
Freya matanya sembab semalam terus menangis dan tidak tidur. Dia mengkhawatirkan Rafka. Apalagi Rafka masih bayi. Arian menghampiri Freya yang masih mengenakan mukena seusai sholat subuh.
"Sayang, gimana kalau kita juga mencari Rafka dari pada nungguin hasil pencarian dari polisi"ucap Arian.
"Iya sayang aku mau"ucap Freya.
"Ganti bajumu kita berangkat pagi ini"ucap Arian.
"Iya sayang"ucap Freya.
Freya dan Arian pergi bersama mencari Rafka. Mereka membawa foto Rafka dan menanyakan pada setiap orang lewat. Mereka juga door to door ke setiap rumah yang dekat dengan penginapan tempat mereka menginap.
"Sayang, Rafka belum ditemukan juga. Pasti dia haus hik....hik....."ucap Freya sambil menangis.
"Sabar ya sayang, kita pasti bisa menemukan Rafka"ucap Arian.
"Biasanya jam segini dia mandi dan berjemur sayang hik....hik....."ucap Freya.
Arian memeluk Freya, dia tahu Freya rindu pada Rafka.
"Ayo kita sholat dhuha di mushola itu sayang"ucap Arian.
Freya mengangguk, mereka berdua sholat dhuha dimushola kecil diperkampungan dekat penginapan itu.
Freya dan Arian berdoa bersama.
"Ya Allah segera pertemukan kami dengan anak kami. Berikah kami kemudahan dan kelancaran dalam proses pencariannya, agar Rafka segera ditemukan. Lindungilah Rafka dan jauhkanlah dia dari orang-orang yang hendak mencelakainya. Pertemukan kami kembali Ya Allah"ucap Arian.
"Amin"ucap Freya.
Freya dan Arian kembali mencari Rafka. Ketika mereka sedang berjalan, tiba-tiba seekor sapi berlari ke arah mereka.
"Sayang kabur, sapinya gila"ucap Arian.
"Iya sayang"ucap Freya.
Arian dan Freya berlari dikejar sapi yang sedang menggila.
"Sayang huh...huh....huh......capek"ucap Freya berlari sambil memegang tangan Arian.
"Aku juga capek sayang, nih sapi kayanya marah ditinggal pacarnya selingkuh"ucap Arian.
"Mungkin dia gak mau dijual ke janda muda"ucap Freya.
"Atau dia gak sanggup poligami"ucap Arian.
"Mungkin kalo poligami cicilan hutangnya makin banyak"ucap Freya.
"Pasti lagi dikejar rentenir nih"ucap Arian.
"Kesiangan ngantri sembako murah kali"ucap Freya.
Sapi itu terus mengejar Freya dan Arian. Mereka terus berlari hingga kelelahan.
"Sayang kamu belok, biar aku yang dikejar sapinya"ucap Arian.
__ADS_1
"Tapi sayang?"tanya Freya.
"Dengerkan aku, ini demi keselamatanmu"ucap Arian.
"Tapi....."ucap Freya.
"Belok"ucap Arian memerintah Freya.
Freya akhirnya belok, sementara Arian masih dikejar sapi itu. Arian berlari hingga terpaksa nyemplung dikubangan kolam lele jumbo. Akhirnya sapi itu tidak mengejarnya lagi.
"Aw.......aw........aw.........aman dari sapi kenapa jadi santapan lele jumbo"ucap Aroan.
Lele-lele jumbo itu mematil Arian berkali-kali.
"Airnya bau ya, astaga diatasnya banyak ******, pantesan bau"ucap Arian melihat banyak WC tradisional di atas kolam ikan itu.
"Yah....sikuning lewat tanpa permisi"ucap Arian.
"Sabar, ini ujian. Tapi selamatkan diriku dari mulut lele jumbo"ucap Arian.
"Aw.....aw.....agresif sekali kaya mertua galak nih"ucap Arian.
Arian akhirnya naik ke atas. Bajunya kotor, bau dan basah kuyup penuh lumpur.
"Ini yang dinamakan model baju ke kubangan"ucap Arian.
Arian berjalan mencari Freya, dia melihat Freya berdiri didepan sebuah rumah. Rumah itu sederhana dengan disampingnya peternakan sapi, kerbau, kelinci, ayam, dan kambing. Arian menghampiri Freya.
"Alamak, sapi lagi jadi phobia"ucap Arian.
"Sayang"ucap Freya melihat Arian mendekatinya.
"Aku denger suara tangisan Rafka"ucap Freya.
"Dimana?"tanya Arian.
