
"Atnan" ucap Elina.
Atnan melihat Elina memegang buket bunga yang tadi dibelinya.
"Mas ini buket bunga untukku?" tanya Elina.
"Itu sudah kotor Elina, aku...aku akan membelikannya lagi" ucap Atnan malu-malu.
"Tapi ini masih bagus, terimakasih ya Mas" ucap Elina.
Atnan terlihat sangat pucat dan lemah.Melihat itu Elina mendekati Atnan, saat Elina mendekatinya, Atnan pingsan. Elina langsung memeluk tubuh Atnan dan memanggil pelayan agar membantunya mengangkat Atnan ke kamarnya.
Atnan dibawa ke kamarnya, dia ditidurkan diatas ranjangnya. Setelah itu pelayan meninggalkan Atnan dan Elina berdua dikamar. Elina melihat kamar Atnan, kamar yang penuh foto Atnan dan Davina didinding dan meja. Elina mengambil foto yang terpajang dimeja.
"Aku belum pernah melihat Atnan tersenyum seperti ini. Difoto ini dia tersenyum dengan lepas dan terlihat bahagia"ucap Elina.
"Apa ini gadis yang bernama Davina yang diceritakan Sekretaris Yama? Dia sangat cantik dan senyumannya begitu manis. Gadis yang sangat dicintai Atnan"ucap Elina.
Elina kembali meletakkan foto itu. Dia mendekati Atnan dan memeriksa kondisinya sambil menunggu dokter tiba.
"Panas sekali badannya"ucap Elina.
"Permisi, selamat sore"ucap Pak Dokter.
"Sore Dok"ucap Elina.
Dokter itu masuk kekamar dan memeriksa Atnan. Dokter memberikan obat suntik dan obat-obatan untuk Atnan. Setelah itu dokter pergi keluar dari kamar Atnan. Elina menemani Atnan dikamarnya. Tak lama Rafka dan Azura masuk ke dalam kamar Atnan.
"Alina gimana keadaan Atnan?" tanya Rafka.
"Sudah baikkan Pa, tadi Dokter sudah memberi obat suntik" ucap Elina.
"Syukurlah" ucap Azura.
Mereka bertiga berbincang sebentar. Kemudian Rafka dan Azura keluar dari kamar itu. Atnan sudah diberikan obat suntik oleh dokter, sekarang dia sedang tertidur. Elina tidur disamping Atnan sambil terduduk. Saat tengah malam Atnan mengigau terus.
"Davina jangan pergi....jangan tinggalkan aku...."ucap Atnan mengigau.
"Davina aku sangat mencintaimu....jangan pergi ku mohon..."ucap Atnan.
Mendengar ucapan Atnan Elina terbangun. Elina melihat Atnan mengigau terus. Dia memeriksa tubuh Atnan.
"Demamnya belum turun, mungkin aku coba kompres dan berikan dia obat lagi"ucap Elina.
Elina mengompres dahi Atnan dengan waslap basah. Elina juga memberikan Atnan obat lewat mulut Elina ke mulut Atnan.
"Sepertinya hanya cara ini yang bisa kulakukan untuk memberikan Atnan obat"ucap Elina.
Saat mulut Elina menempel dengan mulut Atnan. Dia memasukkan obat itu. Tiba-tiba Atnan terbangun dan mendapati Elina menciumnya. Elina terkejut melihat mata Atnan terbuka.
"Apa dia akan marah padaku?" batin Elina.
__ADS_1
Atnan malah memeluk Elina dan mencium Elina.
Sesaat mereka menikmati ciuman itu lalu melepasnya bersamaan.
"Elina" ucap Atnan.
"Mas kau masih sakit?" tanya Elina.
Atnan menggeleng. Tapi saat dia ingat dia berada dikamarnya. Atnan langsung melepas tubuh Elina. Dia beranjak dari ranjang.
"Aku sudah peringatkan kamu untuk tidak masuk ke kamarku"ucap Atnan.
"Aku...aku...."ucap Elina bingung menjelaskan.
Atnan yang marah karena Elina mengganggu privasinya.
"Maafkan aku Mas" ucap Elina.
"Cepat keluar dari kamarku!"ucap Atnan.
"Baik"ucap Elina dengan mata berkaca-kaca.
Elina keluar dari kamar Atnan,Atnan langsung duduk dilantai. Atnan merasa Elina tidak pantas melihat fotonya dengan Davina. Dia tidak mau ada yang tahu isi hatinya sebenarnya. Tapi sekarang Elina mengetahui tentang Davina. Elina kembali ke kamarnya, dia tidak menyangka Atnan akan semarah itu karena dia masuk ke kamarnya.
