DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Berkorban Demi Cinta


__ADS_3

Arian dan Freya masih duduk ditikar didalam gudang itu. Freya menyandarkan kepalanya dibahu Arian. Mereka sedang memikirkan cara untuk keluar dari tempat itu. Tidak mudah untuk bisa kabur dari tempat itu karena dijaga anak buah Elang.


"Sayang gimana kita bisa keluar dari tempat ini?"tanya Freya.


"Aku juga sedang memikirkan hal itu. Semoga Allah memberikan jalan keluarnya agar kita bisa keluar dari tempat ini dengan selamat"ucap Arian.


"Sayang, Elang menyuruhku menandatangani surat permohonan cerai ini"ucap Freya.


"Elang memang gila, dia udah keterlaluan"ucap Arian.


"Terus aku harus gimana Arian?"tanya Freya.


"Tanda tangani saja Freya untuk sementara"ucap Arian.


"Gak mau"ucap Freya cemberut.


"Tanda tangani dulu sambil ku carikan jalan keluarnya sayang"ucap Arian.


"Pokoknya gak mau"ucap Freya.


"Kalau kau tidak tanda tangan Elang mengancammu apa?"tanya Arian.


"Dia akan membunuhmu dan Rafka"ucap Freya.


"Elang bener-bener harus disunatin"ucap Arian.


"Sayang jangan bercanda"ucap Freya.


"Gak sayang aku tuh gemes sama dia, kalau boneka dah ku cemplungin comberan biar digigit tikus got"ucap Arian.


Arian emosi, dia tak menyangka Elang begitu memaksa sampai tidak memikirkan kenyataan yang ada kalau Freya istri Arian.


"Sayang aku lapar"ucap Freya.


"Aku suapin ya sayang"ucap Arian.


Freya mengangguk dengan ucapan Arian. Kemudian Arian menyuapi Freya dengan makanan yang dibawanya tadi.


"Enak gak?"tanya Arian.


"Enak"ucap Freya.


"Sayang aku akan mencari cara untuk membawamu pergi dari sini"ucap Arian.


"Tapi sayang ada beberapa pengawal Elang diluar"ucap Freya.


"Udah gak usah dipikirin sayang, kecantikanku akan mengalihkan dunia mereka"ucap Arian.


"Sayang kau gak aneh-anehkan?"tanya Freya.


"Dikit doang sayang"ucap Arian.


Arian berpikir liar agar bisa menyelamatkan Freya dan keluar dari tempat itu. Tidak peduli walau harus mempertaruhkan harga diri dan nyawanya. Yang terpenting bagi Arian, dia bisa berkumpul lagi bersama Freya dan Rafka.


"Freya aku keluar dulu, kamu tetap diam disini sampai aku balik kesini menyelamatkanmu"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Yaudah, sayang kita harus semangat ya, masalah ini pasti terpecahkan dan kita bisa berkumpul lagi"ucap Arian.


"Hati-hati sayang, doaku selalu menyertaimu"ucap Freya.


"Iya sayang, muah...."ucap Arian.


Arian keluar dari gudang. Dia mencari para pengawal Elang. Ternyata mereka lagi ngumpul main kartu diruang tengah. Arian sedang memikirkan cara mengelabuhi mereka semua.


"Mereka harus ku cekokin biar pada tidur"ucap Arian.


"Ini obat paling ampuh, sekali minum pasti KO"ucap Arian.


Arian meletakkan obat itu diminuman untuk para pengawal Elang. Setelah itu Arian membawa minuman itu pada para pengawal itu.


"Bang minum jus dulu biar seger nih"ucap Arian.


"Wah enak ada neng cantik bikinin jus"ucap Doni.


"Neng cantik banget sih"ucap Darmin.


"Iya dong abang sayangku"ucap Arian.


"Alamak mesti godain ini abang-abang ganjen"batin Arian.


Mereka meminum jus itu sampai habis. Arian hanya tersenyum melihat mereka menghabiskan jus itu. Efek obat itu mulai dirasakan mereka semua.


"Bro rasanya kok gue pengen nari balet gini"ucap Cepi.


"Masih untung cuma pengen nari balet, lah gue pengen nari kuda lumping"ucap Doni.


"Gue pengen jadi astronot, kita-kira nari apa ya biar nyampe bulan?"tanya Darmin.


"Gue rasanya pengen nyariin kutu"ucap Joni.


Mereka gelisah dan kebingungan. Sampai harus senam bersama seirama tapi belum kunjung normal. Arian ketawa melihat mereka  jadi kepanasan. Eh....Arian malah ditarik sama keempat pengawal itu masuk kamar. Nah lo Arian senjata makan Tuan. Diterkem tuh sama empat sekawan yang lagi cacingan.


