
Kepercayaan dalam sebuah pernikahan itu sangat penting. Pondasi utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Freya penasaran dengan amplop dimeja makan itu. Dia ingin membuka amplop itu tapi takut isinya akan membuatnya terluka. Akhirnya Freya membuka amplop itu, ternyata isinya foto Hanum yang bugil memeluk Arian.
"Apa? ini apaan?"ucap Freya.
"Arian gak mungkin bersama wanita itu"ucap Freya.
"Ini pasti salahfaham"ucap Freya.
Freya berusaha berpikir positif meskipun itu tetap membuatnya memikirkan foto itu. Dia kembali ke perusahaan.
Arian menghampiri Freya ke ruangannya. Dia melihat Freya masih bekerja didepan laptop miliknya.
"Sayang ayo pulang"ucap Arian.
"..............."Freya hanya terdiam.
"Sayang kau capek ya"ucap Arian.
"............."Freya tetap diam.
"Sayang aku bantuin ngerjain pekerjaanmu ya"ucap Arian.
"Gak perlu aku bisa sendiri"ucap Freya.
"Sayang makan pulang nanti kita mampir di Restoran Abstrak ya, katanya makanan disana enak"ucap Arian.
"Iya"ucap Freya datar.
"Freya kenapa ya kok kelihatan diem aja"batin Arian.
Arian menghampiri Freya lalu memeluknya dari belakang.
"Sayang, kau kenapa sih? perasaanku mengatakan kau ada masalah"ucap Arian.
"Sayang ayo pulang"ucap Freya.
"Oke"ucap Arian.
Arian dan Freya duduk dikursi depan mobil. Sepanjang perjalanan Freya terlihat diam saja.
Dia memalingkan mukanya ke kaca mobil sampingnya. Arian merasa Freya punya masalah.
Arian sengaja mengendarai mobilnya sekencang mungkin.
"Sayang...pelan-pelan, nanti nabrak mobil lain"ucap Freya.
"Apa Freya gak denger"ucap Arian.
"Sayang pelankan mobilmu"ucap Freya.
"Gak denger Freya"ucap Arian.
"Sayang stop!"ucap Freya.
"Cium dulu baru stop"ucap Arian.
"Gak mau"ucap Freya.
"Jangan harap kalau ini akan stop"ucap Arian.
"Sayang.....kau membuatku takut"ucap Freya.
"Cium dulu makanya"ucap Arian.
Freya langsung mencium pipi Arian.
Cup
Arian memarkirkan mobilnya ke tepi jalan. Dia meraih kepala Freya dan mencium Freya.
"Sayang kau ada masalahkan"ucap Arian setelah mencium Freya.
"Tidak"ucap Freya.
"Jangan bohong wajahmu terlihat murung sayang"ucap Arian.
"Sayang aku......"ucap Freya.
Arian mendekati wajah Freya lalu memegang dagunya.
"Kalau begitu katakan padaku, kenapa kau diam saja dari tadi?"tanya Arian.
"Tadi wanita yang bernama Hanum menemuiku" ucap Freya.
"Anjing gila itu menemuimu?"tanya Arian.
"Anjing gila?"ucap Freya kebingungan.
"Iya, anjing gila. Dia itu gak waras, aku hampir saja diperkosa olehnya"ucap Arian.
"Kau hampir diperkosa olehnya?"ucap Freya.
"Iya, dia memaksaku untuk memberinya benih, kau tahu sayang aku sampai lari kesana sini kabur dari incarannya"ucap Arian.
"Jadi itu foto mu saat hendak diperkosa Hanum?"tanya Freya.
"Foto?"ucap Arian penuh tanya.
Freya mengeluarkan amplop yang berisi foto.
"Nih"ucap Freya memberikan amplop itu pada Arian.
"Ini fotoku saat dipeluk Hanum secara paksa, kau pasti termakan foto ini ya?"tanya Arian sambil melihat foto itu.
"Tidak sepenuhnya, sebenarnya aku agak ragu dengan foto itu. Tapi aku........"ucap Freya.
"Cemburu"ucap Arian.
"............"Freya hanya terdiam.
"Sayang kau cemburukan"ucap Arian.
"Iya aku cemburu"ucap Freya.
Arian langsung memeluk Freya.
"Aku seneng banget, sayangku cemburu, berasa istimewa banget"ucap Arian.
"Sayang, kau memang istimewa untukku meski diawal kita musuh"ucap Freya.
"Kau tahu aku tak pernah mengganggapmu musuh dari pertama kita bertemu"ucap Arian.
"Benarkah?"tanya Freya ulang.
"Iya, kau seperti gadis cantik yang cerewet dan membuatku ingin memperhatikanmu"ucap Arian.
