
Arian dan Freya sedang bersantai dikamar. Mereka mengobrol santai sambil duduk membereskan barang-barang dikamar itu.
"Sayang aku sudah siap nih tadi aku udah gendong kamu sampai kontrakkan"ucap Arian.
"Masa? tadi kita naik taksi juga, bilang gendong aku sampai kontrakan"ucap Freya.
"Tapikan tadi aku udah gendong kamu lumayan lama sayang"ucap Arian.
"Sayang bukannya aku tidak mau tapi aku lelah dari kemarin terus menerus"ucap Freya.
"Sayang, malam ini malam jumat. Dan juga aku udah belain kamu didepan mantan suamimu,kamu gak mau ngasih hadiah gitu"ucap Arian.
"Waktu itu juga aku sudah membelamu didepan mantan istrimu jadi impas Arian"ucap Freya.
"Sayang kita ini pengantin baru wajarkan"ucap Arian.
"Sayang kata-katamu itu ya,bisa tidak jangan terlalu jujur aku malu"ucap Freya.
"Sayang aku gak pernah secinta ini sebelumnya" ucap Arian.
"Mantan pacarmu dua lusin gitu mana aku percaya kalau kamu tulus sama aku"ucap Freya.
Arian pakai jurus singa menerkam rusa atau jurus buaya memburu kerbau.Jangan terus berdebat malam ini malam jumat.
"Sayang hari ini gajian,kamu belum kan?"tanya Arian.
"Aku kan baru satu minggu bekerja, jadi belum gajian"ucap Freya.
"Kamu punya uang gak? kalau gak,aku sebagai suamimu akan menafkahimu sayang"ucap Arian.
"Aku masih punya sisa-sisa uang tabunganku"ucap Freya.
Freya mengecek dompetnya,yah apes tinggal gocap doang mana cukup buat satu bulan.Freya bingung haruskah jual mahal. Atau saatnya pakai jurus si kancil anak nakal mencuri ketimun.
"Sayang ganteng, baik dan pintar coba lihat slip gajimu"ucap Freya.
"Tadi kau bilang gak butuh,sekarang kepo"ucap Arian.
"Siapa juga yang kepo,paling gajimu dibawah aku, kau itukan bawahanku"ucap Freya.
"Kamu yakin,aku ini anak pemilik perusahaan.
Mana mungkin Papaku menggajiku kecil"ucap Arian.
Freya penasaran dengan gaji Arian. Dia berpikir untuk merayu suaminya.
"Sayang pinjam slip gajimu"ucap Freya.
"Gak mau,ngapain?menjilat ludahnya sendiri gak tahu malu"ucap Arian.
"Sayang jangan pelit akukan cuma pinjem slip gaji doang"ucap Freya.
"Slip gaji itu rahasia,kecuali kamu mau merayuku dulu"ucap Arian.
"Yaudah,aku dah gak minat juga"ucap Freya.
Freya marah ya,Arian gak ngasih tahu slip gajinya.Nanti kaget lagi slip gajinya banyak potongannya atau cas bonnya.
"Sayang nih slip gajiku tapi jangan meledekku,
gajiku tak seberapa tapi hasil kerja kerasku"ucap Arian sambil memberikan slip gajinya pada Freya.
__ADS_1
"Kamu gak minta imbalan yang aneh-aneh kan?kok tiba-tiba kamu baik"tanya Freya.
"Gak,kecuali kamu gak tega sama aku"ucap Arian.
Freya hanya tersenyum dengan ucapan Arian.
Nah sekarang coba lihat gaji Arian berapa Freya.Amankan,jangan biarkan satu rupiah pun berkurang ke dompet para pelakor yang nongkrong dijembatan layang sambil melambai-lambai kaya layangan terbang.
"Sayang ini gajimu,gak salah?"tanya Freya sambil melihat slip gaji Arian.
"Memang kenapa kecil ya?"tanya Arian.
"Kau itu staf atau Direktur sih,masa gajimu sebesar ini"ucap Freya.
"Sayang sudah ku bilang aku ini anak pemilik perusahaan,tentu gajiku besar"ucap Arian.
"Terus kenapa kau harus ngontrak dikontrakan sempit kaya gini?"tanya Freya.
"Sebenarnya gajiku baru saja diperbarui oleh Papaku.Jadi baru bulan ini aku dapat gaji lamaku,mungkin rejeki kita menikah Freya"ucap Arian.
"Sayang,uang sebanyak itu untuk apa?"tanya Freya.
"Untuk apa lagi,selain untuk mu Freya.Kau bisa beli apa saja yang kau mau.Pakai uang itu jika kau mau beli apapun"ucap Arian.