"Apa perkataanku tadi terlalu keras pada Elina?" batin Atnan.
**********
Kenan sedang memantau hotel miliknya yang baru saja dibuka. Dia berjalan-jalan dibeberapa lantai di hotel itu. Sekretaris dan manager hotel terus menemaninya kesana kemari. Saat dia ke lantai satu, Seorang gadis marah-marah pada bagian admin hotel. Dia terlihat sangat kesal.
"Nona itu memang sudah ketentuan harganya, seharusnya Anda tidak menginap disini" ucap Admin.
"Lebih-lebih dari rentenir nih hotel, aku kutuk jadi kebon biar rata ya sama tanah" ketus Renata.
"Nona sebaiknya Anda bayar" ucap Admin.
"Aku gak mau bayar, sayang banget duitkku kalau harus digunakan untuk membayar sewa hotel yang cuma dua hari doang" ucap Renata.
"Nona tolong bayar, kalau tidak saya akan panggil sekuriti" ucap Admin.
"Harusnya semalam itu cukup 50 ribu aja itu udah kemahalan" ucap Renata.
"Ini orang gak tahu apa standar sewa hotel permalam, mana ada yang 50 ribu, kalau ada paling jarang banget" batin Admin.
"Pokoknya aku cuma mau bayar 30 ribu, itupun aku sudah berbaik hati ya" ucap Renata.
"Ampun, ini orang pelit amat, masa menginap dengan nyaman, makan sepuasya dan pelayanan terbaik hanya dihargai 30 ribu" batin Admin.
Melihat pengunjung dan admin hotel berdebat, Kenan menghampiri mereka berdua.
"Ada apa nih?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Ini Bos, Nona Renata tidak mau bayar sesuai ketentuan kita. Dia mau bayarnya hanya 30 ribu" ucap Admin.
"Yang benar saja Nona, ini hotel bintang lima, mana mungkin 30 ribu permalam. Anda hidup dijaman apa? Seharusnya Nona tidak ke hotel ini kalau memang tak punya uang" ucap Kenan.
"Aku hanya ingin merasakan tidur dihotel bintang 5 dengan harga termurah, ini kemahalan. Siapa juga yang mau nginep disini" ucap Renata.
"Maaf Bos" ucap pelayan hotel itu.
"Ada apa?" tanya Kenan.
"Nona ini membawa beberapa barang dari kamar hotel, seperti bad cover, vas bunga, hair dryer, dan setrika" ucap pelayan hotel.
"Apa?" Kenan terkejut.
Renata merasa harus segera pergi, dia berlari sambil menyeret kopernya. Secepatnya dia keluar hotel. Kenan dan pelayan hotel mengejarnya. Mereka kejar-kejaran ditepi jalan.
"Hei Nona kembalikan barang milik hotel" ucap pelayan hotel.
"Gadis gila tunggu, sampai tertangkap aku akan menjebloskanmu ke penjara ya" ucap Kenan.
"Aku harus segera kabur, enak aja harus bayar mahal masa gak dapet apapun, harusnyakan itu souvenirnya" ucap Renata.
Renata mengeluarkan kelereng dari dalam sakunya. Dia melempar kelereng itu ke jalan yang dilewati Kenan dan pelayan hotel.
Bluuuug....
"Aw...." Kenan dan pelayan hotel itu terjatuh.
"Dia benar-benar gila" ucap Kenan.
"Bos apa kita kejar lagi" ucap pelayan hotel.
"Harus" ucap Kenan.
Kenan dan pelayan hotel itu kembali mengejar Renata. Gadis itu sengaja memilih melewati sebuah tempat pembuangan sampat. Dengan lihai dia berlari diantara tumpukan sampah.
Bluuug...
"Aduh bau banget, apaan ini?" ucap Kenan yang terjatuh mencium sesuatu dimukanya.
"Itu pempes bayi Bos, ada pupnya lagi" ucap pelayan hotel.
"Ampun, sial banget hari ini" ucap Kenan.
"Bos kita kejar lagi tidak?" tanya pelayan itu.
"Kamu kenapa? bajumu kotor" ucap Kenan.
Kenan memperhatikan baju pelayan hotel itu.
"Gak tahu Bos, tadi jatuh ke lubang dekat situ, kayanya sih bekas septic tank" ucap pelayan hotel itu.
__ADS_1
"Ternyata saya lebih baik nasibnya dari kamu" ucap Kenan.
"Bos sebaiknya jangan diteruskan, semakin ngenes kita nanti, dia sepertinya gadis pembawa ngenes" ucap pelayan hotel itu.