DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Kembalinya Elang


__ADS_3

Arian dan Freya berangkat bersama naik bus karena sudah kesiangan. Mereka duduk dikursi saling berdekatan. Kebetulan kursinya tiga baris. Tiba-tiba ada seorang nenek duduk disamping Arian. Posisi Arian duduk ditengah, Freya dekat jendela dan nenek ditepi lainnya.


"Cu, ada plastik gak?"tanya Nenek Iyem.


"Buat apa nek?"tanya Arian.


"Buat muntah ya nek"ucap Freya.


"Bukan"ucap Nenek Iyem.


"Lalu buat apa?"tanya Freya dan Arian.


"Buat pup udah gak tahan, busnya udah terlanjur jalan"ucap Nenek Iyem.


Arian dan Freya saling memandang dan tertawa yang ditahan.


"Cu, ada gak? dah gak tahan nih"ucap Nenek Iyem.


"Ada nek"ucap Freya.


Freya memberikan plastik itu pada Nenek Iyem.


"Memangnya mau pup dimana nek?"tanya Arian.


"Dikursi belakangkan kosong"ucap Nenek.


"Tapi gimana caranya Nek?"tanya Freya.


"Nih nenek udah nyiapin kain buat nutupinnya"ucap Nenek Iyem.


"Nenek persediannya juga"ucap Arian.


"Soalnya udah sering setiap naik bus pasti pengen pup"ucap Nenek Iyem.


Arian dan Freya terkejut, ternyata Nenek Iyem langganan pup di bus. Nenek Iyem pup dibelakang dengan ditutupin kain lebar yang dibawanya.


"Bau apa ya?"ucap Pita.


"Mungkin bau comberan kebawa angin"ucap Roy.


"Bus varian rasa toilet nih"ucap Ferdi.


"Toping pup warna kuning kali"ucap Niken.


"Udah anggap aja aroma terapi"ucap Pita.


"Untung hidungku gak nyium"ucap Titok.


"Kenapa?"tanya Roy.


"Soalnya mulutku lebih bau"ucap Titok.


"Iiiiiw........."ucap Semuanya.


Arian dan Freya yang tahu kalau itu pupnya Nenek Iyem cuma ketawa terus.


"Ha..ha....sakit sayang perutku ketawa terus"ucap Freya.


"Ternyata ada hiburannya kalau naik bus"ucap Arian.

__ADS_1


"Sayang dikursinya Nenek Iyem itu apa?"tanya Freya.


"Ini tai sayang"ucap Arian menganalisa kotoran dikursi itu.


"Itu bagian pembuka sayang"ucap Freya.


"Atau sisa yang kemarin"ucap Arian.


"Ha.....ha.....ha......"Arian dan Freya tertawa.


Arian dan Freya senang, setiap naik bus selalu ada saja hal yang aneh, lucu dan menegangkan. Berbagai cerita selalu ada saat mereka naik bus. Indahnya bisa naik bus bersama para penumpang lainnya. Hal kecil yang mungkin jarang mereka sadari itu menyenangkan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Arian mengajak Freya makan siang bersama diruangannya. Kebetulan Freya membawa bekal dari rumah. Ada ayam goreng, tumis kangkung, cumi sambel ijo, pepes tahu, dan tumis genjer. Mereka berdua makan lesehan ditikar.


"Kelihatannya enak sayang"ucap Arian.


"Iya dong sayang aku masak sendiri"ucap Freya.


"Masakan istri tercinta emang juara"ucap Arian.


"Yaudah, kita makan sayang, laper"ucap Freya.


"Baca doa dulu"ucap Arian.


Arian dan Freya membaca doa makan terlebih dahulu. Barulah mereka mulai makan.


"Alhamdulillah, nikmatnya"ucap Arian.


"Nikmat makan salah satu nikmat yang harus selalu kita syukuri, iyakan sayang"ucap Freya.


