DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Bertemu Davina


__ADS_3

Kenan ketiduran. Dia lelah mendengar gadis pelit mengigau. Saat dia bangun bajunya sudah tak lengkap. Beberapa barangnya hilang. Bahkan dia hanya mengenakan kolor pink dan dasi saja. Dompet, koper, setelan jas miliknya, handphone dan jam tangan miliknya raib.


"Loh kok aku menggembel begini." Ujar Kenan pada dirinya sendiri. Dia tidak tahu kemana semua barang miliknya menghilang. Tak mungkin tuyul sampai membawa semua barangnya apalagi bon makan siangnya pun ikut raib.


"Siapa yang memperkosaku?"


"Mas aurat tolong diperlihatkan kami jomblo loh." Sahut seorang gadis yang berjalan melewati kursi Kenan.


"Pinky ya Mas, so sweet. Mau jadi pacar ke sepuluh neneng?"


Kenan malah dikerumuni ibu-ibu biang gosip dan mba-mba kurang pacar, plus nenek-benek butuh kasih sayang. Yang paling bahaya adalah nenek-nenek yang semskin gragas saat melihat cowok ganteng nganggur.


"Amankan situasi, mulai tak terkendali" batin Kenan.


"Pesawat terbang jatuh tuh ke got." Ucap Kenan mengalihkan semua wanita dari segala usia yang mengerumuninya. Mereka semua menengok ke kaca mengikuti arah yang ditunjuk Kenan. Segera Kenan memanfaatkan situasi keluar dari himpitan para wanita yang bisa saja menggila kapanpun.


"Kabuur." Kenan berlaru keluar bus. Dia ditertawakan siapapun yang melihatnya. Sebagian orang mengira Kenan orang gila.


"Orang gila...orang gila..." Sorak anak-anak yang melihat Kenan.


"Ya ampun nasibku kenapa berubah ngenes gini.


Pasti ini gara-gara gadis pelit itu. Dia benar-benar parasit. Awas aja kalau ketemu, ku hisap darahnya sampai habis." Kenan kesal sekali pada Renata yang sudah mengambil semua barangnya.


Kenan terus berjalan. Dia benar-benar seperti orang yang gila, hanya mengenakan kolor berwarna pink dan dasi yang masih terpasang dileher. Beberapa orang mentertawakannya. Dia seperti bahan tertawaan orang lain.


"Gimana mau pulang? semua barangku raib. Aku tak punya uang seperakpun." Kenan benar-benar tak memiliki apapun lagi.


Kenan mulai kelelahan dan haus. Dia mencari toilet umum untuk minum tapi tak kunjung mendapatkannya. Terpaksa meminum air dimangkuk yang ada diatas pagar rumah orang.


"Seger, paling gak ada air buat minum, alhamdulillah."


"Mas itu air minum kucing saya." Ucap seorang lelaki paruh baya yang menghampirinya.


"Apa? air minum kucing?" Kenan terkejut. Dia sudah terlanjur menghabiskannya.


"Saya harap Anda tidak sakit perut, soalnya kucing saya kalau minum biasanya pipis juga dimangkuk."


"Ha...ha...ha...bapak lucu kalau lagi bercanda."

__ADS_1


Kenan mengira bapak paruh baya itu bercanda.


"Saya serius Mas."


Bluuug...


Kenan langsung pingsan. Udah capek seharian jalan. Dapet minum dimangkuk ternyata air minum kucing.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Elina sedang membantu pelayan dirumahnya meletakkan hidangan makan dimeja makan. Dia berusaha tetap beraktifitas yang ringan-ringan. Sambil menunggu Atnan pulang bekerja, dia mengobrol dengan pelayan dirumahnya.


"Nona Elina besok aku ambil cuti, soalnya mau menikah"ucap Ika.


"Kamu mau menikah Ika?"tanya Elina.


"Iya"ucap Ika.


"Kalau aku ada waktu pasti datang ke pernikahanmu"ucap Elina.


"Tidak usah, andakan sedang hamil"ucap Ika.


"Dipinggiran kota, dikota D"ucap Ika.


"Insya Allah, nanti aku datang"ucap Elina.


Tak lama Atnan masuk ke rumah, Elina langsung menghampirinya. Atnan melempar tasnya ke sofa dan secepat mungkin menghampiri Elina yang datang padanya.


