
Freya masih tidur dalam pelukan hangat Arian.
Dia merasakan dekapan hangat dan penuh kasih sayang dari Arian.Selama hidupnya dia menjadi yatim piatu,tak pernah ada yang peduli padanya kecuali adiknya Fina. Freya melewati hidup yang sulit dan keras menjadi yatim piatu. Arian adalah musuh yang datang dihidup Freya dan sekaligus menjadi pangeran berkuda putih.
Arian sudah bangun duluan lalu pergi keluar untuk belanja sayuran ditukang sayur yang lewat terus dikerumunin ibu-ibu sekaligus nggosip yang tak ketinggalan sebagai ritual dan tradisi yang sudah mendarah daging, ya dosa ditanggung sendiri ya, jangan nyalahin tukang sayurnya karena berhasil membuat ibu-ibu pada berkerumun dan menggosip. Baru saja Arian sampai diantara ibu-ibu yang berebut sayuran segar dan bugar, Arian sudah disambut sapaan dan senyuman manis manja group ibu-ibu itu.
"Kuatkan imanku, aku ini pria beristri sekarang, jangan tergoda kedipan ibu-ibu komplek yang menggoda dan merayu tanpa belas kasih"ucap Arian dalam hatinya.
"Kak Arian belanja sayuran ya"ucap Nindi berbicara dengan manja dan memegang tangan Arian.
"Waduh ini kode khusus, tapi sekarang aku sudah punya Freya. Ini akan menimbulkan konflik berkelanjutan kaya disinetron suara hati seorang istri nantinya"ucap Arian dalam hatinya.
"Maaf Nindi tanganmu halus dan mulus tapi sebaiknya dilepas dari tanganku, soalnya aku kini sudah beristri"ucap Arian.
"Kak Arian, aku mau jadi istri kedua juga asal sama kak Arian"ucap Nindi.
"Yang kaya gini bisa merontokkan iman, masa ikan minta dimakan sama kucing, ibarat kata dapat durian runtuh sepohon-pohonnya. Aku harus membentengi hatiku dengan bayangan Freya saat bercinta denganku"ucap Arian dalam hatinya.
"Nindi, aku ini suami setia. Aku sangat mencintai istriku Freya"ucap Arian.
"Kak Arian aku bisa apa aja, didapur, dikasur, disumur. Pasang gas elpiji juga bisa. Apalagi ngangkat galon, oke deh"ucap Nindi.
"Bener kata Bu Dokter yang kemarin pelakor sekarang udah bergentayangan kaya setan, nekat kaya pencuri dan gragas kaya tikus. Aduh aku harus bisa melewati cobaan ini"ucap Arian dalam hatinya.
"Nindi jujur ya, Freya lebih multi talenta. Dari nangkep kecoak, nangkep tikus, benerin genteng, gali kubur, dan benerin listrik juga bisa"ucap Arian.
"Kak Arian, Nindi gak masalah jadi teman tapi mesra"ucap Nindi.
"Ya Allah kejamnya dunia dengan godaan setan manis manja merayu gak kira-kira. Gimana gak banyak orang selingkuh kalau pelakor sekarang berdasi dan berpendidikan tinggi"batin Arian.
"Nindi carilah lelaki yang bisa mencintaimu apa adanya. Ada Dadang dan Nurdin mereka masih jomblo"ucap Arian.
"Dadang jualan kain kafan, Nurdin sekarang jualan congklak, gak ada masa depan yang menjanjikan" ucap Nindi.
"Sayang ngapain kamu berduaan sama Nindi disitu"ucap Freya baru datang.
"Gawat sayangku ada di TKP, bisa jadi terdakwa aku kalau dia salah paham. Dari pada disembur habis lebih baik aku baikin dia secepatnya"ucap Arian dalam hatinya.
__ADS_1
"Sayang, aku mau beli sayur, eh ketemu Nindi disini"ucap Arian.
"Bilang aja kamu lagi bermesraan sama Nindikan" tegas Freya.
"Kak Freya jangan marah sama kak Arian, dia itu idola ibu-ibu dikontrakkan ini"ucap Nindi.
"Oh, idola ibu-ibu ya"ucap Freya sambil menatap Arian tajam.
"Habis deh aku"ucap Arian.
