DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Jebakan


__ADS_3

Akhirnya Bebi dan Karisa mereka berdua masuk ke ruangan Pak Henry dengan baju compang camping. Pak Hendri terlihat dingin dan kesal. Mereka selalu berdebat tiada habisnya. Berbagai masalah selalu jadi bahan perdebatan mereka.


"Dimanapun Saya melihat kalian selalu bertengkar dan bertengkar"ucap Pak Henry.


"Ini lho Pak Si Beby yang ngajak berantem duluan"ucap Karisa menunjuk ke Beby.


"Enak aja aku tuh cuma mau ngingetin kamu ya jangan kayak ulat bulu centil"ucap Beby.


"Sudah-sudah, kalian masih normalkan?"tanya Henry.


"Masih dong Pak, saya kan suka bapak"ucap Beby terus terus terang.


"Saya juga udah kesemsem abis sama bapak"ucap Karisa menegaskan.


"Saya tidak buka lowongan untuk kalian"ucap Pak Henry.


Henry terang-terangan menolak mereka berdua. Dia tidak ingin memberi harapan palsu yang akan membuat mereka jadi berdebat lagi dan lagi tiada habisnya.


"Apa salahnya sih Pak beri sedikit celah aja"ucap Beby.


"Nanti kalau saya berikan sedikit celah kalian pada ngintip"ucap Pak Henry.


"Kalau begitu buka hati bapak lebar-lebar untuk saya"ucap Karisa.


"Saya tutup pintu tidak terima tamu"ucap Pak Henry.


"Penjajakan dulu aja ya Pak"ucap Beby.


"Saya bukan pakaian untuk dicoba"ucap Pak Henry.


"Kalau gitu tuh langsung ke intinya aja gimana Pak?"tanya Karisa.


"Saya tidak suka yang terburu-buru"ucap Pak Henry.


"Angkat tangan deh, enggak sanggup lagi goda gue"ucap Beby.


Beby menyerah juga, dia tahu mendekati Henry yang sedingin es susah meskipun dia menggoda habis-habisan. Didiskon tidak laku, diobral tidak dilirik sama sekali.


"Aku akan terus berusaha untuk menggoda bapak"ucap Karisa.


"Dasar ulet bulu gak ada matinya"ucap Beby.


"Suka-suka gue dong"ucap Karisa.


Mereka kembali jambak-menjambak satu sama lain. Ritual ini sudah biasa terjadi diantara mereka berdua. Satu kantor juga sudah tahu. Beby dan Karisa bagai air dan api. Mereka selalu berseberangan.


"Stop kalian tidak dibayar untuk iklan shampo"ucap Pak Henry.


"Kalau gitu di endorse aja Pak"ucap Karisa.


"Rambut sudah rontok gitu nggak cocok di endorse"ucap Pak Henry.


"Julid juga nih Pak Henry"batin Beby.


"Keluar dari ruangan saya, tempat ini bukan area syuting pelakor dan ibu mertua"ucap Pak Henry.


Lama-lama Henry kesal juga, mereka sulit didamaikan. Malah semakin memanas dan tidak mau mengalah satu sama lain.


"Kami ini anak tiri Pak"ucap Beby.


"Tidak ada tokoh antagonis di sini"ucap Pak Henry.


"Kalau gitu tokoh protagonis gimana Pak?"tanya Karisa.


"Merepotkan, nggak sanggup nyediain bawang berkilo-kilo"ucap Pak Henry.


"Jadi kutu di rambut bapak aja gimana Pak?"tanya Beby.


"Mau saya basmi pakai raket nyamuk"ucap Pak Henry.


"Kalau gitu jadi bau diketek gimana Pak?"tanya Karisa.


"Saya oles deodorant biar ke laut sekalian tuh bau ketek"ucap Pak Henry.


"Keluar kalian sekarang!"ucap Pak Henry.


"Oke Pak"ucap Beby dan Karisa.


Akhirnya dua petarung itu keluar dari ruangan Pak Henry. Semua rayuan godaan tak mempan di depan Pak Hendry yang dinginnya kaya balok es nggak cair-cair. Tatapan matanya aja udah kayak mayat hidup yang tetap lurus ke depan tanpa goyah lirik kekanan kekiri. Percuma mereka melambaikan lambai, menari-nari, dan beratraksi semuanya Gatot, gagal total. Mereka berdua menjadi gembel berdasi di kantor itu. Baju compang-camping, lipstik berantakan, bedak pudar, dan rambut acak-acakan.


