DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Siapa Ayah Bagas?


__ADS_3

Kenan berbaring disamping Renata dengan memeluknya. Dia kini sudah memiliki pelabuhan tempatnya bersandar. Meskipun dia baru saja menikah tapi rasanya begitu indah. Sesekali Kenan menciumi kening Renata.


"Sayang, besok aku harus pulang. Kau ikut ya, aku harus mengenalkanmu pada orangtuaku," ucap Kenan.


"Tapi aku ini miskin Kenan, aku juga tidak punya orangtua, apa keluargamu mau menerimaku?" tanya Renata.


"Keluargaku sangat baik sayang, mereka tak pernah membahas harta, dikeluargaku iman dan akhlak itu utama," ucap Kenan.


"Kenan, apa kau yakin memiliki istri sepertiku?" tanya Renata.


"Memang kenapa tak yakin?" tanya Kenan.


"Kau bisa mendapatkan wanita yang kau inginkan, aku hanya wanita biasa, mungkin bukan tipemu juga," ucap Renata.


Cup


Kenan mencium Renata.


"Awalnya aku merasa kau itu pelit, pencuri dan menyebalkan. Tapi aku justru malah suka. Ya walau pernikahan kita dadakan, tapi aku suka semuanya," ucap Kenan.


"Kau pasti bohong?" tanya Renata.


"Gaklah sayang," ucap Kenan.


Renata belum bisa percaya sepenuhnya pada Kenan. Dia tak ingin jatuh kedalam cinta yang nantinya akan menyakitinya.


"Oke aku ikut, tapi ponakanku gimana?" tanya Renata.


"Aku akan membelikan rumah khusus untuk mereka dikota tempatku tinggal. Jadi kau masih bisa tinggal bersama mereka dirumah baru itu," ucap Kenan.


"Jadi kita akan pindah?" tanya Renata.


"Iya sayang, masa aku pulang sendirian, akukan sudah menikah," ucap Kenan.


Akhirnya Kenan membawa Renata dan ponakannya ikut bersamanya ke kota asalnya. Kenan membeli sebuah rumah besar untuk Renata dan keponakannya tinggal. Mereka tinggal dirumah itu. Kemudian Kenan membawa Renata ke rumah besar orangtuanya. Dia membawa Renata ke ruang keluarga. Semua anggota keluarga sudah menunggu. Mereka berdua duduk disofa.


"Pa, Ma, Kak Atnan, Elina dan Jingga, ini Renata istriku," ucap Kenan memperkenalkan Renata pada kedua orangtuanya.


"Istrimu?" tanya semuanya terkejut.


"Iya, Renata istriku, kami nikah dadakan dirumah Pak RT," ucap Kenan.


"Ha...ha...ha...kaya kakek dan nenek," ucap Rafka.


"Iya sih Pa," ucap Kenan.


"Alhamdulillah kamu laku juga Kenan, kirain kakak kamu jomblo berkarat," ucap Jingga.


"Kakak jangan menjatuhkanku didepan istriku dong," ucap Kenan.


"Kasihan, kakak inget banget kamu sampai nangis-nangis gara-gara ditinggal nikah pacarmu," ucap Jingga.


"Iya, aku juga inget kamu sampai makan diet total supaya kurus gak ditinggalin pacarmu lagi," ucap Atnan.


"Ampun ambyar kalau kalian bahas itu," ucap Kenan.


"Sampai ikut senam ibu-ibu PKK biar kurus, eh ditaksir sama ibunya pacarmu sendiri, putus lagi deh," ucap Jingga.


"Jangan dibahas lagi kak, malu," ucap Kenan.


"Papa juga inget saat kamu minum jamu pelangsing punya Mamamu, gak tahunya jamu kuning langsat buat datang bulan," ucap Rafka.


"Ha...ha....ha...." Semuanya tertawa gembira mengingat masa lalu Kenan saat dia masih gemuk.

__ADS_1


"Maaf ya Renata, beginilah kondisinya kalau lagi pada ngumpul," ucap Azura.


"Iya tante, gak papa kok," ucap Renata.


Setelah makan bersama, Kenan membawa Renata naik ke kamarnya. Didalam kamar banyak foto-foto Kenan saat masih gemuk.


"Kenan ini fotomu?" tanya Renata pada foto lelaki gemuk berkaca mata.


"Iya sayang, semua foto orang gemuk dikamarku itu aku tiga tahun lalu," ucap Kenan.


