DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3: Menderita


__ADS_3

Pagi yang indah ditepi pantai itu,matahari mulai terbit.Burung-burung berterbangan diatas pantai.Elina sudah bangun dari tidurnya.Dia melihat Atnan masih tertidur.Elina tidak berani membangunkan Atnan.Dia ingin membuatkan Atnan sarapan pagi karena tidak ada pelayan disini yang memasak untuk Atnan.


Elina bergegas masuk ke dalam hutan dipulau kecil itu.Elina berjalan-jalan masuk ke dalam hutan itu.Dia melihat begitu indah pemandangan hutan itu saat pagi hari seperti ini.Elina melihat berbagai macam kelinci sedang asyik memakan rumput dan bunga-bunga kecil.Elina mengikuti kelinci itu,dia ingin menangkap kelinci itu.Elina terus mengikutinya.Elina tidak menyadari lubang didepannya yang tertutup semak-semak.Elina terjatuh ke dalam lubang itu.


Brug.........


"Aw......"ucap Elina kesakitan.


"Aku terjatuh kedalam lubang ini,bagaimana cara aku keluar"ucap Elina.


Elina berusaha memanjat lubang itu tapi tidak bisa.Dia kembali terjatuh dan terjatuh.Hingga kakinya terkena goresan batu yang runcing.Kaki kanannya langsung memancarkan darah karena luka yang cukup dalam.Elina kesakitan dan berusaha menahan rasa sakitnya.


Berjam-jam Elina terjebak dilubang itu.


Sudah setengah hari Atnan baru bangun dari tidurnya.Dia melihat ke arah tenda yang rusak diterjang angin semalam tapi tidak mendapati keberadaan Elina.Atnan berdiri dan berjalan mencari Elina ditepi  pantai tapi tidak menemukan Elina.Atnan berpikir untuk mencarinya ke dalam hutan.Atnan masuk ke hutan itu.Dia mencari Elina kesana kemari sampai berjam-jam.Sudah sore Atnan belum menemukan Elina.Atnan putus asa dan merasa bersalah tidak bangun lebih awal.Atnan duduk diantara semak-semak dan memanggil nama Elina.


"Elina....Elina....."ucap Atnan.


"Itu suara Atnan"ucap Elina.


"Elina....Elina...."ucap Atnan.


"Atnan.....Atnan....."ucap Elina.


"Itu suara Elina,.....Elina kau dimana"ucap Atnan.


"Atnan aku disini,jatuh ke dalam lubang"ucap Elina.


Atnan mencari-cari sumber suara Elina sampai didepan sebuah lubang.Atnan melihat Elina duduk didalam lubang itu.Elina terlihat kotor dan lemas.Atnan langsung mencari tali untuk menarik Elina.Atnan kembali ke tenda untuk mengambil tali.Atnan menarik Elina dengan tali itu.


"Ayo Elina tangkap talinya dan aku akan menarikmu"ucap Atnan.


"Tidak bisa kakiku terluka"ucap Elina.


"Aku akan turun,tunggu sebentar"ucap Atnan.


Atnan mencari pohon besar untuk mengikatkan tali itu ke pohon besar.Atnan mengikat tali itu ke pohon besarnya.Dia turun ke bawah lubang membawa tali itu.


"Elina kau tidak apa-apa"ucap Atnan.

__ADS_1


"Kakiku....."ucap Elina.


"Ayo aku gendong dipunggungku"ucap Atnan.


Elina naik ke punggung Atnan,Atnan menggendong Elina dipunggungnya.Atnan memanjat lubang itu setahap demi setahap sampai akhirnya berada diatas.Atnan tetap menggendong Elina yang sudah lemas.Sepanjang jalan Elina berada di gendongan Atnan.Elina sampai tertidur digendongan Atnan.Mereka sampai ditenda itu.Atnan menidurkan Elina ditenda itu,Atnan melihat ke kaki Elina yang terluka.Atnan mengambil kotak P3K untuk membersihkan dan mengobati luka Elina.Saat diberi alkohol Elina terbangun karena perih.


"Aw...aw...."ucap Elina kesakitan.


"Tahan sebentar nanti akan cepat sembuh"ucap Atnan.


Elina melihat ke wajah Atnan,dia merasa Atnan yang dilihatnya sekarang berbeda dengan Atnan sebelumnya.Dia terlihat perhatian,peduli dan sedikit hangat.


"Apa masih sakit?"tanya Atnan.


"Sudah tidak"ucap Elina.


"Diam disini aku akan mencarikan mu makanan"ucap Atnan.


"Baik"ucap Elina.


Atnan mencari ikan ditepi pantai,dia menangkap ikan dan lobster yang terperangkap dibatu karang.Atnan membersihkan ikan dan lobster itu.Dia membawa ikan dan lobster itu kembali ke tenda.Dia mencari kayu bakar dan kembali ke tenda lagi.Atnan membuat perapian dan memanggang ikan dan lobster itu diperapian.


"Terimakasih Atnan"ucap Elina.


"........"Atnan hanya diam.