"Elina pelan-pelan jalannya"ucap Atnan menangkap Elina.


"Tidak apa-apa aku bisa"ucap Elina.


"Apa kau lapar? ayo makan"ucap Atnan.


"Iya Mas" ucap Elina.


Atnan dan Elina makan bersama dimeja makan . Kebetulan sore itu mereka hanya makan berdua. Atnan mengambilkan Elina banyak lauk pauk dan sayuran. Elina kaget melihat begitu banyak lauk pauk dan sayuran dipiringnya.


"Atnan, apa ini tidak kebanyakkan ya?"tanya Elina.

__ADS_1


"Orang hamil harus banyak makan-makanan bergizi, biar ibu dan bayinya sehat"ucap Atnan.


"Iya, aku akan coba makan semuanya" ucap Elina.


Mereka begitu bahagia, seakan awan mendung kemarin sudah hilang terbawa angin. Atnan yang dulu bersedih kehilangan Davina, kini mulai merajut kebahagiaan barunya bersama Elina.


                            ********


Elina diantar Yama menghadiri acara pernikahan Ika, karena Atnan sedang berada diluar kota untuk urusan bisnisnya. Tempat acara pernikahan itu berada digang sempit. Jadi mobil terpaksa parkir dijalan raya. Elina dan Yama berjalan menuju tempat acara.


"Elina apa tidak apa-apa kau harus jalan jauh?"tanya Yama.


"Tidak apa-apa"ucap Elina.


Elina dan Yama sampai ditempat acara pernikahan itu. Mereka memberi ucapan selamat pada Ika dan suaminya. Setelah itu Elina dan Yama berjalan pulang. Mereka melewati jalur yang berbeda agar lebih mudah jalannya dan cepat sampai. Saat Elina dan Yama sedang berjalan, ada seorang gadis berbaju compang camping, kotor, mukanya kusam seperti abu, rambutnya berantakan, dan linglung mendekati Elina.


"Tolong...tolong...aku, takut...hik...hik..."ucap Davina sambil menangis.


"Elina awas, jangan-jangan dia orang gila"ucap Yama menjauhkan Elina dari Davina.


"Tidak apa-apa Yama, dia sepertinya tidak  gila, tubuhnya penuh luka, kasihan. Ayo kita bawa dia kerumah sakit"ucap Elina. Dia tidak tega melihat wanita yang baru ditemuinya. Luka ditubuhnya membuat Elina ingin segera memberinya obat dan menyembuhkannya.


"Baik"ucap Yama.


Elina dan Yama sepakat membawa Davina. Mereka berjalan bersama Davina. Baru berjalan beberapa meter tiba-tiba dua orang laki-laki memanggil dan mendekat ke arah mereka. Salah satu dari mereka lekaki paruh baya dan satunya lelaki muda.


"Mau dibawa kemana anak saya"ucap Pak Edi.


"Oo...bapak ayahnya, perkenalkan saya Elina"ucap Elina memperkenalkan diri pada lelaki tua dihadapannya.


"Gak perlu sok baik, berikan anakku padaku"ucap Pak Edi menegaskan. Dia tidak ingin Davina jatuh ke tangan orang lain. Kalau sampai itu terjadi, kejahatan yang dilakukannya dan Eros pada Davina akan terbongkar.


"Jangan bicara kasar pada perempuan pak, lagi pula jika ini anak bapak kenapa tubuhnya penuh luka? apa bapak menyiksanya? kalau iya saya akan melaporkan anda ke polisi sekarang juga"ucap Yama mengancam. Dia curiga dengan luka yang ada disekujur tubuh Davina. Dan sikap lelaki tua yang tidak bersahabat dan terkesan galak itu membuatnya semakin curiga.


"Sorry mas, bapak saya salah orang, iyakan pak? ayo kita pulang"ucap Eros menarik tubuh bapaknya. Eros berpikir mengamankan posisi mereka sekarang lebih penting dari pada berdebat yang akan membuat orang lain curiga.


"Udah pak, nanti kita urus lagi, bahaya bawa-bawa polisi"ucap Eros membisikkan ucapannya secara pelan pada Pak Edi.


Pak Edi dan Eros pergi meninggalkan mereka. Elina dan Yama membawa Davina masuk ke dalam mobil. Mereka mengantarkan Davina ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2