"Dari dalam rumah itu"ucap Freya.
Arian dan Freya melihat ke arah rumah itu. Mereka memperhatikan dengan seksama.
Uweeek....uweeeek....uweeeek.....
"Sayang suara Rafka"ucap Freya.
"Tenang sayang, aku gak tahu yang didalam orang atau siluman semacamnya"ucap Arian.
"Ya orang lah sayang, kau ini kebayakan nonton film horor jadi begini"ucap Freya.
"Maksudku, bisa jadikan yang gondol Rafka dedemit semacamnya"ucap Arian.
"Arian dedemit mana muncul siang hari"ucap Freya.
"Ada Mbok demit muncul siang hari"ucap Arian.
"Itu mah tukang jualan es cendol"ucap Freya.
__ADS_1
"Nah itu tahu"ucap Arian.
"Udah ayo masuk keburu penculiknya nyadar kita mau ngambil Rafka"ucap Freya.
"Sayang kau disini saja, biar suamimu yang menghadapi para penculik itu ya"ucap Arian.
"Tapi kalau terjadi sesuatu padamu gimana?" tanya Freya.
"Percayalah aku akan baik-baik saja sayang, doain aja ya"ucap Arian.
Freya langsung memeluk Arian, baru kali ini dia benar-benar mengkhawatirkan Arian. Kemudian Arian masuk ke bilik kesengsaraan. Kerbau disamping Freya ikut bersedih atas kepergian Arian ke medan perang, sementara istri menanti kepulangannya. Sapi juga memahami kesedihan Freya ditinggal Arian pergi berperang antara hidup dan mati.
Moooo......mooooo.............
Sapi coba menghibur Freya dengan nyanyian syahdunya.
Setelah satu jam Freya heran kok Arian belum kembali. Akhirnya Freya memberanikan diri memasuki bilik kesengsaraan.
Saat masuk ke rumah itu, dia melihat Arian main catur sama Si empunya rumah, kirain sedang pergi berperang. Ini mah malah keasyikan main catur sampai ngopi dan makan pisang goreng segala. Disamping Arian, Rafa lagi main sama Seli yang udah jadi ibu susunya selama seharian kemarin.
"Sayang kamu ngapain? katanya mau nyelametin Rafka"ucap Freya.
"Tenang sayang Rafka udah ketemu, tuh lagi main sama Seli"ucap Arian.
"Sayang....kamu serius apa"ucap Freya menarik baju dilengan Arian.
"Sayang ini hanya salahfaham aja, mereka ini menculik anak kita cuma butuh tebusan 10 juta, ya aku kasih, bereskan tanpa harus babak belur kaya ditv"ucap Arian.
"Itu bukan salahfaham, tapi penculik beneran" ucap Freya.
"Yah kali-kali kita berdamai sama penculik, lihat nih dapet kopi dan pisang goreng juga sebagai tanda terimakasih"ucap Arian.
"Kenalkan saya Jojon penculik dadakan, masih level S"ucap Jojon.
"Saya Siti otak penculikan ini, tapi tenang Rafka terjamin kok minum susu kambing dari kambingnya jadi alami lebih sehat"ucap Siti.
"Apa Rafka minum susu kambing?"ucap Freya.
"Tenang Nona, kambingnya sering mandi jadi dijamin susunya gak bau tengik ataupun kadaluarsa"ucap Jojon.
Memangnya susu kambing bisa kadaluarsa juga ya. Mungkin susunya nenek kambing yang kadaluarsa.
Freya menghampiri Rafka yang asyik memegangi bulu Seli. Dia tertawa-tawa berasa punya mainan padahal itukan bulunya Seli. Awas Rafka kutu dibulunya lagi mengadakan pesta kawinan untuk menambah pasukan.
"Rafka sayang ini Mama"ucap Freya.
Rafka senyum-senyum melihat Freya. Seli seneng akhirnya vampir Rafka udah bertemu mangsa yang sesungguhnya. Dia gak akan ngisep Seli semalaman lagi, kasihan nasib anak-anak Seli yang terlantar dan galau sampai ikut nyusu sama kerbau. Untung Si kerbau baik hati mau nyusuin anaknya Seli.
Freya langsung menggendong Rafka dan menciumnya. Dia begitu merindukan bayi kecilnya itu.
"Sayang ayo pulang ke penginapan"ucap Freya.
"Oke sayang"ucap Arian.
"Bos makasih ya"ucap Jojon dan Siti.
__ADS_1
"Iya"ucap Arian.
Arian dan Freya meninggalkan tempat itu. Mereka senang Rafka akhirnya ditemukan.