Elina memakan ikan dan lobster tangkapan Atnan tadi.Begitu pula Atnan makan juga.Waktu sudah malam,langit terlihat gelap.Angin malam berhembus sepoi-sepoi.Elina mulai kedinginan setelah semalam tidur ditenda yang rusak.Elina melihat kearah Atnan yang sudah tertidur tapi Elina tidak bisa tidur.Sekujur tubuhnya kedinginan dan mengigil.


"Atnan....nan...nan..."ucap Elina menggigil kedinginan.


Atnan bangun mendengar Elina memanggil namanya.Atnan melihat kearah Elina yang pucat dan bibirnya membiru.Atnan langsung mendekat ke arah Elina.


"Elina kau kenapa?"ucap Atnan.


"Aku....aku...."ucap Elina sulit bicara.


Atnan langsung mengambil lengan Elina. Lengan Elina sedingin es,Atnan langsung meraih tubuh Elina dan memeluknya erat.


"Kamu kedinginan Elina"ucap Atnan.

__ADS_1


"......."Elina hanya diam.


Atnan melepas pelukannya dan menyalakan api unggun,dia juga mengambil selimut yang dibawanya untuk menyelimuti Elina.Karena Elina masih kedinginan.Atnan memeluknya erat-erat dan menyandarkan kepala Elina dibahunya.Atnan mencium bau harum tubuh Elina yang khas ketika begitu dekat.Jantungnya berdebar-debar tidak karuan karena merasa canggung.Tapi Elina yang sedang kedinginan tidak menyadari jantung Atnan yang berdebar.Biarpun Atnan bersikap dingin dan tertutup tetap saja dia laki-laki normal ketika berdekatan seperti ini jantungnya tidak karuan.


Elina tertidur dipelukan Atnan hingga pagi hari.Elina terbangun dari tidurnya dia melihat wajah Atnan,yang tidur sambil terduduk memeluk Elina.Elina tersenyum melihat Atnan yang masih tidur memeluknya.Hati Elina yang dulu mencintai Randy mulai luluh melihat hangatnya Atnan saat itu.Elina ingin merasakan kehangatan ini lebih lama,dia memeluk Atnan kembali dan merasakan kehangatan itu lebih dalam.Dia mencium aroma tubuh Atnan.Aroma yang tidak bisa dia rasakannya selama ini.Elina merasa walaupun sebentar tapi ini pagi yang indah.Tak lama Atnan terbangun,dia melihat Elina sudah bangun dipelukannya.


"Kau sudah bangun Elina"ucap Atnan.


"Ya"ucap Elina.


Atnan langsung melepas pelukannya dan menjauh dari Elina.Atnan begitu malu jika ingat semalaman memeluk Elina.


"Elina jangan berpikir aneh-aneh,apa yang aku lakukan padamu itu sebagai ganti kebaikanmu saat merawatku sakit kemarin"ucap Atnan mulai dingin kembali.


"Iya"ucap Elina.


Sikap Atnan kembali berubah dingin dan terutup.Dia mulai menjaga jarak kembali dari Elina. Kapalpun datang ke pulau itu untuk menjemput Atnan dan Elina.Atnan memang menyetujui bulan madu ke pulau itu dengan Elina tapi hanya 3 hari saja.Jadi mereka harus kembali ke kota lagi.


                             *********


Disebuah rumah kecil dipinggiran kota.Ada dua laki-laki,satu berusia 55 tahun dan yang satunya 30 tahun sedang berbicara didepan gadis yang sedang dipasung.Wajah gadis itu berantakan, tubuhnya kotor dan penuh luka.Gadis itu bahkan terlihat linglung.Gadis itu hanya duduk dan menundukkan kepalanya.


"Pak kita apakan lagi gadis ini?"tanya Eros.


"Kita masih membutuhkannya"ucap Pak Edi.


"Pikirannya udah gak waras, kotor lagi"ucap Eros.


"Bapak masih butuh dari pada harus bayar"ucap Pak Edi.


"Apa kita jual saja? lumayan dapat uang banyak untuk judi dan minum"ucap Eros.


"Jangan dulu, nanti kalau bapak dah bosan baru kita jual"ucap Pak Edi.


"Kalian...kalian...biadap...ha...ha..."ucap Davina.


Davina dipasung dikamarnya oleh ayah tiri dan kakak tirinya.Ibu Davina sudah meninggal sejak Davina lulus kuliah.Sejak saat itu dia tinggal bertiga bersama ayah tiri dan kakak tirinya.


Kesuciannya telah direnggut oleh kakak tirinya.Sejak saat itu dia merasa tak pantas untuk Atnan.Dimalam pernikahannya, dia pergi meninggalkan Atnan. Tapi dia justru ditangkap ayah tiri dan kakak tirinya. Mereka menyekap Davina. Setelah direnggut kesuciannya oleh kakaknya,ayah tirinya juga memperkosanya.Mereka selalu bergantian memperkosa Davina.Mereka juga tidak segan-segan menyiksa Davina.Karena Davina mau kabur,mereka memasung Davina.Karena mendapat berbagai perlakuan buruk itu Davina sampai seperti orang gila,dia mengalami depresi berat.Atnan tidak mengetahui keadaan Davina.Karena saat itu Davina memutuskannya sepihak tanpa alasan dan meninggalkan Atnan.Rumah Davina juga sudah pindah.

__ADS_1


__ADS_2