
Arian keluar dari rumah besarnya mengendarai mobilnya. Dipikirannya hanya dipenuhi Eriska dan semua kenangan tentangnya. Dia terus mengendarai mobilnya menuju ke rumah orangtua Eriska. Sampai dirumah itu, Arian turun dari mobilnya. Dia berjalan menuju ke rumah itu.
Sampai diteras rumah itu, Arian mengetuk pintu rumah Eriska.
Tuk.....tuk......tuk..........
"Eriska.....Eriska......Eriska.....aku rindu"ucap Arian.
Eriska membukakan pintu rumahnya, dia melihat Arian ada didepan rumahnya.
"Sayang......"ucap Eriska.
"Eriska aku kangen"ucap Arian.
Eriska langsung menarik lengan Arian dan membawanya masuk ke dalam rumah. Dia mengajak Arian masuk ke dalam kamarnya. Lalu dia mengunci kamar itu.
"Eriska gimana?"tanya Ibu Eka.
"Beres Ma berhasil, Arian udah masuk ke dalam pelukanku. Sekarang dia ada dikamarku"ucap Eriska.
"Besok bisa belanja-belanja lagi dong"ucap Ibu Eka.
"Bisa dong Ma, pokoknya besok kita ke Mall ya"ucap Eriska.
"Oke, semangat jadinya Mama"ucap Ibu Eka.
"Aku tidur dulu ya Ma, ngantuk"ucap Eriska.
"Iya sayang"ucap Ibu Eka.
Eriska pergi ke kamar lain dirumah itu. Kemudian dia tidur.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Freya menangis dikamarnya. Dia sedih Arian tidak mengingatnya. Apalagi Arian pergi meninggalkan rumah entah kemana. Padahal Freya sedang hamil tua.
"Ya Allah apa yang sedang terjadi pada suamiku, kenapa dia tidak mengingatku? Ya Allah hanya padamu aku berserah, tolong kembalikanlah ingatan suamiku hik......hik.......hik......."ucap Freya sambil menangis.
Freya tidak bisa tidur, dia bangun dan berjalan ke jendela. Dia melihat mobil Arian belum juga pulang.
Freya akhirnya sholat malam. Dia mengeluhkannya semuanya pada Allah SWT.
"Ya Allah segala sesuatu yang terjadi atas sepengetahuanmu, Engkau Yang Maha Mengetahui atas semua yang tidak ku ketahui. Berilah hamba kesabaran dan kekuatan menghadapi semua ini. Dan kembalikan ingatan suami hamba Ya Allah" ucap Freya dalam doanya.
Setelah sholat malam Freya berusaha tidur agar dia tetap sehat bersama bayi yang dikandungnya. Tinggal menghitung hari Freya akan melahirkan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Arian mengantar Eriska dan Ibu Eka belanja di Mall. Mereka membeli semua yang mereka mau. Seperti tas, baju, heels, perhiasan, handphone baru dan barang-barang lainnya. Saat mereka asyik memilih baju, Freya yang sedang mencari baju bayi untuk bayinya melihat Arian. Freya langsung menghampirinya.
"Sayang........"ucap Freya memeluk Arian.
"Siapa kamu?"tanya Arian sambil berusaha melepas pelukan Freya.
""Sayang aku istrimu"ucap Freya.
"Istriku? kau mengaku-ngaku. Istriku Eriska bukan kamu"ucap Arian.
"Sayang ingatlah aku, lihat wajahku, aku Freya istrimu"ucap Freya.
Arian melihat ke arah Freya dengan perut buncitnya.
"Maaf aku tidak ingat dan tidak kenal"ucap Arian.
"Sayang......"ucap Freya.
Freya berusaha memeluk kembali Arian tapi selalu dilepas olehnya. Eriska melihat itu langsung menghampiri Freya dan Arian.
"Hei wanita hamil gak tahu diri, jangan menggoda suamiku"ucap Eriska.
__ADS_1
"Suamimu? dia suamiku. Justru kaulah yang mengakui suamiku sebagai suamimu"ucap Freya.
"Kita tanyakan saja padanya, siapa istrinya. Aku atau kamu?"tanya Eriska.
"..............."Freya langsung terdiam.
"Sayang, siapa istrimu? aku atau wanita hamil gak tahu diri itu?"tanya Eriska.
"Kamulah sayang"ucap Arian pada Eriska.
"Tuh denger sendirikan, akulah istrinya"ucap Eriska.
"Kau tega sekali merebut suamiku, apa kau tidak kasihan aku sedang hamil"ucap Freya.
"Kasihan deh, makanya jangan hamil anak haram jadinya mau merebut suami orang"ucap Eriska.
Ibu Eka datang semakin membuat keruh keadaan itu. Disaksikan banyak orang yang sedang berbelanja, jadi mengerumuni mereka bertiga.
"Ibu-ibu semua, hati-hati ya pelakor sekarang nekad, lihat nih udah hamil sama orang lain ngaku-ngaku hamil sama mantu saya"ucap Ibu Eka.
"Huh.....dasar pelakor"ucap Semua orang pada Freya.
"Ibu-ibu lelaki ini suami saya, saya bisa membuktikan secara hukum"ucap Freya.
"Ngehalunya jangan berlebihan dong, masa suamiku mau diembat"ucap Eriska.
"Biasa, pelakor gak punya malu, udah putus urat malunya"ucap Ibu Eka.
"Gak, dia memang suamiku hik...hik....."ucap Freya sambil menangis.
"Dasar pelakor nekat banget sih kaya tuyul"ucap Ibu Suminar.
"Nikah ma kakek saya aja nganggur"ucap Ibu Aya.
