka berhenti dan beristirahat.
"Makasih sayang atas hadiahnya" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Azura.
Rafka memeluk Azura dalam dekapannya. Mereka langsung tertidur secara bersamaan. Malam itu menjadi malam yang manis untuk mereka berdua.
Satu Bulan Kemudian
Gista dan Nathan menikah di gedung Gold Silver.
Meskipun sekarang Nathan cacat, tapi Gista dan Nathan sudah menyebar undangan pernikahan. Mereka tetap menikah, karena Gista bersedia.
Pernikahan itu cukup megah dan mewah. Nuansa
putih menghiasi pelaminan dan seluruh dekorasi diruangan resepsi itu. Gista berdiri dan Nathan duduk dikursi roda. Mereka menyalami tamu undangan. Rafka dan Azura datang ke acara pernikahan Gista dan Nathan. Mereka naik ke pelaminan bersama Biru dan Jingga.
"Gista, Nathan, selamat ya atas pernikahan kalian, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah" ucap Rafka.
"Dan juga semoga menjadi keluarga yang bahagia" ucap Azura.
"Iya Mas, Azura, makasih" ucap Gista.
"Terimakasih Rafka, Azura" ucap Nathan.
__ADS_1
"Sama-sama" ucap Rafka dan Azura.
"Om, Tante, selamat ya" ucap Biru dan Jingga.
Gista memeluk kedua anak kembar itu.
"Terimakasih Biru, Jingga, kalian lucu banget" ucap Gista.
"Iya Tante" ucap Biru dan Jingga.
Cup
Biru dan Jingga mencium pipi Gista secara bersamaan. Gista membalas ciuman mereka dengan mencium pipi kedua anak kembar itu.
Cup
Cup
"Kalian anak yang pintar dan baik, tante sayang kalian" ucap Gista.
"Kami juga sayang Tante" ucap Biru dan Jingga.
Gista melihat kedua anak kembar Rafka dan Azura. Jika seandainya dia tidak mandul, mungkin dia juga udah memiliki anak.
Rafka dan Azura membawa kedua anak kembar mereka turun dari pelaminan. Mereka menikmati hidangan di acara resepsi itu. Pasha juga hadir di acara pernikahan itu. Dia hanya melihat Gista dari kejauhan. Tak lama Pasha meninggal tempat itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Acara resepsi itu selesai Gista dan Nathan kembali ke rumah Gista bersama Alifa. Gista menemani Alifa sampai tidur. Lalu masuk ke kamar. Dia membantu Nathan mandi dan berganti pakaian. Gista meminta bantuan sekuritinya untuk mengangkat Nathan berbaring diranjang. Setelah itu dia tidur disamping Nathan.
"Sayang ini malam pertama kita, tapi aku tidak bisa melakukan tugasku sebagai suami, aku minta maaf" ucap Nathan.
"Gak papa Mas, aku bisa mengerti keadaanmu" ucap Gista.
Gista memeluk Nathan dengan erat.
"Sayang jika kau ingin, lakukanlah" ucap Nathan.
"Apa Mas tidak apa-apa?" tanya Gista.
Nathan hanya mencium kepala Gista yang berada didekat bahunya. Gista memulainya. Dia mencium Nathan. Malam itu Gista melakukan hal romantis itu pada Nathan yang hanya bisa berbaring karena kaki dan tangannya lumpuh. Gista berusaha keras untuk membuat malam itu indah untuk mereka berdua. Setelah lelah Gista berbaring memeluk Nathan.
"Kau lelah ya sayang?" tanya Nathan.
__ADS_1
"Iya Mas, tapi aku bahagia bisa bersamamu" ucap Gista.
"Aku jadi ingat saat malam pertamaku dengan Mas Rafka, mungkin seperti ini rasanya. Mas Rafka berusaha membuatku menikmati malam pertama kita walaupun aku tak bisa berbuat apapun. Tapi Mas Rafka tidak mengeluh" batin Gista.