"Kau pasti sedang menggombal"ucap Freya.
"Tidak sayang"ucap Arian.
"Bak rembulan malam menyinari bumi, seperti embun dipagi buta, bagaikan bunga yang indah semerbak hingga kumbang-kumbang menginginkannya, kau seperti itu sayang"ucap Arian membaca puisi dihandphonenya.
"Kok Arian tumben puitis"batin Freya.
Freya melepas pelukannya dan melihat Arian membawa handphone.
__ADS_1
"Oh kau nyontek kata-kata puitis itu dari handphone"ucap Freya.
"Sedikit sayang, biar kau luluh dan baper"ucap Arian.
"Bukannya dulu kau playboy"ucap Freya.
"Iya sayang, tapi sudah lama aku lupa cara merayu seperti apa"ucap Arian.
"Benarkah? Hanum saja masih mengejarmu, jangan-jangan kau mengobral kata-kata puitis itu padanya"ucap Freya.
"Gaklah sayang, suamimu ini tampan dan keren wajar kalau para mantan masih mengejar"ucap Arian.
"Masa? aku biasa aja tuh melihatmu sayang"ucap Freya.
"Tapi kau mau bermesraan berkali-kali denganku, jadi aku tampan dan kerenkan"ucap Arian.
"Terlalu pede"ucap Freya.
"Bibirmu seksi kalau lagi asem gini"ucap Arian.
"Kau bilang aku asem?"tanya Freya.
"Gak sayang, manis kaya madu disemutin lagi"ucap Arian.
"Kau pintar menggombal, pantas saja dulu kau playboy"ucap Freya.
"Sayang itu dulu, sekarangkan aku udah mentok sama kamu"ucap Arian.
Freya terlihat malu saat Arian berbicara seperti itu. Arian berpikir ingin berduaan dan romantisan dengan istri tercintanya tapi mobilnya malah bergerak sendiri.
"Eh.....mobilnya kok diderek"ucap Arian.
"Iya ya sayang"ucap Freya.
"Gak masalah romantiskan kita jadinya kaya difilm-film"ucap Arian.
"Sayang......."ucap Freya.
"Senyum dong sayang"ucap Arian.
"Kau ini selalu menggodaku"ucap Freya.
Freya tersenyum, suaminya itu selalu romantis padanya.
"Yah suasana seperti ini langka, pasti lebih seru" ucap Arian.
"Sayang mobil kita diderek kok seru"ucap Freya.
"Jarangkan kita diderek lagi berduaan gini"ucap Arian.
"Betul juga"ucap Freya.
"Pacaran yuk sayang kaya ditv"ucap Arian.
"Sayang kau ini ada aja akal bulusnya"ucap Freya.
*************
Hanum dan Andika bertemu direstoran. Mereka sengaja janjian direstoran itu untuk bersekongkol jualan jengkol dipinggir kali ijo. Maaf maksudnya bersekongkol untuk memisahkan Freya dan Arian. Maklum dua mantan tak indah ini punya tujuan yang sama. Sama-sama belum dapat arisan.
"Hanum bagaimana? apa kau sudah berhasil memisahkan Freya dan Arian?"tanya Andika.
"Belum, aku baru saja memberi Freya foto itu"ucap Hanum.
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat mereka berpisah"ucap Andika.
"Apa ini pembalasan untuk Freya?"tanya Hanum.
"Bukan, aku ingin kembali dengan Freya setelah aku mendapatkan semua harta Maya"ucap Andika.
"Kalau tidak licik, bagaimana cara aku bisa tetap kaya dan mendapatkan Freya kembali"ucap Andika.
"Kenapa kau begitu menginginkan Freya?"tanya Hanum.
"Karena hanya Freya yang bisa membuatku bahagia dan nyaman"ucap Andika.
"Dulu kau meludahkannya dan kini kau menjilat kembali ludahmu"ucap Hanum.
"Aku hanya ingin mengambil kembali pialaku yang ku titipkan pada orang lain, setelah aku puas berkelana"ucap Andika.
"Baiklah tujuan kita sama, mari kita bekerjasama" ucap Hanum.
"Oke"ucap Andika.
Andika dan Hanum sepakat bekerjasama menanam toge bersama. Salah menghancurkan rumah tangga Arian dan Freya. Mereka memiliki keinginannya masing-masing. Dengan bekerja sama akan memudahkan mereka mencapai tujuannya
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Menyesal didepan itu kalau diseruduk sapi atau kambing, pasti menyesal deh didepan kenapa gak dibelakang aja, eh.....kesiram pipis sapi juga. Depan belakang sama-sama menyesal. Jangan menyia-nyiakan orang yang sudah baik dan setia pada kita, jika dia pergi baru tahu rasanya kehilangan. Bak kata pepatah mengharapkan burung yang terbang tinggi sementara burung ditangan dilepaskan. Bodohkan, melepas sesuatu yang jelas sudah dimiliki demi sesuatu hal yang belum pasti. Yang itu gak dapet yang ini lepas.