"Kak Freya sebagai fans kak Arian tidak masalahkan kalau cuma nyolek atau pegang-pegang dikit"ucap Nindi.
"Nyolek dan pegang-pegang dikit"ucap Freya dengan tatapan semakin tajam setajam silet pada Arian.
"Kalau Nindi terus bicara, bisa habis dicakar Freya nanti aku"ucap Arian dalam hatinya.
"Sayang ayo kita pulang, kamu kan masih sakit. Biar aku yang belanja sayurannya yah"ucap Arian.
Arian berusaha membujuk Freya agar tidak cemburu buta. Bisa panjang urusannya kalau tidak diamankan segera, pak hansip saja mungkin tak mampu mengamankan. Arian harus segera membeli es batu dan merendam Freya diember penuh es batu biar emosi yang memanas dipikirannya cepat mendingin.
"Aku disuruh pulang biar kamu bisa tebar pesona kan sayang"ucap Freya.
"Kamu merayuku supaya aku memaklumi mata keranjang mu itu kan sayang"ucap Freya.
"Sayang jangan marah terus nanti cepet tua Lo"ucap Arian.
"Apa kamu bilang aku cepet tua?"tanya Freya.
"Aduh mulutku ini gak bisa diajak kompromi,bisa marah besar kalau aku menyebutkan kata-kata terlarang itu sekarang"ucap Arian dalam hatinya.
"Gak sayang aku salah bicara"ucap Arian.
"Sekarang ikut aku pulang sayang"ucap Freya.
"Baiklah sayang kita masak yang enak ya, ada jengkol, pete dan ikan asin"ucap Arian.
"Iya kita lanjutkan yang semalam"ucap Freya.
__ADS_1
Arian dan Freya kembali ke kontrakkan Arian.
Freya terlihat sehitam awan mendung yang siap menyambar pohon yang tinggi. Tanduk dikepalanya semakin memanjang,maaf tanduk yang memanjang bukan hidung yang memanjang, soalnya kalau hidung yang memanjang itu milik pinocio saja ya. Arian ketakutan melihat Freya yang seperti itu.Dia harus segera cari jalan pintas yang aman dan terkendali.
"Sayang cantik, baik hati, seksi, dan rajin menabung jangan cemburu ya"ucap Arian.
"Sayang kau tidak tergoda dengan rayuan Nindikan?"tanya Freya
"Sepertinya emosi Freya sudah menurun, saatnya melancarkan serangan cinta"ucap Arian dalam hatinya.
"Gaklah sayang, aku sudah memiliki istri yang sholehah untuk apa tergoda dengan yang belum jelas, untuk apa menangkap merpati yang terbang diatas sementara merpati ditangan dilepas"ucap Arian sambil mendekati Freya.
Freya tersenyum bahagia mendengar penjelasan Arian.
"Freya mukamu merah"ucap Arian.
"Mana? gak mungkin merah"ucap Freya.
"Ini merah"ucap Arian lalu mencium Freya.
Arian mencium Freya lalu mereka memadu kasih dan cinta. Meluapkan semua kecemburuan dan keraguan. Arian memang mahir membuat Freya luluh dalam dekapan cintanya. Seketika Freya mereda dan hanyut dalam irama cinta yang membara dan menggebu hingga keringat mereka bercucuran dan akhirnya beristirahat bersama.
"Sayang aku mencintaimu?"tanya Arian.
"Jangan gombal sayang"ucap Freya.
"Siapa yang gombal, aku gak bisa jauh darimu ibarat ketek dan bulunya"ucap Arian.
"Bau dong"ucap Freya.
"Nah itu dia sayang, yang bau-bau biasanya sulit dilupakan dan akan selalu dikenang"ucap Arian.
"Ih...jorok amat mengibaratkannya, kenapa gak kumbang dan bunga aja"ucap Freya.
"Mau deh jadi kumbang biar ngisap bunga terus"ucap Arian.
"Sayang..."ucap Freya.
__ADS_1
Arian mencium kening Freya dan membelai rambut panjangnya setelah itu berbaring disamping Freya.
Arian begitu menyayangi istrinya itu. Dia bersyukur bisa berjodoh dengan Freya yang menerimanya apa adanya.