"Kok ada pengemis dikantor ya, apa yang sekarang pindah ke dalam kantor juga"ucap Eri.


"Ini yang dinamakan pengemis kelas kakap"ucap Edo.


"Enak aja kita bukan pengemis tau"ucap Beby.


"Cantik-cantik gini kok dibilang pengemis"ucap Karisa.


Akhirnya mereka berdua kembali ke ruangan mereka. Beby dan Karisa sama-sama masih kesal. Mereka belum bisa damai, biasanya besok topik perdebatan mereka akan berbeda lagi. Tapi tetap Henry jadi topik utama mereka berdebat panjang.


*************


Arian dan Freya pergi ke acara ulang tahun Hanum. Mereka berusaha datang walaupun mereka tahu Hanum pernah membuat mereka kesal. Tapi Freya dan Arian berusaha menghormati undangan dari Hanum. Ulang tahun itu diadakan dikediaman Hanum tepatnya dihalaman rumahnya. Arian dan Freya menghampiri Hanum untuk mengucapkan kata selamat.


"Hanum selamat ya atas ulang tahunmu. Semoga kau selalu sehat dan bahagia"ucap Arian.


"Iya Hanum selamat ya, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT"ucap Freya.


"Makasih Arian, Freya, kalian sudah bersedia menghadiri ulang tahunku"ucap Hanum.


Senyuman Hanum kali ini begitu penuh siasat. Dia senang Arian dan Freya masuk ke dalam perangkapnya.


"Kalau begitu kami kesana dulu, kau pasti sibuk menerima tamu undangan"ucap Arian.

__ADS_1


"Iya, silahkan"ucap Hanum.


Arian dan Freya pergi meninggalkan Hanum.


Mereka berdiri bawah pohon sambil berduaan. Freya bersandar dibahu Arian sambil melihat kunang-kunang berterbangan.


"Sayang kunang-kunangnya banyak ya"ucap Arian.


"Iya, indah sekali seperti lampu kelap kelip"ucap Freya.


"Sayang coba bisa setiap malam liat kunang-kunangnya"ucap Freya.


"Kau benar, pasti Rafka juga suka melihat kunang-kunga"ucap Arian.


"Sayang kau lapar tidak?"tanya Arian.


"Aku kenyang, tadikan kita makan dulu dirumah"ucap Freya.


"Yaudah, kalau gitu kau haus gak?"tanya Arian.


"Iya, aku haus"ucap Freya.


"Mau minum ya, kita ke tempat hidangan yuk"ucap Arian.


"Ayo"ucap Freya.


Mereka berdua berjalan menuju ke tempat hidangan.


Ditempat yang berbeda Andika dan Hanum sedang berbincang berdua. Mereka sedang membicarakan rencana busuk yang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Mereka ingin membuat Arian dan Freya berpisah dan mereka bisa kembali seperti dulu. Hanum bersama Arian dan Andika bersama Freya.


"Gimana rencananya Hanum?"tanya Andika.


"Beres"ucap Hanum.


"Semoga setelah rencana ini kita bisa mendapatkan pasangan kita masing-masing" ucap Andika.


"Iya"ucap Hanum.


***********


Arian dan Freya hendak mengambil minum tiba-tiba mereka melihat seorang pelayan membawa beberapa minuman. Arian dan Freya mengambil minuman dari pelayan itu. Mereka meminum minuman itu tanpa ragu ataupun curiga.


Leg......leg......leg.........


Mereka berdua sampai menghabiskan minuman itu.


Setelah minum barulah efeknya terasa.


"Sayang kepalaku pusing ya"ucap Arian.


"Aku juga sayang"ucap Freya.


Mereka berdua berjalan sempoyongan. Bahkan mereka tak mampu berjalan hingga duduk dibawah pohon. Hanum dan Andika menghampiri mereka berdua yang sudah lemas itu.


"Andika bawa Freya dan selamat bersenang-senang dengannya"ucap Hanum.


