DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation: Pernikahan Egi dan Gista


__ADS_3

Azura menunggu Rafka pulang. Dia sampai berjalan bolak-balik diruang tamu. Hatinya tak tenang. Seperti ada yang membuatnya khawatir pada suaminya. Sampai pukul 4 pagi Rafka belum kunjung pulang.


"Mas Rafka, kenapa jam segini belum pulang juga?" ucap Azura.


"Apa aku telpon lagi ya?" ucap Azura.


Azura menyalakan layar handphonenya. Dia menelpon Rafka.


"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi" ucap Layanan telpon itu.


"Nomor telponnya gak aktif lagi. Mas Rafka kemana ya? dari tadi malam hatiku tak tenang" batin Azura.


Azura sampai lelah menunggu. Beberapa menit kemudian suara adzan subuh berkumandang. Azura memutuskan untuk sholat shubuh dulu. Selesai sholat subuh, Azura kembali ke ruang tamu. Dia membuka pintu berjalan ke teras rumah itu. Dari semalam tak ada kabar dari Rafka, membuatnya cemas.


"Azura kau masih menunggu Rafka?" tanya Freya.


"Iya Mi, Mas Rafka belum pulang juga dari semalam" ucap Azura.


"Apa kau sudah telpon dia?" tanya Freya.


"Sudah Mi, tapi nomor telponnya tidak aktif" ucap Azura.


"Kau sudah telpon ke kantornya?" tanya Freya.


"Katanya Mas Rafka sudah pulang dari semalam" ucap Azura.


"Iya ya, kemana Rafka? Mami akan menyuruh Papimu untuk mencari Rafka" ucap Freya.


"Iya Mi, aku juga akan mencari Mas Rafka" ucap Azura.


Setelah mengantar Biru dan Jingga sekolah, Azura mencari Rafka. Dia pergi ke kantor tempat Rafka bekerja. Azura masuk ke ruangan kerjanya bersama Rara sekretarisnya.


"Semalam Bos bekerja sampai larut malam. Sekitar pukul 12 malam Bos keluar dari kantor. Malam itu Bos nengantar saya dan Siksa pulang ke rumah kami. Barulah beliau pulang setelah mengantar kami" ucap Rara.


"Apa dia bilang sesuatu, seperti mau kemana dulu?" tanya Azura.


"Seingat saya tidak, beliau hanya bilang mau pulang" ucap Rara.


"Makasih ya Rara" ucap Azura.


"Iya Bu Bos" ucap Rara.


Azura keluar dari kantor Rafka. Dia mencari Rafka tanpa tujuan pasti. Kesana sini, ke berbagai tempat baik yang pernah dikunjungi bersama maupun tempat lainnya.


"Mas Rafka kau ada dimana?" ucap Azura sambil menyetir mobil yang dikendarainya.


Azura terus mengendarai mobilnya. Dia berharap bisa segera menemukan suaminya. Azura juga menelpon semua teman dan kenalan Rafka tapi hasilnya nihil. Hingga pukul 8 malam Azura pulang ke rumah. Dia bertemu Arian dan Freya yang juga baru sampai dirumah. Mereka berpapasan diruang tamu.


"Gimana Azura? apa kau sudah menemukan Rafka atau sudah ada kabar darinya?" tanya Freya.


"Belum Mi, seharian ini aku ke kantor dan mencari ke berbagai tempat, tapi Mas Rafka gak ada" ucap Azura.


"Papi dan Mami juga bertanya pada sanak saudara, pergi ke berbagai tempat dan menghubungi semua orang yang mengenal Rafka tapi belum ada hasil" ucap Arian.


Air mata Azura menetes dipipinya. Dia sangat sedih, Rafka belum juga ditemukan. Entah ada dimana dan sedang apa. Freya menghampiri Azura dan memeluknya.


"Sabar ya nak. Semoga Allah segera mempertemukan kita dengan Rafka" ucap Freya.


"Aku akan lapor polisi dulu Mi" ucap Arian.


"Iya Pi" ucap Freya.

__ADS_1


Segala cara dilakukan supaya Rafka segera ditemukan. Keluarga berharap cemas mencari dimana keberadaan Rafka.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Satu bulan kemudian


Gista akhirnya menikah dengan Egi di Gedung Butterfly. Mereka berdiri dipelaminan menyalami tamu undangan. Pasangan pengantin itu tersenyum bahagia merayakan pernikahan mereka. Gista berusaha untuk bisa menerima Egi dihidupnya sebagai amanah dari suaminya Nathan. Banyak tamu undangan yang hadir terkecuali orangtua Egi. Saat sudah sepi Egi berbicara pada Gista.


"Gista apa kau senang menikah denganku?" tanya Egi.


"Aku senang Mas, terimakasih" ucap Gista.


Egi mendekati Gista dan mencium keningnya.


Cup


"Insya Allah aku akan menjagamu dan membahagiakanmu beserta anak-anak" ucap Egi.


"Iya Mas" ucap Gista.


Egi megang tangan Gista dengan erat. Tangan itu kini menjadi tanggungjawab untuknya. Dia yang dulu kesepian sekarang akan ada keluarga yang menghangatkan hari-harinya. Kesalahannya dimasa lalu akan ditebusnya sekarang.