Itulah, jangan maruk alias serakah.
Andika pulang ke rumah besar milik Maya. Dia membawa seikat bunga untuk Maya. Keinginannya untuk mendapatkan Harta milik Maya harus didapatkannya. Tiga tahun sudah Andika menikah dengan Maya dan meninggalkan Freya. Dia mengira akan bahagia setelah bersama Maya tetapi tidak, Maya memperlakukannya seperti pembantu. Andika tidak ingin selamanya jadi pembantu, itu sebabnya dia harus mendapatkan semua harta Maya.
Maya berada ditepi kolam renang sedang berbaring santai, Andika menghampiri Maya.
"Sayang"ucap Andika.
Cup
Andika mencium pipi Maya dengan mesra.
"Kau sudah pulang? tolong buatkan aku jus jeruk ya tanpa gula"ucap Maya.
"Belum apa-apa dia sudah menyuruhku"batin Andika.
"Sekalian camilannya jangan lupa"ucap Maya.
"Sayang ini bunga untukmu"ucap Andika.
"Taroh saja disitu"ucap Maya menyuruh Andika menaruh bunganya dimeja.
"Benar-benar memuakkan, berbeda dengan Freya"batin Andika.
"Cepetan bikinin aku jus dan ambil camilan sana" ucap Maya memerintah Andika.
"Oke sayang"ucap Andika.
Andika pergi ke dapur membuat jus jeruk untuk Maya. Dia teringat masa-masa indah saat bersama Freya dulu.
Flash Back
"Sayang kau mau jus jeruk?"tanya Freya.
"Mau"ucap Andika.
"Aku buatkan dulu ya"ucap Freya.
"Iya sayang"ucap Andika.
Freya membuatkan jus jeruk untuk Andika. Dia membawa jus jeruk dan camilan buatannya untuk Andika.
"Sayang jus jeruknya nih"ucap Freya meletakkan jus jeruk dan risol dimeja.
"Wah ada risol juga, enak nih"ucap Andika.
"Aku membuatnya sendiri untukmu sayang"ucap Freya.
__ADS_1
"Risol buatan istriku tercinta pasti enak"ucap Andika.
"Ayo dimakan sayang"ucap Freya.
"Makasih ya sayang"ucap Andika.
"Iya sayang"ucap Freya.
Andika memakan risol itu dengan lahap, sisain juga tukang kebon masih nungguin jatah risol, habis jatah sembako gratis gak kebagian mesti antri sepuluh tahun lagi.
"Enak sayang, kamu memang jago masak"ucap Andika.
"Iya dong, buat suami tercinta aku harus pinter masak"ucap Freya.
"Makin cinta deh"ucap Andika.
Selesai memakan risol itu Andika mendekati Freya dan menciumnya. Dia menanam jagung di kebun Pak Amat. Mumpung cuma tinggal berdua bisa seharian nanem jagungnya. Sabar Arian ini hanya maslu(masa lalu), jangan cemburu, toh sekarang Freya udah jadi milikmu.
Flash Back Off
"Freya aku kangen, aku menyesal telah mengkhianatimu"ucap Andika.
"Seandainya dulu aku tidak gila harta dan kekuasaan mungkin sampai saat ini kita masih bersama"ucap Arian.
"Aku harus mendapatkanmu kembali, apapun caranya. Kau harus jadi milikku lagi, kita akan menghabiskan waktu bersama seperti dulu"ucap Andika.
Andika membawa jus jeruk dan camilan itu ke kolam renang dibelakang rumah besar itu.
"Nih sayang jus jeruk dan camilannya"ucap Andika.
"Kamu lama banget sih padahal cuma bikin jus doang"ucap Maya.
"Maaf sayang, ayo diminum jusnya"ucap Andika.
Maya meminum jus jeruk yang dibuatkan Andika, ketika meminumnya Maya langsung menyembur kaya Mbah dukun baca matra.
Buuuuuaaaaar.............
Andika yang didepan Maya terkena semburan jus jeruk itu sampai basah mukanya.
"Kamu bisa bikin jus jeruk gak sih"ucap Maya.
"Sialan wanita ini, ingin aku melenyapkannya" batin Andika.
"Maaf sayang, mungkin jeruknya asam"ucap Andika.