"Lempar cabe aja biar kepanasan"ucap Ibu Sri.
Mereka semua menghujat Freya. Air mata Freya terus menetes dihujat ibu-ibu itu. Tiba-tiba datang seorang Ustad menghampiri kerumunan itu.
"Assalamu'alaikum"ucap Ustad Kholid.
"Wa'alaikumsallam"ucap Semua orang.
"Ada apa nih ibu-ibu kok berkerumun?"tanya Ustad Kholid.
"Ini Pak Ustad, ada pelakor yang mau merebut suami orang"ucap Ibu Sri menunjuk ke arah Freya.
"Maaf Pak Ustad saya Freya dan suami saya bernama Arian, saya bukan pelakor, saya istri sah dari lelaki itu"ucap Freya menunjuk ke arah Arian.
Ustad Kholid melihat ke arah Arian yang diam saja.
"Jangan percaya Pak Ustad"ucap Semua orang.
"Maaf ibu-ibu semua jangan suudzon dulu"ucap Ustad Kholid.
"Gak suudzon Pak Ustad, tanya saja sama mba itu" ucap Ibu Suminar.
Ustad Kholid melihat ke arah Eriska.
"Nona, apa benar dia suamimu?"tanya Ustad Kholid.
"Iyalah, dia suamiku"ucap Eriska.
"Tuhkan benar Pak Ustad"ucap Semua orang.
"Tidak Pak Ustad, dia suami saya. Saya punya buktinya"ucap Freya.
"Pelakor sudahlah jangan merebut suamiku"ucap Eriska.
"Gak punya malu, merebut suami orang terang-terangan"ucap Ibu Eka.
__ADS_1
"Begini saja, biar tidak ada yang suudzon dan fitnah. Lebih baik kalian berdua menunjukkan bukti bahwa lelaki ini adalah suami kalian"ucap Ustad Kholid.
"Saya membawa Buku nikah dan beberapa foto pernikahan kami. Saya juga bisa menghadirkan keluarga suami saya untuk hadir disini sebagai saksi"ucap Freya.
"Sial, dia pake bawa-bawa surat nikah dan keluarganya Arian"batin Eriska.
"Pak Ustad buku nikah punya saya ketinggalan"ucap Eriska.
"Kalau begitu telpon keluarga dari suami Anda bisa dihadirkan, iyakan?"tanya Ustad Kholid.
"Suami saya sudah tidak memiliki keluarga"ucap Eriska.
"Baiklah saya akan mengecek buku nikah milik Nona Freya dulu"ucap Ustad Kholid.
Freya menelpon Pak Alex dan Ibu Ruri. Kebetulan ternyata mereka ada di Mall itu juga. Mereka segera menghampiri keruman itu.
"Assalamu'alaikum"ucap Pak Alex dan Ibu Ruri.
"Wa'alakumsallam"ucap Semua orang.
"Ada apa Freya?"tanya Pak Alex pada Freya.
Freya menghampiri Pak Alex dan Ibu Ruri. Dia menceritakan semuanya pada mereka.
"Ibu-ibu semuanya, Freya ini memang menantu kami. Dan Eriska adalah mantan istri anak kami. Mereka sudah bercerai 3 tahun lalu"ucap Pak Alex.
"Huh....."ucap Semua orang pada Eriska.
"Pelakor kok teriak pelakor"ucap Ibu Suminar.
"Dasar uler, racun"ucap Ibu Sri.
"Udah cakar aja jadi gregetan"ucap Ibu Aya.
"Tenang,Ibu-ibu semua"ucap Ustad Kholid.
Ibu Eka menghampiri Eriska.
"Eriska kita kabur aja dari pada babak belur dihajar masa"bisik Ibu Eka.
"Tapi Ma?"bisik Eriska.
"Bukti sudah sangat kuat, kita bisa jadi bulan-bulanan"bisik Ibu Eka.
"Gak mau"bisik Eriska.
Ibu Eka langsung menarik Eriska pergi dari tempat itu.
"Lo kok kabur......."ucap Semua orang.
"Huh....pelakor teriak pelakor....."ucap Semua orang.
Akhirnya Ustad Kholid memeriksa buku nikah milik Freya. Ustad Kholid menjelaskan pada semua orang yang berkerumun itu.
"Ibu-ibu sudah jelas ya, Nona Freya adalah istri sah Tuan Arian. Dengan kejadian ini kita bisa memetik hikmahnya. Jangan suudzon dan memfitnah orang sembarangan. Apapun itu harus ada bukti dan faktanya. Dan juga jangan menghujat orang sesuka kita, ingat! mulut lebih tajam dari pada pedang. Terkadang kita tak menyadari banyak dosa yang terlontar dari mulut kita sendiri, naudzubillahimundzalik"ucap Ustad Kholid.
Setelah semuanya selesai keruman itu bubar.
"Pak Ustad terimakasih atas pertolongannya"ucap Freya.
"Sama-sama, oya kenapa suami Nona tidak mengenali Anda?"tanya Ustad Kholid.
"Saya juga tidak tahu Pak Ustad, tiba-tiba dia tidak ingat saya dan mencari mantan istrinya"ucap Freya.
"Boleh saya bicara dengan suami Nona?"tanya Ustad Kholid.
"Silahkan Pak Ustad"ucap Freya.
Ustad Kholid bicara dengan Arian, dia tahu pikiran Arian kosong. Akhirnya Arian dibawa ke pondok pesantren milik Ustad Kholid. Disana Arian dibacakan ayat-ayat suci Al qur'an. Tak lama Arian sadar kembali dan memginggat Freya.
__ADS_1