"Kau sangat berbeda dari yang ada difoto," ucap Renata.


"Gantengan yang sekarangkan?" tanya Kenan.


"Lumayan," ucap Renata.


"Kok lumayan sih? sekarang akukan ganteng dan keren sayang," ucap Kenan.


"Iya kau ganteng, puas?" tanya Renata.


"Puas," ucap Kenan menjawab.


Renata tersenyum melihat-lihat foto Kenan yang dulu saat dia masih gemuk. Dia tak menyangka lelaki tampan dan keren ini dulunya gemuk.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Elina keluar dari rumah itu mencari udara segar. Dia berjalan ditaman bunga dihalaman rumah besar itu. Dia melihat tukang kebun sedang menyirami tanaman bunga yang begitu banyak dan subur. Elina ingin sekedar menyapanya, dia menghampiri tukang kebun itu.


"Pak Maman sedang menyiram bunga ya?"tanya Elina.


"Iya, Nona sedang berjemur?"tanya Pak Maman.


"Iya Pak Maman, sinar matahari pagi baik untuk kesehatan," jawab Elina.


"Taman bunganya indah,pasti Pak Maman pintar merawatnya"ucap Elina.


"Kebetulan saya suka tanaman Nona, jadi bekerja sambil menjalankan hobi"ucap Pak Maman.


"Boleh saya ikut menyiram tanamannya?"ucap Elina.


"Boleh Nona, tapi gembornya disini cuma ada satu, saya ambilkan dulu ke gudang belakang rumah ya"ucap Pak Maman.


"Tidak usah, biar saya saja yang mengambilnya Pak Maman.Digudang belakang rumah ya?"tanya Elina.


"Iya betul Nona"ucap Pak Maman.


Elina berjalan menuju ke gudang belakang rumah besar itu.Gudangnya cukup besar.Kedua pintu masuknya saja sangat besar.Elina masuk ke gudang itu.Tempatnya penuh berbagai alat-alat mekanik dan barang tak terpakai.Elina mencoba mencari gembor itu dan malah melihat sebuah mobil yang tertutup kain berwarna hitam.Elina penasaran dan membuka penutupnya.Ternyata sebuah mobil yang sudah rusak dan penyok body depan mobilnya.


"Ini mobil siapa? sepertinya sudah tak terpakai"ucap Elina.


Pak Maman menyusul Elina,takut Elina kebingungan mencari gembor itu soalnya gudangnya luas dan banyak barang didalamnya.


"Nona Elina belum menemukan gembornya ya?"tanya Pak Maman.


"Belum, Pak Maman ini mobil siapa?"tanya Elina.


"Itu mobil milik Tuan muda Atnan"ucap Pak Maman.


"Mobilnya sudah rusak, kenapa ya Pak Maman?"


tanya Elina.


"Sekitar beberapa tahun lalu mobil ini menabrak pohon ditepi jalan. Sejak saat itu mobil ini rusak dan tidak diperbaiki lagi"ucap Pak Maman.

__ADS_1


"Begitu ya, pantas disimpan disini"ucap Elina.


Setelah itu Elina dan Pak Maman mengambil gembor dan kembali ke taman bunga.Elina menyiram tanaman itu sambil memikirkan tentang kecelakaan yang menimpa Atnan.


"Apa mungkin Atnan pernah ke kecelakaan?" batin Elina.


"Mungkin kejadiaan itu sebelum menikah denganku," ucap Elina.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Laura baru pulang dari bekerja disebuah cafe.Laura pulang naik angkutan umum walaupun sudah sangat malam.Adiknya Lara menunggunya diruang tamu.


"Kak baru pulang?"tanya Lara.


"Iya,kakak mengambil lembur ini kan malam minggu,lumayan untuk uang jajan Bagas"ucap Laura.


"Tapi apa ada yang mengganggu kakak lagi dibus?"tanya Lara.


"Tidak,jangan sampai deh terjadi lagi.Biarbagaimanapun kakak terpaksa harus naik bus pulang kerja.Kamu tahu kakak belum punya uang untuk beli motor.Kakak sedang mengumpulkan biaya sekolah Bagas untuk masuk TK.Sebentar lagi dia masuk TK"ucap Laura.


"Kakak selalu kerja keras terus,apa kakak tidak lelah jadi single parents.Kakak tidak mau apa mencari ayah kandung Bagas,kasihan diakan selalu menanyakan ayahnya"ucap Lara.


"Aku tidak tahu dimana ayah kandung Bagas"ucap Laura.


