
Azura menemani Elina didapur untuk memasak makan siang untuk Atnan. Dia tahu anaknya belum bisa dekat dengan Elina, itu sebabnya perlu usaha untuk menaklukkan hati Atnan. Salah satunya lewat makanan. Dengan senang hati Elina berusaha memasak untuk Atnan. Baginya meskipun dia tidak mencintainya tapi Atnan sekarang sudah menjadi suaminya.
"Elina yang sabar ya untuk mendampingi Atnan. Luka dimasa lalunya membuat dia seperti itu" ucap Azura.
"Iya Ma, aku ngerti" ucap Azura.
"Mama yakin lambat laun dia akan bisa menerimamu dan mencintaimu" ucap Azura.
Elina mengangguk. Dia akan berusaha sabar menanti cinta dari suaminya yang dingin seperti es.
Kebaikan Rafka padanya membuat Elina tidak masalah diperlakukan Atnan seperti itu.
Selesai masak Elina pergi ke perusahaan suaminya.
Elina memilih naik bus karena mobil pribadinya sedang diservis. Dia berdiri didepan halte bus. Sebuah mobil berhenti tepat didepan dia berdiri. Rendi keluar dari mobil itu menghampiri Elina.
"Elina" ucap Rendi.
"Rendi" ucap Elina terkejut melihat Rendi ada didepannya.
"Kau mau kemana? biar ku antar" ucap Rendi.
"Rendi, aku naik bus saja, terimakasih atas tawarannya" ucap Elina.
Rendi meraih lengan Elina, dan menatap wajahnya.
"Elina kenapa? tidak bisakah aku jadi temanmu?" tanya Rendi.
"Rendi, aku sudah bersuami. Rasanya tidak pantas jika aku satu mobil denganmu, maaf" ucap Elina.
"Elina, aku tahu suamimu tidak mencintaimu, dia mencintai istrinya yang meninggalkannya 5 tahun lalu. Lalu untuk apa kau bertahan jika suamimu tak menganggapmu, aku mencintaimu Elina" ucap Rendi.
"Bukankah kita sudah memutuskan hal ini, maaf bus sudah datang" ucap Alina melihat bus berhenti.
Elina berjalan naik ke dalam bus. Dia meninggalkan Rendi dihalte bus itu.
"Elinaaaa...aku akan menunggumu, berapapun lamanya" ucap Rendi.
Rendi masuk ke dalam mobilnya. Dia kembali ke rumah besar milik kedua orang tuanya. Hatinya gundah gulana. Wanita yang dicintainya menikah dengan orang lain karena terpaksa. Dia membanting pintu kamarnya saat masuk kamar. Ibunya menyusulnya ke kamar untuk mengetahui keadaannya.
"Kau kenapa sih Rendi? tanya Gista.
"Elina, aku tidak tega melihatnya hanya jadi hiasan lelaki itu" ucap Rendi.
Gio Randi Darmawan adalah putra dari Gista dan Nathan Darmawan. Anak kedua dari Gista. Randi memang sudah 9 tahun menjadi kekasih Elina. Mereka hampir menikah. Tapi tiba-tiba Elina memutuskan hubungan mereka. Randi sangat terluka karena kejadian itu. Sampai sekarang dia belum bisa menerima keputusan Elina. Karena dia tahu lelaki yang menikahi Elina tidak mencintainya.
"Randi, mungkin Elina bukan jodohmu. Jadi terimalah. Kalau dia jodohmu Mama yakin dia akan kembali padamu" ucap Gista.
"Aku akan tetap menunggu sampai Elina kembali padaku. Lelaki itu tidak mencintai Elina, aku yakin Elina tersiksa hidup dengannya" ucap Randi.
Gista merangkul anak keduanya itu. Dia bisa merasakan perasaan patah hati yang dirasakan anaknya.
"Sabar ya nak, lebih baik kau bantu Papamu mengurus perudmsahaannya, kalau jodoh Elina pasti akan kembali padamu. Sekarang lebih baik kau bekerja dan tetap berdoa" ucap Gista.
"Iya Ma, makasih ya Ma" ucap Randi.
Gista menganggguk. Perkataan Mamanya membuat Randi lebih tenang dari sebelumnya. Ada benarnya kata Mamanya lebih baik dia menyibukkan diri dengan bekerja dan berdoa agar Elina dapat kembali padanya.
