DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Tinggal Dikontrakkan


__ADS_3

Arian dan Eriska mulai tinggal dikontrakkan. Arian membersihkan kontrakan yang akan ditinggalinya bersama Eriska. Dia menyapu dan mengepel kontrakkan itu. Sementara itu Eriska hanya asyik main handphone.


"Sayang bantuin dong"ucap Arian.


"Ogah, ngapain?"ucap Eriska.


"Sayang, kalau dikerjakan sama-sama pasti cepat beres deh"ucap Arian.


"Gak mau, nanti tanganku kasar, susah payah nyalon seharian nanti jadi sia-sia"ucap Eriska.


"Kalau gitu beli minum sayang ke warung, aku haus"ucap Arian.


"Beli aja sendiri, gak level belanja diwarung, bikin malu aja"ucap Eriska.


"Yaudah, kamu tunggu disini. Aku beli minum dulu ya"ucap Arian.


"Terserah"ucap Eriska.


Arian keluar beli minum diwarung. Tak sengaja dia melihat Freya sedang membeli sesuatu diwarung itu juga.


"Gadis keras kepala, kau mau beli apa?"tanya Arian.


"Gak usah sok kenal ya, aku mau beli apa bukan urusanmu"ucap Freya.


"Aku ramah padamu tapi mulutmu itu tetap pedas padaku"ucap Arian.


"Pria arogan menyebalkan sepertimu pantas diperlakukan seperti itu"ucap Freya.


"Kenapa ya kita selalu berdebat, padahal aku hanya sekali melakukan kesalahan padamu itupun sudah berlalu tiga tahun lalu"ucap Arian.


"Satu kali kesalahanmu itu sangat merugikanku, kau paham"ucap Freya.


"Aku sudah menawarkanmu uang ganti rugi saat itu, kau sendiri yang tidak mau menerimanya" ucap Arian.


"Kau pikir segala sesuatu bisa diselesaikan dengan uang"ucap Freya.


"Iya, apa yang tidak bisa dibeli dengan uang? Semuanya bisa dibeli dengan uang"ucap Arian.


"Ada"ucap Freya.


"Apa?"ucap Arian.


"Cinta yang tulus"ucap Freya.

__ADS_1


"............."Arian langsung terdiam.


"Orang sepertimu hanya memandang apapun dengan uang, jadi kau tak pernah tahu arti cinta yang tulus"ucap Freya.


Freya langsung pergi meninggalkan Arian begitu saja. Ucapan Freya membuat Arian memikirkan arti sebuah cinta yang tulus.


"Bahkan Eriska hanya menyukai uangku, apa ini karena aku hanya memandang apapun dengan uang, hingga aku tak tahu arti sebuah cinta yang tulus"batin Arian.


Arian membeli dua botol air mineral lalu kembali ke kontrakkannya. Dia memberikan botol air mineral pada Eriska.


"Sayang minum"ucap Arian memberikan botol air mineral itu pada Eriska.


"Sayang cepetan beres-beresnya kita makan di Cafe Rain yuk, katanya menu makanannya enak" ucap Eriska.


"Sayang kita beli makan diwarteg aja ya"ucap Arian.


"Apa diwarteg?"ucap Eriska.


"Iya, uangku tiris masih lama ke gajiannya, takut gak cukup untuk kebutuhan kita satu bulan"ucap Arian.


"Sayang kenapa ya kita kok mendadak miskin kebangetan gini, aku gak mau kaya gini, gak sesuai untukku"ucap Eriska.


"Sayang sabar ya"ucap Arian.


"Maaf sayang"ucap Arian.


Eriska cemberut terus saat Arian merapikan semua pakaian dan barang-barang mereka. Dia tidak ingin hidup susah.


************


Satu Tahun Kemudian


Freya pergi ke cafe untuk bertemu dengan temannya. Dia berjalan masuk ke cafe itu. Dia tak sengaja melihat Andika sedang duduk bersama Maya. Mereka duduk saling berpegangan tangan. Freya menghampiri mereka berdua.


"Sayang"ucap Freya.


"Sayang, ngapain kau disini?"tanya Andika.


Maya hanya tersenyum melihat Freya yang melihat ke arahnya.


"Justru aku mau tanya kamu ngapain pegangan tangan dengan wanita ini"ucap Freya.


"Sayang dia......"ucap Andika

__ADS_1


"Kenalkan aku Maya, pacarnya suamimu"ucap Maya.


"Pacar suamiku?"ucap Freya penuh tanya.


"Iya, kau belum tahu. Kasihan....jadi selama ini kau tidak tahu kalau suamimu punya pacar"ucap Maya.


"Andika, katakan padaku, semua ini bohongkan?"ucap Freya.


"Maya memang pacarku"ucap Andika.


"Apa?......lalu apa arti pernikahan kita selama ini"ucap Freya.


"Sayang, kita masih bisa tetap jadi suami istri dan biarkan aku bersama Maya"ucap Andika.


Plaaaak...............


"Kau jahat Andika, padahal selama ini aku selalu bersamamu dan disisimu"ucap Freya.


"Freya, aku hanya belajar realistis. Kau miskin dan mandul, lalu apa yang bisa ku dapatkan darimu" ucap Andika.


"Kau tega melakukan semua ini padaku, kemana semua janji-janjimu saat kita menikah dulu hik....hik...."ucap Freya.


"Tenang Freya, aku akan memberimu ganti rugi asal kau mau membagi suamimu denganku"ucap Maya.


"Kalian sudah gila, uang tidak bisa membeli kebahagian di atas air mata dan pengkhinatan hik.......hik....hik......"ucap Freya.


"Freya tidak usah naif, kau itu miskin. Dengan aku tidak menceraikanmu itu sudah bagus"ucap Andika.


"Lagi pula aku sudah mengandung anak Andika, jadi terimalah, dan berbagi suami denganku"ucap Maya.


"Andika, dulu saat kita mau menikah kau bilang padaku, aku akan jadi satu-satunya ratu dihatimu, tapi kini semua sudah berubah, janjimu yang dulu bagai debu yang terhapus air hujan. Tak tersisa sedikitpun hik....hik...."ucap Freya.


"Menangislah Freya, biar kau puas, dan tidak akan menangis lagi. Karena besok kau akan tersenyum melihatku bersanding dengan Andika"ucap Maya.


"Freya, sudahlah. Pulang dan siapkan kamar untuk Maya, malam ini dia akan tidur bersamaku dirumah kita"ucap Andika.


"Hik....hik....hik....."Freya hanya menangis.


"Udah ah sayang, capek melihat orang nangis" ucap Maya.


"Kita jalan-jalan ke Mall aja, gimana?"tanya Andika.


"Oke"ucap Maya.

__ADS_1


Andika dan Maya meninggalkan Freya yang sedang menangis tersedu-sedu. Andika terang-terangan mengakui pengkhianatannya. Bahkan mengenalkan madunya pada Freya.


__ADS_2