Andika dan Hanum membawa Arian dan Freya ke dalam rumah Hanum. Hanum masuk ke kamarnya membawa Arian. Begitupun Andika masuk ke kamar tamu membawa Freya. Hanum membaringkan Arian diranjang kamarnya. Dia membelai wajah tampan Arian. Akhirnya dia bisa bersama Arian pikirnya.


"Arian mulai malam ini kau akan jadi milikku"ucap Hanum.


Hanum hendak menanggalkan pakaiannya. Tapi terdengar suara ketukan pintu dari luar. Ketukan itu terdengar berkali-kali.


Tuk.....tuk...tuk...tuk....


"Sial lagi mau enak juga ada aja yang ganggu" ucap Hanum.


Hanum berjalan menuju ke pintu kamar itu lalu membukanya. Seorang pelayan rumahnya memberitahu ada tamu yang mencarinya.


"Nona Hanum, ada tamu yang mencari Anda" ucap Sari pelayan dirumah itu.


"Siapa?"tanya Hanum.


"Tuan Edison"ucap Pelayan itu.


"Oke, aku akan segera turun"ucap Hanum.


"Baik Nona"ucap Pelayan itu.


Pelayan itu meninggalkan Hanum. Hanum terlihat cemberut saat memikirkan lelaki yang bernama Edison.


"Edison lagi, kalau aku tak segera menemuinya, dia akan membatalkan kerjasamanya"ucap Hanum.


Hanum keluar dari kamar itu. Dia keluar dari rumahnya menuju ke halaman rumahnya tempat pesta itu diadakan.


Sementara Andika berada dikamar tamu bersama Freya. Dia memandangi wajah Freya yang sedang berbaring lemas. Andika meraba pipi Freya.


"Freya sayang malam ini kau akan jadi milikku"ucap Andika.


"Lepaskan aku Andika"ucap Freya dengan suara yang lemah.


"Enak saja, ini kesempatanku untuk memilikimu kembali"ucap Andika.


Andika mulai menamggalkan dress yang dipakai Freya. Karena jendela ke arah balkon terbuka, kucing milik Hanum masuk ke dalam kamar itu. Dia melompat ke arah Andika hingga mencakar tangan Andika.


Meong............


"Aw.........kucing sialan, tanganku jadi berdarah" ucap Andika.


Andika kesakitan karena tangannya baret cukup dalam.


"Perih lagi, tar infeksi gak ya"ucap Andika.


Andika mencari kotak P3K dikamar itu tapi tidak ada. Dia memutuskan keluar dulu dari kamar itu.

__ADS_1


************


Hanum bertemu dengan Edison dihalaman rumah itu. Mereka membicarakan bisnis diantara mereka yang akan dijalin bersama.


"Hanum minumlah, kau pasti haus"ucap Edison memberikan minuman pada Hanum.


"Terimakasih, kebetulan aku haus juga bicara dari tadi"ucap Hanum.


Hanum menerima minuman yang diberikan Edison padanya. Tak lama dia pusing dan lemas.


"Kepalaku pusing, tubuhku lemas"ucap Hanum.


"Bagaimana kalau kau istirahat saja"ucap Edison.


"Sepertinya iya"ucap Hanum.


"Biar kuantarkan"ucap Edison.


"Terimakasih"ucap Hanum.


Edison mengantarkan Hanum ke dalam rumahnya. Dia berjalan ke lantai atas memapah Hanum. Mereka masuk ke kamar Hanum. Dikamar itu Arian sudah tak ada dikamar itu tapi karena Hanum pusing dan lemas dia hanya fokus dengan kondisinya, dia tidak ngeh kalau Arian tak ada dan dia sudah tak ingat dengan rencananya.


Edison membaringkan Hanum diranjang.


"Hanum sudah lama aku suka padamu, tapi kau selalu jual mahal. Kali ini aku akan memiliki dengan caraku sendiri"ucap Edison.


Edison menerkam Hanum yang lemah tak berdaya itu. Dia meluapkan semua keinginannya pada Hanum yang selama ini dipendamnya. Hanum hanya bisa menerima semuanya tanpa bisa memberontak. Edison benar-benar memanfaatkan situasi itu. Dia tak peduli berapa kali melakukannya. Hingga dia lelah dan berbaring disamping Hanum.


Dikamar yang berbeda Andika kembali ke kamar tamu yang tadi. Dia melihat Freya tidur menghadap ke jendela kamar mwmbelakangi pintu masuk kamar. Andika berjalan ke ranjang. Dia mendekati Freya lalu mencium lengannya.