"Aduh bang jangan pegang yang itu tar balonnya meletus nih"ucap Arian.


"Lah yang ini lagi ngapain makaninin bulu ketekku, asem-asem deh lo mana belum mandi semalaman"ucap Arian.


"Yang ini lagi ngapain dipantat gue, gue kentutin aja biar mabok"ucap Arian.


Pruuuut......pruuuut.....pruuuut........


"Bau"ucap Semuanya.


"Yah.... ini malah ngapain pakai mijet gue segala" ucap Arian.


Ayo Arian hempaskan mereka sebelum terlambat. Gak maukan jadi korban razia masal barang KW. Bisa kaget mereka kalau tahu kamu seorang suami yang berusaha menyelamatkan istrinya.


Arian menghajar satu persatu zombatar yang sedang mabuk ke payang butuh belaian. Udah deh jadi tumpukan sampah tuh berempat ngeringkuk. Awas yang paling bawah kena iler, kentut dan muntahan. Nasib deh kalau dibawah.


"Akhirnya mereka tumbang juga, tadi itu bukan obat tidur kali ya, coba gue baca lagi"ucap Arian mengambil obat yang tadi diberikan pada empat sekawan itu.


"Ini obat memabukkan yang bikin kepanasan gak bisa didinginkan meski pakai es batu balokan. Mohon baca aturan pakai sehingga tidak menimbulkan kegilaan masal. Jika terlanjur diminum harap segera kunci pintu kamar lalu gosok gigi dan baca doa tidur biar gak diganggu setan. Setelah tidur pastikan mimpi indah jangan sampai mimpiin main prosotan. Kalau tidak bisa tidur nyari nyamuk aja pakai raket nyamuk biar nyamuknya kesetrum kalah total"ucap Arian membaca sinopsis obat itu.


"Pantas saja mereka bukannya tidur malah keganjenan menakutkan, untung gue bisa amankan situasi"ucap Arian.

__ADS_1


"Para pengawal Elang udah teler tinggal kabur"ucap Arian.


Arian menuju gudang, dia mengajak Freya kabur dari tempat itu. Arian dan Freya berlari keluar rumah saat didepan halaman rumah itu, Elang menghadang mereka berdua.


"Kalian mau kemana?"tanya Elang.


"Kami mau kabur"ucap Arian.


"Kalian tidak akan bisa meninggalkan rumah ini"ucap Elang.


"Siapa bilang? aku dan Freya akan keluar"ucap Arian.


"Tangkap mereka pengawal"ucap Elang memerinrahkan anak buahnya.


Ternyata para pengawal tidak ada yang datang karena Arian sudah melumpuhkan mereka. Elang terkejut anak buahnya tidak ada yang datang.


"Sialan, kau ternyata tidak bodoh"ucap Elang.


"Iya dong"ucap Arian.


"Lawan aku kalau kau berani"ucap Elang.


"Oke siapa takut"ucap Arian.


Arian dan Elang bertarung habis-habisan memperebutkan piala cinta, biar benjol sana sini segede kelereng buat mainan bocah juga pertarungan masih dilanjutkan.


"Ronde satu"ucap Arian teler tapi tetap berusaha melawan.


Mereka bertarung lagi dengan semua ilmu. Arian mendominasi pertarungan. Elang mulai tumbang dan kualahan. Tapi Elang tetap bangun dan kembali melawan Arian.


"Aku masih kuat menghajarmu"ucap Elang.


"Aku juga masih kuat"ucap Arian.


"Lebih baik kau menyerah"ucap Elang.


"Tidak akan"ucap Arian.


Setelah bertarung sampai habis-habisan, mereka seri. Arian menghampiri Freya. Dia hendak  membawanya kabur tapi dihentikan Elang.


"Kalian mau kemana?"tanya Elang.


"Mau pergi......"ucap Arian


"Kalian tidak akan bisa kabur selama aku masih hidup didunia"ucap Elang.


"Elang tolong lepaskan kami, aku yakin kau akan menemukan jodohmu nanti"ucap Freya.


"Tidak, aku cuma mau kamu Freya"ucap Elang.


"Elang kau ngerti gak sih, jangan memaksakan kehendakmu yang gila itu"ucap Arian.


"Aku hanya mencintai, apa salahnya?'tanya Elang.


"Salahnya karena cintamu itu gak masuk akal dan memaksakan kehendakmu"ucap Arian.


"Freya aku jauh lebih baik dari Arian, aku tampan, kaya dan setia selamanya padamu"ucap Elang.


"Arian, Rafka masih tidur tuh, lucu ya"ucap Freya video call dengan Mba TK B.


