DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Nostalgia Dan Perampok


__ADS_3

Masa lalu takkan pernah kembali. Meskipun berusaha mengulangnya pasti hasilnya berbeda. Makanya jangan sia-siakan waktumu bersama orang-orang yang kau sayangi jika kau sia-siakan akan sulit kembali mengulangnya, meskipun diulang pasti rasanya berbeda.


Freya mewakili perusahaannya seminar di Hotel Anggrek. Selesai seminar, dia tak sengaja bertemu Andika. Freya hanya diam dan melewatinya begitu saja, tapi Andika meraih lengan Freya.


"Lepaskan tanganku Andika"ucap Freya.


"Freya kita bisa bicara sebentar saja"ucap Andika.


"Gak bisa Andika"ucap Freya.


"Freya dulu kita pernah hidup bersama, apa kau lupa itu"ucap Andika.


"Aku tidak lupa, bahkan pengkhianatanmu saja aku masih ingat"ucap Freya.


"Freya maafkan aku, jujur aku menyesal telah mengkhianatimu"ucap Andika.


"Andika, aku sudah tidak peduli lagi kau mau menyesal ataupun minta maaf"ucap Freya.


"Freya aku akan meninggalkan Maya dan kita bisa bersama lagi"ucap Andika.


"Heh.....kau pikir hatiku ini mainan yang bisa kau mainkan sesuka hatimu"ucap Freya.


"Freya kali ini aku tidak akan mengkhianatimu lagi, aku akan setia"ucap Andika.


"Lepaskan tanganku Andika"ucap Freya.


"Freya ku mohon, kembalilah padaku"ucap Andika.


"Kembali? kau gila, aku sudah bahagia dengan Arian terus aku harus melepas kebahagiaanku demi lelaki pengkhianat sepertimu"ucap Freya.


"Freya aku berkhianat saat itu terpaksa karena aku ingin punya jabatan dan kehidupan yang layak agak kita bisa hidup bahagia dikemudian hari"ucap Andika.


"Aku rasa tidak perlu bicara lagi denganmu, lepas"ucap Freya.


"Aku tidak akan melepasmu lagi Freya"ucap Andika.


"Lepaskan aku"ucap Freya.


Andika menarik lengan Freya hingga sampai diparkiran hotel itu. Dia memasukkan Freya ke dalam mobil dengan paksa.


"Lepaskan aku Andika....."ucap Freya.


"Aku yakin kau akan mengingatku dan mencintaiku lagi seperti dulu"ucap Andika.


"Kau gila, aku takkan pernah mencintamu lagi" ucap Freya.


"Freya aku akan berubah lebih baik untukmu"ucap Andika.


"Aku tidak peduli, lepaskan aku"ucap Freya.


Andika membawa Freya ke suatu tempat. Tempat itu adalah sebuah gubuk ditengah sawah.


"Freya kau ingat dulu saat pacaran hampir setiap minggu kita kesini, kau bilang padaku ingin punya rumah dekat area persawahan"ucap Andika.


"Itu dulu Andika, saat kau masih Andika yang dulu"ucap Freya.


"Aku akan berusaha menjadi Andika yang dulu Freya.


Wah Andika memakai teknik jiwe ke jiwe, teknik penenangan pikiran dan nostalgia begini akan membuat Freya baper dan bawang ikut meramaikan suasana, sabar ya Ibu-ibu harga bawang akan mahal kembali.


"Kau mungkin bisa kembali seperti dulu tapi hatiku tidak akan bisa seperti dulu lagi"ucap Freya.


"Freya, beri aku kesempatan untuk kembali membuka hatimu, aku yakin kau akan mencintaiku lagi"ucap Andika.


"Aku rasa obrolan kita cukup, aku harus kembali ke kantor"ucap Freya.


"Freya"ucap Andika.


Andika menarik Freya hendak mencium Freya paksa. Freya langsung menendang sesuatu yang berharga bagi Andika.


Dug.................


"Aw................."ucap Andika.


"Sakit? makanya jangan seenaknya mau nyium istri orang"ucap Freya.


Freya berjalan meninggalkan Andika, saat baru beberapa langkah, Freya berhenti dan menengok ke belakang.


"Belajarlah dari kesalahanmu dimasa lalu"ucap Freya.


Setelah selesai berbicara Freya meninggalkan Andika ditempat itu. Dia berjalan ditepi jalan mencari taksi. Tiba-tiba mobil Arian berhenti disamping Freya. Kaca mobil itu diturunkan.


"Sayang kau dari mana?"tanya Arian.


"Mencari udara segar"ucap Freya.


Arian turun dari mobil membukakan pintu mobilnya untuk Freya.


"Ayo naik sayang"ucap Arian.


"Makasih sayang"ucap Freya.


