
"Wanita didepan kalian ini hanya wanita yang tak tau malu dan murahan. Aku sebagai mantan mertuanya saja jijik" ucap Ibu Sasa.
Radhitya langsung berdiri. Dia kesal ada seorang wanita tua yang memaki istrinya.
"Nyonya yang terhormat, apa maumu? kenapa kau bicara seenaknya seperti itu?" tanya Radhitya.
"Jangan marah dulu, aku kesini cuma ingin memberitahumu dan kalian semua, kalau Manda ini sok alim dan sok suci. Padahal dia sudah menyakiti hati putraku. Dia berselingkuh tanpa sepengetahuan putraku. Sampai dimalam pertama mereka, ada lelaki yang mengaku selingkuhannya Manda datang ke rumah dan mengakui hubungan gelap mereka" ucap Ibu Sasa.
"Apa?" ucap Semua wartawan.
"Padahal putraku sudah sangat baik padanya. Putraku yang malang harus tertipu wajah cantiknya" ucap Ibu Sasa.
"Kasihan...." ucap Para penonton.
"Demi harta dan kekuasaan dia berselingkuh, padahal putraku selalu memperjuangkannya" ucap Ibu Sasa.
"Bu cukup. Sampai kapan kau akan membenciku?" tanya Manda pada Ibu Sasa.
Manda lelah. Sudah cukup penderitaannya selama ini. Dia harus terluka ditinggal suaminya dimalam pertamanya. Padahal saat itu Manda sangat mencintai Egi. Tapi sayangnya Egi termakan ucapan ibunya.
"Sampai kau menderita sama seperti anakku" ucap Ibu Sasa.
"Menderita? Mandalah yang menderita Nyonya. Bagaimana rasanya seorang wanita yang baru saja menikah tapi ditinggalkan suaminya dimalam pertamanya begitu saja tanpa sempat memberi penjelasan" ucap Radhitya.
"Penjelasan apa lagi, sudah jelas Manda peselingkuh menjijikkan, tempatnya yang pantas dineraka" ucap Ibu Sasa.
"Bu apa kau tak lelah berulah?" ucap Egi yang baru masuk ke ruangan konferensi pers.
Semua orang melihat ke arah Egi yang baru masuk ke dalam ruangan itu. Egi berdiri tepat disamping ibunya.
"Manda tidak pernah selingkuh, dia wanita baik-baik. Ibukulah yang telah menjebaknya. Ibuku membayar orang untuk pura-pura jadi selingkuhannya Manda agar aku terhasud dan menceraikan Manda" ucap Egi.
"Egiii..." teriak Ibu Sasa.
Egi tak menggubris teriakan ibunya. Dia ingin meluruskan semua kesalahfahaman selama ini.
Dia sadar Manda sangat menderita karena ulah ibunya selama ini.
"Jujur aku sangat menyesal percaya pada ucapan ibuku. Seharusnya aku memberi kesempatan pada istriku untuk menjelaskan. Bukannya malah menceraikannya. Saat ku tahu semua ini rencana ibuku, hanya penyesalan yang bisa ku sesali hampir bertahun-tahun lamanya" ucap Egi sambil menundukkan kepalanya.
Mata Egi berkaca-kaca. Sakit rasanya ketika dia mengingat semuanya. Seandainya waktu bisa diulang, Egi pasti akan menunggu penjelasan dari Manda. Kini Manda sudah benar-benar pergi dari hidupnya.
__ADS_1
Para wartawan terkejut dan kasihan pada Egi dan Manda yang menjadi korban dari keegoisan seorang ibu.
"Ibu yang egois"
"Tidak punya hati"
"Anaknya cinta tapi malah dipisahin paksa"
"Tega banget, kasihan anak dan menantunya"
Ibu Sasa semakin marah saat melihat keadaan mulai tidak menguntungkannya. Dia kesal dan malah memaki Manda.
"Lihat Manda, anakku saja sampai membelamu. Kau tega membuatnya menderita. Kau tidak pantas bahagia" ucap Ibu Sasa.
"Cukup! cukup Bu, jangan memalukan dirimu sendiri. Manda berhak bahagia. Jangan sakiti dia lagi" ucap Egi.
"Tidak, dia harus menderita" ucap Ibu Sasa kekeh.
"Sampai kapan ibu akan menghancurkan hidup anak-anakmu Bu" ucap Nathan yang masuk ke ruangan konferensi pers dibantu Gista.