"Iya dong sayang bibitku pasti unggul, next kita bikin lagi yang kaya Rafka ya"ucap Arian.


"Iya sayang, jengkol itu obat galau Rafka selama kau tak ada"ucap Arian.


Lah ini dua sejoli kok jadi ngerumpi dadakan ditengah medan perang yang lagi sengit. Untung gak ada peluru nyasar, kasihan aju tuh Elang dicuekin ngomong sendiri, sabar ya Elang nasib apel di Mall juga gitu, duo sejoli ini gak bertanggungjawab, woi....kembali ke pertarungan yang tersisa.


"Hei kalian berdua, aku disini denger gak sih"ucap Elang.


"Bentar masih iklan, kita istirahat dulu biar gak tegang"ucap Arian.


"Sayang gimana kalau kita minum jus dulu, panas gini enak tambah es yang banyak"ucap Freya.


"Bener sayang, tar ku pesenin jus COD an biar bayar ditempat aja"ucap Arian.


"Gulanya gak usah banyak-banyak tar diabetes" ucap Freya.


"Udah ngeliat kamu aja dah manis sayang"ucap Arian.


"Kalian benar-benar membuatku marah besar" ucap Elang.


"Sabar Elang, apa kau mau ku pesankan jus sekalian biar otakmu gak panas, tak konslet loh" ucap Arian.


"Iya Elang damai dulu sementara iklan, kita minum jus"ucap Freya.


Baru kali ini pertarungan disertai iklan dan jam istirahat, bisa COD an lagi. Coba yang perang dimedan perang begini juga pasti bisa pesan bebek panggang sebelum gugur dimedan perang. Yang penting mati dalam kenyang.


"Kalian membuatku semakin marah, lihat akan ku lenyapkan kalian berdua"ucap Elang.


"Tunggu Elang, mas ojegnya bentar lagi nyampai, tar siapa yang bayar CODannya kalau kita bertarung, kasihan rugi tar, untung gak seberapa diPHPin iya"ucap Arian.


"Iya, kita harus menghargai orang kecil, mereka susah payah mengais sedikit rejeki untuk istri dan anaknya"ucap Freya.


"Aku sudah dibatas kesabaranku, kalian harus lenyap"ucap Elang.


Seorang ojeg online datang membawa tiga buah jus ke halaman rumah besar itu.


"Nih mas pesanan jusnya"ucap Ojeg online itu.


"Makasih mas, nih uangnya"ucap Arian sambil memberikan uang.


"Ini uangnya kebanyakan mas"ucap Ojeg online itu.


"Anggap sedekah dari saya, doain saya bisa menyelamatkan istri saya ya"ucap Arian.


"Pasti mas, saya akan mendoakan dan memberi dukungan. Facebook masnya apa biar saya like, komen dan share kejadian ini, biar dapet banyak dukungan"ucap Ojeg online itu.


"Arian Duda Hot"ucap Arian.


"Nih saya follow ya mas, tinggal follback saya ya"ucap Ojeg online itu.


"Beres, komen yang bagus ya jangan kaya haters nih"ucap Arian.


"Beres"ucap Ojeg online itu.


Kembali ke pertarungan semula, Elang kepanasan melihat Arian dan Freya malah asyik minum jus disiang bolong ini, matahari aja sampai ngiler tuh sama jusnya yang extra es batu yang banyak.

__ADS_1


"Elang jusnya masih satu, mau gak, gak usah sungkan"ucap Arian.


"Seger ya sayang minum jus disiang hari gini"ucap Freya.


"Aku tunggu sepuluh menit lagi, kalau kalian belum juga selesai aku tembak mati sekarang juga"ucap Elang.


"Sayang, Si Elang ini makin gak waras kita bisa mati ditangannya"bisik Arian.


"Terus kita alihin apa lagi Arian?"bisik Freya.


"Iklan ini udah gak mempan, tenagaku udah kembali, aku harus melawan dia lagi sayang"bisik Arian.


"Kamu yakin Arian, aku gak mau terjadi sesuatu padamu"bisik Freya.


"Sayang percayalah aku akan baik-baik saja, aku masih ingin nanem singkong sama kamu" bisik Arian.


"Semangat sayang, aku menanti dikebun Pak Amat kita nanem singkong lagi"bisik Freya.


"Kalian malah ngerumpi aku sudah tidak bisa memaafkan kalian, hari ini juga aku akan melenyapkan kalian"ucap Elang sambil memegang pistol beneran.


"Sayang, Elang bawa pistol"ucap Freya.


"Sayang jika aku mati, aku ikhlas kau menikah lagi, tapi jangan lupa doakan aku ya"ucap Arian.