Freya naik ke dalam mobil, kemudian Arian mengendarai mobilnya.


"Sayang bukannya tadi kau seminar?"tanya Arian.


"Iya, tapi....."ucap Freya.


"Tapi kenapa sayang?"tanya Arian.


"Aku bertemu Andika"ucap Freya.


"Apa dia mengganggu atau menghinamu?"tanya Arian.


"Tidak tapi dia........"ucap Freya.


"Tapi dia apa sayang?"tanya Arian.


"Dia mengajakku balikkan lagi"ucap Freya.


"Tapi kau tidak usah khawatir sayang aku sudah menolaknya mentah-mentah"ucap Freya.


"Dia benar-benar gila, aku harus memberinya pelajaran biar kapok"ucap Arian.


"Tadi aku sudah memberi dia pelajaran"ucap Freya.


"Sayangku ini memang hebat, aku makin cinta" ucap Arian.


"Sayang makasih ya"ucap Freya.


"Makasih untuk apa sayang?"tanya Arian.


"Makasih karena sudah menjadi suamiku"ucap Freya.


"Sayang aku justru makasih karena kau sudah jadi istriku, dan selalu berada disisiku"ucap Arian.


Freya tersenyum melihat Arian. Dia bahagia bertemu Arian dalam hidupnya. Mobil itu terus melaju sampai ke perusahaan.


*************


Somat pergi jalan-jalan ke Mall. Dia ingin membeli barang-barang yang dibutuhkannya.


Somat datang ke butik sepatu branded.


"Silahkan mau pilih sepatu yang mana?"tanya Dodi.


"Yang itu"ucap Somat.


"Ini dibandrol seharga 100 juta"ucap Dodi.


"Apa? setahun nabung aja belum cukup membeli sepatu itu"ucap Somat.

__ADS_1


"Tenang ada yang lebih murah"ucap Dodi.


"Yaudah mau yang lebih murah itu"ucap Somat.


"Nih"ucap Dodi memberikan sebuah kotak pada Somat.


"Ini berapa harganya?"tanya Somat menerima kotak itu.


"1 juta doang"ucap Dodi.


"Yaudah beli yang ini"ucap Somat  yakin.


Akhirnya Somat membeli barang yang dimau, setelah dibuka Somat kaget isinya cuma satu.


"Yah sepatu branded separo pantes murah"ucap Somat.


"Gak papalah pakai sepatu separo yang penting keren meskipun separo"ucap Somat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Merampok adalah kegiatan mencuri barang milik orang lain secara paksa, biasanya dilakukan lebih dari satu orang.


Arian dan Freya asyik bermain dengan Rafka sambil nonton film. Mereka bersantai dikarpet sambil duduk dan menggoda Rafka yang sedang mengoceh lucu.


"Bua....bua......bua....bua...."ucap Rafka.


"Gemesin bikin Papa pengen nyubit"ucap Arian.


"Sayang kalau gemes ya gak nyubit dong"ucap Freya.


"Iya sayang"ucap Arian.


"Sayang mau susu jahe gak?"tanya Freya.


"Mau sayang"ucap Arian.


"Aku bikinin dulu ya"ucap Freya.


"Iya sayang"ucap Arian.


Freya turun ke lantai bawah menuju ke dapur. Dia membuatkan susu jahe untuk Arian.


"Nyonya sedang membuat apa?"tanya Mba TK B.


"Sedang membuat susu jahe Mba"ucap Freya.


"Wah enak minum susu jahe malam-malam gini" ucap Mba TK B.


"Mba mau?"tanya Freya.


"Mau Nyonya"ucap Mba TK B.


"Yaudah ku bikinin sekalian"ucap Freya.


Freya membuatkan susu jahe untuk Arian dan Mba TK B.


"Nih Mba"ucap Freya.


"Makasih Nya, tapi punya saya mau ditambahin toping lain"ucap Mba TK B.


"Toping apa Mba?"tanya Freya.


"Jengkol mentah diblender Nya"ucap Mba TK B.


"Oh....jadi susu jahenya mau dikasih jengkol yang diblender"ucap Freya.


"Iya Nya, biar tambah enak"ucap Mba TK B.


"Kalau saya tambah eneg Mba, masa susu dikasih jengkol segala"ucap Freya.


"Ini rahasianya tidur malam tak diganggu cowok pas-pasan, bau mulut kita mampu menghadang" ucap Mba TK B.


"Ada yang suka nongol kalau malam Nya"ucap Freya.


"Hantu dong"ucap Freya.


"Iya Nya, para hantu itu ngefans sama Mba, biasa mba ini yunik didunia perhantuan. Mereka bilang Mba primadonanya"ucap Mba TK B.


"Wajar sih mereka bilang begitu, Mba memang yunik"ucap Freya.