__ADS_1
***********
Elina turun dari bus berjalan masuk ke perusahaan.
Dia naik ke lantai atas menuju ruangan kerja Atnan. Elina mengetuk pintu lalu Atnan nempersilahkannya masuk ke dalam ruangannya. Atnan terlihat sibuk mengerjakan pekerjaannya dideoan laptop kerjanya. Bahkan dia tak sama sekali melirik Elina.
"Mas aku bawa makan siang untukmu, apa kau mau makan?" tanya Elina.
Atnan tak nenjawab ucapan Elina. Dia hanya diam saja.
"Aku letakkan dimeja ya" ucap Elina.
Karena Atnan tak menjawab lagi, Elina berinisiatip meletakkan makan siang itu dimeja.
"Lain kali kau tak perlu repot memasak untukku, aku juga tidak akan memakan masakanmu. Sebaiknya bawa lagi" ucap Atnan bersikap dingin pada Elina.
Elina hanya terdiam. Suaminya itu memang dingin dan jutek padanya.
"Tidak, aku tahu Atnan memang seperti itu. Aku harus sabar" batin Elina.
"Baiklah, aku bawa kembali. Mas jangan lupa makan siang ya" ucap Elina.
Elina mengambil makan siang itu dan membawanya keluar dari ruangan Atnan. Dia berjalan diantara lorong. Elina tahu butuh waktu lama dan sulit untuk membuat Atnan menerimanya. Elina memutuskan pulang ke rumah.
Malam harinya Atnan pulang bekerja. Dia masuk ke kamar pribadi miliknya sendiri. Elina menghampiri Atnan yang baru saja pulang bekerja. Dia ingin melayani keperluan suaminya. Dia membawa segelas air minum.
"Mas minum dulu" ucap Elina.
"Aku bisa mengambil minum sendiri jadi kau tak perlu repot" ucap Atnan.
"Aku lelah, kau tak perlu repot untuk apapun" ucap Atnan.
"Satu hal lagi, Elina ini kamar milikmu,jangan sekali-kali berani memasuki kamarku"ucap Atnan.
"Baik"ucap Elina.
Atnan mengeluarkan sebuah kartu dari dalam tas kerja miliknya.
"Ini kartu debit dan kartu kredit untuk semua kebutuhanmu, terserah kau mau pakai apa"ucap Atnan.
"Iya, terimakasih Mas"ucap Elina.
"Diparkiran ada mobil baru untukmu berserta supir yang akan mengantarmu kemanapun kamu pergi"ucap Atnan.
"Oke, aku mengerti"ucap Elina.
"Nanti aku akan menyusul ke kamarmu, tidurlah duluan" ucap Atnan.
Elina mengangguk. Setelah bicara itu Atnan langsung meninggalkan istrinya itu, Elina merasa Atnan sebenarnya baik hanya saja sikapnya yang tertutup dan sedingin es.Atnan hampir tak pernah tersenyum.Mukanya selalu terlihat datar.Seandainya dia mau tersenyum,wajah tampannya itu akan semakin bertambah tampan.
**********
Dipagi hari,Elina sudah bangun untuk membuat sarapan untuk Atnan.Elina berpikir mungkin dengan membuatkannya sarapan Atnan akan sedikit terbuka padanya.Elina masak dengan penuh cinta.Setiap masakannya dia masak dengan sangat teliti dan berusaha membuatnya sebaik mungkin.Pepatah mengatakan perut kenyang hati senang.Elina percaya Atnan akan menyukai masakannya.Atnan turun dari kamarnya menuju ke ruang makan.Elina masih sibuk didapur memasak masakan terakhirnya.Pelayan melayani Atnan sarapan.Atnan mulai memakan makanannya. Kebetulan Rafka dan Azura sedang joging bersama komunitas jadi hanya Atnan yang sarapan sendirian diruang makan itu.
"Siapa yang memasak makanan ini?"tanya Atnan.
"Nyonya Elina tuan"ucap pelayan itu.
__ADS_1
"Ugh...ugh...ugh..."Atnan batuk tersedak makanan karena kaget mendengar Elina yang memasak.
"Bilang pada Elina,jangan pernah masak lagi,aku tidak akan memakannya"ucap Atnan.