Gista mendorong kursi roda Nathan memasuki ruangan itu. Nathan memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dari Egi.
"Nathan, kau juga sama saja tidak membela ibumu" ucap Ibu Sasa.
"Nathan, kau..." ucap Ibu Dewi.
"Bu sudah cukup hidupku dan hidup Kak Egi yang hancur tapi jangan menghancurkan kehidupan orang lain juga" ucap Nathan.
"Aku lelah Bu, aku ingin hidup atas kemauanku bukan atas aturanmu. Aku ingin menikah dengan orang yang ku cintai bukan orang yang menguntungkan bisnismu" ucap Egi.
"Kalian benar-benar membuatku kesal dan malu" ucap Ibu Sasa.
"Sebaiknya Anda keluar, sebelum saya panggil sekuriti" ucap Radhitya.
"Hih..." ucap Ibu Sasa.
Ibu Sasa akhirnya keluar dari ruangan itu. Wartawan juga sudah menemukan fakta yang sebenarnya dari Egi dan Nathan. Nama Manda juga akan dibersihkan dengan klarifikasi Egi dan Nathan.
Egi menghampiri Nathan. Dia memeluk adiknya. Selama bertahun-tahun dia terpisah dari Nathan semenjak Nathan memutuskan keluar dari keluarga Darmawan.
"Nathan maafkan aku. Dulu aku ikut menghujatmu saat kau meminta restu untuk menikah dengan Hira" ucap Egi.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkanmu kak" ucap Nathan.
"Kau benar, aku merasakan hal yang sama denganmu. Aku juga mendapatkan penolakan dari keluarga kita saat membawa Manda untuk minta restu pada keluarga kita. Seharusnya aku dulu mendukungmu" ucap Egi.
"Semua sudah berlalu. Lebih baik kita menatap masa depan kita yang baru kak. Aku yakin kakak akan menemukan kebahagian baru yang jauh lebih baik" ucap Nathan.
"Iya, aku senang melihatmu sudah memiliki seseorang yang menemanimu" ucap Egi.
"Kenalkan ini Gista kak" ucap Nathan.
Nathan mengenalkan Gista pada kakaknya.
"Gista, senang bertemu dengan kakak" ucap Gista.
"Egi, kakaknya Nathan. Senang bertemu denganmu juga" ucap Egi.
Akhirnya semua masalah terselesaikan. Nathan dan Egi juga bisa kembali bersama sebagai kakak dan adik. Begitupun dengan Radhitya dan Manda, kini mereka bisa bebas memperlihatkan pada siapapun kalau mereka suami istri.
Setelah bicara dengan Nathan, Egi menghampiri Manda dan Radhitya. Dia merasa bersalah. Secara tak disengaja kesalahannya dimasa lalu sudah membuat hidup Manda menderita hingga sekarang. Apalagi ulah ibunya akhir-akhir ini semakin membuat Manda menderita. Dia ingin meluruskan semuanya. Biar silaturrahminya bersama Manda tetap terjaga walaupun mereka tak bersama lagi.
"Manda maafkan semua kesalahanku dimasa lalu. Aku sudah membuat hidupmu menderita dan terluka" ucap Egi.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu Mas. Semua yang terjadi diantara kita akan menjadi kenangan" ucap Manda.
"Semoga kau bahagia bersama Radhitya. Aku akan selalu mendoakanmu untuk itu. Aku harap meski kita sudah tak bersama lagi tapi kita masih bisa bersilaturrahmi sebagai saudara" ucap Egi.
"Iya Mas, kita masih bisa bersilaturrahmi" ucap Manda.
Egi menghampiri Radhitya yang berdiri disamping Manda.
"Radit, aku titip Manda. Bahagiakanlah dia. Aku dulu belum sempat membahagiakannya" ucap Egi.
"Insya Allah" ucap Radhitya.
Setelah mendengar jawaban Radhitya, Egi meninggalkan tempat itu. Kini dia benar-benar melepas Manda dan mengikhlaskannya bersama orang lain. Kenangannya bersama Manda dulu akan jadi kenangan yang akan selalu diingatnya.
Semuanya sudah usai, Radhitya langsung membopong Manda meninggalkan tempat itu.
"Kita mau kemana Radit?" tanya Manda.
"Menghabiskan waktu berduaan" ucap Radhitya.
__ADS_1
Radhitya membawa Manda ke dalam mobilnya. Mereka meninggalkan Gedung Orange Country.