DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Sadar


__ADS_3

Azura segera pergi ke rumah sakit yang dimaksud. Dia berlari dilorong rumah sakit menunju ruang ICU. Disana terbaring suaminya yang sedang koma. Azura menghampiri Rafka.


Dia meraba muka suaminya. Rasa rindunya sedikit terbayar saat bertemu dengannya walaupun kondisinya koma. Azura memeluk Rafka yang masih terbaring dengan berbagai alat penunjang hidup. Sudah satu bulan lebih dia koma. Benturan dikepalanya membuat cidera pada sarafnya.


"Mas bangun...bangun Mas" pinta Azura sambil menangis. Air matanya terus menetes tak bisa terbendung. Rasanya seperti senang tapi sedih. Senang karena bisa bertemu suami yang dirindukannya. Sedih karena Rafka koma.


"Aku dan anak-anak merindukanmu Mas, Papi, Mami, Luna dan Radit juga memerindukanmu hik hik hik...Mas aku selalu berharap kita akan bertemu lagi, alhamdulillah Allah menjawab semua doaku" ucap Azura.


Azura terus menangis. Dia tak bisa berbohong kalau saat ini mengkhawatirkannya. Tangan Rafka mulai bergerak. Azura melihat pergerakkan itu. Dia kembali memanggil Rafka.


"Mas....Mas....bangun. Ini aku Mas istrimu. Bangun Mas..." Azura berusaha membangunkan Rafka dengan memanggilnya terus.


Azura melepas masker oksigen, dia mendekati bibir Rafka dan menciumnya. Ciuman itu membuat Rafka tersadar, matanya mulai terbuka melihat Azura menciumnya. Rafka membalas ciuman itu. Sontak Azura terkejut suaminya membalas ciumannya. Merekapun berciuman mesra.


"Mas Rafka kau membuatku takut setengah mati, aku takut tidak bisa bertemu denganmu lagi" ucap Azura seusai berciuman.


"Sayang kangen" ucap Rafka.


Rafka melepas alat-alat yang menempel ditubuhnya, dia bangun dan menarik tubuh Azura hingga berbaring diranjang. Dia mendekati wajah Azura dan menatap matanya.


"Mas mau apa?" tanya Azura yang malu.


"Mau kamu" ucap Rafka.


"Ha ha ha" Azura tertawa. Suaminya yang baru sadar meminta hal yang aneh.


"Sayang aku kangen" ucap Rafka.


"Mas dicek dulu ya kondisinya sama Dokter, baru kita kangen-kangenan" ucap Azura.


"Baiklah" ucap Rafka.


Azura beranjak dari ranjang, dia memanggil Dokter yang menangani Rafka. Tak lama Dokter datang dan memeriksa Rafka. Setelah itu dia berbicara dengan Azura.


"Semuanya baik, tinggal pemulihannya saja" ucap Dokter.


"Baik, terimakasih Dok" ucap Azura.


Dokter keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba Rafka berjalan dan mengunci ruangan itu.


"Mas jangan nakal, ini rumah sakit" ucap Azura.

__ADS_1


Rafka menghampiri Azura dan menjatuhkannya diranjang. Dia membelai wajah Azura. Wajah cantik jelita yang selalu membuat Rafka jatuh cinta saat melihatnya.


"Sayang boleh ya" ucap Rafka.


Azura hanya mengangguk. Rafka pun mulai melakukan keinginannya. Meski baru sadar tapi tenaganya cukup kuat. Satu bulan koma membuatnya rindu pada istrinya. Mereka berdua meluapkan rasa cinta dan rindu dalam keromantisan yang hanya mereka berdua yang tahu. Kita baca saja jangan membayangkan takut pocong dan kunti juga ingin, padahal pocong diiket dari atas sampai bawah. Sabar kalian akan berjodoh dialam lain kalau amal kalian banyak tapi kalau gak? masuk neraka yang terimalah kalau kalian tak bisa juga.


Satu...dua...tiga...kali mereka melakukan hal romantis itu. Tapi karena Rafka baru sadar, Azura minta untuk menyudahi lebih awal. Mereka berbaring diranjang. Rafka memeluk istrinya.


"Sayang rambutmu semakin panjang, terakhir aku lihat baru dibawah bahu" ucap Rafka.


"Aku memakai sampoo untuk memanjangkan rambut Mas, apa Mas gak suka? biar ku potong nanti" ucap Azura.