"Mba, aku naik dulu ya"ucap Freya.


"Oke Nya"ucap Mba TK B.


Freya naik ke lantai atas menuju kamarnya. Disana Arian sudah menunggunya sambil memangku Rafka. Freya menghampiri Arian dengan membawa susu hangat itu.


"Sayang nih susu jahenya"ucap Freya.


"Makasih sayang"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Sayang lihat Rafka menggigit jariku"ucap Arian.


"Lucunya"ucap Freya.


"Geli tahu sayang"ucap Arian.


"Tapi Rafka jadi anteng ngunyah jarimu"ucap Freya.


"Sayang aus"ucap Arian.


"Oke"ucap Freya.


Freya mengambil susu jahe itu lalu memeganginya selama Arian minum.


Leg.....leg....leg.........


"Seger dan anget jadi semangat malam ini"ucap Arian.


"Semangat apa?"tanya Freya.


"Semangat jagain kamu semalaman sayang"ucap Arian.


"Sayang....."ucap Freya.


"Sayang sini bersandar dibahuku"ucap Arian.


Freya mengangguk lalu bersandar dibahu Arian.


"Sayang, bahagianya aku kalau begini"ucap Arian.


"Benarkah?"ucap Freya.


"Iya, udah komplit. Punya istri dan anak, hidupku terasa sempurna"ucap Arian.


"Sayang aku juga bahagia, sekarang aku punya keluarga kecilku yang begitu aku sayangi"ucap Freya.


"Sayang sini Rafkanya ku susui dulu"ucap Freya.


"Oke"ucap Arian.


Arian memberikan Rafka pada Arian.


"Ca....ca...ca....."ucap Rafka.


Freya menerima Rafka dari tangan Arian. Lalu dia mencium Rafka sambil menyusuinya.


"Sayang, rambut Rafka udah panjang, apa kita potong aja besok mumpung libur"ucap Freya.


"Boleh, jadi tambah lucu kalau botak"ucap Arian.

__ADS_1


"Iya ya"ucap Freya.


Lama-lama Rafka tidur juga setelah kenyang menyusu, Arian mencium pipi Rafka berkali-kali.


"Sayang nanti Rafka bangun lagi"ucap Freya.


"Habis aku gemes"ucap Arian.


"Gak gemes sama Mamanya"ucap Freya.


"Gemes banget"ucap Arian.


Arian langsung mencium Freya.


"Sayang tidurin Rafka"ucap Arian.


Freya mengangguk lalu menidurkan Rafka diranjang bayi miliknya. Setelah itu Arian dan Freya merajut cinta dan kasih sayang. Mereka meluapkan semua rasa dan kekagumannya masing-masing dalam indahnya cinta dimalam itu.


Jam 2 Malam


Dua orang memakai penutup kepala masuk ke area rumah besar milik Arian. Mereka membawa sapu lidi dan keranjang digendongannya. Mereka melihat Pak Mumun yang lagi ditemenin kunti disampingnya tidur sambil ngigau.


"Bang ada yang jaga, baik dari alam kita dan alam tak kasat mata"ucap Aceng.


"Yang dari alam kita bisa diatasi dengan mudah, nah yang dari alam kasat mata pacarin aja sana Ceng biar nurut"ucap Acong.


"Ampun deh Bang, aku jomblo sih tapi ngilu kalau pacaran sama kunti, tar kalau nikah terus si kunti ngelarihin gimana?"tanya Aceng.


"Beranak dalam kubur, kaya judul dalam film hantu, lagi trend loh"ucap Acong.


"Kira-kira kalau aku nikah ma kunti, bakal trending gitu, siapa tahu handphone kentangku bisa dapet endrose yang bagusan"ucap Aceng.


"Pasti trending lawong belum ada yang nikah ma kunti, bayanginnya aja aku gak sanggup"ucap Acong.


"Terus kenapa abang menyuruhku nikah sama kunti?"tanya Aceng.


"Biar kamu gak jomblo lagi, terus ada yang jagain kamu tiap malam"ucap Acong.


"Amit-amit Bang, tapi kunti bisa berubah cantik gak ya Bang?"tanya Aceng.


"Suruh mandi ma ke salon aja dulu"ucap Acong.


"Oke deh bang setuju kalau bisa cantik, tapi kok tetep geli ya dengernya"ucap Aceng.


"Udah ayo singkirkan kunti dan sumpel tuh mulut pak tua disampingnya dengan kodok dari sawah"ucap Acong.


"Beres, tapi Bang kodoknya kok beranak gini jadi gak tega, tar anaknya jadi yatim piatu gimana?"tanya Aceng sambil mengeluarkan kodok dikeranjang.


"Kamu adopsi aja toh kamu belum punya anakkan"ucap Acong.


