
Freya keluar dari kontrakkannya. Dia melihat kontrakkan disampingnya. Biasanya Arian selalu berangkat bersamanya. Tapi pagi itu dia melihat kontrakkannya terlihat sepi. Freya berpikir mungkin Arian sudah berangkat duluan. Freya naik bus menuju ke perusahaannya. Sampai diperusahaan, Freya masuk ke ruangan akunting. Dia berharap bertemu dengan Arian diruangan akunting tapi ternyata Arian tidak ada diruangan itu. Freya langsung duduk dikursi kerjanya. Dia bertanya pada stafnya tentang keberadaan Arian yang sudah waktunya kerja tapi belum masuk juga.
"Dedi, Pak Arian kemana ya?"tanya Freya.
"Saya dengar dari Pak Nugi katanya Pak Arian pindah tugas diperusahaan cabang diluar kota Bu Freya"ucap Dedi.
"Kok saya tidak tahu?"tanya Freya.
"Saya juga baru pas pagi tadi nongkrong dikantin bareng Pak Mugi"Dedi.
"Oh.....makasih ya Dedi"ucap Freya.
"Iya Bu Freya"ucap Dedi.
Freya termenung melihat kursi kerjanya Arian. Air matanya tar terasa menetes dipipinya.
"Pantas kontrakkannya sepi"batin Freya.
Freya ingat betul diruangan akunting dia sering berdebat panjang dengan Arian. Kini terasa sepi tanpa Arian teman berdebatnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Malam itu Freya naik angkot pulang bekerja dari kantornya. Dia naik angkot, tapi angkot itu sepi hanya ada dua lelaki yang menumpang. Freya naik ke dalam angkot itu. Dua lelaki yang tadi duduk terpisah darinya, tiba-tiba duduk mengapitnya.
"Mas maaf, jangan duduk disini. Disanakan tempat duduknya kosong"ucap Freya.
"Disana dingin, disini anget"ucap Kemal.
"Neng kita butuh kehangatan, malam ini sepi"ucap Andi.
".........."Freya terdiam ketakutan.
Dua lelaki itu hendak meraba tubuh Freya. Mereka mulai memegang kedua tangan Freya.
"Lepas....lepaskan tanganku"ucap Freya.
"Kalian jangan seenaknya diangkot abang"ucap Bang Joko.
"Bentar aja bang"ucap Kemal.
"Sekali aja bang tar juga dilepasin"ucap Andi.
__ADS_1
"Tolong....tolong.....hik...hik...."ucap Freya berteriak.
Bang Joko menghentikan angkotnya. Dia keluar dari dalam angkot menuju ke kursi belakang angkotnya.
"Lepasin penunmpangku gak?"ucap Bang Joko.
"Pelit amat, mending kita sama-sama cobain"ucap Kemal.
"Cantik nih"ucap Andi.
"Astagfirullah, kalian ini gak ngerti dosa"ucap Bang Joko.
"Dosa mah entar aja"ucap Kemal.
"Nikmat duluan Bang"ucap Andi.
"Astagfirullah"ucap Freya.
Bang Joko masuk ke angkot, dia membantu Freya melepaskan diri dari kedua lelaki itu. Freya keluar dari angkot. Sementara Bang Joko menghajar kedua lelaki itu sampai babak belur. Kedua lelaki itu akhirnya kabur.
"Bang makasih ya"ucap Freya.
"Iya neng, maaf ya jadi gak nyaman"ucap Bang Joko.
"Semoga lebih banyak lagi orang yang baik, biar hidup ini aman dan tentram"ucap Bang Joko.
"Amin"ucap Freya.
"Ayo naik lagi"ucap Bang Joko.
"Baik Bang"ucap Freya.
Freya naik ke dalam angkot sampai dijalan utama didekat kontrakkannya. Dia turun dari angkot lalu berjalan menuju kontrakmannya. Freya berdiri didepan teras kontrakkannya.
"Kontrakkannya Arian gelap, berarti dia sudah tidak ada disini"ucap Freya.
"Kenapa aku jadi merasa kehilangan? kalau ada dia mungkin tidak akan terjadi hal seperti itu diangkot"ucap Freya.
Freya masuk ke kontrakkannya. Dia membersihkan diri lalu tidur. Setelah sepertiga malam, Freya sholat malam.
"Ya Allah kenapa hatiku merasa kehilangan saat Arian tak ada, aku rindu saat bersamanya. Apa ini salah atau dosa? maafkan aku Ya Allah. Kini dia entah berada dimana. Mungkin aku tidak akan bertemu dengannya lagi hik...hik...."ucap Freya.
__ADS_1
"Ya Allah hati ini terasa sepi saat dia tak ada, kuatkan hamba melewati semua ini. Aku percaya jika dia jodoh hamba kami pasti akan bertemu lagi"ucap Freya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Freya berangkat ke perusahaannya. Dia membawa surat pengunduran dirinya. Dia memantapkan hatinya untuk keluar dari perusahaan itu. Dia masuk ke ruangan Pak Nugi.
"Assalu'alaikum Pak"ucap Freya.
"Wa'alaikumsalam"ucap Pak Nugi.
"Duduklah"ucap Pak Nugi.
"Baik"ucap Freya.
Freya duduk dikursi depan meja Pak Nugi.
"Ada apa Freya?"tanya Pak Nugi.
"Begini Pak, saya mau mengundurkan diri dari perusahaan ini"ucap Freya.
"Mengundurkan diri? kenapa?"tanya Pak Nugi.
"Saya ingin bekerja disebuah SD yang membutuhkan guru pengajar"ucap Freya.
"Apa disana gajinya lebih besar dari disini?"tanya Pak Nugi.
"Tidak, bahkan jauh dibawah gaji disini"ucap Freya.
Pak Nugi tak percaya Freya mau melepas pekerjaannya diperusahaan demi bekerja disebuah SD yang gajinya saja pas-pasan.
"Lalu untuk apa kau bekerja disana kalau gajimu kecil?"tanya Pak Nugi.
"Untuk ibadah"ucap Freya.
"Tapi hidup ini realistis Freya"ucap Pak Nugi.
"Saya tahu, tapi hidup didunia ini sementara. Tidak semua hanya soal uang, harta dan kekuasaan. Hati saya tersentuh saat melihat anak-anak itu membutuhkan seorang guru pengajar"ucap Freya.
"Baiklah, semoga keputusanmu benar. Niatkan semuanya karena Allah SWT"ucap Pak Nugi.
"Amin, terimakasih Pak Nugi"ucap Freya.
__ADS_1
"Sama-sama"ucap Pak Nugi.
Freya keluar dari ruangan Pak Nugi. Dia berjalan ke ruangan akunting. Saat dia didalam ruangan akunting, Freya berbicara pada semua stafnya.