Setelah selesai makan Freya keluar dari ruangan kerja Arian, Freya tak sengaja bertubrukan dengan seseorang berpenampilan rapi dengan setelan jas dan dua orang dibelakangya seperti bodyguard.


Dug.............


"Maaf"ucap Freya meminta maaf saat bertubrukan dengan orang itu.


"Freya"ucap Elang.


"Elang"ucap Freya.


"Lama tak jumpa Freya"ucap Elang.


"Maaf aku buru-buru"ucap Freya hendak meninggalkan Elang tapi tangannya dipegang Elang.


"Mau kemana Freya? jangan pergi lagi dariku" ucap Elang.


"Lepaskan tanganmu"ucap Freya.


"Jangan harap, sekian lama mana mungkin ku lepaskan begitu saja"ucap Elang.


"Semua sudah berakhir jadi lepaskan aku"ucap Freya.


"Berakhir, bahkan aku baru ingin kembali memulai"ucap Elang.


"Lepaskan tanganmu dari tangan istriku"ucap Arian yang baru datang menghampiri Freya.


"Sayang"ucap Freya.

__ADS_1


Arian langsung menarik Freya ke pelukkannya. Sweet......ayo Arian selamatkan binimu dari ini pendatang baru yang jelas bukan tukang odong-odong nagih duit bayaran. Apalagi tukang perabot, mana mungkin berjas rapi dan berdasi.


"Siapa kau berani sekali menyentuh istriku?"tanya Arian.


Freya hanya diam dipelukan Arian yang melindunginya dari Elang.


"Siapa? Freya tentu tahu siapa aku"ucap Elang.


"Sepertinya aku tidak perlu tahu siapa dirimu, keluar dari sini!"ucap Arian.


"Mengusirku, tampaknya kau belum mengenalku, tapi untuk saat ini sudah cukup. Dah Freya sayang"ucap Elang.


Elang meninggalkan tempat itu bersama kedua bodyguardnya. Arian dan Freya hanya diam melihat kepergian Elang.


Lawan kali ini bukan lawan yang mudah, Arian harus ikut pelatihan dulu di kandang sapi biar terbiasa menghadapi kesulitan menjinakkan hewan liar.


Arian langsung mengantar Freya ke ruangannya. Freya duduk dikursi masih syok bertemu Elang. Dia takut Elang akan berbuat ulah dan membahayakan keluarganya.


"Freya, siapa lelaki tadi?"tanya Arian.


"Arian......"ucap Freya ragu menceritakan semuanya pada Arian.


"Baiklah aku takkan memaksamu bercerita sekarang, kau mau minum?"tanya Arian.


Freya hanya mengangguk, Arian mengambilkan Freya minum dari dispenser yang ada di ruangan akunting itu.


"Nih sayang minum dulu"ucap Arian memberikan Freya minuman.


"Makasih Arian"ucap Freya sambil menerima air minum yang diberikan Arian.


"Freya, kalau lelaki itu datang lagi dan berani menyakitimu bilang aku ya"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Arian mencium pipi Freya.


Cup


Freya tersenyum saat dicium Arian.


"Sayang, I Love You"ucap Arian.


"I Love You Too Arian"ucap Freya.


"Sayang jangan takut, aku akan melindungimu dari lelaki itu"ucap Arian.


"Iya sayang, aku percaya kau bisa melindungiku" ucap Freya.


Arian langsung memeluk Freya. Dia tahu istrinya sepertinya takut pada lelaki yang tadi itu.


"Sayang aku ada meeting diluar dengan klien, aku meeting dulu"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Arian keluar dari ruang akunting. Tinggal Freya yang berada diruangan itu. Semua staf sedang beristirahat. Freya merenung memikirkan Elang.


"Elang kenapa dia kembali lagi, apa dia akan seperti dulu"ucap Freya.


Freya mencemaskan kehadiran Elang kembali dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2