
Rafka dan Azura melepas ciuman mereka lalu membalikkan badan ke arah Gista. Sedangkan Gista terdiam melihat mereka berdua. Tak perlu berpikir panjang Rafka langsung menghampiri Gista. Dia mencium istrinya yang sudah satu bulan lebih tidak ditemuinya.
"Sayang kau dari mana? tadi aku tidak melihatmu dirumah." ucap Rafka seusai mencium Gista.
"Aku habis jalan-jalan ke taman bunga Mas dengan Alifa, maaf aku tidak memberitahumu" ucap Gista.
"Iya sayang" ucap Rafka.
"Azura gimana kabarmu?" tanya Gista.
"Baik Gista" ucap Azura tersenyum ke arah Gista.
Azura tahu Gista pasti merindukan Rafka, dia berpikir untuk membiarkan mereka berduaan.
"Mas, Gista, aku ke kamar dulu" ucap Azura.
"Iya" ucap Rafka dan Gista.
Azura berjalan meninggalkan balkon masuk ke dalam kamarnya. Tinggal Rafka dan Gista yang berdua dibalkon itu.
"Sayang kangen banget sama kamu" ucap Rafka berlutut sambil memeluk Gista.
"Aku juga kangen Mas" ucap Gista.
"Sayang ikut aku ya" ucap Rafka.
"Kemana Mas?" tanya Gista.
"Aku ingin menebus waktuku, selama sebulan ini yang tidak ada untukmu" ucap Rafka.
"Mas aku juga ingin menghabiskan waktuku bersamamu" ucap Gista.
Rafka membopong Gista keluar dari rumah besar itu. Dia mengendarai mobilnya menuju ke suatu tempat. Gista penasaran, dia coba bertanya pada suaminya.
"Mas kita mau kemana?" tanya Gista.
"Nanti kau akan tahu sayang" ucap Rafka.
"Mas aku penasaran" ucap Gista.
Rafka diam saja sambil senyum-senyum tanpa memberitahu Gista. Karena suaminya hanya senyum-senyum, Gista gemas lalu mencium Rafka.
Cup
Cup
Cup
"Sayang mau lagi" ucap Rafka meminta Gista menciumnya lagi.
"Loh kok Mas malah ketagihan, bukannya bilang padaku mau kemana?" tanya Gista.
"Nanti kau juga tahu sayang, bukan kejutan kalau aku memberitahumu" ucap Rafka.
"Mas aku jadi makin penasaran" ucap Gista.
Rafka terus menyetir mobilnya hingga hari mulai malam. Gista heran sudah menempuh perjalanan satu jam tapi belum juga sampai.
__ADS_1
"Sayang kita mampir sholat magrib di masjid dulu ya" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Gista.
Rafka membopong Gista naik kursi roda yang ada dibagasi mobilnya. Dia mendorong kursi roda Gista menuju tempat wudhu dan menemani Gista hingga selesai wudhu lalu mengantarnya menuju tempat sholat wanita. Barulah Rafka wudhu dan sholat.
Rafka kembali menjemput Gista dari tempat sholat wanita. Dia membopong Gista duduk dikursi rodanya. Rafka mendorong kursi roda Gista keluar dari area masjid itu untuk sekedar jajan dan jalan-jalan malam.
"Mas aku mau serabi durian" ucap Gista.
"Oke sayang" ucap Rafka.
Rafka mendorong kursi roda Gista menghampiri tempat penjual serabi durian.
"Pak beli serabi duriannya" ucap Rafka.
Penjual serabi durian itu sedang berbaring ditikar.
Dia terlihat seperti sedang sakit. Rafka mendekatinya.
"Pak...Pak...beli serabi duriannya" ucap Rafka.
Penjual serabi duriannya melihat ke arah Rafka.
"Maaf nak bapak sedang sakit, jadi tidak bisa bangun" ucap Pak Mukmin penjual serabi durian.
"Memang bapak sakit apa?" tanya Rafka.
"Biasa nak penyakit orang tua, asam urat" ucap Pak Mukmin.
"Kalau bapak sakit kenapa tetap jualan?" tanya Rafka.
Rafka jadi merasa iba mendengar ucapan Pak Mukmin. Dia membantunya bangun pelan-pelan sampai dia duduk.
"Pak, saya beli serabi duriannya, biar saya memasaknya sendiri" ucap Rafka.
"Saya jadi tidak enak nak" ucap Pak Mukmin.