"Justru Mas suka, kamu semakin cantik dengan rambut panjangmu" ucap Rafka.


"Mas, satu bulan yang lalu apa yang terjadi?" tanya Azura. Dia ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya hingga dia koma.


"Aku dibegal sayang, mereka memukul kepala ku dengan balok kayu lalu menghajarku hingga aku...." ucap Rafka.


Azura langsung menangis mendengar cerita dari suaminya itu. Pantas saja saat itu dia cemas bukan main. Ternyata karena suaminya dalam bahaya.


"Mas..." Azura memeluk Rafka erat. Dia kasihan dengan suaminya.


"Alhamdulillah sekarang aku bisa bertemu denganmu sayang" ucap Rafka.


"Mas ada orang yang mau masuk" ucap Azura sambil melepas pelukannya. Dia melihat ke arah pintu.


"Iya sayang" ucak Rafka.


Rafka dan Azura merapikan kembali pakaian mereka. Rafka kembali berbaring diranjang sedangkan Azura membuka pintu. Seorang wanita cantik berpakaian rapi.


"Maaf ada perlu apa ya?" tanya Azura.


"Nona siapa? kenapa ada diruangan Damar" ucap Selly.


Mereka berdua kebingungan. Masing-masing penuh tanya. Mereka saling bertatapan. Baik Azura maupun Selly mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


"Aku Azura, istri Mas Rafka" ucap Azura.


"Rafka?" Selly terkejut saat wanita didepannya menyebut nama lelaki yang berbaring itu Rafka.


"Iya, lelaki yang berbaring diranjang itu suamiku, Mas Rafka" ucap Azura.

__ADS_1


"Oh, aku Selly. Satu bulan lalu aku yang mengantarkan suamimu ke rumah sakit" ucap Selly menjelaskan.


"Terimakasih ya Selly sudah menolong suami saya" ucap Azura.


"Iya, sama-sama" ucap Selly.


"Mari masuk" ucap Azura.


Selly mengangguk. Dia masuk ke dalam bersama Azura. Mereka menghampiri Rafka.


"Mas Rafka sudah sadar?" tanya Selly pada Azura.


"Iya tadi baru saja sadar" ucap Azura.


"Kekuatan cinta memang berbeda" batin Selly.


Azura memperkenalkan Selly pada Rafka. Mereka berbincang-bincang seputar kejadian satu bulan lalu. Dimana saat malam itu Selly sedang berangkat kerja, dia melihat Rafka tergeletak dijalan. Selly langsung membawanya ke rumah sakit.


"Selly terimakasih atas semua pertolonganmu" ucap Rafka.


"Iya sama-sama" ucap Selly.


"Oya Selly memangnya kau kerja apa? semalam itu baru berangkat?" tanya Rafka.


"Aku...aku...aku kupu-kupu malam" ucap Selly.


Rafka dan Azura terkejut saat mendengar pekerjaan Selly. Mereka tak menyangka gadis baik hati seperti Selly seorang wanita malam.


Selly hanya menundukkan kepalanya dan menangis.


"Sebenarnya aku tidak mau bekerja seperti ini hik hik hik...tapi karena aku sudah terjebak dilingkaran dunia ini aku tidak bisa keluar dan bebas hik hik hik" ucap Selly.


"Kenapa kau bisa bekerja sebagai wanita malam?" tanya Azura.


"Itu karena aku dibohongi, aku cuma gadis desa yang ditawari kerja dikota. Karena aku butuh uang untuk biaya berobat bapak dan makan sehari-hari keluargaku, aku memutuskan untuk ikut ke kota bersama pamanku. Dia bilang aku akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga tapi ternyata aku dijual sampai sekarang aku tidak bisa lepas, Mami Desti terus memburuku jika aku kabur hik hik hik" ucap Selly.


Azura langsung memeluk Selly. Nasib gadis muda itu begitu miris. Niatan membantu perekonomian keluarga tapi malah dijual pada orang-orang yang serakah akan dunia. Dia benar-benar menderita.


"Selly aku akan membantumu bebas dari Mami Desti" ucap Rafka.


"Bukan hanya aku saja, tapi puluhan teman-temanku bernasib sama" ucap Selly.

__ADS_1


"Berarti kita harus lapor polisi" ucap Rafka.


"Mami Desti mengancam, kalau aku atau siapapun melapor polisi maka dia akan menghabisi seluruh keluarga kami" ucap Selly.


__ADS_2