Atnan menghentikan makannya dan meninggalkan meja makan itu.Atnan pergi keluar rumah menuju perusahaannya.
Pelayan itu bingung harus menyampaikan apa pada Elina.Dia tidak tega menyampaikan pesan dari Atnan.Pelayan itu tahu Elina sudah susah payah memasak dari pagi.Pelayan menuju dapur untuk memberi tahu pesan dari Atnan.
"Nyonya Elina,tadi tuan berpesan......"ucap pelayan tidak berani melanjutkan ucapannya.
"Ya aku tahu,tidak perlu diteruskan,tadi aku sudah mendengar"ucap Elina.
Elina meninggalkan dapur itu dengan perasaan yang sangat sedih.Dia berpikir akan bisa membuat jarak diantara dia dan Atnan sedikit lebih dekat tapi ini malah semakin menjauh.Elina tidak berharap mendapatkan hati Atnan,dia hanya ingin Atnan mau bersikap biasa pada Elina.
*********
Elina pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan sahabatnya Nabila.Nabila sahabat Elina sejak mereka kecil.Hanya setelah lulus kuliah Nabila bekerja diinggris.Hari ini Nabila sengaja pulang untuk memberi ucapan selamat pada Elina yang sudah menikah.
"Elina....lama nunggu ya"ucap Nabila.
"Iya...,kamu kelamaan dandan ya"ucap Elina menggoda sahabatnya.
"Sorry,tadi macet dijalan.Oya selamat atas pernikahanmu dengan Randi"ucap Nabila.
"Aku tidak menikah dengan Randi"ucap Elina.
"Apa?"ucap Nabila kaget.
"Aku menikah dengan Atnan anak Pak Rafka"ucap Elina.
"Hah...,bukannya kamu udah pacaran lama banget sama Randi, kalau gak salah bulan lalu kami bilang ma aku mau menikah sama Randi"ucap Nabila.
"Awalnya memang seperti itu,tapi saat aku ingin memberitahukan ibuku tentang Randi ingin melamarku,ibuku lebih dulu bicara bahwa Pak Rafka memintaku menjadi menantunya"ucap Elina.
"Ini pasti karena balas budi itukan"ucap Nabila.
Nabila tahu Elina dan ibunya berhutang Budi pada Pak Rafka.Nabila tidak menyangka Elina mau menjadi menantu Pak Rafka.
"Kamu tahu Aku dan Ibu sangat berhutang Budi pada Pak Rafka,kalau Pak Rafka tidak menolong kami,entah bagaimana hidup kami"ucap Elina.
"Terus bagaimana hubunganmu dengan Randi?"tanya Nabila.
"Seminggu sebelum pernikahanku dengan Atnan,aku menemui Randi untuk memutuskan hubungan kami"ucap Elina.
"Apa Randi menerimanya,kaliankan sudah lama bersama"ucap Elina.
"Dia sangat marah dan kecewa,Randi tidak menerima perpisahan kami"ucap Elina.
Randi sangat mencintai Elina.Randi sangat baik dan setia.Dia selalu memperlakukan Elina dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.Randi sangat sabar dan perhatian pada Elina.Perpisahan yang begitu mendadak membuat Randi sangat sedih begitupun Elina.Tapi mau dikata apa takdir mengatakan hal yang berbeda.Elina harus menikah dengan Atnan laki-laki yang tidak dia cintai.
"Lalu bagaimana Atnan,apa dia mencintaimu?"tanya Nabila.
"Tidak,dia dan aku seperti langit dan bumi,seperti ada jarak yang jauh memisahkan.Sikapnya begitu dingin dan tertutup"ucap Elina.
"Kalau begitu bagaimana kamu bisa bahagia,aku saja gak sanggup bila membayangkan harus hidup bersama manusia seperti dia.Seolah-olah aku hidup bersama patung"ucap Nabila.
Elina dan Nabila terus berbincang,mereka sudah lama tidak bertemu.Ini kesempatan untuk mereka saling curhat masalah mereka.Hanya Nabila yang tahu isi hati Elina.Elina tidak pernah berani cerita pada Ibunya.Elina dan Nabila melepas kerinduannya dengan bertemu walaupun sebentar karena Nabila besok kembali lagi ke Inggris.
__ADS_1