"Sayang jangan membuatku sedih, aku tidak bisa sendiri tanpamu, jangan buat aku menjanda lagi" ucap Freya sambil menangis.


"Udah acara tangis menangisnya? ini akhir untuk kalian berdua"ucap Elang.


Elang menembakkan pistolnya ke arah mereka berdua.


Dor...............


"Aw............"ucap Arian kesakitan, lengannya terkena tembakan dari pistol Elang.


"Sayang....hik...hik....."ucap Freya mendekat.


"Sayang pergilah dari sini, rawat Rafka, aku akan berusaha menghentikan Elang sampai sisa nyawaku"ucap Arian sambil memegang lengannya yang berdarah.


"Gak, aku gak mau pergi tanpamu Arian hik....hik..."ucap Freya.


"Sayang, Elang ini gak waras, dia bisa membunuh kita berdua, kasihan Rafka, diantara kita harus ada yang hidup"ucap Arian.


"Sayang tidak....hik...hik......"ucap Freya mengengam tangannya.


"Pergilah sayang, I Love You"ucap Arian.


"I Love You Too"ucap Freya.


"Selamat tinggal.....pergilah ku mohon"ucap Arian.


Freya bukannya pergi malah berdiri didepan tubuh Arian. Dia tidak Elang menembak Arian lagi.


"Elang kau ingin melenyapkan kamikan, lenyapkan aku saja, akukan yang kau inginkan. Ayo kita mati bersama seperti dulu"ucap Freya.


"Sayang....."ucap Arian.


"Sayang, biarlah ku selesaikan semua ini, jaga Rafka untukku hik...hik...."ucap Freya.


"Ha....ha.....aku senang Freya akhirnya kau mau menyerah juga. Kita memang ditakdirkan bersama"ucap Elang.


Elang menghadapkan pistol itu ke arah Freya dan mengeluarkan satu pistol lagi yang diarahkan padanya.


"Freya kita akan bertemu disurga, dan abadi bersama"ucap Elang.


"Freya......"ucap Arian.


"Terimakasih atas semuanya Arian...."ucap Freya sebelum Elang menembaknya.


"Satu....dua....ti......"ucap Elang.


"Stop!!!!!!!!"ucap Darla.


"Darla"ucap Elang.


"Kalau kau mati siapa yang akan jadi ayah untuk bayi yang ku kandung"ucap Darla.


"Kau hamil?"ucap Elang.


"Iya Elang, meski kau selalu berpikir aku mandul ternyata aku hamil juga, lupakan Freya, ayo kita sambut hidup baru bersama bayi kita"ucap Darla.


"............"Elang berpikir.


"Atau ku gugurkan saja bayi ini toh ayahnya tidak menginginkannya"ucap Darla mengancam.


"Darla jangan"ucap Elang.


Darla menghampiri Elang dan mengambil pistol yang digengamnya lalu membuangnya begitu saja.


"Elang ayo pulang, aku mau makan masakan buatanmu, nanti bayi kita ngiler loh"ucap Darla.


"Iya"ucap Elang.


Darla menggandeng lengan Elang pergi dari tempat itu.


Untung bininya nyomot Elang kembali ke habitatnya. Hus....hus.....pergi yang jauh jangan balik lagi, nyusahin Freya aja, kasihan Ariankan sampai berdarah-darah. Untung si pocong gak ikutan juga kasihankan kalau kena tembak berdarah-darah dia, mau beli kain kafan dimana coba. Orang yang jual juga pada takut kalau si pocong beli kain kafan.


Arian langsung memeluk Freya dalam pelukannya.


"Sayang lenganmumu sakitkan"ucap Freya.


"Iya, tapi sakitnya ilang udah meluk kamu sayang"ucap Arian.


"Sayang...."ucap Freya.


"Ayo pulang, Rafka pasti aus, aku juga kangen nanem singkong lagi"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Ayo ku gendong"ucap Arian.


"Tapi tanganmu sakit Arian"ucap Freya.


"Aku masih punya sisa-sisa harga diriku untuk menggendong istriku tercinta"ucap Arian.


Freya mengangguk, dia naik ke punggung Arian.

__ADS_1


Sepanjang jalan Freya menciumi pipi Arian. Dia begitu bahagia memiliki Arian dalam hidupnya.


Jusnya yang satu masih nggangur tuh, kasihan menjomblo disana. Tenang jus masih ada semut yang setia menanti, kau tak akan basi apalagi mubazir. Semut udah ngincer kamu dari tadi jadi kau akan mendapatkan pasangan yang setia. Apa setia? kau akan dibagi-bagi ribuan ekor semut jadi lupakan kata setia, berbagi itu indah selama kamu sebuah jus.


__ADS_2