Radhitya dan Manda naik ke atas pelaminan. Mereka nengucapkan selamat pada kedua mempelai.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga jadi keluarga bahagia" ucap Radhitya.


"Iya, makasih ya Radit" ucap Egi dan Gista.


"Mas Egi selamat ya atas pernikahanmu, bahagiakan Gista. Kau kini sudah memiliki keluargamu sendiri. Jagalah mereka dengan baik" ucap Manda.


"Iya, Insya Allah. Terimakasih atas semuanya Manda" ucap Egi.


"Iya Mas" ucap Manda.


"Kak Egi, Gista, selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah" ucap Azura.


"Amin, terimakasih Azura" ucap Egi dan Gista.


Egi dan Gista tidak melihat ada Rafka disisi Azura.


"Azura, Mas Rafka mana?" tanya Gista.


"Sudah satu bulan ini Mas Rafka belum ditemukan" ucap Azura sambil meneteskan air matanya.


"Apa? maksudnya Mas Rafka hilang?" tanya Gista.


"Iya" ucap Azura.


Gista langsung memeluk Azura. Dia tahu apa yang sekarang dirasakan Azura.


"Sabar ya Azura" ucap Gista.


"Nanti aku akan bantu mencari Rafka" ucap Egi.


"Iya, makasih Kak Egi" ucap Azura.


"Sama-sama" ucap Egi.


Air mata dipipi Azura terus menetes. Setiap kali mengingat suaminya, Azura selalu menangis.


"Aku dan keluarga sudah mencari Mas Rafka bahkan berbagai cara dilakukan sampai lapor polisi juga tapi hasilnya masih nihil" ucap Azura.

__ADS_1


"Semoga Mas Rafka segera ditemukan dan bisa berkumpul kembali dengan kita semua" ucap Gista.


"Amin" ucap Azura.


Bukan hanya Azura, Arian, Freya dan Luna juga hadir diacara pernikahan Egi dan Gista. Mereka juga mengucapkan selamat pada Egi dan Gista atas hari bahagia mereka. Acara itu berlangsung meriah. Egi menyiapkan dengan baik semuanya. Dia ingin membuat Gista bahagia.


Malam harinya seusai acara, Egi membacakan dongeng untuk Alifa sebelum tidur, dia juga membuatkan susu untuk Alifa.


"Papa, susunya harus diminum sampai habis?" tanya Alifa.


Egi mengelus kepala Alifa.


"Iya dong, biar Alifa tumbuh tinggi dan pintar" ucap Egi.


"Oke, tapi Papa bacakan satu dongeng lagi" ucap Alifa.


"Siap Tuan putri" ucap Egi.


Egi membacakan dongeng untuk Alifa sampai dia tertidur lalu menyelimutinya dengan selimut kesayangan Alifa. Barulah Egi masuk ke kamarnya. Kamar yang kini menjadi kamar pengantin. Dia melihat Gista menyusui Gio. Egi langsung menutup matanya. Dia takut Gista malu. Tapi Gista justru menghampirinya sambil menggendong Gio yang sedang menyusu.


"Mas bukalah matamu, aku ini istrimu jadi kau tidak apa-apa melihatku seperti ini" ucap Gista.


Mendengar ucapan Gista, Egi perlahan membuka matanya. Dia membiasakan diri melihat yang memang miliknya sekarang.


"Apa Gio masih haus?" tanya Egi.


"Iya, dia kalau menyusu lama" ucap Gista.


"Aku ingin menggendongnya" ucap Egi.


"Tuh dede, Papa bilang apa? udahan ya nyusunya Papa mau gendong" ucap Gista.


Tak lama Gio selesai menyusu. Egi menggendong Gio dan menciuminya. Gista memeluk Egi dari belakang tubuhnya.


"Mas, terimakasih sudah mau menjagaku dan anak-anak" ucap Gista.


"Iya sayang" ucap Egi memanggil Gista dengan panggilan sayang untuk pertama kalinya.


Gio mulai tertidur lelap digendongan Egi.


"Mas, Gio ditidurin aja" ucap Gista.


"Oke sayang" ucap Egi.


Egi menidurkan Gio diranjang bayinya. Kemudian dia berjalan ke arah ranjang. Dia melihat Gista sudah duduk diranjang.


"Sayang kalau kau lelah, tidurlah biar aku yang menjaga Gio" ucap Egi.


"Iya Mas" ucap Gista.


Gista berbaring diranjang sebelah kanan dan Egi berbaring diranjang sebelah kiri. Setelah malam, Egi memeluk Gista, dia mengira Gista guling. Karena pelukan hangat itu, Gista terbangun. Dia melihat Egi yang masih tidur. Gista menyentuh wajah Egi dengan tangannya hingga Egi terbangun dan melihat Gista, seketika Gista menarik tangannya kembali.


"Maaf Mas, aku membangunkanmu" ucap Gista.


Egi tersadar, dia sedang memeluk Gista.


"Sayang maaf aku tak sengaja memelukmu, ini pasti karena aku mengira kau guling" ucap Egi.


Egi hendak melepas tangannya dari tubuh Gista tapi Gista menggeleng.


"Kau berhak atas diriku, sekarang aku istrimu, jadi tidak apa-apa" ucap Gista.

__ADS_1


"Bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Egi.


__ADS_2