Saat dia membalikkan badan ternyata.........


"Abang.....ganteng banget sih, eke gak rugi disewa"ucap Banci jualan panci.


"Ampun....banci ternyata kirain Freya"ucap Andika.


"Abang eke juga oke loh, bisa segala gaya"ucap Banci jualan panci.


"Ogah, aku masih waras"ucap Andika.


Banci jualan panci menarik tangan Andika hingga memeluknya.


"Abang, eke dah operasi dada loh, mau gak?" tanya Banci jualan panci.


"Gak mau, paling tembelan dari daging sapi, gak enak"ucap Andika.


"Belum dicoba mana tahu rasanya, rasa rendang loh Bang"ucap Banci jualan panci.


"Ampun.....tobat.....gak sanggup sama yang dua alam"ucap Andika.


"Aduh abang udah dioperasi satu alam loh. Cobain deh rasa strawberry"ucap Banci jualan panci.


"Gak mau....."ucap Andika.


"Abang jangan jual mahal, eke bisa memuaskan lahir dan batin"ucap Banci jualan panci.


"Gak.....gak......ampun....."ucap Andika.


Habis deh Andika kena seruduk dan diuber-uber Banci jualan panci. Makanya jangan punya niat buruk kena batunya sendirikan. Andika ketakutan setengah mati dikamar itu. Stress habis dia berkali-kali hampir diterkam spesies dua alam yang manis dan manja.


Sementara itu Arian dan Freya malah berduaan didalam mobil. Meski sedikit lemas tapi masih ada sedikit tenaga untuk merajut cinta. Mereka meluapkan rasa cinta satu sama lain. Keberuntungan berpihak pada mereka. Kalau tidak mereka sudah kena masalah yang akan merusak keharmonisan rumah tangganya. Selesai menanam jagung, Arian dan Freya berbaring sambil membuka sunroof mobilnya. Mereka melihat bulan dan bintang yang indah dimalam itu.


"Sayang indah ya langit dimalam hari"ucap Arian.


"Iya, Allah Maha Besar, menciptakan langit dengan sedemikian rupa indahnya baik siang maupun malam"ucap Freya.


"Hanya melihat langit saja kita sudah melihat betapa nikmat yang Allah berikan begitu besar. Salah satunya penglihatan. Dengan bisa melihat kita bisa menikmati indahnya dunia"ucap Arian.


"Kau benar sayang, alhamdulillah"ucap Freya.


"Sayang aku merasa tadi ada yang sengaja menjebak kita"ucap Arian.


"Iya, aku juga berpikir seperti itu"ucap Freya.


"Tiba-tiba aku berada dikamar Hanum. Untung aku masih bisa berjalan walaupun lemas sekali"ucap Arian.


"Aku juga, saat berusaha sadar tiba-tiba ada disebuah kamar. Secepatnya aku berpikir untuk keluar dari kamar itu"ucap Freya.


"Apa mungkin ini rencana Hanum?"tanya Arian.


"Jangan suudzon sayang, tidak baik"ucap Freya.


"Iya ya sayang, astagfirullahalladzim"ucap Arian.


"Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu pada kita"ucap Freya.


"Kau benar sayang"ucap Arian.


"Ayo pulang, aku sudah enakkan"ucap Arian.


"Iya, Rafka pasti udah tidur"ucap Freya.


Arian dan Freya memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. Mobil itu melaju ke rumah mereka. Sampai dirumah Arian dan Freya mandi, sholat lalu ke melihat Rafka. Buah hatinya itu sudah tidur dengan lelap. Rafka terlihat lucu dan menggemaska. Arian dan Freya bergantian mencium Rafka.


"Kangen seharian belum ketemu Rafka"ucap Freya.


"Iya sayang, Rafka pasti tadi main sama Mba TK B"ucap Arian.


"Berarti besok kita harus bisa main sama Rafka"ucap Freya.


"Iya sayang"ucap Arian.


"Tidur yuk sayang ngantuk"ucap Freya.

__ADS_1


"Oke sayang"ucap Arian.


Arian dan Freya akhirnya tidur berdua diranjang kamar mereka. Malam ini mereka bisa tidur dengan tenang.


__ADS_2