"Apa kita coba mencari tahu siapa ayah Bagas kak?" tanya Lara.


"Kejadian itu sudah sangat lama, apakah kita bisa menemukannya?" ucap Laura.


"Iya sih kak, tapi seharusnya dia tanggungjawab, dia sudah memperkosa kakak," ucap Lara.


"Sudahlah Lara, aku sudah mengubur dalam-dalam semua itu," ucap Laura.


"Kalau gitu paling tidak mulailah membuka hatimu,Bagas membutuhkan sosok ayah.Kasihan tiap hari dia begitu antusias bila mendengar cerita orang tentang ayah mereka"ucap Lara.


"......"Laura terdiam dan sedih.


"Bagas sudah tidur,dia anak yang pintar dan lucu.Kak aku rasa dia mirip ayah kandungnya tampan"ucap Lara.


"Ya aku merasa juga begitu,dia tidak mirip denganku"ucap Laura.


Laura dan Lara berbincang-bincang mengenai Bagas.Laura adalah single parents.Dia belum pernah menikah.Lara adalah adik kandung Laura.Selama ini Lara yang menjaga Bagas selama Laura bekerja.Hanya Lara tempat Laura bersandar.Dia sudah tidak memiliki kedua orangtua.Orangtua mereka sudah meninggal,Lara anggota keluarga satu-satunya Laura.Saat Laura hamil,adiknyalah yang mengurus dan memenuhi kebutuhannya.Dan menemani Laura saat mendapat hinaan dari orang lain karena Laura hamil tanpa seorang suami.Jika adiknya tidak ada entah bagaimana Laura menghadapi semuanya.


Laura harus mengandung Bagas sendirian tanpa seorang suami.Laura juga membesarkan Bagas sendiri.Laura tidak tahu diamana keberadaan ayah kandung Bagas.Seperti apa orangnyapun Laura tidak tahu.Laura malah berusaha mengubur peristiwa pahit itu.Bagi Laura yang terpenting ada Bagas dan Lara disisinya itu sudah cukup.


Laura bangun pagi bersiap untuk kembali bekerja.Lara sudah menyiapkan sarapan untuk Laura dan Bagas.Mereka bertiga sarapan dimeja makan itu.Rumah Laura sederhana.Tapi yang terpenting Laura tidak perlu mengontrak.Ini rumah orangtuanya dulu.Bagi Laura ini berkah tersendiri.Entah bagaimana jika dia harus mengontrak rumah juga.Biaya kebutuhannya saja susah payah dia cukupi apalagi harus ditambah biaya kontrakan.Belum lagi biaya kuliah adiknya.Lara mengambil kuliah kelas karyawan karena harus menjaga Bagas juga.Jadi Lara kuliah saat hari libur,saat kakaknya ada dirumah.


Lara tahu betul beban dipundak kakaknya.Sudah hamil tanpa tahu siapa yang menghamilinya.Kakaknya juga harus membesarkan Bagas sendirian.Belum lagi membiayainya kuliah.Kakaknya bahkan kehilangan masa mudanya.Kakaknya sibuk bekerja dan bekerja tanpa bisa menikmati urusan pribadinya.Yang bisa Lara lakukan untuk kakaknya adalah menjaga Bagas.


Bagas mendekati Laura saat akan berangkat kerja.Bagas memeluk tubuh Laura erat-erat.Bagas sedih ibunya harus bekerja dan pulang larut malam setiap hari.


"Bunda kalau Bagas besar nanti,Bagas akan membahagiakan Bunda.Bunda gak usah capek kerja lagi"ucap Bagas.


"Iya sayang"ucap Laura.


"Bunda jangan pulang malam lagi nanti diganggu orang-orang jahat itu lagi"ucap Bagas.


"Iya sayang,Bunda akan berusaha menjaga diri"ucap Laura.


"Sebentar lagi Bagas akan bisa menjaga Bunda,tidak boleh ada orang yang menyakiti Bunda"ucap Bagas.


"Iya sayang,sekarang Bagas sama Tante Lara ya"ucap Laura.


"Iya"ucap Bagas.

__ADS_1


Laura pergi meninggalkan Bagas untuk bekerja.Hati Laura sedih mendengar ucapan Bagas.Malaikat kecilnya sudah tumbuh besar.Dia bahagia bisa memiliki Bagas.Bagas anak yang baik,pintar,lucu, dan mandiri. Laura bangga dengan Bagas.


__ADS_2