"Tidak apa-apa Pak" ucap Rafka.
Rafka memasak serabi durian itu dengan tangannya sendiri. Gista tersenyum melihat suaminya masak.
"Lihat sayang aku membuatkanmu serabi durian spesial" ucap Rafka.
"Awas gosong Mas" ucap Gista mengingatkan suaminya.
"Siap Nyonya cantik" ucap Rafka.
Gista senang melihat suaminya membuatkan serabi durian dari tangannya sendiri.
"Selesai, serabi durian spesial buatan suami tercinta" ucap Rafka menunjukkan serabi durian itu pada Gista.
"Mas makannya lesehan pasti enak" ucap Gista.
"Oke sayang" ucap Rafka.
Rafka duduk dengan Gista lesehan ditikar. Dia menyuapi istrinya makan serabi durian itu.
__ADS_1
"Mas kapan makannya, nyuapin aku terus" ucap Gista.
"Kan kemarin aku nyuapin Azura terus, jadi sekarang aku ingin menyuapimu terus" ucap Rafka.
"Mas juga makan ya serabinya" ucap Gista.
Gista menyuapi Rafka serabi duriannya. Mereka saling menyuapi serabi durian itu sampai habis.
Rafka menghampiri penjual serabi durian itu untuk membayar. Sejumlah uang cukup banyak diberikan Rafka pada penjual durian itu.
"Nak ini sangat banyak, harga empat serabi durian ini hanya 60 ribu" ucap Pak Mukmin.
"Itu untuk cucu bapak sekalian untuk menambah modal usaha ini, rasa serabi duriannya enak sekali, pasti banyak yang akan membelinya jika lebih dikembangkan lagi dari varian rasa dan tempat yang lebih rapi dan nyaman lagi" ucap Rafka menjelaskan.
"Terimakasih nak, semoga Allah memudahkan rejekimu dan memberikanmu kesehatan serta keselamatan" ucap Pak Mukmin.
"Amin, saya pamit pulang dulu Pak" ucap Rafka.
"Iya nak" ucap Pak Mukmin.
Rafka dan Gista meninggalkan tempat itu. Mereka kembali baik mobil menuju sebuah tempat diperbukitan. Rafka menyewa sebuah villa untuk liburan bersama Gista selama satu hari.
Besok hari minggu Gista masih libur satu hari lagi sebelum mengajar kembali.
Gista terkesima melihat sebuah villa yang disewa Rafka. Dia tersenyum melihat Rafka yang sedang membopongnya masuk ke dalam villa itu.
"Mas kita mau apa kesini?" tanya Gista.
"Mau berduaan sama kamu sayang" ucap Rafka.
Gista malu-malu walaupun dia senang sekali bisa berduaan dengan suaminya. Mereka menuju ke kamar di villa itu. Rafka membaringkan Gista diranjang. Lalu mereka merajut cinta dimalam yang indah itu. Gista begitu menikmati kebersamaannya bersama Rafka yang sudah lama tidak dirasakannya selama satu bukan lebih ini. Malam ini terasa sangat berharga untuknya. Apalagi Rafka begitu memanjakannya disetiap cinta yang diberikannya.
"Sayang I Love You" ucap Rafka.
"I Love You Too Mas" ucap Gista.
Rafka berbaring diranjang memeluk Gista setelah mereka lelah.
"Mas gimana masalah Azura?" tanya Gista.
"Alhamdulillah sudah selesai sayang" ucap Rafka.
"Syukurlah, kasihan Azura kalau terus dianiaya keluarga Barata padahal diakan sedang hamil" ucap Gista.
"Iya sayang, itu sebabnya aku berusaha menjaganya. Mereka hampir saja menyakiti Azura dengan berbagai cara. Entah apa yang terjadi jika aku tak ada disampingnya" ucap Rafka.
Tak lama suara handphone Rafka berdering.
Kriiiing....kriiing....kriiing....
"Sayang aku angkat telpon dulu ya" ucap Rafka.
"Iya sayang" ucap Gista.
Rafka beranjak dari ranjang, dia mengambil handphonenya yang berada diatas meja, kemudian berjalan menuju sudut kamar dan berdiri menyalakan layar handphonenya. Sebuah panggilan dari Freya. Rafka langsung mengangkat telpon dari ibunya.
"Hallo Rafka" ucap Freya.
__ADS_1
"Hallo Mi, ada apa?" tanya Rafka.
"Cepat pulang" ucap Freya.