"Aku gak biasa ngurus anak cebong Bang"ucap Aceng.


"Sediain ember aja dikasih air juga beres, terus ajak main dikali sesekali"ucap Acong.


"Praktis juga ya ngurusnya, oke deh aku adopsi deh Bang"ucap Aceng.


Benar-benar perampok berperi kehewanan. Mereka ini mau merampok tapi masih punya hati. Tenang Mba Kunti tak akan jomblo lagi ade Aceng yang katanya mau. Tapi kasihan Pak Mumun gak ada yang nemenin jaga malam.


"Ayo buruan sumpelin kodoknya ke mulut Pak tua itu"ucap Acong.


"Oke Bang"ucap Aceng.


Aceng berjalan menghampiri Pak Mumun.


"Sorry Neng Kunti, Abang mau kerja dulu jangan ganggu"ucap Aceng.


He.....he....he......


"Aduh pengen pipis dengernya, pengen kabur tapi besok makan apa, ikan asin aja dah habis"ucap Aceng.


Saat Aceng mau naruh kodok dimulut Pak Mumun eh........Pak Mumun ngigau bikin Aceng denger ceramah sepanjang malam.


"Asyik jadi orang kaya raya, bini banyak rumah gede, makanan enak"ucap Pak Mumun.


"Aduh aku jadi pengen, apa tidur aja biar kaya"ucap Aceng.


Aceng mendengarkan semua ucapan Pak Mumun yang lagi mengigau syantik ditemani Nyai kunti setia menemani sepanjang malam.


"Biniku kok semok-semok gini, bikin nagih gak mau kerja"ucap Pak Mumun.


"Yah jiwa jombloku meronta"ucap Aceng.


"Tenang gak usah kerja juga tuyul tinggal muter ini, aku leha-leha aja ma biniku semokku"ucap Pak Mumun.


"Yah ternyata kaya karena melihara tuyul, pantes. Kira-kira aku melihara anak kecebong bisa kaya juga gak ya?"ucap Aceng.


"Mau makan bingung, ada ayam panggang, udang bakar madu, kepiting saus tiram, sate, atau mau kambing kebuli?"ucap Pak Mumun.


"Cacingku pada demo ini, bosan makan ikan asin dan beras jatah"ucap Aceng.


"Bajuku selusin lemari, ini selemari belum satupun dipakai"ucap Pak Mumun.


"Aku punya baju buat ngerampok aja boleh ngeredit ke tukang jualan baju bekas orang mati" ucap Aceng.


Kroook......kroook.....krooook.......


"Saatnya aku menyumpal mulutnya dengan kodok ini"ucap Aceng.


"Ceng jangan ngerumpi sama kunti, buruan"ucap Acong.


"Beres Bang"ucap Aceng.


Aceng mulai memasukkan kodok ke mulut Pak Mumun.


"Kodok maaf ya ucapkan salam perpisahan dengan anak-anakmu, terpaksa aku harus memisahkanmu"ucap Aceng.


Aceng mengikat kedua tangan Pak Mumun, memasukkan kodok ke mulutnya lalu memplasternya.


"Beres, Pak tua silahkan menghalu sampai puas, nikmati daging kodok fresh dari sawah"ucap Aceng.


Aceng menghampiri Acong yang sudah menunggunya.


"Bang dah beres"ucap Aceng.


"Bagus Ceng"ucap Acong.


Acong dan Aceng masuk ke dalam rumah besar itu.


"Ceng buruan ke dapur, ambil semua sembako yang ada"ucap Acong.


"Lalu Abang ngapain?"tanya Aceng.


"Abang mau nonton bola dulu, maklum dirumah gak ada tv, disini ada tv gede"ucap Acong.


"Aceng juga mau nonton bola Bang, dari kemarin cuma ngintip tetangga nonton bola di WC pakai handphone"ucap Aceng.


"Udah sikat habis dulu persediaan makanannya baru kamu nonton bola bareng"ucap Acong.


"Oke deh Bang"ucap Aceng.


Aceng pergi ke dapur membawa sapu lidi dan keranjang. Dia mulai memasukkan bahan makanan yang tersedia didapur lalu dimasukkan ke dalam keranjang.


"Aduh cucian piring numpuk, aku bantu cuci piring deh"ucap Aceng.


Aceng mencuci semua piring yang menumpuk ditempat cuci piring.


"Selesai, eh kok lantainya kotor ya, aku sapuin dan pel dulu, kebersihan sebagian dari iman"ucap Aceng.


Aceng langsung menyapu dan mengepel lantai dapur itu sampai selesai.


"Selesai juga, tapi kok cucian baju numpuk gitu, aku bantuin nyuci baju dulu"ucap Aceng.

__ADS_1


__ADS_2