"Sayang aku tidak butuh uangmu,aku sudah bekerja.Kau tak perlu memberikan uangmu untukku"ucap Freya.
"Sayang, aku ini suamimu sudah sewajibnya aku menafkahimu, jadi biarkan aku berbagi hasil kerja kerasku"ucap Arian.
Arian mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang aku mencintaimu"ucap Arian.
"Sayang aku takut gelap"ucap Freya.
"Wah kesempatan dalam kesempitan nih,pepet terus juga dapet paling nanti"ucap Arian dalam hatinya.
"Sayang tenang aku disini"ucap Arian lalu mendekati Freya.
Niatan Arian dapat keuntungan dari mati listrik itu tapi malah sebaliknya.
"Apa nih,jangan-jangan hantu lebih baik ku tampol aja mumpung ada sapu"ucap Freya.
Freya langsung menampol Arian yang mendekat ke arahnya.
Dug....dug....dug....
"Aduh Freya ini aku sayang"ucap Arian.
"Sayang kamu dimana?"tanya Freya.
Arian langsung menyalakan lampu handphone kemukanya.
"Hantu.....rasain nih berani ganggu"ucap Freya kembali nampol Arian.
Dug....dug.....dug.....
"Sayang.......habis babak belur kalau begini,jatah ranjang gak dapat masuk rumah sakit iya"ucap Arian.
"Sayang kirain kamu hantu"ucap Freya.
"Sayang punggungku sakit semua nih kamu tampol"ucap Arian.
__ADS_1
"Sayang maaf,aku gak sengaja"ucap Freya.
"Sayang pokoknya kamu harus tanggungjawab"ucap Arian memulai strategi baru.
"Iya,aku salah"ucap Freya.
"Sayang gelap-gelap gini lebih baik kita?......"ucap Arian.
Kring.....kring........kring.....
Suara handphone milik Arian berbunyi.
"Assalamu'alaikum"ucap Arian.
"Wa'alaikumsallam"ucap Ibu Ruri.
"Hallo Ma"ucap Arian.
"Arian ini mama,besok hari minggu datang ke rumah ya,ada yang mama mau kenalin sama kamu"ucap Mama Ruri.
"Iya ma....,ada lagi gak yang mau diomongin,Arian keburu ketinggalan kereta nih Ma"ucap Arian.
"Memang kamu lagi distasiun?"tanya Mama Ruri.
"Ya....repot kalau stasiunnya keburu tutup nanti Arian gak bisa naik"ucap Arian.
"Oke,Mama tutup deh.Selamat naik kereta ya,semoga selamat sampai tujuan"ucap Mama Ruri.
"Iya Ma"ucap Arian.
Mama Ruri gak tahu aja siapa yang dimaksud kereta sama Arian,padahal itu sebutan untuk Freya,sorry ya Mama ganggu sih,bikin Arian gak seneng nih.
"Freya ayo kita???.....yah dia tidur deh,ini semua karena Mama,aku jadi batal dapat jatah nih"ucap Arian.
Kasihan Arian, Freya sudah tidur duluan saat Arian menelpon Ibunya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Fina mengajak Freya bertemu disebuah kafe. Freya naik taksi menuju kafe yang dijanjikan. Sampai dikafe itu, Freya turun dari taksi berjalan memasuki kafe tempat Fina yang sudah menunggunya. Freya duduk dengan Fina satu meja. Fina langsung membicarakan maksudnya mengajak Freya bertemu.
"Kak aku sudah menyelidiki kecelakaan kedua orangtua kita beberapa tahun lalu" ucap Fina.
"Apa kecelakaan orangtua kita?" tanya Freya.
"Iya, aku menyewa seorang agen rahasia untuk mengungkap siapa yang telah menabrak orangtua kita" ucap Fina.
"Siapa orangnya Fin?" tanya Freya.
"Agen rahasianya hanya memberikan nomor plat mobil ini" ucap Fina menyodorkan sebuah kertas pada Freya.
Freya menerima kertas itu dan melihat nomor plat mobil itu.
"Ini sepertinya plat mobil lama" batin Freya.
"Apa kita laporkan ke polisi aja kak, biar pelakunya ditangkap" ucap Fina.
"Peristiwa itu sudah lama, apa mungkin akan diungkap lagi. Biar kakak urus ini, kita tidak boleh ceroboh. Biar semuanya jelas dulu baru lapor polisi" ucap Freya.
"Oke kak" ucap Fina.
Freya memutuskan untuk menyelidikinya dulu. Dia tidak mau terlalu gegabah. Peristiwa kecelakaan itu sudah terjadi bertahun-tahun lamanya dan polisi juga sudah menutup kasus itu.
__ADS_1