"Sudah tahu jeruknya asam kenapa dibikin jus, pilih jeruk lain dong, bodoh"ucap Maya.
"Maaf sayang, mau dibikinin lagi jus jeruknya?" tanya Andika.
"Gak berselera aku minum jus buatanmu, harusnya lelaki gak guna sepertimu ku buang saja dari dulu"ucap Maya.
"Sayang maafkan aku"ucap Andika.
"Pijat kakiku kalau kau mau ku maafkan"ucap Maya.
"Oke sayang"ucap Andika.
Andika memijat kaki Maya yang berbaring dikursi santai itu.
"Pijat yang bener dong, kau itu lelaki apa perempuan? lemes banget"ucap Maya.
"Aku akan mijat lebih kuat"ucap Andika.
"Wanita ini terus-terusan memerintahku, membuatku sudah tak sabar ingin menguasai semua hartanya dan menendangnya kejalanan" batin Andika.
Andika menyesali semua yang telah dilakukan pada Freya dulu. Dia sudah menyia-nyiakan kebaikan Freya. Padahal Freya wanita yang baik hati dan setia tapi Andika malah meninggalkannya hanya demi Maya.
**************
Freya duduk dipangkuan Arian sambil disuapi Arian anggur dan camilan yang dibuat sendiri oleh Arian. Mereka menghabiskan sore hari itu dengan bersantai dibalkon rumahnya sambil menikmati matahari terbenam.
"Sayang enak gak?"tanya Arian.
"Enak, kau pintar masak sayang"ucap Freya.
"Sewaktu aku menduda aku belajar memasak jadi begini hasilnya"ucap Arian.
"Aku beruntung punya suami yang penyayang dan pintar masak"ucap Freya.
"Aku juga beruntung punya istri baik hati dan setia"ucap Arian.
"Sayang kangen kontrakkan kita dulu ya"ucap
Freya.
"Kangen perdebatan romantis kita ya"ucap Arian.
"Kangen saat-saat kita pedekate dulu"ucap Freya.
"Aku juga kangen saat kamu masih galak dan cuek sama aku"ucap Arian.
"Tapi aku jadi jatuh cinta sama kamu sayang" ucap Freya.
"Bibirmu yang suka ngomel itu seksi, membuatku selalu rindu ocehanmu"ucap Arian.
"Freya tetaplah disisiku, aku akan berusaha membahagiakanmu"ucap Arian.
"Aku akan selalu disisimu sayang"ucap Freya menyandarkan tubuhnya didada Arian.
"I Love You Freya"ucap Arian.
"I Love You Too"ucap Freya.
Arian mencium Freya dengan penuh kemesraan.
"Nanem singkong di kebun Pak Amat yuk Freya"ucap Arian.
Freya mengangguk, Arian langsung membopong Freya. Mereka memadu kasih dibilik asmara. Sore yang indah itu jadi saksi cinta mereka, awas angin sumilir bikin masuk angin, harap tutup pintu ke arah balkon, repot kalau duo kucing datang membawa pop kron ingin melihat film gratisan.
Rafka tidak mau mengganggu Papa dan Mamanya yang sedang romantisan. Dia asyik mainin ekor kuda miliknya Si Jaco. Maklum Si Jaco hadiah dari Pak Mumun untuk Rafka saat lahir. Si Jaco sangat setia pada Rafka, walau badan menghadang Si Jaco tetap disisi Rafka.
"Ca.....ca......ca....."ucap Rafka kesenengan menarik ekor Si Jaco.
Setelah kenyang bermesraan, Arian dan Freya melihat Rafka yang asyik main bersama Si Jaco.
"Sayang lihat Rafka asyik mainin ekor Si Jaco"ucap Arian.
"Iya, tapi kasihan Si Jaco nahan sakit"ucap Freya.
"Emangnya kenapa nahan sakit?"tanya Arian.
"Tuh bulu ekornya rontok ditarik Rafka yang gemes"ucap Freya.
"Iya ya, tapi Si Jaco nurut aja tuh ditarik ekornya ma Rafka"ucap Arian.
"Iyalah nurut, Rafka suka bagi susunya buat Si Jaco kalau sisa"ucap Freya.
"Oh pantes....., tapi Si Jaco kok bau ya"ucap Arian.
"Itu sama Mba TK B dikasih jengkol buat camilannya"ucap Freya.
"Pantes Si Jaco bau mulut, makan jengkol juga toh"ucap Arian.
Yah begini kalau gaulnya ma Mba TK B, segala hal juga dijengkolin, mainan Rafka jengkol, camilan Si Jaco jengkol, sampai lulur mandinya terbuat dari jengkol. Secinta itulah Mba TK B pada jengkol
__ADS_1